Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Nadia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
6281222846776
×

Nadia

Active Now

Nadia

Active Now

Lihat Artikel Lainnya

Daftar Isi:

    Chapter Berikutnya:

      Masalah Utama dalam Manajemen Stok Barang dan Cara Mengatasinya

      Pernahkah Anda merasa frustrasi ketika stok barang di perusahaan Anda seringkali menjadi masalah yang sulit diatasi?

      Barang yang terlalu banyak bisa mengikis keuntungan dan menghabiskan ruang penyimpanan yang berharga, sementara barang yang terlalu sedikit bisa menyebabkan hilangnya pelanggan dan penjualan.

      Masalah ini seringkali timbul karena ketidakmampuan perusahaan dalam merencanakan dengan baik, memantau stok secara efisien, atau mungkin bahkan kurangnya pemahaman tentang bagaimana mengelola stok barang dengan benar.

      Cara mengatasi kekurangan persediaan adalah dengan mempertimbangkan solusi seperti sistem manajemen stok yang canggih atau pelatihan untuk meningkatkan pemahaman tentang manajemen stok.

      Semoga melalui artikel ini Anda dapat menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.

      Daftar Isi:

        Key Takeaways

        • Manajemen stok barang dapat menghadapi berbagai masalah yang dapat mempengaruhi efisiensi, biaya, dan kelancaran operasional bisnis.
        • Cara mengatasi permasalahan manajemen stok adalah dengan mempertimbangkan solusi seperti sistem manajemen stok.
        • Sistem manajemen stok barang dapat menyelesaikan beragam masalah, seperti mengetahui mana stok lama dan yang baru, menganalisis barang yang masuk dan keluar.
        DemoGratis

        Manajemen stok barang dapat menghadapi berbagai masalah yang dapat mempengaruhi efisiensi, biaya, dan kelancaran operasional bisnis. Berikut adalah lima masalah umum yang mungkin muncul dalam manajemen stok barang:

        Perhitungan stok barang yang tidak akurat

        stok barang t

        Menjaga supaya jumlah barang yang tercatat sesuai dengan jumlah barang yang di gudang adalah tantangan terberat dalam manajemen stok barang. Umumnya, masalah ini terjadi karena kesalahan manusia atau human error.

        Di saat menemui ketidakcocokan antara jumlah barang di data dengan yang sebenarnya di gudang, mereka umumnya mengabaikannya karena pelanggan yang sudah tak sabar menunggu atau kesibukan lainnya.

        Perhitungan stok barang yang tidak akurat dapat menyebabkan kehilangan pendapatan, biaya tambahan, pelayanan pelanggan yang buruk, ketidakefisienan operasional, dan risiko kesalahan pajak dan akuntansi.

        Dengan demikian, menjaga perhitungan stok barang yang akurat adalah kunci untuk menghindari dampak negatif ini.

        Pengaturan tata letak gudang yang tidak efisien

        Setiap industri punya cara sendiri dalam mengatur tata letak barang di gudangnya. Belum tentu tata letak gudang yang cocok untuk bisnis retail bisa terpakai pada gudang bisnis manufaktur atau rental.

        ata letak gudang yang tidak sesuai dengan jenis industrinya kerap berakibat terhambatnya lalu lintas barang yang masuk dan keluar gudang.

        Ujung-ujungnya, pelayanan pelanggan pun akan terganggu. Namun ada satu hal yang umum adalah meningkatkan efisiensi manajemen stok barang. Biasanya, barang yang paling banyak dicari oleh pelanggan diletakkan di tempat yang mudah diakses sehingga mudah untuk diambil dan dikirim ke pelanggan.

        Lokasi stok barang yang tidak tertata

        Cara Anda meletakkan dan menyusun barang di gudang haruslah dibuat seefisien mungkin. Peletakan barang yang tak sesuai dengan tempatnya bukan hanya membuat gudang terlihat semrawut, namun juga menurunkan kualitas layanan pelanggan karena pencarian barang di gudang menjadi lebih lama.

        Masalah lokasi barang umumnya akan bertambah parah seiring waktu berjalan dan terjadi pembiaran. Saat barang-barang baru terus bertambah dan ketersediaan tempat semakin menipis, maka masalah pun akan semakin bertumpuk.

        Cara yang umum untuk menangani masalah ini adalah dengan menata ulang gudang Anda. Sama seperti sebelumnya, memastikan barang yang sedang populer mudah untuk diakses adalah cara yang paling tepat untuk mengatasi problem ini.

        Naik turunnya permintaan barang

        Ada banyak sekali faktor yang mengakibatkan masalah ini terjadi. Beberapa waktu lalu kita menyaksikan munculnya masalah finansial secara global yang mengakibatkan turunnya daya beli masyarakat. Akibatnya persediaan barang yang ada di gudang pun tak terjual dan membuat banyak perusahaan merugi.

        Hal ini memang sulit untuk diprediksi, namun bukan berarti sama sekali tak bisa dihindari. Salah satu cara mengantisipasinya adalah dengan membuat perhitungan re-order point yang tepat. Dengan ini, kerugian pun bisa diminimalisir dan anda bisa mengganti kerugian tersebut di lain hari.

        Sistem manajemen stok adalah solusi yang Anda perlukan untuk mengatasi pemsalahan ini.  Jadi, jangan ragu untuk mempertimbangkan mengadopsi sistem yang meningkatkan produktivitas perusahaan Anda. Dalam kesempatan ini, Anda bisa mendapatkan penawaran harga untuk sistem pembelian Anda dengan meng-klik skema harga di bawah ini!

        download skema harga software erp
        download skema harga software erp

        Kontrol kualitas stok barang yang rendah

        Dalam beberapa kasus, staf yang menjalankan quality control ikut terlibat dalam proses pengambilan barang di gudang, mengemas barang, sampai dengan pengiriman. Akibatnya, akan sulit menemukan kesalahan.

        Untuk mengatasinya, pisahkan staf yang tugasnya mengontrol kualitas dengan staf yang menjalankan pekerjaan lainnya di gudang. Dengan demikian kualitas barang di gudang, kualitas pengepakan dan barang yang akan dikirim bisa tetap terjaga.

        Lima Tips Menyelesaikan Masalah Dengan Sistem Manajemen Stok Barang

        tips

        Berikut adalah beberapa tips untuk menyelesaikan masalah pada manajemen stok barang:

        1. Pisahkan stok lama dan baru

        Memisahkan stok lama dengan yang baru berguna untuk menghindari barang berujung kadaluarsa. Dengan mengetahui mana stok lama dan yang baru, Anda bisa mengeluarkan barang yang lama untuk dijual terlebih dahulu.

        Jika dilakukan secara manual, proses memilah mana yang masuk kategori stok lama dan mana yang baru tentunya akan makan waktu.

        Disinilah peran manajemen inventaris yang menghadirkan fitur FIFO (First-In-First-Out) dan pelacakan tanggal kedaluwarsa membantu perusahaan mengelola stok dengan lebih efisien. 

        Dengan FIFO, barang yang pertama masuk akan menjadi yang pertama keluar, mengurangi risiko stok usang. Sementara pelacakan tanggal kedaluwarsa memungkinkan perusahaan untuk memantau barang yang mendekati tanggal kedaluwarsa, mengurangi risiko kerugian karena barang yang kadaluarsa.

        2. Pisahkan barang yang laku dan yang tak laku

        Tips kelola stok barang yang kedua yakni pisahkan antara barang yang laku dan yang tidak. Dengan memisahkan kedua jenis barang ini, Anda akan membantu penjualan. Karena barang yang laku lebih cepat habis dan pergerakannya lebih cepat dibandingkan barang yang tak laku, Anda perlu mengatur supaya barang yang cepat laku lebih mudah dikeluarkan dari gudang.

        Disinilah peran software manajemen inventaris dapat membantu menganalisis barang-barang yang masuk ke dalam kategori slow-moving (bergerak lambat), fast-moving (bergerak cepat), dan non-moving (tidak bergerak). 

        Ini memungkinkan perusahaan Anda untuk memprioritaskan penjualan barang, mengoptimalkan persediaan, dan menghindari penumpukan barang yang tidak terjual.

        3. Catat dengan akurat

        Data merupakan suatu hal yang esensial dalam manajemen gudang. Setiap barang yang keluar masuk gudang harus dicatat dan diupdate secara berkala. Inilah tips kelola stok barang yang ketiga. Jangan sampai barang yang keluar dari gudang tidak terdokumentasi dan membuat Anda rugi.

        Anda dapat memanfaatkan software manajemen inventaris untuk membantu pencatatan otomatis, yang berarti bahwa data stok, transaksi masuk-keluar barang, dan pembaruan inventaris dilakukan secara otomatis. Ini mengurangi kesalahan manusia, meningkatkan akurasi, dan mempercepat proses pencatatan inventaris.

        4. Buat forecast

        stok barang

        Setelah data barang yang keluar masuk gudang berhasil dicatat, tips kelola stok barang berikutnya yang harus Anda jalankan adalah membuat forecast persediaan stok barang yang dibutuhkan dalam periode tersebut.

        Langkah yang keempat ini akan sulit jika Anda menjual produk dengan banyak jenis. Selain itu, penentuan jumlah per barang juga akan menjadi penentuan yang menjadikan pembuatan forecast terasa sulit.

        Maka dari itu banyak pebisnis retail yang menggunakan sistem inventaris yang terintegrasi untuk memudahkan mereka membuat forecast persediaan stok barang. Software inventaris mampu membuat forecast persediaan barang secara otomatis dan berbasis data historis penjualan, sehingga data stok barang yang dibutuhkan sangat akurat.

        Contoh studi kasus nyata penggunaan software inventaris

        Sebagai contoh, Banban telah berhasil mengelola inventaris mereka dengan menggunakan software HashMicro. Dengan bantuan sistem inventaris yang terintegrasi ini Banban dapat dengan mudah membuat penentuan jumlah persediaan per barang yang kompleks.

        Software inventaris HashMicro mampu membuat forecast persediaan barang secara otomatis dengan memanfaatkan data historis penjualan. Hal ini memastikan bahwa estimasi kebutuhan stok barang sangat akurat, membantu Banban mengoptimalkan manajemen inventaris mereka secara efektif. Untuk memahami lebih lanjut tentang bagaimana Banban sukses mengelola inventaris di seluruh cabang mereka dengan implementasi sistem HashMicro, tontonlah video studi kasus berikut!

        5. Berikan barcode

        Ini dia cara kelola barang di gudang yang sedang naik daun di kalangan pebisnis retail di Indonesia. Memberikan barcode kepada setiap barang tak hanya memudahkan Anda untuk mencatat barang yang keluar masuk gudang, namun juga mempercepat proses stock opname yang Anda lakukan secara periodik.

        Cukup banyak sistem inventaris di Indonesia yang sudah terintegrasi dengan sistem barcode di Indonesia. Penggunaannya pun cukup mudah. Anda tinggal arahkan barcode scanner ke arah barcode yang tertera di barang dan informasi yang Anda inginkan pun akan tersedia.

        Fakta Menarik

        Kesimpulan

        Masalah utama dalam manajemen stok barang adalah kesulitan dalam memantau persediaan secara akurat dan menghindari risiko stock out. Ini bisa mengakibatkan kerugian finansial dan penurunan kepuasan pelanggan.

        Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan perlu menerapkan praktik-praktik manajemen stok yang efisien, seperti perencanaan pembelian yang baik dan pemantauan yang ketat terhadap persediaan.

        Salah satu solusi yang sangat efektif untuk mengatasi masalah manajemen stok adalah dengan mengimplementasikan sistem inventaris yang dilengkapi dengan fitur dan layanan terbaik, seperti yang ditawarkan oleh HashMicro.

        Jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba demo gratis sistem inventaris HashMicro dan temukan bagaimana solusi ini dapat mengubah cara Anda mengelola stok barang.

        InventoryManagement

        Pertanyaan Seputar stok barang

        • Apa yang dimaksud stok barang?

          Stok atau persediaan barang artinya adalah barang yang disimpan perusahaan untuk nantinya dijual di periode yang akan datang.

        • Apa itu stock gudang?

          Kegiatan stok barang di gudang merupakan kegiatan yang menghitung jumlah barang yang tersedia di gudang secara fisik. Kegiatan ini bertujuan untuk bisa mengetahui pencatatan untuk pembukuan barang secara akurat.

        • Mengapa persediaan atau stok barang dagangan perlu dikelola dengan baik?

          Dengan persediaan barang yang terkontrol baik, maka tidak akan mengganggu kelancaran operasional perusahaan sehingga perusahaan tetap dapat memenuhi kebutuhan pasar. Menekan pengadaan barang-barang yang kemungkinan tidak sesuai dengan kebutuhan pasar.

        • Langkah apa saja untuk mengontrol stok barang?

          (1).Punya Tempat Penyimpanan yang Cukup (2).Kasih Kode di Setiap Barang (3).Melakukan Pencatatan Secara Rutin (4).Atur Stok Barang Terjual di Semua Channel Penjualan (5).Tentukan Jumlah Menipis Persediaan Barang (6).Tentukan Proyeksi Perkiraan Barang Habis (7).Buat Stok Cadangan (8).Lakukan Stock Opname Barang.

        Apakah artikel Ini bermanfaat?
        YaTidak
        Fun Fact