6 Kegunaan Sistem ERP dalam Industri Manufaktur

Kanya Anindita
6 Kegunaan Sistem ERP dalam Industri Manufaktur Sumber: plm.automation.siemens.com

Industri manufaktur merupakan salah satu industri yang paling dinamis dan kompetitif. Tingginya tingkat persaingan dalam industri ini mengharuskan perusahaan-perusahaan manufaktur untuk bisa berpacu dalam memenuhi kebutuhan konsumen yang kian meningkat dan cepat berubah. Untuk mencapai tujuan tersebut, produsen harus mampu mempercepat berbagai proses dalam bisnis mereka dan membuat semuanya menjadi lebih efisien.

Salah satu solusi yang bisa ditempuh oleh produsen adalah dengan memanfaatkan sistem ERP. Perangkat lunak ini pada dasarnya dibuat untuk menyederhanakan seluruh operasi, meningkatkan efisiensi serta menghemat biaya operasional (baca di sini untuk info selengkapnya). Lalu, apa  saja kegunaan sistem ERP dalam industri manufaktur? Silakan cari tahu di bawah ini.

1. Keamanan dalam Penyimpanan Data

Industri manufaktur semestinya sudah mampu mengurangi berbagai pekerjaan yang dilakukan secara manual dan melibatkan kertas Menyimpan data-data penting dalam format kertas sangatlah tidak efisien dan tidak aman, karena kertas sangat mudah rusak dan hilang. Begitu pun dengan hard disk yang tidak bisa menjamin keamanan data-data di dalamnya, apalagi jika ada banyak orang yang menggunakannya.

Dengan sistem ERP, perusahaan manufaktur dapat mengakses berbagai data hanya melalui satu sistem. Manajemen dapat memberikan hak akses untuk karyawan yang bertanggung jawab dalam mengelola data. Sistem ERP berbasis Cloud bahkan memungkinkan mereka yang memiliki hak akses untuk mengelola data dari mana saja dan kapan saja.

2. Pengelolaan Inventaris yang Menyeluruh

Manajemen inventaris yang baik merupakan salah satu faktor penting bagi kelancaran industri manufaktur. Dengan menggunakan sistem ERP, perusahaan manufaktur dapat memantau perpindahan stok barangnya dengan lebih menyeluruh baik internal maupun eksternal. Sistem ini juga memudahkan perusahaan dalam mengidentifikasi produk-produk yang paling dan yang kurang laku di pasaran sehingga perusahaan dapat mengatur pembelian dan pengadaan barang secara lebih efisien serta berinovasi dalam membuat produk-produk baru di masa depan.

3. Menyatukan Seluruh Elemen dalam Industri Manufaktur

Sistem ERP mampu mengintegrasikan seluruh divisi dalam perusahaan manufaktur, seperti divisi keuangan, human resource, inventaris, sales, layanan pelanggan, dan lain-lain. Ini artinya, perusahaan tidak perlu lagi mengawasi dan mengelola divisinya secara manual dan terpisah. Seluruh divisi dapat berkoordinasi melalui satu sistem yang sama dan perusahaan bisa mendapatkan informasi lengkap dari seluruh divisi secara real-time.

4. Pembuatan & Pengelolaan Work Order Secara Otomatis

Sistem ERP memudahkan manajemen dalam membuat perintah kerja atau work order yang meliputi tanggal dan waktu eksekusi, nama pelanggan, sales order,  kontrak sales, kuantitas produk, staff yang diberikan tanggung jawab, dan lain-lain. Setiap work order memiliki routing code (kode perutean) sehingga memudahkan manajemen memantau rutenya. Manajemen dapat melakukan checklist untuk setiap tugas  berdasarkan work order yang telah dibuat dan memastikan bahwa seluruh tugas berjalan dengan baik.

5. Menyederhanakan Rantai Pasokan & Proses Pemenuhan

Dengan sistem ERP, perusahaan manufaktur dapat memastikan bahwa seluruh prosesnya berjalan lancar dan permintaan pelanggan dapat terpenuhi dalam waktu yang tepat. Manajemen supply chain yang ada dalam sistem ini meliputi koordinasi, pengendalian procurement (pengadaan), produksi, pengelolaan stok, dan pengiriman barang.  Melalui fitur tersebut, perusahaan manufaktur dapat membuat perencanaan untuk pembelian barang dan mengendalikan pengadaan barang dengan lebih efisien sehingga ini akan sangat membantu perusahaan dalam memangkas biaya operasional dan administratif.

6. Menyediakan Laporan yang Lengkap & Akurat

Sistem ERP memungkinkan perusahaan manufaktur untuk mendapatkan data yang lengkap mengenai seluruh aspek operasi bisnisnya, seperti performa penjualan, informasi mengenai pelanggan, keuntungan dan kerugian, informasi stok, keuangan perusahaan, tenaga kerja, dan masih banyak lagi. Seluruh data yang dihasilkan secara real-time ini tentunya membantu para pemangku kepentingan dalam membuat estimasi dan prakiraan yang lebih akurat dan efektif, sehingga kemudian membantu mereka untuk membuat keputusan secara lebih cepat dan tepat.

Baca juga: 6 Kelebihan Menerapkan Sistem Cloud ERP pada Bisnis Anda

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Enjoy this blog? Please spread the word :)

Follow by Email
Facebook
Google+
https://www.hashmicro.com/id/blog/kegunaan-sistem-erp-dalam-industri-manufaktur">
Twitter
LinkedIn