Memahami Biaya Semi Variabel dan Cara Menghitungnya

Memahami Biaya Semi Variabel dan Cara Menghitungnya

Memahami Biaya Semi Variabel dan Cara Menghitungnya

Biaya campuran adalah biaya yang memiliki komponen tetap dan variabel sekaligus, sehingga nilainya berubah mengikuti volume aktivitas tetapi tidak pernah turun hingga nol. Jenis biaya ini banyak ditemukan pada operasional sehari-hari, mulai dari tagihan listrik hingga gaji tenaga penjualan.

Komponen seperti ini punya porsi nyata dalam struktur biaya perusahaan. Data BPS mencatat bahan bakar, tenaga listrik, dan gas menyumbang 2,41 persen dari total biaya input industri besar dan sedang pada 2021, sehingga pemisahan unsur tetap dan variabelnya memengaruhi akurasi perhitungan biaya produksi.

Artikel ini membahas pengertian biaya campuran, ciri-cirinya, contoh dalam bisnis, rumus dan cara menghitungnya, serta perbedaannya dengan biaya tetap dan biaya variabel.

Key Takeaways

Biaya campuran adalah biaya yang memiliki komponen tetap dan variabel sekaligus, dan juga dikenal sebagai biaya semi variabel.

Contoh biaya campuran banyak ditemukan pada operasional sehari-hari, seperti tagihan listrik, telepon, dan gaji sales dengan komisi.

Berbeda dari biaya tetap dan biaya variabel yang bisa langsung dipakai, biaya campuran harus dipecah dulu menjadi dua komponen sebelum dianalisis.

Apa Itu Biaya Campuran?

Biaya campuran adalah biaya yang di dalamnya terdapat komponen tetap dan komponen variabel sekaligus. Komponen tetap harus dibayar meski aktivitas produksi berhenti, sedangkan komponen variabel bertambah seiring naiknya volume pemakaian atau penjualan.

Dalam praktik akuntansi, istilah ini sering disebut juga sebagai biaya semi variabel atau biaya semi tetap. Ketiganya merujuk pada hal yang sama, sehingga perbedaan penyebutan tidak memengaruhi cara pencatatan maupun perhitungannya.

Ciri-Ciri Biaya Campuran

  • Tidak pernah bernilai nol. Selalu ada bagian tetap yang harus dibayar walau aktivitas berada di titik terendah.
  • Nilainya naik mengikuti volume. Bagian variabel bertambah ketika pemakaian, produksi, atau penjualan meningkat.
  • Tidak proporsional sempurna. Kenaikan biaya tidak sebanding lurus dengan kenaikan volume karena ada komponen tetap di dalamnya.
  • Perlu dipisahkan sebelum dianalisis. Komponen tetap dan variabel harus dipecah agar perhitungan anggaran dan titik impas akurat.

Contoh Biaya Campuran dalam Bisnis

Biaya campuran muncul di hampir semua jenis usaha, baik manufaktur, ritel, maupun jasa. Berikut akun yang paling sering ditemukan dalam pembukuan perusahaan:

Pada seluruh contoh tersebut, perusahaan tetap mengeluarkan biaya walau aktivitas berhenti, tetapi nominalnya akan naik begitu volume pemakaian meningkat.

  • Tagihan listrik: terdiri dari biaya abonemen yang tetap setiap bulan ditambah biaya pemakaian sesuai jumlah kWh.
  • Tagihan telepon dan internet: ada biaya langganan tetap, lalu bertambah jika pemakaian melebihi kuota paket.
  • Gaji tenaga penjualan: gaji pokok bersifat tetap, sementara komisi bertambah mengikuti nilai penjualan.
  • Biaya sewa mesin: sebagian vendor menetapkan biaya sewa dasar ditambah tarif per jam operasional mesin.
  • Biaya pemeliharaan: terdapat jadwal perawatan rutin yang tetap, ditambah perbaikan yang muncul karena intensitas pemakaian.

Biaya pengiriman: biaya armada dan kurir tetap dibayar, lalu bertambah sesuai jumlah dan jarak pengiriman.

Rumus dan Cara Menghitung Biaya Campuran

Perhitungan biaya campuran dimulai dengan memisahkan komponen tetap dan variabelnya, lalu menggabungkannya kembali ke dalam satu persamaan. Rumus dasarnya sebagai berikut.

Y = a + bx

Keterangan:

  • Y: total biaya campuran
  • a: komponen biaya tetap
  • b: biaya variabel per unit aktivitas
  • x: volume aktivitas, misalnya jumlah unit produksi atau jam pemakaian

Metode High-Low

Metode high-low memisahkan kedua komponen dengan membandingkan data biaya pada tingkat aktivitas tertinggi dan terendah. Rumus biaya variabel per unitnya:

b = (Biaya tertinggi − Biaya terendah) / (Aktivitas tertinggi − Aktivitas terendah)

Setelah nilai b diperoleh, komponen tetap dihitung dengan mengurangi total biaya dengan hasil perkalian biaya variabel dan volume aktivitas pada salah satu titik.

Contoh Perhitungan

Misalkan sebuah pabrik mencatat biaya listrik sebagai berikut:

Tingkat AktivitasJam MesinTotal Biaya
Tertinggi10.000Rp22.000.000
Terendah4.000Rp13.000.000

Biaya variabel per jam mesin:

b = (Rp22.000.000 − Rp13.000.000) / (10.000 − 4.000) = Rp9.000.000 / 6.000 = Rp1.500 per jam mesin

Komponen biaya tetap:

a = Rp22.000.000 − (Rp1.500 × 10.000) = Rp22.000.000 − Rp15.000.000 = Rp7.000.000 per bulan

Dengan demikian, persamaan biaya listriknya menjadi Y = Rp7.000.000 + Rp1.500x. Jika bulan depan pabrik memperkirakan pemakaian 8.000 jam mesin, estimasi biaya listriknya adalah Rp7.000.000 + (Rp1.500 × 8.000) = Rp19.000.000.

Selain high-low, pemisahan juga dapat dilakukan dengan metode scatterplot maupun least square yang hasilnya lebih akurat karena memakai seluruh titik data, bukan hanya dua titik ekstrem.

Metode pemisahan ini termasuk salah satu teknik dasar dalam cost accounting untuk menganalisis perilaku biaya perusahaan.

Perbedaan Biaya Tetap, Biaya Variabel, dan Biaya Campuran

Ketiga jenis biaya ini dibedakan berdasarkan perilakunya ketika volume aktivitas perusahaan berubah. Pemahaman atas perbedaannya menjadi dasar dalam menyusun anggaran dan menghitung harga pokok produksi.

AspekBiaya TetapBiaya VariabelBiaya Campuran
Perilaku saat volume naikTotal tetap samaTotal naik sebandingTotal naik, tetapi tidak sebanding
Nilai saat aktivitas nolTetap harus dibayarNolTetap ada, sebesar komponen tetapnya
Biaya per unitTurun saat volume naikTetap samaTurun, tetapi tidak sampai nol
Contoh akunSewa gedung, gaji staf tetap, penyusutanBahan baku, kemasan, komisi penjualanListrik, telepon, gaji sales dengan komisi
Perlakuan dalam analisisLangsung masuk komponen tetapLangsung masuk komponen variabelHarus dipisahkan lebih dulu

Perbedaan utamanya terletak pada kebutuhan pemisahan. Biaya tetap dan biaya variabel dapat langsung dipakai dalam perhitungan, sedangkan biaya campuran perlu dipecah menjadi dua komponen agar analisis titik impas dan penyusunan anggaran tidak melenceng.

download skema harga software erp

Mengelola Biaya Campuran dengan Software Akuntansi

Memisahkan komponen tetap dan variabel secara manual memakan waktu karena datanya harus ditarik dari banyak periode sebelum bisa dianalisis. 

Software akuntansi mencatat setiap transaksi biaya per akun, menyimpan riwayat pemakaiannya, lalu menyajikan tren biaya sehingga perhitungan high-low maupun penyusunan anggaran dapat dikerjakan lebih cepat dan konsisten.

Dengan sistem akuntansi terintegrasi dari HashMicro, pencatatan biaya produksi, pemantauan tren pemakaian, hingga penyusunan laporan keuangan dapat dikelola dalam satu platform. Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda secara gratis bersama tim HashMicro.

Kesimpulan

Biaya campuran adalah biaya yang memuat komponen tetap dan variabel sekaligus, sehingga nilainya berubah mengikuti volume aktivitas tetapi tidak pernah turun hingga nol. Istilah ini juga dikenal sebagai biaya semi variabel maupun biaya semi tetap.

Karena sifatnya ganda, kedua komponen tersebut perlu dipisahkan terlebih dahulu sebelum dianalisis. Pemisahan inilah yang membuat penyusunan anggaran, perhitungan titik impas, dan penetapan harga jual menjadi lebih akurat.

Agar pencatatan dan analisis biaya tetap konsisten setiap periode, perusahaan dapat memanfaatkan sistem akuntansi terintegrasi. Konsultasikan kebutuhan keuangan bisnis Anda secara gratis bersama tim HashMicro.

CobaGratis

FAQ

Karena perilakunya tidak konsisten. Tanpa dipisahkan, perusahaan bisa salah memperkirakan kenaikan biaya saat volume produksi berubah.

Keduanya bisa. Listrik pabrik masuk ke biaya produksi, sementara tagihan telepon kantor dan gaji sales tergolong biaya operasional.

Sebaiknya ditinjau setiap periode anggaran atau ketika terjadi perubahan tarif, kapasitas produksi, maupun skema komisi, karena nilai komponen tetap dan variabelnya dapat bergeser.

Aulia Kholqiana

CW Fulltime

Aulia telah menjadi spesialis yang sudah berpengalaman selama lebih dari 2 tahun di bidang Human Resource Management (HRM). Penulisan artikel berfokus pada pengelolaan siklus hidup karyawan, penilaian kinerja, penggunaan sistem HRIS, dan program pengembangan karyawan, sehingga dapat memberikan solusi bagi peningkatan performa perusahaan.

Jennifer merupakan seorang profesional akuntansi yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari President University dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Master of Accounting dari National University of Singapore. Pengalaman pendidikan ini membentuk kemampuannya dalam memahami dan menerapkan prinsip akuntansi serta manajemen keuangan dalam praktik bisnis. Pengalaman profesional di bidang keuangan dan pelaporan mengasah keahliannya dalam analisis finansial dan penyusunan laporan strategis. Selama tujuh tahun terakhir, Jennifer mengelola fungsi keuangan perusahaan di HashMicro, yang memperkuat kemampuannya dalam optimalisasi proses akuntansi, pengendalian internal, serta pengambilan keputusan berbasis data finansial untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.

Jalankan Bisnis Lebih Mudah Bersama HashMicro

Mulai demo gratis hari ini tanpa komitmen. Dapatkan solusi terbaik untuk bisnis yang lebih efisien.

CTA image