Financial Controller: Tugas, dan Peran Bisnis

Financial Controller: Tugas dan Perannya dalam Mengontrol Keuangan Bisnis

Financial Controller: Tugas dan Perannya dalam Mengontrol Keuangan Bisnis

Keuangan yang terlihat stabil belum tentu mencerminkan kondisi bisnis yang sehat. Tanpa pengawasan yang tepat perusahaan berisiko mengalami kesalahan laporan keuangan hingga kesulitan mengendalikan anggaran. 

Di sinilah financial controller berperan dalam memastikan pencatatan keuangan akurat dan keputusan bisnis didukung data yang dapat diandalkan. 

Lalu apa saja skill dan tanggung jawab financial controller dalam menjaga kesehatan keuangan perusahaan? Simak penjelasannya. 

Key Takeaways

Financial controller adalah profesional yang bertanggung jawab mengawasi pengelolaan keuangan perusahaan agar pencatatan akurat dan laporan keuangan sesuai dengan standar.

Financial controller memastikan laporan, proses accounting, kontrol internal, dan informasi keuangan dapat dipercaya.

Sistem akuntansi membantu controller mengurangi rekonsiliasi manual dan menghubungkan data operasional dengan laporan keuangan secara lebih efisien.

Apa Itu Financial Controller?

Financial controller adalah profesional yang bertanggung jawab mengawasi pengelolaan keuangan perusahaan agar pencatatan akurat dan laporan keuangan sesuai dengan standar. Peran ini membantu manajemen memahami kondisi keuangan bisnis melalui data yang dapat diandalkan.

Hasil pengawasan tersebut menjadi dasar bagi manajemen untuk menilai kinerja keuangan dan menentukan langkah bisnis berikutnya.

Dengan tanggung jawab tersebut, financial controller berperan penting dalam menjaga transparansi keuangan sekaligus mengurangi resiko kesalahan pencatatan dan pengeluaran yang tidak terkendali.

Mengapa Financial Controller Penting untuk Bisnis B2B?

Financial controller membantu perusahaan mengelola risiko tersebut melalui pengawasan laporan keuangan dan kepatuhan terhadap kebijakan yang berlaku. 

Berikut beberapa alasan peran ini penting bagi keberlangsungan bisnis B2B. 

1. Menjaga stabilitas keuangan saat transaksi meningkat

Peningkatan transaksi tidak selalu berarti kondisi keuangan perusahaan semakin kuat. Penjualan yang tumbuh pesat tetap dapat menimbulkan tekanan jika biaya operasional meningkat atau pembayaran pelanggan tertunda.

Financial controller membantu manajemen memahami dampak pertumbuhan transaksi terhadap kondisi keuangan. Dengan informasi ini perusahaan dapat menilai kemampuan pendanaan sebelum meningkatkan kapasitas operasional atau menerima proyek baru.

2. Meningkatkan kepercayaan melalui transparansi keuangan

Dalam bisnis B2B, kepercayaan menjadi salah satu dasar hubungan jangka panjang bagi perusahaan. Informasi keuangan yang tidak konsisten dapat menyulitkan pihak terkait dalam menilai kondisi perusahaan.

Financial controller membantu menjaga transparansi melalui penyajian informasi keuangan yang akurat dan dapat ditelusuri. Hal ini memudahkan pihak berkepentingan memahami kinerja perusahaan serta menilai kredibilitas bisnis berdasarkan data yang tersedia.

3. Membantu mengelola risiko pembayaran dan kewajiban

Transaksi dengan termin pembayaran membuat perusahaan perlu menyeimbangkan penerimaan dari pelanggan dengan kewajiban kepada pemasok dan pihak lainnya. Ketidakseimbangan ini dapat mengganggu operasional meskipun perusahaan memiliki penjualan yang tinggi.

Financial controller membantu manajemen memahami risiko tersebut melalui pemantauan kondisi keuangan dan proyeksi kebutuhan dana. Hasilnya dapat digunakan untuk menentukan prioritas pembayaran serta mengantisipasi potensi kekurangan kas.

4. Mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan

Ekspansi bisnis membutuhkan perencanaan keuangan yang matang agar pertumbuhan tidak membebani kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya. Keputusan untuk membuka cabang atau menambah investasi perlu mempertimbangkan biaya dan potensi keuntungan.

Financial controller memberikan perspektif keuangan untuk membantu manajemen menilai kesiapan perusahaan sebelum mengambil langkah tersebut. Dengan pertimbangan yang lebih terukur, perusahaan dapat menentukan strategi pertumbuhan sesuai kemampuan finansialnya.

Tugas dan Tanggung Jawab Financial Controller

gemini generated image r6jlbzr6jlbzr6jl

Untuk menjalankan peran strategis tersebut, financial controller melakukan berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan pencatatan, pengawasan, dan analisis keuangan. 

Setiap tugas membantu memastikan informasi keuangan tetap akurat serta mendukung kebutuhan operasional dan manajemen.

1. Mengawasi penyusunan laporan keuangan

Financial controller meninjau proses penyusunan laporan keuangan untuk memastikan transaksi telah dicatat dengan benar. 

Pemeriksaan ini mencakup rekonsiliasi akun, penyesuaian jurnal, serta peninjauan laporan laba rugi, neraca, dan arus kas.

Selain memeriksa ketepatan angka, financial controller memastikan laporan disusun sesuai standar akuntansi yang berlaku. 

2. Mengelola dan mengevaluasi anggaran

Financial controller memantau penggunaan anggaran dengan membandingkan rencana keuangan dan realisasi pengeluaran. Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi perbedaan antara biaya yang direncanakan dan biaya yang benar-benar dikeluarkan.

Jika terjadi penyimpangan anggaran, financial controller menelusuri penyebabnya dan menyampaikan hasil evaluasi kepada manajemen.

3. Memantau arus kas perusahaan

Financial controller memantau penerimaan dan pengeluaran kas untuk mengetahui posisi likuiditas perusahaan. 

Tugas ini mencakup peninjauan saldo kas serta penyusunan proyeksi arus kas berdasarkan jadwal penerimaan dan pembayaran.

Proyeksi tersebut membantu perusahaan memperkirakan kebutuhan dana dalam periode tertentu. 

4. Memastikan kepatuhan keuangan dan perpajakan

Financial controller memastikan proses keuangan mengikuti kebijakan internal, standar akuntansi, dan ketentuan perpajakan yang berlaku. 

Tanggung jawabnya dapat mencakup peninjauan dokumen transaksi serta pemeriksaan kelengkapan data yang digunakan dalam pelaporan.

Financial controller juga berkoordinasi dengan tim akuntansi dan pajak untuk membantu memastikan kewajiban perusahaan dipenuhi sesuai ketentuan. 

5. Mengawasi pengendalian internal

Financial controller meninjau prosedur yang mengatur pencatatan transaksi dan akses terhadap data keuangan. Tujuannya adalah memastikan setiap aktivitas keuangan memiliki alur kerja dan pihak yang bertanggung jawab secara jelas.

Pengawasan tersebut juga membantu mendeteksi transaksi yang tidak wajar atau tidak sesuai prosedur. Jika ditemukan kelemahan dalam proses internal, financial controller dapat merekomendasikan perbaikan untuk memperkuat pengawasan dan menjaga keamanan aset perusahaan.

6. Menyediakan analisis untuk keputusan bisnis

Financial controller mengolah data keuangan menjadi informasi yang relevan bagi manajemen. 

Analisisnya dapat mencakup perbandingan pendapatan dan biaya, evaluasi margin keuntungan, serta penilaian kinerja keuangan terhadap target perusahaan.

7. Mengkoordinasikan tim keuangan dan akuntansi

Financial controller mengarahkan koordinasi antara staf akuntansi dan keuangan agar proses pencatatan serta pelaporan berjalan sesuai jadwal. 

Tugas ini mencakup pembagian tanggung jawab, peninjauan hasil kerja, dan penyelesaian kendala yang muncul selama proses keuangan.

Koordinasi yang terstruktur membantu mengurangi keterlambatan pelaporan dan menjaga konsistensi data antarbagian. 

download skema harga software erp

Perbedaan Financial Controller, Accounting Manager, Finance Manager, dan CFO

Financial controller, accounting manager, finance manager, dan Chief Financial Officer (CFO) sama-sama berperan dalam pengelolaan keuangan perusahaan. 

Namun, masing-masing memiliki fokus dan tanggung jawab yang berbeda. Berikut tabel perbandingan untuk memahami peran setiap posisi.

IndikatorFinancial ControllerAccounting ManagerFinance ManagerCFO
Fokus utamaPengawasan dan pengendalian keuanganPengelolaan proses akuntansiPerencanaan dan pengelolaan keuanganStrategi dan arah keuangan perusahaan
Tanggung jawabMemastikan laporan akurat serta pengendalian internal berjalan baikMengawasi pencatatan transaksi dan penyusunan laporan akuntansiMengelola arus kas, anggaran, pendanaan, dan investasiMenentukan strategi keuangan dan mengelola risiko finansial
Orientasi kerjaAkurasi dan kepatuhanKetepatan pencatatan dan pelaporanKinerja keuangan dan likuiditasPertumbuhan dan keberlanjutan bisnis
Cakupan keputusanPengendalian proses dan pelaporan keuanganOperasional akuntansiPerencanaan dan alokasi danaKeputusan strategis tingkat perusahaan

"Dengan adanya financial controller membantu perusahaan menjaga akurasi laporan, mengendalikan biaya, dan mendukung keputusan keuangan yang lebih tepat."

Jennifer Santoso CA, CFA, CPA

Kapan Perusahaan Membutuhkan Financial Controller?

Berikut beberapa indikator yang menunjukkan perusahaan perlu memperkuat fungsi pengendalian keuangan.

1. Operasional bisnis melibatkan banyak cabang

Ketika perusahaan memiliki banyak cabang, entitas, gudang, atau proyek, pengawasan keuangan menjadi lebih kompleks. 

Financial controller membantu menyelaraskan proses pelaporan dan memastikan data keuangan dari setiap unit dapat dipantau secara konsisten.

2. Proses penutupan buku bulanan sering terlambat

Keterlambatan monthly closing atau penutupan buku bulanan dapat menghambat manajemen dalam mengevaluasi kinerja keuangan. 

Jika proses ini sering membutuhkan revisi berulang, financial controller dapat membantu meninjau alur kerja dan memperkuat pengendalian agar laporan selesai tepat waktu dengan data yang akurat.

3. Profitabilitas setiap unit bisnis sulit dipantau

Perusahaan perlu mengetahui kontribusi keuntungan dari setiap produk, cabang, atau proyek untuk menentukan prioritas bisnis. 

Jika data biaya dan pendapatan belum berkelompok dengan baik, financial controller membantu memastikan informasi tersebut dapat dianalisis secara lebih terperinci.

4. Piutang meningkat dan proyeksi arus kas kurang akurat

Piutang yang terus menumpuk dapat menghambat penerimaan kas dan mengganggu kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban pembayaran.

Financial controller membantu mengevaluasi pola pembayaran pelanggan serta meningkatkan akurasi proyeksi arus kas agar kebutuhan dana dapat direncanakan dengan lebih baik.

5. Data operasional dan keuangan tidak sinkron

Perbedaan data stok, harga pokok penjualan (HPP), penjualan, pembelian, dan akuntansi dapat menyebabkan laporan keuangan kurang akurat. 

Financial controller membantu meninjau proses rekonsiliasi dan pengendalian data agar informasi dari setiap bagian konsisten serta dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Cara Sistem Akuntansi Membantu Financial Controller 

financial control hm

Financial controller membutuhkan data keuangan yang akurat dan saling terhubung untuk mengawasi kinerja perusahaan. Namun, ketika data tersebar di berbagai sistem atau masih dikelola secara manual sehingga proses rekonsiliasi dan penyusunan laporan dapat membutuhkan waktu lebih lama.

Dengan dukungan sistem akuntansi dan sistem (ERP) membantu mengatasi kendala tersebut dengan mengintegrasikan data keuangan dan operasional dalam satu sistem. Dengan dukungan ERP, financial controller dapat memantau transaksi, mengevaluasi anggaran, serta mengidentifikasi potensi masalah keuangan berdasarkan data yang lebih konsisten.

Berikut beberapa cara ERP membantu financial controller menjalankan tugasnya.

  • Integrasi data keuangan dan operasional: Menghubungkan data penjualan, pembelian, persediaan, dan akuntansi agar pencatatan lebih konsisten.

  • Otomatisasi laporan keuangan: Mempercepat penyusunan laporan dan mengurangi pekerjaan manual yang berulang.

  • Pengendalian anggaran: Membandingkan anggaran dengan realisasi biaya untuk mendeteksi penyimpangan lebih awal.

  • Pemantauan arus kas dan piutang: Membantu memantau penerimaan, kewajiban pembayaran, serta tagihan yang belum dilunasi.

  • Penguatan pengendalian internal: Mendukung pengaturan hak akses, persetujuan transaksi, dan penelusuran riwayat aktivitas.

  • Analisis kinerja keuangan: Menyediakan data untuk mengevaluasi profitabilitas produk, cabang, atau proyek sebagai dasar pengambilan keputusan.

Kesimpulan

Financial controller berperan penting dalam menjaga akurasi laporan, mengendalikan anggaran, dan memantau arus kas perusahaan. 

Untuk mendukung tugas tersebut, sistem ERP membantu mengintegrasikan data keuangan agar pengawasan dan pengambilan keputusan lebih efisien.

Optimalkan pengelolaan keuangan bisnis Anda dengan sistem ERP HashMicro. Jadwalkan konsultasi bersama tim expert untuk menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

CobaGratis

FAQ

KPI financial controller umumnya mencakup ketepatan waktu laporan keuangan, akurasi pencatatan, kepatuhan anggaran, hasil audit, dan efektivitas pengendalian internal.

Financial controller biasanya melapor kepada CFO atau direktur keuangan. Pada perusahaan yang lebih kecil posisinya dapat berada di bawah finance manager atau direktur.

Tantangan utamanya meliputi menjaga akurasi data, memenuhi tenggat pelaporan, mengendalikan biaya, memastikan kepatuhan, dan menyelaraskan data keuangan dari berbagai departemen.


Irga Afghani

CW Fulltime

Irga merupakan spesialis untuk penulisan bidang pengelolaan keuangan bisnis dengan pengalaman selama kurang lebih 3 tahun. Fokus penulisannya mencakup pencatatan dan pelaporan keuangan, analisis finansial, pengelolaan arus kas, serta pemanfaatan sistem akuntansi digital untuk membantu perusahaan meningkatkan akurasi dan efisiensi finansial.

Jennifer merupakan seorang profesional akuntansi yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari President University dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Master of Accounting dari National University of Singapore. Pengalaman pendidikan ini membentuk kemampuannya dalam memahami dan menerapkan prinsip akuntansi serta manajemen keuangan dalam praktik bisnis. Pengalaman profesional di bidang keuangan dan pelaporan mengasah keahliannya dalam analisis finansial dan penyusunan laporan strategis. Selama tujuh tahun terakhir, Jennifer mengelola fungsi keuangan perusahaan di HashMicro, yang memperkuat kemampuannya dalam optimalisasi proses akuntansi, pengendalian internal, serta pengambilan keputusan berbasis data finansial untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.

Jalankan Bisnis Lebih Mudah Bersama HashMicro

Mulai demo gratis hari ini tanpa komitmen. Dapatkan solusi terbaik untuk bisnis yang lebih efisien.

CTA image