Multi-tenant architecture adalah infrastruktur software yang menyatukan seluruh cluster atau tenant yang berbeda dalam satu ekosistem software. Model software seperti ini menjamin kustomisasi dan skalabilitas yang fleksibel untuk memenuhi perkembangan bisnis.
Menurut studi dari AWS, arsitektur SaaS (Software as a Service) multi-tenant dapat mengurangi biaya infrastruktur sebesar 60–80% dibandingkan dengan penggunaan single-tenant.
Pada artikel ini, Anda akan dapat mempelajari manfaat sistem multi-tenant architecture, cara kerja multitenancy, beserta cara memilih vendor nya dengan tepat.
Key Takeaways
Multi-tenant architecture unggul dalam kustomisasi yang fleksibel, khususnya dalam penambahan tenant.
Sistem software akan memverifikasi data tenant dan memberikan akses tenant setelah pengguna melakukan login.
Ada beberapa jenis pengelolaan data pada multi-tenant software, yaitu seperti model silo, pool, dan bridge.
Pengertian dari Multi-Tenant Architecture
Multi-tenant architecture adalah sistem SaaS (Software as a Service) yang membagi-bagi pengelolaan database menjadi beberapa cluster terpisah yang mandiri dan bisa digunakan masing-masing pengguna. Meskipun begitu, seluruh cluster ini tetap terintegrasi dalam satu database software.
Tiap cluster pada SaaS multitenancy bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing pengguna, sehingga penggunaan software menjadi lebih personal. Skalabilitas dari software juga bisa ditambahkan dengan kustomisasi tambahan jika pertumbuhan pelanggan semakin padat.
Cara Kerja SaaS Multitenancy
Software multitenant berbeda cara kerjanya dengan sistem single tenant. Berikut Anda bisa lihat bagaimana SaaS multi-tenant bekerja dengan langkah-langkah berikut:
Pengguna melakukan login: User memasukkan data kredensial seperti email, password, dan kode OTP (One-Time Password).
Sistem mengenali tenant yang login: Setelah identitas terverifikasi, sistem akan langsung mengenali dan menampilkan data tenant karena sistem mampu mengidentifikasi akun tenant yang login.
Otorisasi data pengguna: Software lalu mengecek peran dan izin pengguna tersebut dalam tenant yang sudah terverifikasi, sebelum pengguna dapat mengakses fitur-fitur pada tenant tersebut.
Token disediakan untuk tenant: Token yang diterbitkan sistem setelah autentikasi data pengguna akan menempel dan bisa digunakan untuk login selanjutnya.
Middleware memvalidasi setiap konteks yang diminta tenant: Sebelum permintaan diproses, perangkat middleware akan memvalidasi cakupan bisnis dan proses kerja tenant tersebut.
Aplikasi memuat konfigurasi khusus tenant: Setelah middleware memvalidasi tenant, barulah aplikasi memproses permintaan tenant. Aplikasi mengonfigurasi pengaturan yang spesifik untuk keperluan tenant, seperti branding, alur kerja, dan fitur yang relevan.
Basis data memfilter data tenant: Langkah terakhir, sistem SaaS akan memfilter akses dan cakupan tenant, sehingga satu tenant tidak bisa mengakses data tenant lain.
Langkah-langkah di atas menunjukkan proses verifikasi kredensial pengguna hingga ke tahap fitur aplikasi bisa digunakan oleh tenant.
Manfaat Menggunakan Sistem Multi-Tenant
Sistem software SaaS berbasis multitenancy memiliki banyak keunggulan, di antaranya penggunaan yang fleksibel untuk kebutuhan setiap user karena bisa digunakan dan diatur personalisasinya. Anda bisa lihat pada penjelasan berikut apa saja manfaat lainnya dari sistem software ini:
Efisiensi biaya perusahaan: Perusahaan tidak perlu membangun software satu per satu untuk semua user, seperti pada single-tenant software. Karena software ini dapat diskalakan untuk tiap pengguna, perusahaan dapat menghemat biaya pembangunan software.
Skalabilitas yang fleksibel: Karena seluruh cluster berjalan di satu ekosistem software, tim IT (Information Technology) dapat dengan mudah menambahkan ruang software jika penggunanya bertambah dan tidak memerlukan integrasi data tambahan.
Kemudahan maintenance: Tim pengembang tidak perlu memperbarui sistem satu per satu karena seluruh ekosistem software sudah menggunakan basis kode yang sama, yang mempermudah dalam pemeliharaan rutin SaaS.
Proses onboarding pelanggan lebih cepat: Model software SaaS ini juga mempercepat penerimaan pelanggan baru, karena tinggal diskalakan saja tanpa harus merombak dan menambah software dari awal.
Pengalaman pelanggan yang terpersonalisasi: Pelanggan dapat merasa puas dengan fitur software yang cocok dengan kebutuhan mereka.
Software dengan multi-tenant architecture memang sangat fleksibel dan mudah dikustomisasi untuk keperluan bisnis yang semakin berkembang.
Jenis-Jenis dari Multi-Tenant SaaS
Multi-tenant SaaS memiliki beberapa jenis. Jenis-jenis ini lebih ke perbedaan tiap sistem dalam mengelola data pengguna, meskipun dasarnya tetap sama yaitu software yang bisa dibagi menjadi per cluster. Anda bisa pelajari lebih lanjut di bawah ini:
Berdasarkan isolasi tenant nya
Model silo: Pada model ini, setiap tenant memiliki sumber daya yang sepenuhnya terpisah. Meskipun SaaS berfokus pada pembagian sumber daya antar tenant, tapi sistem ini memungkinkan untuk penyimpanan sebagian sumber daya pada ekosistemnya sendiri.
Model pool: Kebalikannya dari tipe silo, model pool ini menyatukan seluruh data dan sumber daya seluruh tenant penggunanya. Seluruh tenant menggunakan resources yang sama di satu infrastruktur.
Model bridge: Model ini merupakan perpaduan dari model silo dan pool. Pada model bridge, meskipun menggunakan fitur yang sama, beban kerja dapat dibagi menjadi ke fitur atau database yang lebih kecil.
Berdasarkan isolasi datanya
Shared database, shared schema: Semua tenant berbagi satu database dalam satu tabel data yang dibagi per section cluster dan hanya dibedakan oleh nama tiap tenant nya saja.
Shared database, separated schema: Masih berbagi dalam satu database, tapi tiap tenant memiliki skema atau folder tabelnya sendiri dan tidak bercampur dengan data tenant lainnya.
Database per tenant: Pada tipe ini, setiap tenant memiliki database nya sendiri-sendiri dan terpisah dari dan skema tenant lainnya.
Perbandingan Software Single dengan Multi-Tenant Architecture
Software multi-tenant memiliki perbedaan dengan sistem software single. Anda bisa pelajari perbandingannya berikut ini dalam bisnis:
1. Biaya
Software single umumnya memiliki harga yang lebih mahal karena persiapan dan pembangunan sistem tipe ini membutuhkan waktu yang lebih lama, kustomisasi tambahan, dan biaya maintenance yang lebih tinggi.
Software multi-tenant lebih murah harganya karena tidak perlu membayar biaya kustomisasi tambahan jika belum diperlukan dan software masih memadai untuk digunakan.
2. Kemudahan kustomisasi
Pada single tenant, proses kustomisasi membutuhkan proses yang mendalam karena seluruh data terpisah dari tenant lainnya. Dalam software multi-tenant, skalabilitas dapat langsung dikustomisasi saja sesuai keperluan, misalnya penambahan fitur cek transaksi, tanpa perlu memodifikasi software dari awal.
3. Jaminan keamanan data
Software single tenant unggul dalam menjamin keamanan data tiap pengguna atau tenant karena seluruh database dan skema benar-benar terpisah satu sama lain.
Sementara itu, untuk software multi-tenant memerlukan sistem autentikasi dan kontrol akses aplikasi tambahan yang memadai agar data tidak bisa sembarangan diakses oleh tenant lainnya.
4. Skalabilitas dan ketergantungan sumber daya
Multi-tenant unggul karena untuk memperluas skalabilitasnya, tinggal dikustomisasi dan ditambah tenant nya untuk keperluan pelanggan dan pengguna. Tapi, jika seluruh sumber daya disatukan pada satu database, maka performa tiap tenant akan memperlambat kerja server jika sumber daya terlalu banyak.
Pada software single tenant, software perlu dirombak dan dimodifikasi dari awal lagi untuk perluasan skalabilitas, tapi cenderung lebih stabil performanya.
5. Pemeliharaan sistem
Pemeliharaan sistem multi-tenant lebih cepat karena proses pemeliharaan satu software sudah mencakup maintenance terhadap seluruh tenant juga. Sedangkan, software single tenant perlu proses pemeliharaan satu per satu di seluruh lini tenant nya karena ekosistemnya berdiri secara mandiri.
6. Kompleksitas proses administrasi
Sistem single-tenant mendukung administrasi yang terpusat, sehingga lebih cocok digunakan untuk perusahaan dengan fokus satu bidang saja. Sedangkan, multi-tenant cocok untuk perusahaan dengan banyak fokus industri atau memiliki anak perusahaan.
Dalam implementasi software multi-tenant tentunya harus mempertimbangkan keamanan data pengguna yang ditunjuk di perusahaan. UU No. 27 Tahun 2022 menegaskan bahwa data pribadi harus dijaga agar tidak dapat diakses secara tidak sah.
Memahami perbandingan dari software single dan multi-tenant membantu Anda memperkirakan kebutuhan software yang tepat untuk bisnis Anda. Selanjutnya, Anda bisa membaca tips cek vendor sebelum membeli SaaS multi-tenant.
Cara Memilih Vendor Sebelum Membeli SaaS Multi-Tenant

Anda perlu mempertimbangkan semua hal berikut dalam memilih vendor SaaS multi-tenant agar implementasi software yang dibeli sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda:
Periksa penerapan isolasi data: Pastikan data antar tenant tidak bisa diakses satu sama lain ke vendor untuk memastikan data tenant perusahaan tetap aman.
Cek rekam jejak vendor: Pastikan dari review orang-orang apakah vendor memiliki reputasi buruk untuk mencegah ditipu atau software yang ditawarkan tidak sesuai ekspektasi bisnis.
Validasi kontrol akses: Pastikan kontrol akses tiap tenant terstruktur dan tidak bisa sembarangan diakses oleh akun di luar tenant.
Tanyakan ekstraksi data untuk keperluan migrasi data: Tanyakan seberapa mudah proses ekstraksi data semisal jika perusahaan hendak berganti software.
Kesimpulan
Multi-tenant architecture memungkinkan perusahaan meningkatkan skalabilitasnya dengan mudah tanpa harus merombak software dari awal. Software jenis ini mudah untuk ditingkatkan skalabilitasnya karena modifikasi dapat dilakukan hanya dengan menambah tenant nya saja langsung.
Yang perlu Anda perhatikan dalam memilih software dengan multi-tenant architecture adalah keamanan aksesnya agar tidak tertukar dan dibobol oleh tenant lainnya dalam satu ekosistem software.
Pertanyaan Seputar Multi-Tenant Architecture
Untuk backup dan restore data, kembali lagi pada model multi-tenant nya. Pada model nya berupa database per tenant, maka database tenant itu tinggal di-backup dan restore saja, tidak memengaruhi tenant lainnya. Lain halnya dengan infrastruktur SaaS berupa shared database, datanya harus dipisahkan dulu berdasarkan tenant nya agar tidak memengaruhi tenant lain.
Perbedaan tenant dan user terdapat pada cakupannya. User merupakan satu akun individu, sedangkan tenant adalah kesatuan unit pelanggan yang di dalamnya terdiri dari beberapa user.
Noisy neighbor adalah sebutan untuk tenant yang memakai sumber daya seperti storage, internet, dan CPU (Central Processing Unit) secara berlebihan sehingga memengaruhi kinerja tenant lain pada SaaS, misalnya jadi lemot.
Jika bisnis Anda memerlukan regulasi kesehatan, keuangan, dan kepatuhan hukum yang ketat karena software single tenant privasinya lebih terjaga.















