Current Ratio: Pengertian dan Analisis Likuiditas Perusahaan

Current Ratio: Pengertian dan Analisis Likuiditas Perusahaan

Current Ratio: Pengertian dan Analisis Likuiditas Perusahaan

Perusahaan bisa saja mencatat laba di laporan keuangan, tetapi tetap kehabisan uang untuk membayar tagihan supplier yang jatuh tempo minggu ini. Situasi seperti ini muncul ketika aset lancar tidak sebanding dengan kewajiban jangka pendek. Di sinilah memahami current ratio adalah bekal penting bagi pemilik bisnis maupun staf keuangan.

Kebutuhan itu nyata. Riset U.S. Bank menemukan bahwa 82 persen kegagalan usaha kecil berkaitan dengan pengelolaan arus kas yang buruk, bukan karena bisnisnya tidak menguntungkan (U.S. Bank). Artinya, neraca yang terlihat sehat belum tentu cukup untuk menutup kewajiban yang segera jatuh tempo.

Artikel ini membahas pengertian current ratio, rumus beserta contoh perhitungannya, cara membaca hasilnya, hingga langkah memperbaikinya. Di bagian akhir, current ratio juga dibandingkan dengan quick ratio dan cash ratio agar jelas kapan masing-masing rasio sebaiknya dipakai.

Key Takeaways

Current ratio mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar yang dimiliki.

Angka current ratio perlu dibandingkan dengan quick ratio, cash ratio, dan standar industri agar hasil analisis tidak menyesatkan.

Perusahaan dapat meningkatkan current ratio dengan mempercepat penagihan piutang, mengelola persediaan, dan menekan kewajiban jangka pendek.

Apa Itu Current Ratio?

Current ratio adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini sering disebut juga sebagai rasio lancar karena membandingkan aset yang relatif mudah dicairkan dengan utang yang harus segera dibayar.

Aset lancar mencakup kas, piutang usaha, persediaan, dan aset lain yang dapat berubah menjadi uang dalam waktu dekat. Sementara itu, kewajiban lancar meliputi utang usaha, pinjaman jangka pendek, biaya yang masih harus dibayar, serta kewajiban lain yang jatuh tempo dalam satu tahun.

Semakin tinggi current ratio, semakin besar kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Namun, angka yang terlalu tinggi juga belum tentu selalu baik karena bisa menunjukkan adanya kas menganggur, persediaan menumpuk, atau piutang yang belum tertagih secara optimal.

Rumus dan Cara Menghitung Current Ratio

Menghitung current ratio cukup dilakukan dengan satu pembagian sederhana menggunakan dua angka dari laporan posisi keuangan.

Current Ratio = Total Aset Lancar ÷ Total Kewajiban Lancar

1. Jumlahkan seluruh aset lancar

Aset lancar mencakup kas dan setara kas, surat berharga, piutang usaha, persediaan, serta beban dibayar di muka. Semua komponen ini berada di bagian atas neraca dan dapat dicairkan dalam satu tahun.

2. Jumlahkan seluruh kewajiban lancar

Kewajiban lancar meliputi utang usaha, utang bank jangka pendek, beban yang masih harus dibayar, dan bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun.

3. Bagi aset lancar dengan kewajiban lancar

Hasilnya menunjukkan berapa kali lipat aset lancar menutupi kewajiban jangka pendek.

Contoh perhitungan

PT Sinar Abadi memiliki total aset lancar Rp850 juta yang terdiri dari kas Rp200 juta, piutang usaha Rp250 juta, dan persediaan Rp400 juta. Kewajiban lancarnya sebesar Rp500 juta.

Current Ratio = Rp850 juta ÷ Rp500 juta = 1,7

Angka 1,7 berarti setiap Rp1 kewajiban jangka pendek dijamin oleh Rp1,7 aset lancar. Perusahaan masih memiliki ruang aman untuk membayar utang yang jatuh tempo, meski nilainya tidak jauh di atas batas minimal 1,0.

Perbedaan Current Ratio, Quick Ratio, dan Cash Ratio

Ketiga rasio ini sama-sama mengukur likuiditas jangka pendek, tetapi berbeda pada komponen aset yang ikut dihitung. Semakin sempit komponen yang dipakai, semakin ketat pula penilaiannya terhadap kemampuan perusahaan membayar utang.

AspekCurrent RatioQuick RatioCash Ratio
Komponen asetSeluruh aset lancarKas, surat berharga, piutangKas dan setara kas
Tingkat keketatanPaling longgarMenengahPaling ketat
Batas aman umum1,5 sampai 2,01,00,5
Pengguna utamaManajemen dan investorKreditur dan bankKreditur jangka pendek

Perusahaan disarankan membaca ketiganya secara bersamaan. Current ratio yang sehat bisa menipis ketika diuji dengan quick ratio, dan kondisi seperti ini biasanya menandakan terlalu banyak dana tertahan di persediaan atau piutang yang lambat tertagih.

Cara Meningkatkan Current Ratio Perusahaan

cas image 1791358232964 76f2524710

Current ratio yang berada di bawah standar bisa diperbaiki melalui dua arah sekaligus, yaitu menambah ketersediaan aset lancar atau mengurangi beban kewajiban jangka pendek. Berikut langkah yang bisa diterapkan perusahaan.

1. Percepat penagihan piutang usaha

Piutang yang tertagih cepat akan berubah menjadi kas dan langsung menaikkan angka aset lancar. Perusahaan bisa memperketat termin pembayaran, memberi diskon untuk pelunasan lebih awal, atau menindaklanjuti invoice yang melewati jatuh tempo.

2. Kelola persediaan agar tidak menumpuk

Persediaan memang ikut dihitung sebagai aset lancar, tetapi stok yang tidak bergerak hanya membebani gudang tanpa berubah menjadi kas. Melakukan rotasi stok, diskon untuk barang slow moving, dan pembelian yang lebih terencana membantu menjaga kualitas aset lancar.

3. Restrukturisasi utang jangka pendek

Sebagian kewajiban lancar bisa dikonversi menjadi pinjaman jangka panjang melalui negosiasi dengan bank. Setelah itu, kewajiban lancar menurun dan angka current ratio naik, meski total utang perusahaan tidak berkurang.

4. Gunakan kas menganggur untuk melunasi kewajiban jangka pendek

Pelunasan utang lancar dengan kas mengurangi pembilang dan penyebut secara bersamaan. Ketika rasio saat ini sudah di atas 1,0, langkah ini justru menaikkan rasio karena penyebut menyusut lebih besar secara proporsional.

5. Negosiasikan termin pembayaran ke pemasok

Perpanjangan termin pembayaran memberi perusahaan waktu lebih panjang untuk menutup kewajiban tanpa harus buru-buru menarik kas. Kerja sama jangka panjang dengan pemasok biasanya membuka ruang negosiasi ini.

Kesimpulan

Current ratio adalah indikator paling umum untuk menilai kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar. Perhitungannya sederhana, cukup membagi total aset lancar dengan total kewajiban lancar dari laporan posisi keuangan.

Angka hasil perhitungan perlu dibaca sesuai konteks industri dan dibandingkan dengan quick ratio serta cash ratio agar tidak menyesatkan. Rasio yang terlalu rendah menandakan risiko likuiditas, sementara rasio yang terlalu tinggi bisa berarti kas menganggur atau persediaan menumpuk.

Jika hasil perhitungan current ratio perusahaan Anda belum sesuai standar, konsultasikan bisnis Anda secara gratis dengan tim ahli HashMicro untuk menemukan cara terbaik meningkatkan likuiditas perusahaan.

CobaGratis

FAQ

Tidak sama. Current ratio berupa rasio perbandingan aset lancar dan kewajiban lancar, sedangkan working capital adalah selisih keduanya dalam bentuk nominal rupiah.

Laba tidak otomatis menjadi kas karena bisa tertahan dalam bentuk piutang atau persediaan. Ketika dua pos ini besar dan kewajiban jangka pendek juga tinggi, rasio likuiditasnya tetap terlihat lemah.

Perhitungan setiap bulan pada saat laporan keuangan disusun sudah cukup untuk pemantauan rutin. Perusahaan dengan arus kas yang fluktuatif sebaiknya mengeceknya lebih sering, misalnya setiap dua minggu.

Aulia Kholqiana

CW Fulltime

Aulia telah menjadi spesialis yang sudah berpengalaman selama lebih dari 2 tahun di bidang Human Resource Management (HRM). Penulisan artikel berfokus pada pengelolaan siklus hidup karyawan, penilaian kinerja, penggunaan sistem HRIS, dan program pengembangan karyawan, sehingga dapat memberikan solusi bagi peningkatan performa perusahaan.

Jennifer merupakan seorang profesional akuntansi yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari President University dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Master of Accounting dari National University of Singapore. Pengalaman pendidikan ini membentuk kemampuannya dalam memahami dan menerapkan prinsip akuntansi serta manajemen keuangan dalam praktik bisnis. Pengalaman profesional di bidang keuangan dan pelaporan mengasah keahliannya dalam analisis finansial dan penyusunan laporan strategis. Selama tujuh tahun terakhir, Jennifer mengelola fungsi keuangan perusahaan di HashMicro, yang memperkuat kemampuannya dalam optimalisasi proses akuntansi, pengendalian internal, serta pengambilan keputusan berbasis data finansial untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.

Jalankan Bisnis Lebih Mudah Bersama HashMicro

Mulai demo gratis hari ini tanpa komitmen. Dapatkan solusi terbaik untuk bisnis yang lebih efisien.

CTA image