Kwitansi adalah dokumen yang berfungsi sebagai bukti resmi pembayaran dalam transaksi bisnis. Selain menjadi tanda terima, kwitansi juga berperan sebagai dokumen pendukung pembukuan dan alat verifikasi apabila terjadi perbedaan catatan di kemudian hari.
Pembuatan kwitansi secara manual membutuhkan waktu dan rentan terhadap kesalahan penulisan nominal atau tanggal. Bagi bisnis dengan volume transaksi tinggi, proses ini bisa menjadi hambatan operasional.
Artikel ini menyediakan template kwitansi kosong dalam format Excel, Word, dan PDF yang dapat langsung diunduh dan disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda. Selain itu, dibahas juga komponen wajib, jenis-jenis kwitansi, serta tips keamanan dokumen untuk menghindari penyalahgunaan.
Key Takeaways
Kwitansi memiliki berbagai fungsi penting dalam transaksi keuangan, terutama sebagai bukti resmi yang memvalidasi pembayaran.
Kwitansi terdiri dari berbagai jenis yang disesuaikan dengan kebutuhan transaksi tertentu.
Ada beberapa contoh template kwitansi kosong dalam berbagai format yang dapat Anda unduh.
Daftar Isi:
Apa itu Kwitansi?
Kwitansi adalah dokumen resmi yang berfungsi sebagai bukti tertulis atas suatu transaksi pembayaran. Biasanya, kwitansi digunakan dalam transaksi jual-beli atau pembayaran jasa untuk memastikan keabsahan transaksi tersebut.
Setiap kwitansi memuat informasi penting, seperti nama pihak yang terlibat, jumlah pembayaran, dan tanggal transaksi. Dengan adanya kwitansi, baik pembeli maupun penjual dapat memiliki catatan pembayaran yang jelas dan dapat dipercaya.
Apa Saja Fungsi Kwitansi?
Kwitansi memiliki berbagai fungsi penting dalam transaksi keuangan, terutama sebagai bukti resmi yang memvalidasi pembayaran. Berikut ini adalah beberapa fungsi utama dari kwitansi yang harus diperhatikan.
1. Bukti pembayaran yang sah
Kwitansi berfungsi sebagai bukti pembayaran resmi yang diterima oleh pihak penjual atau penyedia jasa. Dengan adanya kwitansi, kedua belah pihak dapat memiliki catatan yang dapat digunakan untuk rujukan di masa mendatang.
2. Dokumen pendukung pembukuan
Dalam pembukuan, kwitansi menjadi dokumen pendukung untuk mencatat transaksi keuangan. Penggunaan kwitansi membantu memastikan catatan akuntansi lebih rapi, akurat, dan mudah ditelusuri saat diperlukan.
3. Alat verifikasi transaksi
Kwitansi juga berfungsi sebagai alat verifikasi untuk memastikan bahwa pembayaran telah dilakukan sesuai kesepakatan. Jika muncul sengketa, kwitansi dapat dijadikan bukti transaksi yang sah di hadapan pihak ketiga atau hukum.
4. Pengingat jumlah dan tanggal pembayaran
Kwitansi memuat detail jumlah dan tanggal pembayaran yang penting bagi kedua belah pihak. Informasi ini bermanfaat sebagai pengingat, terutama bagi perusahaan, untuk memonitor jadwal pembayaran dari klien atau pelanggan.
5. Jaminan transparansi
Dengan kwitansi, transaksi yang dilakukan dapat lebih transparan dan profesional. Kedua pihak akan lebih mudah memahami rincian transaksi, mengurangi risiko kesalahpahaman atau kecurangan.
Bagaimana Cara Membuat Kwitansi?
Ada dua cara utama untuk membuat kwitansi, yaitu secara manual dan digital. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis atau pribadi.
Metode manual
- Gunakan lembar kwitansi atau buku kwitansi: Pastikan format dasar kwitansi sudah tersedia pada lembaran atau buku kwitansi.
- Isi data transaksi: Tulis nomor kwitansi, nama penerima dan pemberi, tanggal, jumlah pembayaran dalam angka dan huruf, serta deskripsi transaksi.
- Tambahkan tanda tangan: Pastikan kedua pihak menandatangani kwitansi untuk validasi dan keabsahan dokumen.
Metode digital
- Gunakan software atau aplikasi invoice: Pilih aplikasi invoice yang menyediakan template kwitansi digital untuk mempermudah pembuatan.
- Input data transaksi: Masukkan informasi seperti nomor transaksi, nama penerima, jumlah pembayaran, dan deskripsi transaksi pada template digital.
- Simpan dalam format digital: Kwitansi online dapat disimpan dalam format PDF atau langsung dikirim via email untuk akses yang lebih mudah.
Ciri-ciri Kwitansi
Beberapa ciri khas dari kwitansi membedakannya dari dokumen transaksi lainnya. Ciri-ciri ini memastikan bahwa kwitansi dapat diakui sebagai bukti pembayaran yang sah dan akurat. Berikut adalah beberapa ciri utama yang ada dalam setiap kwitansi.
- Memiliki dua bagian terpisah: Kwitansi biasanya terdiri dari dua bagian, yakni bagian penerima di sisi kiri dan bagian pemberi di sisi kanan, memudahkan identifikasi pihak-pihak yang terlibat.
- Berbentuk rangkap: Kwitansi biasanya dibuat dalam dua rangkap; lembar atas diberikan kepada pembeli sebagai bukti, sementara lembar bawah disimpan oleh penjual sebagai arsip.
Apa Saja Jenis Kwitansi
Kwitansi terdiri dari berbagai jenis yang disesuaikan dengan kebutuhan transaksi tertentu. Setiap jenis kwitansi memiliki karakteristik khusus agar sesuai dengan fungsinya dalam mencatat transaksi.
1. Kwitansi pembayaran
Kwitansi ini digunakan untuk mencatat pembayaran yang telah dilakukan, baik untuk produk maupun layanan. Biasanya, kwitansi ini mencantumkan jumlah uang, tanggal, serta nama pihak yang menerima pembayaran.
2. Kwitansi uang muka
Kwitansi uang muka menunjukkan penerimaan sebagian pembayaran dari total yang disepakati. Transaksi bertahap biasanya menggunakan kwitansi ini untuk mencatat tahap awal pembayaran.
3. Kwitansi pelunasan
Kwitansi pelunasan menunjukkan bahwa pihak pembayar telah menyelesaikan seluruh pembayaran. Jenis kwitansi ini memastikan bahwa pihak pembayar tidak memiliki kewajiban pembayaran lagi.
4. Kwitansi transfer
Jenis ini mencatat transaksi antarbank atau transfer uang digital. Kwitansi transfer menampilkan informasi tentang rekening tujuan, jumlah transfer, dan tanggal, sehingga memverifikasi transaksi non-tunai.
5. Kwitansi internal
Perusahaan menggunakan kwitansi internal untuk mencatat transaksi antara divisi atau departemen. Jenis kwitansi ini mengontrol anggaran internal dan memudahkan akuntabilitas antar bagian.
Berapa Ukuran Kwitansi?
Template kwitansi memiliki ukuran yang berbeda-beda, tergantung pada tujuan penggunaan dan ketentuan penerbitnya. Namun, ada beberapa ukuran kwitansi yang paling umum ditemukan, yang terdiri dari kwitansi besar, sedang, dan kecil.
Berikut adalah detail ukuran kwitansi:
- Kwitansi besar: 32 x 10 cm
- Kwitansi sedang: 285 x 90 mm
- Kwitansi kecil: 215 x 75 mm
Komponen yang Harus Ada dalam Kwitansi
Setiap kwitansi memiliki beberapa komponen penting untuk memastikan keabsahan dan kelengkapan informasi. Berikut ini adalah komponen utama yang harus ada dalam kwitansi dan diperhatikan dalam pembuatannya.
- Nomor kwitansi: Untuk memudahkan pencatatan, pelacakan, dan pengarsipan.
- Nama penerima dan pembayar: Nama kedua pihak untuk memperjelas identitas.
- Tanggal transaksi: Tanggal pembayaran sebagai acuan waktu dalam pembukuan.
- Jumlah pembayaran: Nominal uang untuk menghindari kesalahpahaman.
- Keterangan transaksi: Penjelasan singkat mengenai tujuan pembayaran.
- Tanda tangan: Tanda tangan kedua pihak untuk menambah validitas transaksi.
Download Template Kwitansi Kosong Gratis (3 Format)
Berikut adalah template kwitansi dan contoh kwitansi kosong dalam berbagai format. Anda juga bisa menemukan berbagai gambar kwitansi kosong dengan kualitas kwitansi kosong HD yang lebih tajam. Silakan download kwitansi kosong sesuai kebutuhan melalui tautan di bawah.
Download Sekarang
Template kwitansi kosong ini dapat membantu Anda membuat bukti pembayaran dengan cepat sesuai kebutuhan. Namun, jika bisnis Anda ingin membuat kwitansi sekaligus mencatat transaksi secara otomatis tanpa pencatatan manual.
Penggunaan sistem akuntansi bisa menjadi solusi yang lebih praktis untuk mengelola laporan keuangan dengan lebih rapi dan akurat. Anda juga dapat melihat solusi yang kami rekomendasikan pada banner di bawah ini untuk mengetahui bagaimana sistem tersebut dapat membantu operasional bisnis Anda.
Keamanan dan Perlindungan Kwitansi Kosong
Penggunaan kwitansi kosong tanpa perlindungan dapat menimbulkan risiko penyalahgunaan yang merugikan. Oleh karena itu, langkah-langkah keamanan dan perlindungan harus diperhatikan dalam setiap transaksi untuk menjaga keaslian kwitansi.
Cegah pemalsuan dan penyalahgunaan
Sebagai tindakan pencegahan, pastikan Anda menyimpan kwitansi di tempat yang aman dan memberi akses hanya kepada pihak yang berwenang. Selain itu, langkah ini juga mengurangi risiko penipuan dalam transaksi bisnis.
Gunakan tanda tangan digital
Bisnis yang menggunakan kwitansi digital dapat menerapkan tanda tangan digital sebagai solusi perlindungan tambahan. Tanda tangan digital memvalidasi dokumen dengan akurat dan mencegah pihak tidak berwenang memanipulasi dokumen.
Manfaatkan fitur keamanan pada software invoice
Menggunakan aplikasi invoice memudahkan pencatatan sekaligus menambah keamanan. Fitur-fitur seperti watermark atau enkripsi data mampu melindungi dokumen dari duplikasi atau pemalsuan, sehingga memastikan integritas setiap transaksi yang tercatat.
Untuk meningkatkan keamanan dalam pengelolaan kwitansi, Software Invoicing HashMicro dilengkapi fitur keamanan canggih, sehingga Anda dapat memastikan setiap transaksi tercatat aman dan transparan. Klik gambar di bawah ini untuk melihat skema harga lengkapnya.
Cara Mengisi Template Kwitansi dengan Benar
Setelah download template, ikuti panduan berikut agar kwitansi yang Anda buat sah secara hukum dan tidak ada informasi yang terlewat. Kwitansi yang tidak lengkap komponennya bisa dipermasalahkan saat audit keuangan atau sengketa transaksi bisnis.
Cara Mengisi Kwitansi di Microsoft Word
1. Buka file .docx klik “Enable Editing” jika muncul notifikasi
Pastikan versi Microsoft Word minimal 2013. Klik Enable Editing untuk mulai mengedit. Tanpa langkah ini, file hanya bisa dilihat, tidak bisa diubah.
2. Isi nomor kwitansi secara berurutan dan unik
Format umum: KWT/[Tahun]/[Bulan]/[Nomor] contoh: KWT/2026/06/001. Nomor berurutan memudahkan pengarsipan dan proses audit keuangan.
3. Isi nama pembayar dan nominal secara lengkap
Tulis nama lengkap — hindari singkatan. Nominal ditulis dalam angka di kolom yang tersedia, lalu tulis kalimat terbilang di baris bawahnya. Keduanya wajib ada untuk mencegah pemalsuan.
4. Isi keterangan keperluan transaksi secara spesifik
Contoh: “Pelunasan jasa desain logo Juni 2026” atau “Sewa ruko Jl. Sudirman No. 12 periode Juli 2026.” Hindari keterangan umum — semakin spesifik, semakin kuat sebagai alat bukti.
5. Tempelkan materai jika nominal ≥ Rp 5.000.000
Berdasarkan UU Bea Materai No. 10 Tahun 2020, transaksi di atas Rp 5 juta wajib dibubuhi materai Rp 10.000 sebelum tanda tangan penerima ditandatangani di atasnya.
6. Cetak 2 lembar (duplikat) untuk kedua pihak
lembar pertama untuk pembayar sebagai bukti pelunasan, lembar kedua disimpan sebagai arsip internal untuk keperluan pembukuan usaha dan audit.
Cara Menggunakan Template Kwitansi di Excel
1. Buka file .xlsx dan aktifkan macro jika diminta
Klik Enable Content saat ada notifikasi keamanan agar fungsi terbilang otomatis dapat bekerja. Tanpa langkah ini, kolom terbilang tidak akan terisi otomatis.
2. Isi hanya sel berwarna putih atau biru muda
Sel berwarna abu-abu adalah rumus otomatis — jangan diubah manual. Cukup input nominal di kolom “Jumlah Uang” dan kolom terbilang akan terisi sendiri.
3. Gunakan sheet “Nomor Kwitansi” untuk tracking
Template Excel dilengkapi sheet terpisah untuk mencatat nomor kwitansi yang sudah digunakan, sehingga tidak ada nomor yang terduplikasi di kemudian hari.
4. Print dengan setting ukuran A5 di Page Layout
Pergi ke Page Layout → Size → A5. Aktifkan Scale to Fit jika konten tidak muat. Untuk kwitansi buku, pilih ukuran A6
Perbedaan Kwitansi, Nota, dan Invoice
Tiga dokumen ini sering dianggap sama, padahal memiliki fungsi dan waktu penggunaan yang berbeda. Memahami perbedaannya penting agar Anda menggunakan dokumen yang tepat untuk setiap transaksi bisnis.
Kwitansi Digital: Apakah Sah Secara Hukum di Indonesia?
Dengan semakin banyaknya transaksi online, pertanyaan tentang keabsahan kwitansi digital semakin sering muncul, terutama di kalangan startup, UMKM digital, dan perusahaan yang beroperasi secara remote.
Berdasarkan UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE sebagaimana diubah dengan UU No. 19 Tahun 2016, Pasal 5 dan Pasal 11, dokumen elektronik yang menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi memiliki kekuatan hukum yang setara dengan dokumen tertulis bertanda tangan basah.
✅ Kwitansi Digital yang Sah Secara Hukum di Indonesia
Kwitansi digital memiliki kekuatan hukum apabila menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi dari Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) yang diakui BSSN atau dilengkapi e-Materai PERURI sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, dokumen dapat digunakan sebagai alat bukti yang lebih kuat dalam transaksi bisnis.
⚠️ Kwitansi Digital dengan Perlindungan Hukum Terbatas
Kwitansi yang hanya menggunakan scan atau foto tanda tangan belum termasuk tanda tangan elektronik tersertifikasi menurut UU ITE. Dokumen seperti ini masih dapat digunakan untuk kebutuhan internal, tetapi memiliki kekuatan pembuktian yang lebih lemah apabila terjadi sengketa.
📱 Tips Menggunakan Kwitansi Digital
- Gunakan e-Materai PERURI melalui portal resmi agar keaslian dokumen dapat diverifikasi.
- Setiap e-Materai memiliki kode unik sehingga lebih sulit dipalsukan.
- Biaya e-Materai sama dengan materai fisik, yaitu Rp10.000 per lembar.
- Pertimbangkan software invoicing yang telah terintegrasi dengan layanan e-Materai untuk proses yang lebih praktis.
Otomatisasi Pembuatan Kwitansi dengan Software Invoicing
Bagi bisnis dengan volume transaksi tinggi, pembuatan kwitansi manual bisa menjadi hambatan operasional. Software invoicing membantu mengotomatisasi proses ini, mulai dari pembuatan, pencatatan, hingga penyimpanan dokumen transaksi secara digital.
Dengan sistem otomatisasi, pengguna cukup mengisi data transaksi sekali, lalu kwitansi atau faktur langsung dihasilkan sesuai format standar. Beberapa fitur umum yang tersedia pada software invoicing antara lain:
- Invoice/Receipt Generation – Pembuatan kwitansi dan faktur otomatis dengan format konsisten
- Tax & Discount Calculation – Perhitungan pajak dan diskon otomatis sesuai ketentuan yang berlaku
- Payment Tracking – Pelacakan status pembayaran dan pengingat untuk tagihan jatuh tempo
- Reporting – Laporan transaksi yang dapat diakses secara real-time
Studi Kasus: Marimas
Marimas, produsen minuman serbuk dengan distribusi nasional, sebelumnya mengelola ribuan transaksi dan kwitansi secara manual menggunakan spreadsheet terpisah. Proses ini memakan waktu, rentan kesalahan input, dan menyulitkan rekonsiliasi pembayaran dari ratusan distributor.
Setelah mengimplementasikan software invoicing terintegrasi, Marimas mengalami beberapa perubahan operasional: pembuatan kwitansi dan faktur menjadi otomatis setiap transaksi tercatat, status pembayaran dapat dilacak secara real-time, dan laporan keuangan langsung tersinkronisasi tanpa input ulang. Hasilnya, waktu yang sebelumnya digunakan untuk administrasi manual kini dapat dialokasikan untuk aktivitas lain.
Jika ingin mengetahui lebih dalam soal otomatisasi pembuatan kwitansi dengan software invoicing, Anda dapat berkonsultasi gratis terlebih dahulu untuk menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Kesimpulan
Kwitansi berperan sebagai bukti transaksi bisnis yang membantu menjaga transparansi dan keamanan finansial. Dengan dokumentasi pembayaran yang jelas, proses pembukuan menjadi lebih mudah dan kedua belah pihak memiliki catatan resmi apabila diperlukan di kemudian hari.
Untuk bisnis dengan volume transaksi rendah, template manual dalam format Excel, Word, atau PDF seperti yang disediakan di artikel ini sudah cukup memadai. Namun, jika frekuensi transaksi tinggi dan membutuhkan integrasi dengan sistem akuntansi, software invoicing bisa menjadi opsi yang lebih efisien untuk mengotomatisasi pembuatan dan pengelolaan kwitansi.
Pertanyaan Seputar Kwitansi Kosong
-
Apa perbedaan kwitansi kosong dan kwitansi yang sudah diisi?
Kwitansi kosong adalah formulir pembayaran yang belum memuat data transaksi, sedangkan kwitansi yang sudah diisi telah dilengkapi data transaksi dan ditandatangani penerima sehingga sah sebagai bukti pembayaran. Kwitansi kosong belum memiliki kekuatan hukum karena belum mencatat transaksi apa pun.
-
Apakah kwitansi digital atau e-kwitansi sah secara hukum di Indonesia?
Ya. Kwitansi digital sah secara hukum apabila menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi sesuai UU ITE dan peraturan BSSN. Untuk keabsahan yang lebih kuat, dapat menggunakan e-Materai PERURI atau layanan tanda tangan elektronik tersertifikasi.
-
Format kwitansi mana yang lebih baik: Word, Excel, atau PDF?
Word cocok untuk kustomisasi desain, Excel ideal untuk transaksi rutin karena mendukung perhitungan otomatis dan pelacakan nomor, sedangkan PDF paling aman untuk dibagikan karena formatnya tidak mudah diubah sehingga cocok sebagai dokumen final.
-
Berapa lembar kwitansi yang harus dibuat untuk setiap transaksi?
Umumnya dibuat 2 lembar: satu lembar asli diberikan kepada pembayar sebagai bukti pelunasan, sedangkan satu salinan disimpan oleh penerima uang untuk arsip, rekonsiliasi, dan audit. Pada transaksi tertentu, perusahaan juga dapat mencetak salinan tambahan.
-
Apakah kwitansi harus menggunakan materai?
Berdasarkan UU Bea Materai No. 10 Tahun 2020, kwitansi yang menyatakan penerimaan uang lebih dari Rp5.000.000 wajib dibubuhi materai Rp10.000. Untuk nominal di bawahnya, materai tidak diwajibkan, tetapi tetap dapat digunakan untuk memperkuat keabsahan dokumen.
-
Bisakah kwitansi yang sudah hilang dicetak ulang?
Template kwitansi kosong dapat dicetak ulang kapan saja. Namun, kwitansi yang sudah diterbitkan tidak boleh diterbitkan kembali dengan nomor dan tanggal yang sama. Jika hilang, solusinya adalah mencetak ulang dari file digital yang tersimpan, membuat surat keterangan pengganti, atau menggunakan software invoicing yang menyimpan riwayat dokumen di cloud.












