Kwitansi adalah dokumen yang berfungsi sebagai bukti resmi pembayaran dalam transaksi bisnis. Selain menjadi tanda terima, kwitansi juga berperan sebagai dokumen pendukung pembukuan dan alat verifikasi apabila terjadi perbedaan catatan di kemudian hari.
Pembuatan kwitansi secara manual membutuhkan waktu dan rentan terhadap kesalahan penulisan nominal atau tanggal. Survei Garter (2024) menemukan bahwa 18% melakukan kesalahan setidaknya sehari sekali, sementara 33% melakukannya setidaknya setiap minggu. Bagi bisnis dengan volume transaksi tinggi, proses ini bisa menjadi hambatan operasional.
Artikel ini menyediakan template kwitansi kosong dalam format Excel, Word, dan PDF yang dapat langsung diunduh dan disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda. Selain itu, dibahas juga komponen wajib, jenis-jenis kwitansi, serta tips keamanan dokumen untuk menghindari penyalahgunaan.
Key Takeaways
Template kwitansi kosong gratis tersedia dalam format Word, Excel, dan PDF, sehingga bisnis bisa langsung memakai format yang sesuai untuk pencatatan transaksi.
Komponen kwitansi mencakup nomor, tanggal, nama pembayar dan penerima, nominal angka dan terbilang, tujuan pembayaran, tanda tangan, serta materai bila diperlukan.
Untuk menggunakan template kwitansi, unduh template dan isi komponen-komponen penting, seperti nama pembayar dan total pembayaran. Lalu, periksa kembali dan tambahkan materai jika nominalnya melebihi Rp 5.000.000.
Download Template Kwitansi Kosong Gratis
Berikut adalah template kwitansi dan contoh kwitansi kosong dalam berbagai format. Anda juga bisa menemukan berbagai gambar kwitansi kosong dengan kualitas kwitansi kosong HD yang lebih tajam. Silakan download kwitansi kosong sesuai kebutuhan melalui tautan di bawah.

Template Kwitansi Pembayaran


Template kwitansi kosong ini dapat membantu Anda membuat bukti pembayaran dengan cepat sesuai kebutuhan. Namun, jika bisnis Anda ingin membuat kwitansi sekaligus mencatat transaksi secara otomatis tanpa pencatatan manual, penggunaan sistem akuntansi bisa menjadi solusi yang lebih praktis untuk mengelola laporan keuangan dengan lebih rapi dan akurat.
Pilih Format Kwitansi Sesuai Kebutuhan
Terdapat tiga format kwitansi yang dapat Anda gunakan sesuai kebutuhan, yaitu:
| Aspek | Word | Excel | |
|---|---|---|---|
| Editing | Mudah disesuaikan dengan branding bisnis. | Mudah, tetapi harus berhati-hati saat mengedit template dan formulanya. | Tergantung jenisnya. |
| Perhitungan | Manual sehingga rentan terhadap risiko salah hitung. | Mendukung perhitungan otomatis dan pelacakan nomor. | Umumnya manual, tetapi bisa otomatis dengan fillable PDF tertentu. |
| Risiko | Data dapat diedit dengan mudah. | Data bisa hilang secara tidak sengaja, rumus bisa rusak, dan file dapat disalin atau diubah tanpa izin. | File dapat diedit dengan software tertentu. |
| Langkah pengamanan | Enkripsi dokumen dan batasi editing. Jika Anda ingin mengirimkannya, ubah terlebih dahulu menjadi PDF. | Lindungi cell, batasi akses ke file master, dan terapkan enkripsi. | Gunakan tanda tangan digital. |
| Cocok untuk | Dokumen dengan desain kustom. | Transaksi rutin. | Dokumen final untuk dicetak dan dibagikan. |
Komponen yang Harus Ada dalam Kwitansi

Setiap kwitansi memiliki beberapa komponen penting untuk memastikan keabsahan dan kelengkapan informasi. Berikut ini adalah komponen utama yang harus ada dalam kwitansi dan diperhatikan dalam pembuatannya.
- Nomor kwitansi: Untuk memudahkan pencatatan, pelacakan, dan pengarsipan.
- Nama penerima dan pembayar: Nama kedua pihak untuk memperjelas identitas.
- Tanggal transaksi: Tanggal pembayaran sebagai acuan waktu dalam pembukuan.
- Jumlah pembayaran: Nominal uang untuk menghindari kesalahpahaman.
- Keterangan transaksi: Penjelasan singkat mengenai tujuan pembayaran.
- Tanda tangan: Tanda tangan kedua pihak untuk menambah validitas transaksi.
Cara Menggunakan Template Kwitansi

Sebenarnya, ada dua cara utama untuk membuat kwitansi, yaitu secara manual dan digital. Untuk artikel ini, berikut cara menggunakan template untuk membuat kwitansi:
1. Unduh file template sesuai kebutuhan
Unduh salah satu dari tiga template kwitansi yang tersedia di atas. Template Word cocok untuk kustomisasi desain. Template Excel ideal untuk bisnis yang sering membuat kwitansi. Sementara itu, PDF paling cocok sebagai format atau dokumen final untuk keperluan mencetak atau berbagi kwitansi.
2. Buka dan salin template kwitansi
Buka file dan salin template kwitansi. Selanjutnya, klik enable editing di Word. Jika muncul notifikasi keamanan di Excel, klik enable content agar fungsi-fungsi otomatis dapat berjalan.
3. Isi identitas dan detail pembayaran
Tuliskan nama pihak pembayar dan jumlah pembayaran secara lengkap. Kemudian, berikan keterangan spesifik mengenai tujuan transaksi tersebut. Jika Anda menggunakan template Excel, jangan ubah sel mana pun yang berwarna abu-abu karena sel-sel tersebut berisi rumus. Anda hanya perlu menginput nominal di kolom “Jumlah Uang” saja.
4. Periksa isi kwitansi dan hasilnya
Periksa kembali dalam kwitansi dan tambahkan tanda tangan sesuai kebutuhan. Jika nominal sama dengan atau melebihi Rp 5.000.000, tempelkan materai Rp 10.000 sebelum tanda tangan penerima ditandatangani di atasnya (UU Bea Materai No. 10 Tahun 2020).
5. Finalisasi kwitansi
Cetak dua lembar (duplikat) untuk kedua pihak. Lembar pertama untuk pembayar sebagai bukti pelunasan, lembar kedua disimpan sebagai arsip internal untuk keperluan pembukuan usaha dan audit. Bagi yang menggunakan Excel, Anda dapat print kwitansi dengan setting ukuran A5 atau A6 untuk kwitansi buku. Jika konten tidak muat, aktifkan “Scale to Fit".
Perbedaan Kwitansi, Nota, dan Invoice
Tiga dokumen ini sering dianggap sama, padahal memiliki fungsi dan waktu penggunaan yang berbeda. Memahami perbedaannya penting agar Anda menggunakan dokumen yang tepat untuk setiap transaksi bisnis.
| Aspek | Kwitansi | Nota | Invoice |
|---|---|---|---|
| Fungsi utama | Bukti bahwa pembayaran telah diterima. | Bukti transaksi jual beli barang. | Tagihan atau permintaan pembayaran kepada pelanggan. |
| Kapan didebitkan | Setelah pembayaran diterima. | Saat barang diserahkan kepada pembeli. | Sebelum pembayaran dilakukan. |
| Ditandatangani oleh | Penerima uang. | Penjual barang. | Penerbit tagihan. |
| Perlu materai | Ya, jika nilai transaksi ≥ Rp5 juta. | Umumnya tidak. | Tidak, karena bukan bukti pembayaran. |
| Kekuatan hukum | Akta di bawah tangan sebagai bukti pelunasan | Relatif lebih lemah dibanding kwitansi. | Lebih lemah karena pembayaran belum dilakukan. |
| Digunakan untuk | Bukti pelunasan transaksi. | Transaksi ritel atau penjualan tunai. | Tagihan B2B atau transaksi dengan sistem kredit. |
Kesimpulan
Kwitansi berperan sebagai bukti transaksi bisnis yang membantu menjaga transparansi dan keamanan finansial. Dengan dokumentasi pembayaran yang jelas, proses pembukuan menjadi lebih mudah dan kedua belah pihak memiliki catatan resmi apabila diperlukan di kemudian hari.Untuk bisnis dengan volume transaksi rendah, template manual dalam format Excel, Word, atau PDF seperti yang disediakan di artikel ini sudah cukup memadai. Namun, jika frekuensi transaksi tinggi dan membutuhkan integrasi dengan sistem akuntansi, software invoicing bisa menjadi opsi yang lebih efisien untuk mengotomatisasi pembuatan dan pengelolaan kwitansi.Pertanyaan Seputar Template Kwitansi
Kwitansi kosong adalah formulir pembayaran yang belum memuat data transaksi, sedangkan kwitansi yang sudah diisi telah dilengkapi data transaksi dan ditandatangani penerima sehingga sah sebagai bukti pembayaran. Kwitansi kosong belum memiliki kekuatan hukum karena belum mencatat transaksi apa pun.
Ya. Kwitansi digital sah secara hukum apabila menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi sesuai UU ITE dan peraturan BSSN. Untuk keabsahan yang lebih kuat, dapat menggunakan e-Materai PERURI atau layanan tanda tangan elektronik tersertifikasi.
Word cocok untuk kustomisasi desain, Excel ideal untuk transaksi rutin karena mendukung perhitungan otomatis dan pelacakan nomor, sedangkan PDF paling aman untuk dibagikan karena formatnya tidak mudah diubah sehingga cocok sebagai dokumen final.
Umumnya dibuat 2 lembar: satu lembar asli diberikan kepada pembayar sebagai bukti pelunasan, sedangkan satu salinan disimpan oleh penerima uang untuk arsip, rekonsiliasi, dan audit. Pada transaksi tertentu, perusahaan juga dapat mencetak salinan tambahan.
Berdasarkan UU Bea Materai No. 10 Tahun 2020, kwitansi yang menyatakan penerimaan uang lebih dari Rp5.000.000 wajib dibubuhi materai Rp10.000. Untuk nominal di bawahnya, materai tidak diwajibkan, tetapi tetap dapat digunakan untuk memperkuat keabsahan dokumen.
Template kwitansi kosong dapat dicetak ulang kapan saja. Namun, kwitansi yang sudah diterbitkan tidak boleh diterbitkan kembali dengan nomor dan tanggal yang sama. Jika hilang, solusinya adalah mencetak ulang dari file digital yang tersimpan, membuat surat keterangan pengganti, atau menggunakan software invoicing yang menyimpan riwayat dokumen di cloud.











