Dalam sebuah negara tentunya terdapat berbagai macam jenis perusahaan. Begitupun di Indonesia, salah satunya adalah perusahaan manufaktur. Perusahan manufaktur adalah jenis perusahaan yang banyak menyerap tenaga kerja karena perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang berskala besar. Dengan skalanya, industri ini dapat membantu negara dalam meningkatkan taraf kesejahteraan hidup masyarakat lewat perekrutan karyawan.
Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang melakukan kegiatan produksi dengan mengubah bahan baku atau komponen menjadi produk lain yang memiliki nilai tambah. Hasilnya dapat berupa barang setengah jadi untuk diproses kembali atau barang jadi yang siap digunakan maupun dijual.
Contohnya adalah usaha pengolahan makanan, pembuatan pakaian, dan produksi komponen kendaraan. Skala usaha tidak menentukan apakah sebuah perusahaan termasuk manufaktur; kegiatan pengolahannya yang menjadi pembeda. Dalam UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, industri kecil, menengah, dan besar juga diakui sebagai kategori yang berbeda.
HashMicro menyediakan Software Manufaktur terbaik yaitu Hash Manufacturing Automation yang dapat mengoptimalkan produksi dari pabrik anda. Unduh skema perhitungan harga untuk mendapat gambaran harganya.
Apa Itu Perusahaan Manufaktur?
Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang melakukan kegiatan produksi dengan mengubah bahan baku atau komponen menjadi produk lain yang memiliki nilai tambah. Hasilnya dapat berupa barang setengah jadi untuk diproses kembali atau barang jadi yang siap digunakan maupun dijual.
Contohnya adalah usaha pengolahan makanan, pembuatan pakaian, dan produksi komponen kendaraan. Skala usaha tidak menentukan apakah sebuah perusahaan termasuk manufaktur; kegiatan pengolahannya yang menjadi pembeda. Dalam UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, industri kecil, menengah, dan besar juga diakui sebagai kategori yang berbeda.
Karakteristik dari Perusahaan Manufaktur
Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang berbeda dari jenis perusahaan lainnya. Perbedaan ini dapat Anda identifikasi melalui karakteristik yang perusahaan manufaktur miliki.
Sebuah perusahaan tentunya memiliki perbedaan atau karakteristik sesuai dengan jenis dan industrinya. Berikut adalah beberapa karakteristik perusahaan manufaktur yang perlu Anda ketahui.
1. Proses produksi yang kompleks
Karakter pertama perusahaan manufaktur adalah mempunyai proses produksi yang sangat kompleks. Proses produksi yang kompleks ini bertujuan agar perusahaan dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan target perusahaan.
Jumlah karyawan yang banyak pun menjadikan perusahaan manufaktur memiliki kemudahan dalam melakukan proses produksi yang kompleks. Misalnya, setiap bagian pada perusahaan mempunyai penanggung jawabnya masing-masing sehingga dapat memastikan pekerjaan telah berjalan dengan benar
2. Mengelola semua jenis persediaan
Perusahaan ini adalah jenis perusahaan yang mengelola bahan mentah menjadi barang jadi dan memiliki nilai jual. Ada dua proses produksi yang biasa perusahaan gunakan. Pertama, proses terus menerus yang pembuatannya membutuhkan jangka waktu yang panjang karena memiliki banyak komponen yang harus perusahaan buat. Seperti proses pembuatan mobil, motor, dan kendaraan berat lainnya.
Kedua, proses terputus-putus yang pembuatannya menyesuaikan dengan kebutuhan atau keinginan konsumen. Pembuatan produk tidak begitu saja perusahaan lakukan tetapi harus melihat apa yang menjadi keinginan konsumen.
3. Pengadaan biaya produksi
Perusahaan yang memiliki proses produksi kompleks dan besar tentunya akan membutuhkan biaya yang sangat besar. Perusahaan manufaktur dalam pembuatan produknya membutuhkan banyak karyawan.
Dari sini bisa kita lihat penyebab pertama mengapa biaya produksi menjadi besar. Penggajian karyawan dalam jumlah banyak. Penggunaan mesin dan peralatan dengan kualitas unggulan juga memotong banyak anggaran perusahaan.
Selain itu, pengeluaran biaya produksi terbesar juga berasal dari pembelian bahan baku. Meski begitu, keuntungan yang perusahaan manufaktur dapatkan juga sebanding dengan biaya produksinya.
Metode root cause analysis adalah pendekatan yang efektif untuk mengidentifikasi dan mengatasi penyebab utama masalah operasional dalam perusahaan manufaktur. Dengan analisis mendalam melalui software manufaktur seperti Hash Manufacturing Automation, proses ini menjadi lebih terstruktur dan akurat.
Baca Juga: Manfaat Penggunaan Sistem Manufaktur bagi Pabrik Furniture
Ciri-ciri dari Perusahaan Manufaktur
Mungkin masih banyak yang bingung akan perbedaan karakteristik dan ciri-ciri. Karakteristik dari perusahaan manufaktur lebih menjelaskan akan bagaimana sifat atau proses produksi dari perusahaan.
Sedangkan ciri-ciri lebih kepada bentuk fisik, aktivitas yang dilakukan, dan asal pendapatan. Secara garis besar berarti ciri-ciri lebih membahas suatu hal dengan bentuk nyata. Bagi Anda yang masih bingung, berikut beberapa ciri-ciri yang dapat Anda ketahui.
| Ciri | Penjelasan | Contoh |
|---|---|---|
| Mengolah bahan baku atau komponen | Ada proses yang mengubah bahan menjadi produk dengan nilai tambah | Tepung diolah menjadi roti |
| Memiliki tahapan produksi | Pekerjaan dilakukan menurut urutan proses dan standar kualitas | Pencampuran, pemanggangan, lalu pengemasan |
| Mengelola beberapa jenis persediaan | Stok dapat mencakup bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi | Bahan kemasan, produk setengah jadi, produk siap jual |
| Menghitung biaya produksi | Biaya bahan, tenaga kerja, dan overhead perlu dicatat untuk mengetahui biaya produk | Biaya bahan, upah produksi, dan listrik pabrik |
| Menjual hasil produksi | Pendapatan diperoleh dari barang yang diproduksi | Penjualan makanan kemasan ke distributor |
Ruang Lingkup dari Perusahaan Manufaktur
Ruang lingkup proses manufaktur disini memiliki arti lain sebagai bidang usaha. Tentunya sebuah perusahaan manufaktur tidak hanya bergerak di satu bidang. Apa saja yang termasuk dalam sektor manufaktur ini.
Industri manufaktur terbagi menjadi beberapa jenis perusahaan yang bergerak dalam berbagai bidang seperti, Industri dasar dan kimia, mesin dan alat berat, dan aneka barang konsumsi.
Berikut adalah beberapa contoh perusahaan manufaktur berdasarkan bidang industri:
1. Industri pada bidang dasar dan kimia
Perusahaan manufaktur yang tergolong jenis industri dasar dan kimia adalah perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi semen, keramik, porselen, logam, kimia, plastik, pakan ternak, kayu dan pengolahannya, kertas dan sebagainya. Bisa kita katakan bahwa jenis perusahaan ini menggunakan bahan baku dasar dan kimia.
Contoh perusahaan yang bergerak pada bidang ini Holcim Indonesia Tbk (SMCB), Semen Baturaja Persero Tbk (SMBR), Betonjaya Manunggal Tbk (BTON), Barito Pacific Tbk (BRPT), Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).
2. Industri pada bidang mesin dan alat berat
Perusahaan yang masuk dalam jenis ini adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang mesin dan alat berat, otomotif dan komponennya, Tekstil dan garmen, alas kaki, kabel dan elektronika.
Contoh perusahaan yang bergerak dalam bidang ini adalah Astra International Tbk (ASII), Astra Otopart Tbk (AUTO), Goodyear Indonesia Tbk (GDYR), Asia Pacific Fibers Tbk (POLY), Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI), dan lain-lain
3. Industri pada bidang konsumsi
Perusahaan yang termasuk ke dalam Industri barang konsumsi adalah perusahaan- perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi makanan dan minuman, rokok, farmasi, kosmetik dan alat rumah tangga. Perusahaan ini biasanya menyediakan barang untuk kebutuhan sehari-hari. Biasanya perusahaan ini memiliki banyak jenis produk bukan hanya satu.
Contoh dari perusahaan manufaktur ini Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), Gudang Garam Tbk (GGRM), Kimia Farma Tbk (KAEF), Kalbe Farma Tbk (KLBF), Mustika Ratu Tbk (MRAT), Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Kedawung Setia Industrial Tbk (KDSI) dan lainnya.
Baca Juga: Hindari 5 Kesalahan ini Dalam Perencanaan Proses Manufaktur
Perkembangan Industri Manufaktur di Indonesia
Industri manufaktur di Indonesia mencakup berbagai kegiatan pengolahan bahan baku atau komponen menjadi barang setengah jadi dan barang jadi. Prosesnya meliputi produksi, pengelolaan persediaan, pemeriksaan kualitas, hingga distribusi produk kepada pelanggan.
Perkembangan industri manufaktur dapat dilihat melalui beberapa indikator, seperti pertumbuhan produksi, nilai tambah industri pengolahan, jumlah perusahaan, dan penyerapan tenaga kerja. Setiap indikator memiliki periode serta metode pengukuran yang berbeda, sehingga data dari BPS atau Kementerian Perindustrian perlu disertai tahun, indikator, dan sumber publikasinya.
Untuk pembaca yang ingin memahami ragam bidang usahanya, lanjutkan ke pembahasan jenis perusahaan manufaktur. Jika bagian ini nantinya diberi statistik, cantumkan nama publikasi BPS atau Kemenperin, tahun data, indikator, dan tautan tepat di samping angkanya.
Sebagai contoh, Marimas merupakan perusahaan manufaktur yang mengolah bahan baku menjadi produk minuman siap konsumsi. Kegiatan operasionalnya mencakup perencanaan produksi, pengelolaan persediaan, pemeriksaan kualitas, serta distribusi produk. Contoh studi kasus Marimas ini menunjukkan bahwa perusahaan manufaktur perlu mengelola berbagai proses secara terintegrasi agar kegiatan produksi berjalan lebih teratur dan efisien.
Kiat Sukses Pengembangan Perusahaan Manufaktur
Dalam memulai suatu bisnis, tentunya Anda harus memahami bagaimana industri tersebut berjalan Perusahaan manufaktur adalah jenis badan usaha yang sangat beresiko karena mengharuskan perusahaan mengerti target pasar dalam skala tinggi.
Perusahaan jenis ini memang berfokus ke dalam jumlah produksi yang besar. Ada beberapa faktor kunci yang harus Anda lakukan jika ingin bergelut di dalam bisnis ini.
1. Memaksimalkan produktivitas
Proses produksi dalam perusahaan manufaktur adalah aktivitas utama. Persediaan produk yang sedikit akan membuat cost produksi atau modal yang perusahaan butuhkan semakin besar.
Hal ini menjadi penyebab mengapa sebelum berencana membuat bisnis manufaktur Anda harus memikirkan strategi pasar yang harus Anda tempuh. Tujuannya adalah agar keuntungan yang perusahaan dapatkan semakin maksimal.
2. Perhatikan selalu quality control
Ketika sebuah perusahan berdiri, hal pertama yang harus mereka perhatikan adalah membuat produk yang berkualitas. Bukan hanya produk saja tetapi operasional yang ada dalam perusahaan juga harus berkualitas.
Jika produk sebuah bisnis tidak berkualitas maka besar kemungkinan perusahaan tidak akan mampu bertahan. Disini perusahaan harus berusaha membuat produk yang berkualitas tetapi ramah dikantong. Hal ini dapat menjadi daya tarik bagi para pelanggan.
3. Kembangkan desain yang terbaik
Dalam sebuah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. Bersaing dengan para kompetitor adalah suatu keharusan. Desain terbaik adalah keunggulan agar perusahaan bisa memenangkan persaingan.
Desain yang dimaksud adalah bentuk atau jenis produk yang perusahaan buat harus memiliki keunikan sendiri dan juga jarang ada di pasaran. Contohnya adalah Apple yang sempat membuat handsfree. Biasanya handsfree memiliki kabel dan terasa sangat mengganggu.
Pada akhirnya, handsfree dengan warna putih mampu merajai pasar dunia dan Apple mengambil untung besar karena keberanian mengeluarkan desain yang berbeda dengan pesaingnya. Walaupun sekarang sudah banyak yang mengeluarkan desain ini.
4. Pengelolaan keuangan perusahaan yang baik
Bagian keuangan adalah bagian yang pasti ada di setiap perusahaan. Maka dari itu, keuangan bisnis menjadi salah satu faktor paling penting dalam mempengaruhi keberhasilan sebuah usaha.
Perusahaan manufaktur harus memikirkan bagaimana mengelola modal, pemasukan, dan pengeluaran produksi agar dapat menghasilkan keuntungan secara maksimal. Laporan keuangan perusahaan ini memang berbeda dengan perusahaan dagang maupun jasa.
Hal ini karena didalamnya terdapat laporan HPP atau Harga Pokok Produksi. HPP ini perusahaan jadikan sebuah laporan keuangan utama bagi perusahaan manufaktur.
Baca Juga: Apa Saja Cara Efektif Meningkatkan Produktivitas Manufaktur
Kesimpulan
Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang dapat berkembang dengan cepat. Mengapa demikian, karena perusahaan ini memiliki aktivitas produksi yang besar. Di atas telah kita bahas bersama karakteristik dan ciri-ciri perusahaan manufaktur. Anda dapat belajar juga bagaimana cara sukses dalam mengelola perusahaan manufaktur.
Tetapi untuk mempermudah proses pengelolaan manufaktur yang membutuhkan perhatian ekstra, Anda dapat menggunakan Software Manufaktur untuk mempermudah pengelolaannya.
HashMicro menyediakan Software Manufaktur Terbaik untuk mempermudah pengelolaan bisnis Anda. Software Manufaktur HashMicro Solusi terbaik untuk industri manufaktur yang dapat membantu mengelola seluruh aktivitas produksi, pemeliharaan mesin, manajemen siklus produk dan kontrol kualitas yang terintegrasi.
Software ini juga bermanfaat untuk membuat kegiatan produksi menjadi tepat waktu, membuat inventaris dan procurement terkendali, dan membuat keputusan yang akurat. Unduh skema perhitungan harga Software Manufaktur HashMicro untuk mendapat gambaran harganya dan dapatkan juga demo gratis segera
FAQ
Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang mengolah bahan baku atau komponen melalui proses produksi untuk menghasilkan barang setengah jadi atau barang jadi.
Perusahaan manufaktur membuat atau mengolah produk yang dijual. Perusahaan dagang umumnya membeli barang untuk dijual kembali tanpa melakukan proses produksi yang mengubah barang tersebut.
Tidak. Industri pengolahan juga dapat berskala mikro, kecil, atau menengah. BPS membedakan skala tersebut, antara lain, berdasarkan jumlah tenaga kerja.
v













