Apa itu Gaji Pokok (Gapok) dan Cara Menetapkannya dengan Benar?
GOLDEN
MONTH
Promo
up to
30%
11 DAYS LEFTLIMITED QUOTA
Klaim Sekarang!Terbatas Untuk 100 Pendaftar

Apa itu Gaji Pokok (Gapok) dan Cara Menetapkannya dengan Benar?

Apa itu Gaji Pokok (Gapok) dan Cara Menetapkannya dengan Benar?

Gaji pokok atau gapok adalah bayaran dasar yang diterima oleh pekerja di perusahaan atas hasil kerja mereka di perusahaan. Meski begitu, gaji ini belum tentu hanya dihitung dari hasil kontribusi pegawai saja, tetapi juga dilihat dari tingginya jabatan yang dimiliki seorang karyawan.


Riset dari Michael Page Indonesia menyatakan bahwa kenaikan gaji rata-rata berkisar antara 5% sampai dengan 8% di berbagai sektor pada tahun 2026, dengan penyesuaian yang lebih tinggi di sektor yang mengalami kekurangan talenta khusus.


Di sini, Anda akan dapat mempelajari pengertian dari gaji pokok, cara menghitungnya, dan peraturan pemberian gapok menurut PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) dan PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu).

Key Takeaways

Gaji pokok merupakan bayaran dasar yang perhitungannya didasarkan pada kontribusi dan hierarki jabatan karyawan di perusahaan.

Regulasi upah minimum daerah penting untuk diperhatikan karena memengaruhi perhitungan gaji pokok setiap daerah yang nominalnya berbeda-beda.

Karyawan PKWT tidak berhak menerima pesangon karena perhitungan tunjangan hanya didasari dari upah pokok dan lama kerja karyawan saja.

Pengertian dari Gaji Pokok

Gaji pokok adalah upah dasar yang diberikan atas kontribusi karyawan pada perusahaan. Besaran dari gaji ini ditetapkan oleh perusahaan dan atas hasil negosiasi karyawan di saat pertama kali karyawan melamar kerja.


Gaji pokok belum termasuk tunjangan dan insentif lainnya. Nominal gaji ini hanya mencakup bayaran dasar atas hasil kerja karyawan selama satu periode, misalnya satu bulan jika penggajian diterapkan dengan sistem bulanan.


Dalam penggajian, untuk bisa dikatakan layak, nominal gapok harus berada di atas UMP (Upah Minimum Provinsi). Sistem UMP inilah yang menjadi batas nominal untuk penggajian karyawan yang sudah memenuhi syarat. Selain itu, besaran gaji ini juga tergantung pada jabatan yang dipegang karyawan. Semakin tinggi jabatannya, maka semakin besar nominal yang diterima.

Jenis-Jenis Gaji Pokok

Mengenai jenis-jenis gaji pokok, terdapat dua cara mengklasifikasikannya, yaitu berdasarkan skala penggajian dan sektor pemberi kerjanya. Anda bisa memahami lebih jelas pada skala perhitungan gaji berikut ini:

Skala Penggajian

  • Sistem skala tunggal: Perhitungan nominal gaji tetap sama bagi semua pegawai dengan jabatan atau golongan yang sama. Tetapi terkadang dinilai kurang adil perhitungannya karena tidak memasukkan tingkat kesibukan dan kontribusi karyawan.

  • Sistem skala ganda: Besaran gaji tidak hanya ditentukan dari jabatan karyawan, tetapi juga dihitung dari sifat pekerjaan dan kontribusi karyawan.

  • Sistem skala gabungan: Sistem ini menghitung gaji karyawan berdasarkan jabatan yang dipegangnya dan kontribusi karyawan juga dihitung dan dimasukkan dalam komponen gaji pokok.

Sektor Pemberi Kerja

  • Gaji pokok PNS atau ASN negara: Pada industri ini, gaji pokok dihitung berdasarkan golongan PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan masa kerja sesuai dengan regulasi pemerintah. Kenaikan gajinya diatur lewat mekanisme kenaikan gaji berkala dan pangkat.

  • Gaji pokok pegawai BUMN: Pada industri BUMN (Badan Usaha Milik Negara), pemberian gaji pokok diatur berdasarkan skala internal masing-masing perusahaan negara dan biasanya juga menyesuaikan dengan nominal upah minimum tiap daerah.

  • Gaji pokok karyawan swasta: Kebijakan pembayaran gapok di perusahaan swasta merupakan yang paling fleksibel karena mengikuti peraturan internal masing-masing perusahaan, hasil negosiasi, dan jenis industri yang dijalankan.

Semua prosedur perhitungan gaji pokok kembali lagi pada tipe industrinya masing-masing. Ada industri yang menggaji berdasarkan jabatan dan ada juga yang bisa dinegosiasikan jumlahnya tergantung beban pekerjaan yang akan diberikan dan pertimbangan pegawai yang melamar. 

Komponen Penentu Besaran Gaji Pokok

Besaran gaji pokok yang diterima seorang karyawan tidak dihitung secara acak, melainkan melibatkan beberapa faktor yang turut memengaruhinya. Anda bisa pahami di bawah ini apa saja penentu besaran gapok di perusahaan:

1. Regulasi upah minimum yang berlaku

Regulasi seperti UMP (Upah Minimum Provinsi) dan UMK (Upah Minimum Kabupaten) yang ditetapkan pemerintah menjadi batas bawah pemberian gaji yang layak. Regulasi ini diatur berdasarkan pertimbangan kebutuhan hidup layak, pertumbuhan ekonomi daerah, dan tingkat produktivitas tenaga kerja.

2. Jabatan, tanggung jawab, dan nilai dari pekerjaan

Semakin tinggi jabatan seorang karyawan maka semakin besar tanggung jawab yang dipegangnya, sehingga nominal gaji yang diberikan juga lebih besar. 


Faktor ini juga dipengaruhi oleh nilai dari pekerjaannya, misalnya jika pekerjaan yang dikerjakan pekerja lebih sulit dan membutuhkan skill tertentu, maka pegawai tersebut akan mendapat upah lebih.

3. Pendidikan dan pengalaman kerja

Kualifikasi pendidikan dan lamanya kerja dalam satu bidang tertentu untuk industri yang dituju menjadi pertimbangan perusahaan untuk memberikan gaji dengan nilai yang sepadan. 

4. Keterampilan

Jika seorang karyawan memiliki keahlian yang sangat dibutuhkan perusahaan untuk satu bidang pekerjaan, maka nilai gajinya juga dipertimbangkan.

5. Kondisi pasar kerja dan standar industri

Tim HR (Human Resources) biasanya melakukan salary benchmarking untuk membandingkan jumlah gaji dengan bisnis lain dengan industri serupa. Standar ini kemudian dijadikan acuan dalam pembayaran gaji karyawan.

6. Kemampuan finansial perusahaan

Kekuatan finansial perusahaan juga turut memengaruhi besaran upah pokok yang diberikan. Jika profitabilitas perusahaan rendah, maka penggajiannya juga relatif lebih rendah.

Setelah memahami semua faktor yang berdampak pada penentuan nominal gaji pokok, Anda dapat mempelajari langkah-langkah menghitung gaji pokok.

Cara Menetapkan Gaji Pokok dan Rumus Menghitungnya

cara menetapkan gaji pokok hashmicro

Dalam menghitung gaji pokok, ada cara-cara yang harus diperhatikan agar perhitungannya akurat sesuai dengan kontribusi dan jabatan yang dimiliki karyawan. Pelajari cara menghitungnya di bawah ini:

  1. Lakukan analisis dan evaluasi jabatan: Perusahaan harus membuat peringkat jabatan dengan jelas, lalu konfirmasi semua jenis jabatan yang dipegang karyawan dan kelompokkan masing-masing karyawan berdasarkan hierarki jabatannya.

  2. Tentukan golongan jabatan: Dari hasil evaluasi, tempatkan karyawan ke nominal gaji yang sesuai dengan jabatan mereka.

  3. Pilih basis upah: Di sini, perusahaan harus memisahkan secara jelas mengenai penetapan upah, apakah upah ditetapkan hanya berdasarkan gapok saja atau ditambah dengan tunjangan tetap.

  4. Pilih metode penyusunan gaji: Ada tiga metode yang bisa Anda gunakan, yaitu metode ranking (mengurutkan jabatan), poin faktor (menilai jabatan berdasarkan bobot poin karyawan), dan metode skala ganda berurutan (menetapkan rentang upah terendah dan tertinggi secara berjenjang).

  5. Lakukan survei pasar perusahaan lain: Agar gaji perusahaan Anda tetap kompetitif di pasar kerja, lakukan survei terhadap beberapa perusahaan lain dan spesialisasi industri mereka serta gaji yang mereka tawarkan.

  6. Tentukan rentang gaji: Setelah data gaji aktual dan survei pasar dilakukan, tetapkan rentang gaji yang pas dengan anggaran perusahaan Anda dan fokus industri bisnis Anda.

  7. Susun dalam tabel dan skala upah resmi kantor: Tuangkan hasil akhir penetapan gaji pada tabel terstruktur yang mencakup jabatan, golongan, dan ambang batas upah terkecil tiap jenis pekerjaan.

Untuk menghitung gaji pokok, Anda bisa menggunakan rumus berikut:

Batas Minimum Upah

Upah per Jam

Upah Prorata

Perbedaan Aturan Gaji Pokok dalam PKWT dan PKWTT

Sistem kontrak kerja di Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) dan PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu). 


Meskipun PKWT berlaku bagi karyawan kontrak (ada batas periode kerja yang ditentukan) dan PKWTT berlaku pada pekerja tetap (tidak ada batas periode), penggajian tetap dilakukan dengan prosedur yang sama. Jumlah nominal lebih dipengaruhi pada kebijakan internal perusahaan.


Porsi gaji pokok karyawan PKWT dan PKWTT sama-sama wajib minimal 75% dari jumlah keduanya, sesuai dengan yang telat ditegaskan oleh UU Cipta Kerja Pasal 81. Sebenarnya, perbedaan keduanya lebih didasari oleh hal berikut:

  • Struktur tunjangan: Karyawan PKWT menerima tunjangan tetap dan tidak tetap yang sudah dimasukkan dalam komponen gaji pokok. Sedangkan, karyawan PKWTT biasanya menerima upah dengan cakupan tunjangan yang lebih terbatas.

  • Konsekuensi finansial setelah hubungan kerja berakhir: Jika kontrak PKWT telah berakhir, karyawan berhak menerima kompensasi yang dihitung berdasarkan masa kerja, tapi tidak berhak terhadap uang pesangon. Sebaliknya, karyawan PKWTT berhak mendapat uang pesangon dan penggantian hak meskipun di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Perbedaan yang mendasari dari karyawan PKWT dan PKWTT ialah berdasarkan jenis pemberian tunjangan yang menjadi hak bagi kedua golongan karyawan tersebut.

Pengaruh Gaji Pokok ke Pesangon Karyawan

Gaji pokok punya dampak langsung pada perhitungan pesangon yang diterima karyawan. Menurut PP No. 35 Tahun 2021, besaran pesangon didasarkan pada besaran gapok yang diterima tiap bulannya.


Dasar perhitungannya dapat dipahami sebagai berikut. Jika upah dibayarkan tanpa tunjangan sama sekali, maka dasar perhitungan pesangonnya yaitu gaji tanpa tunjangan tersebut. Semisal skema upah pokok ditambah tunjangan tidak tetap, perhitungannya tetap mengacu pada bayaran pokok saja. 


Terakhir, upah pokok yang ditambah tunjangan tetap memasukkan gaji pokok dan tunjangannya sebagai komponen dari pesangon.

Kesimpulan

Perhitungan gaji pokok harus mengikuti regulasi hukum di Indonesia yang berlaku untuk memastikan hak pekerja terjamin dan tidak dilanggar oleh perusahaan. Dalam penghitungan upah pokok, mengaculah pada langkah-langkah yang benar dan rumus yang tepat agar kalkulasinya akurat.


Untuk perhitungan upah pokok yang lebih tepat, Anda bisa menggunakan software HRM (Human Resources Management) dan payroll untuk mendata karyawan dan gaji yang mereka terima secara real-time dan efisien.

Pertanyaan Seputar Gaji Pokok

Meskipun sekilas sama, sebenarnya kedua kategori gaji ini berbeda. Sekarang sebutannya bukan UMR lagi, melainkan UMP. UMP adalah batas upah bulanan terendah yang ditetapkan pemerintah untuk menjamin kelayakan pendapatan karyawan, sedangkan gaji pokok adalah besaran upah yang ditetapkan antara perusahaan dengan calon karyawan.

Bukan, karena gaji pokok adalah nominal dasar yang diterima pekerja sebelum ditambah atau dikurangi komponen lain. Komponen penambahnya yaitu tunjangan tetap dan juga insentif, sedangkan pemotongnya berupa BPJS dan PPh 21.

Ya, gaji pokok harus sesuai UMR, atau sekarang disebut dengan nama UMP. Artinya, nominal gaji pokok boleh lebih rendah dari standar UMP, asalkan jumlahnya tetap mencukupi standar setelah ditambahkan tunjangan tetap.

Gaji pokok tidak boleh dikurangi secara sepihak oleh perusahaan. Pengurangannya baru sah jika ada kesepakatan tertulis antara karyawan dan perusahaan selaku pihak pemberi kerja. Jika diturunkan secara sepihak, ini sudah termasuk pelanggaran hak pekerja.

Tidak sama. Gaji pokok adalah jumlah gaji dasar sebelum ditambahkan tunjangan dan dipotong pajak, sedangkan Take Home Pay adalah jumlah gaji bersih yang diterima karyawan.









Reno Wicaksana

Human Resource Management (HRM)

Reno Wicaksana memiliki pengalaman lebih dari 9 tahun di bidang Human Resource Management. Latar belakang akademis dan profesionalnya membuat Reno terbiasa memandang HR bukan hanya dari sisi administratif, tetapi juga sebagai strategi penting untuk meningkatkan kinerja dan keterlibatan karyawan. Saat ini, Reno berperan sebagai HRM Specialist di HashMicro dengan fokus pada penerapan sistem HRM berbasis ERP. Ia terlibat dalam perancangan kebijakan SDM, optimalisasi proses HR, serta memastikan pengambilan keputusan strategis selalu didukung oleh data yang akurat.

Jessica adalah seorang pakar yang memiliki gelar Bachelor of Science (BSc) dalam Psychology dari University of London yang didukung oleh pemahaman mendalam tentang perilaku manusia dan dinamika organisasi. Latar belakang psikologi ini memberikan keahlian khusus dalam memahami motivasi karyawan, mengelola pengembangan talenta, dan menciptakan kerja sama yang harmonis di dalam tim.. Selama sembilan tahun terakhir, Jessica mendalami bidang Human Resource Management, mengembangkan keahlian dalam strategi rekrutmen, pengelolaan kinerja, pengembangan organisasi, serta implementasi kebijakan HR yang mendukung budaya kerja positif dan pertumbuhan perusahaan.

HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.

Jalankan Bisnis Lebih Mudah Bersama HashMicro

Mulai demo gratis hari ini tanpa komitmen. Dapatkan solusi terbaik untuk bisnis yang lebih efisien.

CTA image