Menentukan harga jual tidak cukup hanya dengan menghitung total biaya produksi. Tanpa mengetahui secara tepat biaya yang digunakan untuk menghasilkan produk, perusahaan berisiko menetapkan harga terlalu rendah dan tanpa sadar mengorbankan margin.
Untuk menghindari hal tersebut, perusahaan perlu melihat lebih detail biaya yang secara langsung membentuk suatu produk. Prime cost adalah ukuran yang membantu perusahaan mengetahui biaya langsung tersebut, sehingga perhitungan biaya produksi dan penetapan harga dapat dilakukan dengan lebih tepat.
Lalu, apa saja komponen prime cost dan seperti apa contoh perhitungannya? Artikel ini membahas lebih dalam agar Anda dapat mengetahuinya.
Key Takeaways
Prime cost adalah biaya langsung produksi Komponennya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung.
Rumus utamanya sederhana Prime Cost = Direct Materials + Direct Labor.
Dengan dukungan AI, sitem perusahaan tidak hanya dapat mengotomatiskan pencatatan dan perhitungan biaya tetapi juga memperoleh insight yang lebih cepat untuk mengevaluasi efisiensi produksi dan profitabilitas.
Definisi Prime Cost
Prime cost adalah total biaya langsung yang dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan suatu produk atau jasa. Biaya ini berkaitan langsung dengan proses produksi sehingga dapat diketahui produk yang dihasilkan.
Dalam praktiknya, prime cost terdiri dari dua komponen yaitu biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung.
Secara sederhananya, prime cost menunjukkan berapa banyak biaya yang benar-benar dibutuhkan untuk membuat sebuah produk sebelum memperhitungkan biaya tidak langsung seperti listrik pabrik, penyusutan mesin, atau biaya administrasi.
Komponen Prime Cost yang Harus Dihitung
Setelah memahami pengertian prime cost, langkah berikutnya adalah mengetahui biaya apa saja yang masuk dalam perhitungannya.
Tidak semua biaya produksi termasuk prime cost. Fokusnya adalah biaya yang dapat ditelusuri secara langsung ke proses pembuatan produk atau penyediaan jasa.
1. Biaya bahan baku langsung
Biaya bahan baku langsung adalah pengeluaran untuk material utama yang menjadi bagian dari produk dan dapat diidentifikasi secara jelas.
Contohnya adalah kayu untuk membuat furniture, kain untuk memproduksi pakaian, atau tepung dan bahan utama lainnya dalam bisnis makanan. Biaya ini menjadi salah satu komponen utama dalam menghitung prime cost.
2. Biaya tenaga kerja langsung
Biaya tenaga kerja langsung mencakup upah atau gaji karyawan yang terlibat langsung dalam proses produksi. Contohnya adalah operator mesin di pabrik atau koki yang secara langsung mengolah makanan.
Biaya tenaga kerja tersebut dapat dikaitkan secara langsung dengan produk atau jasa yang dihasilkan.
3. Biaya langsung lainnya
Dalam kondisi tertentu, perusahaan juga dapat memiliki biaya langsung selain bahan baku dan tenaga kerja. Misalnya biaya khusus untuk penggunaan tenaga ahli atau jasa tertentu yang hanya digunakan untuk menghasilkan produk tertentu.
Biaya tersebut dapat dimasukkan dalam prime cost selama dapat ditelusuri secara langsung ke produk atau jasa yang dihasilkan.
Perbedaan Prime Cost, Conversion Cost, dan HPP
Prime cost, conversion cost, dan HPP sama-sama berkaitan dengan biaya produksi tetapi memiliki cakupan dan tujuan yang berbeda. Berikut perbandingan ketiganya dari aspek yang paling relevan:
| Aspek | Prime Cost | Conversion Cost | HPP |
|---|---|---|---|
| Pengertian | Total biaya langsung untuk menghasilkan produk | Biaya untuk mengubah bahan baku menjadi produk jadi | Total biaya yang melekat pada barang yang terjual |
| Komponen utama | Bahan baku langsung + tenaga kerja langsung | Tenaga kerja langsung + overhead produksi | Persediaan awal + pembelian bersih − persediaan akhir |
| Fokus biaya | Biaya yang dapat ditelusuri langsung ke produk | Biaya proses produksi | Biaya produk yang sudah terjual |
| Tujuan penggunaan | Mengukur biaya langsung dan efisiensi produksi | Menilai efisiensi proses produksi | Menghitung laba kotor dan membantu menentukan harga jual |
| Cakupan | Sebagian dari biaya produksi | Sebagian dari biaya produksi | Berkaitan dengan produk yang telah terjual dalam periode tertentu |
Manfaat Menghitung Prime Cost untuk Bisnis
Informasi prime cost membantu perusahaan memahami struktur biaya secara lebih jelas sehingga keputusan terkait harga, produksi, dan profitabilitas dapat dibuat berdasarkan angka yang lebih akurat.
Berikut beberapa manfaat utamanya:
Menentukan harga jual yang lebih tepat: Prime cost memberikan gambaran mengenai biaya langsung yang melekat pada produk.
Mengontrol biaya produksi: Perusahaan dapat memantau perubahan biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung dari waktu ke waktu. Jika prime cost meningkat, manajemen dapat segera mencari penyebab dan mengevaluasi proses produksi.
Mengukur efisiensi produksi: Membandingkan prime cost antar periode atau antar produk membantu perusahaan melihat apakah penggunaan bahan baku dan tenaga kerja sudah efisien.
Membantu mengevaluasi profitabilitas produk: Dengan mengetahui biaya langsung setiap produk, perusahaan dapat membandingkannya dengan pendapatan yang dihasilkan.
Mendukung pengambilan keputusan bisnis: Data prime cost dapat digunakan sebagai pertimbangan saat perusahaan ingin mengubah harga atau mengevaluasi produk yang kurang menguntungkan.
Rumus Prime Cost
Untuk menghitung prime cost, perusahaan cukup menjumlahkan seluruh biaya yang dapat ditelusuri secara langsung ke proses produksi. Karena hanya mencakup dua komponen utama, rumus prime cost relatif sederhana dan mudah diterapkan dalam pencatatan biaya.
Keterangan:
Biaya bahan baku langsung adalah biaya material utama yang menjadi bagian dari produk.
Biaya tenaga kerja langsung adalah upah karyawan yang terlibat secara langsung dalam proses pembuatan produk.
Contoh Perhitungan Prime Cost Berdasarkan Industri
Setelah memahami rumusnya, penerapan prime cost akan lebih mudah dipahami melalui contoh nyata. Perhitungannya dapat disesuaikan dengan karakteristik bisnis dan jumlah produk yang dihasilkan. Berikut dua contoh sederhana yang dapat menjadi gambaran.
1. Contoh prime cost bisnis makanan
Sebuah kedai makanan memproduksi 500 porsi ayam geprek dalam satu bulan. Biaya bahan baku langsung yang digunakan sebesar Rp7.500.000, sedangkan upah karyawan yang terlibat langsung dalam produksi sebesar Rp5.000.000.
Maka perhitungannya:
Prime Cost = Biaya Bahan Baku Langsung + Biaya Tenaga Kerja Langsung
Prime Cost = Rp7.500.000 + Rp5.000.000 = Rp12.500.000
Jadi, total prime cost kedai tersebut adalah Rp12.500.000. Nilai ini belum mencakup biaya tidak langsung seperti listrik, sewa tempat, atau biaya administrasi.
2. Contoh prime cost per unit produksi
Jika total prime cost sebesar Rp12.500.000 digunakan untuk menghasilkan 500 porsi makanan, perusahaan dapat menghitung prime cost per unit dengan membagi total prime cost berdasarkan jumlah produk.
Prime Cost per Unit = Total Prime Cost ÷ Jumlah Unit Produksi
= Rp12.500.000 ÷ 500 = Rp25.000 per porsi
Artinya, setiap porsi memiliki prime cost sebesar Rp25.000. Angka ini dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan harga jual dan mengevaluasi margin produk.
Kesalahan Saat Menghitung Prime Cost
Berikut beberapa kesalahan yang perlu dihindari dalam perhitungan prime cost:
1. Menggabungkan biaya overhead ke prime cost
Prime cost hanya mencakup biaya yang dapat dikaitkan secara langsung dengan produk. Biaya seperti listrik pabrik, sewa fasilitas, penyusutan mesin, dan pemeliharaan termasuk biaya overhead sehingga tidak dihitung sebagai prime cost.
Jika biaya tersebut ikut dimasukkan, nilai prime cost menjadi lebih tinggi dari biaya langsung yang sebenarnya.
2. Tidak memisahkan tenaga kerja langsung dan tidak langsung
Perusahaan perlu membedakan karyawan yang terlibat langsung dalam produksi dengan karyawan yang mendukung proses produksi. Upah operator yang mengerjakan produk dapat termasuk tenaga kerja langsung.
Sementara itu, gaji supervisor produksi atau teknisi pemeliharaan umumnya termasuk tenaga kerja tidak langsung. Kesalahan dalam klasifikasi ini dapat membuat nilai prime cost menjadi kurang akurat.
3. Tidak memperbarui harga bahan baku aktual
Perubahan harga bahan baku dapat berdampak langsung pada prime cost. Jika perusahaan masih menggunakan data harga lama, hasil perhitungan tidak lagi mencerminkan biaya produksi aktual.
Oleh karena itu, harga bahan baku perlu diperbarui secara berkala berdasarkan transaksi atau harga pembelian terbaru agar perusahaan dapat menetapkan biaya produk dan harga jual dengan lebih tepat.
Hitung Prime Cost Otomatis dengan Sistem Accounting Software

Menghitung prime cost secara manual dapat menjadi kurang efisien ketika volume transaksi dan produksi semakin besar.
HashMicro Accounting Software membantu perusahaan mengintegrasikan data biaya dan transaksi dalam satu sistem sehingga perhitungan biaya produksi dapat dilakukan dengan lebih cepat dan terstruktur.
Beberapa fitur yang mendukung pengelolaan biaya antara lain:
Cost Accounting untuk mencatat dan mengelompokkan biaya produksi secara lebih terstruktur.
Bill of Materials (BOM) untuk mencatat kebutuhan bahan baku setiap produk dan membantu menghitung biaya material secara akurat.
Production Costing untuk memantau biaya yang berkaitan dengan proses produksi.
Inventory Management untuk memantau penggunaan dan nilai bahan baku berdasarkan data persediaan.
Financial Reporting untuk menganalisis biaya produksi, margin, dan performa keuangan melalui laporan yang terintegrasi.
AI-powered insights untuk membantu menganalisis data biaya, mengidentifikasi pola pengeluaran, dan memberikan insight yang dapat mendukung pengambilan keputusan.
Dengan dukungan AI, perusahaan tidak hanya dapat mengotomatiskan pencatatan dan perhitungan biaya, tetapi juga memperoleh insight yang lebih cepat untuk mengevaluasi efisiensi produksi dan profitabilitas.
Ingin menghitung prime cost dengan lebih praktis dan akurat? Jadwalkan free demo sekarang dan lihat bagaimana sistemnya dapat mendukung pengelolaan biaya bisnis Anda.
FAQ
Overhead tidak termasuk prime cost karena sifatnya tidak langsung. Biaya seperti listrik pabrik, sewa gedung, penyusutan mesin, dan gaji supervisor biasanya masuk ke overhead atau conversion cost.
Prime cost berfokus pada bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung. Conversion cost berfokus pada biaya untuk mengubah bahan baku menjadi produk jadi, yaitu tenaga kerja langsung dan overhead pabrik.
Prime cost bukan HPP. Prime cost hanya mencakup biaya langsung, sedangkan HPP biasanya mencakup seluruh biaya produksi yang relevan, termasuk alokasi overhead sesuai metode akuntansi perusahaan.












