Biaya logistik mencakup seluruh pengeluaran untuk memindahkan, menyimpan, menangani, dan mendistribusikan barang dari pemasok hingga pelanggan. Jika tidak dikendalikan, biaya ini dapat menekan margin, memperbesar harga jual, dan mengganggu arus kas perusahaan.
Skalanya cukup besar. Pemerintah mencatat biaya logistik nasional Indonesia mencapai 14,29% dari PDB, berdasarkan perhitungan BPS, Bappenas, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk tahun 2022. (Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)
Artikel ini membahas jenis-jenis biaya logistik, komponen yang perlu dihitung, rumus dan contoh perhitungannya, serta cara mengurangi biaya melalui pengelolaan transportasi, persediaan, gudang, dan sistem ERP.
Key Takeaways
Biaya logistik mencakup pengeluaran untuk menyimpan, menangani, mengemas, dan mengirim barang hingga diterima pelanggan.
Total biaya logistik diperoleh dengan menjumlahkan setiap komponen biaya. Hasilnya dapat dibagi dengan jumlah barang yang dikirim untuk mengetahui biaya per unit.
Biaya dapat ditekan dengan mengoptimalkan rute dan muatan, mengendalikan stok, serta memantau biaya per pengiriman tanpa mengabaikan kualitas layanan.
Apa Itu Biaya Logistik?
Biaya logistik adalah seluruh pengeluaran yang timbul dalam proses memindahkan, menyimpan, menangani, dan mendistribusikan barang dari pemasok hingga pelanggan. Biaya ini tidak hanya mencakup ongkos kirim, tetapi juga biaya gudang, persediaan, pengemasan, tenaga kerja, asuransi, dan administrasi.
Dalam operasional perusahaan, biaya logistik dapat muncul sejak bahan atau barang dibeli hingga pesanan diterima pelanggan.
Karena itu, pencatatan yang tidak teratur dapat membuat perusahaan sulit mengetahui bagian mana yang paling banyak menyerap biaya. Proses penyimpanan, pengemasan, dan penyaluran barang juga berkaitan dengan warehouse distribution.
Biaya logistik perlu dipantau karena nilainya memengaruhi harga jual, margin keuntungan, dan efisiensi rantai pasok. Dengan mengetahui setiap komponennya, perusahaan dapat menemukan pemborosan dan menentukan strategi pengurangan biaya yang lebih tepat.
Jenis-Jenis Biaya Logistik
Biaya logistik terdiri dari beberapa komponen yang muncul saat barang disimpan, ditangani, dan dikirim. Memisahkan setiap komponen membantu perusahaan mengetahui sumber pengeluaran terbesar dan menentukan langkah penghematan yang tepat.
1. Biaya transportasi
Biaya transportasi mencakup ongkos pengiriman, bahan bakar, tol, sewa kendaraan, dan perawatan armada untuk memindahkan barang dari pemasok, antar lokasi perusahaan, hingga ke pelanggan.
2. Biaya pergudangan
Biaya ini meliputi sewa atau operasional gudang, listrik, keamanan, serta perawatan fasilitas dan peralatan penyimpanan.
3. Biaya persediaan
Biaya persediaan timbul selama barang tersimpan sebagai stok, misalnya biaya modal yang tertahan, penyusutan nilai barang, kerusakan, dan risiko stok kedaluwarsa.
4. Biaya penanganan barang
Komponen ini mencakup tenaga kerja dan peralatan untuk bongkar muat, pemindahan, pengambilan barang (picking), serta penyiapan pesanan. Biaya penyimpanan persediaan dapat ditinjau lebih rinci melalui konsep holding cost.
5. Biaya pengemasan
Biaya pengemasan meliputi kardus, pelindung barang, label, dan tenaga kerja yang diperlukan agar produk siap dikirim dengan aman.
6. Biaya asuransi
Asuransi melindungi perusahaan dari kerugian akibat barang hilang atau rusak selama penyimpanan maupun pengiriman.
7. Biaya retur
Biaya retur muncul ketika barang dikembalikan pelanggan. Pengeluarannya dapat mencakup pengiriman balik, pemeriksaan kondisi barang, pengemasan ulang, dan penyimpanan kembali.
8. Biaya administrasi dan teknologi
Komponen ini mencakup pengelolaan dokumen pengiriman, pencatatan transaksi, serta sistem yang digunakan untuk memantau stok, gudang, dan distribusi.
Cara Menghitung Biaya Logistik
Total biaya logistik dihitung dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran yang berkaitan dengan penyimpanan, penanganan, dan distribusi barang.
Rumus:
Total biaya logistik = biaya transportasi + pergudangan + persediaan + handling + pengemasan + biaya lainnya
1. Identifikasi Setiap Komponen Biaya
Catat seluruh biaya dalam satu periode, seperti ongkos kirim, bahan bakar, sewa gudang, gaji tenaga kerja, biaya kemasan, asuransi, dan retur barang.
2. Jumlahkan Seluruh Biaya
Misalnya, biaya transportasi Rp8 juta, pergudangan Rp5 juta, handling Rp3 juta, pengemasan Rp2 juta, dan biaya persediaan Rp2 juta. Total biaya logistik perusahaan adalah Rp20 juta.
3. Hitung Rasio Biaya Logistik
Untuk mengetahui efisiensinya, gunakan rumus:
Rasio biaya logistik = total biaya logistik ÷ total penjualan × 100%
Jika penjualan mencapai Rp200 juta, rasio biaya logistiknya adalah 10%. Semakin rendah rasio dengan tingkat layanan yang tetap baik, semakin efisien pengelolaan logistik perusahaan.
Faktor yang Mempengaruhi Biaya Logistik
Besarnya biaya logistik dipengaruhi oleh kondisi barang, pola pengiriman, dan cara perusahaan mengelola stok. Dua perusahaan dengan jenis biaya yang sama bisa mengeluarkan jumlah yang berbeda karena faktor berikut.
1. Jarak dan Rute Pengiriman
Semakin jauh jarak tempuh, biasanya semakin besar biaya bahan bakar, tol, dan tenaga pengemudi. Rute yang tidak efisien juga menambah waktu perjalanan dan biaya pengiriman.
2. Volume dan Berat Barang
Barang yang berat atau memakan banyak ruang membutuhkan kapasitas kendaraan lebih besar. Jika muatan kendaraan tidak terisi optimal, biaya per unit barang ikut meningkat.
3. Lokasi dan Lama Penyimpanan
Gudang yang jauh dari pemasok atau pelanggan dapat menambah biaya transportasi. Barang yang terlalu lama tersimpan juga meningkatkan biaya ruang, penanganan, dan risiko kerusakan.
4. Frekuensi Pengiriman
Pengiriman dalam jumlah kecil tetapi terlalu sering dapat membuat biaya per pesanan lebih tinggi. Perusahaan perlu menyesuaikan jadwal pengiriman dengan kebutuhan pelanggan dan kapasitas kendaraan.
5. Karakteristik Barang
Produk mudah rusak, bernilai tinggi, atau membutuhkan suhu khusus memerlukan kemasan, fasilitas penyimpanan, dan penanganan tambahan. Kebutuhan tersebut memengaruhi total biaya logistik.
6. Tingkat Retur dan Kesalahan Operasional
Kesalahan pengambilan barang, pengemasan, atau alamat pengiriman dapat menyebabkan pengiriman ulang dan retur. Semakin sering terjadi, semakin besar biaya yang harus dikeluarkan untuk menangani pesanan yang sama.
Simulasi Perhitungan Biaya Logistik pada Bisnis Distributor
Misalnya, sebuah distributor mengirim 1.000 unit barang kepada pelanggan selama satu bulan. Untuk memenuhi pesanan tersebut, perusahaan mengeluarkan biaya transportasi Rp8 juta, pergudangan Rp5 juta, penanganan barang Rp3 juta, pengemasan Rp2 juta, dan penyimpanan persediaan Rp2 juta.
| Komponen | Biaya per bulan |
|---|---|
| Transportasi | Rp8.000.000 |
| Pergudangan | Rp5.000.000 |
| Penanganan barang | Rp3.000.000 |
| Pengemasan | Rp2.000.000 |
| Penyimpanan persediaan | Rp2.000.000 |
| Total biaya logistik | Rp20.000.000 |
Dengan membagi total biaya tersebut dengan 1.000 unit yang dikirim, biaya logistiknya menjadi Rp20.000 per unit. Angka ini dapat digunakan saat menetapkan harga jual atau membandingkan efisiensi pengiriman pada bulan berikutnya.
Jika penjualan bulan itu mencapai Rp200 juta, rasio biaya logistik terhadap penjualan adalah 10% (Rp20 juta ÷ Rp200 juta × 100%).
Saat rasio meningkat pada periode berikutnya, perusahaan dapat memeriksa komponen yang berubah, misalnya kenaikan ongkos transportasi atau biaya penyimpanan akibat stok yang lebih lama berada di gudang.
Cara Mengurangi Biaya Logistik

Pengurangan biaya logistik sebaiknya dimulai dari komponen yang paling besar dalam pencatatan perusahaan. Setelah itu, perbaiki prosesnya sambil memastikan barang tetap sampai tepat waktu dan dalam kondisi baik.
1. Optimalkan rute dan muatan pengiriman
Kelompokkan pesanan berdasarkan wilayah tujuan, lalu susun rute yang mengurangi perjalanan berulang. Sesuaikan jumlah barang dengan kapasitas kendaraan agar biaya pengiriman per unit tidak terlalu tinggi. Perencanaan rute pengiriman membantu perusahaan meninjau jarak tempuh dan penggunaan kendaraan sebelum pengiriman dilakukan.
2. Kendalikan jumlah persediaan
Gunakan data penjualan untuk memperkirakan kebutuhan stok. Persediaan yang sesuai permintaan membantu mengurangi biaya penyimpanan dan risiko barang rusak atau kedaluwarsa.
3. Perbaiki alur kerja gudang
Tempatkan barang yang paling sering diambil di lokasi yang mudah dijangkau dan tetapkan prosedur picking serta packing yang jelas. Langkah ini dapat mengurangi waktu penanganan dan kesalahan pesanan.
4. Evaluasi mitra pengiriman
Bandingkan biaya ekspedisi bersama ketepatan waktu, tingkat kerusakan, dan cakupan layanannya. Tarif termurah belum tentu menghasilkan biaya total terendah jika pengiriman sering terlambat atau perlu diulang.
5. Pantau biaya per pengiriman
Catat biaya transportasi, gudang, penanganan, dan retur secara terpisah. Perbandingan biaya per pengiriman atau per unit dari bulan ke bulan membantu perusahaan melihat apakah perubahan operasional benar-benar menghasilkan penghematan.
6. Hubungkan data logistik dalam satu sistem
Sistem ERP dapat membantu perusahaan menghubungkan data persediaan, gudang, pembelian, dan pengiriman. Dengan data yang tercatat konsisten, tim lebih mudah menelusuri penyebab kenaikan biaya dan menentukan bagian yang perlu diperbaiki.
Kesimpulan
Biaya logistik mencakup pengeluaran untuk menyimpan, menangani, dan mengirim barang hingga diterima pelanggan. Jumlahnya dipengaruhi oleh jarak pengiriman, volume barang, lama penyimpanan, serta frekuensi retur.
Dengan mencatat setiap komponen secara terpisah, perusahaan dapat menghitung biaya per unit dan membandingkan rasio biaya logistik terhadap penjualan dari waktu ke waktu. Hasilnya membantu menentukan bagian operasional yang perlu diperbaiki tanpa mengorbankan ketepatan pengiriman.
Jika Anda ingin memantau biaya gudang, persediaan, dan distribusi secara lebih terarah, konsultasikan kebutuhan bisnis Anda secara gratis bersama tim HashMicro.
FAQ
Tidak. Ongkos kirim hanya biaya transportasi, sedangkan biaya logistik juga mencakup penyimpanan, penanganan, pengemasan, persediaan, dan retur barang.
Ya. Pengiriman balik, pemeriksaan barang, dan penyimpanan ulang perlu dihitung agar total biaya logistik mencerminkan pengeluaran sebenarnya.
Hal ini dapat terjadi ketika jumlah barang yang dikirim menurun. Biaya tetap seperti sewa gudang akhirnya dibagi ke lebih sedikit unit.
Misalnya, sebuah distributor mengirim 1.000 unit barang kepada pelanggan selama satu bulan. Untuk memenuhi pesanan tersebut, perusahaan mengeluarkan biaya transportasi Rp8 juta, pergudangan Rp5 juta, penanganan barang Rp3 juta, pengemasan Rp2 juta, dan penyimpanan persediaan Rp2 juta.
Misalnya, sebuah distributor mengirim 1.000 unit barang kepada pelanggan selama satu bulan. Untuk memenuhi pesanan tersebut, perusahaan mengeluarkan biaya transportasi Rp8 juta, pergudangan Rp5 juta, penanganan barang Rp3 juta, pengemasan Rp2 juta, dan penyimpanan persediaan Rp2 juta.
Misalnya, sebuah distributor mengirim 1.000 unit barang kepada pelanggan selama satu bulan. Untuk memenuhi pesanan tersebut, perusahaan mengeluarkan biaya transportasi Rp8 juta, pergudangan Rp5 juta, penanganan barang Rp3 juta, pengemasan Rp2 juta, dan penyimpanan persediaan Rp2 juta.
Misalnya, sebuah distributor mengirim 1.000 unit barang kepada pelanggan selama satu bulan. Untuk memenuhi pesanan tersebut, perusahaan mengeluarkan biaya transportasi Rp8 juta, pergudangan Rp5 juta, penanganan barang Rp3 juta, pengemasan Rp2 juta, dan penyimpanan persediaan Rp2 juta.
Misalnya, sebuah distributor mengirim 1.000 unit barang kepada pelanggan selama satu bulan. Untuk memenuhi pesanan tersebut, perusahaan mengeluarkan biaya transportasi Rp8 juta, pergudangan Rp5 juta, penanganan barang Rp3 juta, pengemasan Rp2 juta, dan penyimpanan persediaan Rp2 juta.
Misalnya, sebuah distributor mengirim 1.000 unit barang kepada pelanggan selama satu bulan. Untuk memenuhi pesanan tersebut, perusahaan mengeluarkan biaya transportasi Rp8 juta, pergudangan Rp5 juta, penanganan barang Rp3 juta, pengemasan Rp2 juta, dan penyimpanan persediaan Rp2 juta.
Misalnya, sebuah distributor mengirim 1.000 unit barang kepada pelanggan selama satu bulan. Untuk memenuhi pesanan tersebut, perusahaan mengeluarkan biaya transportasi Rp8 juta, pergudangan Rp5 juta, penanganan barang Rp3 juta, pengemasan Rp2 juta, dan penyimpanan persediaan Rp2 juta.












