Apakah Anda pernah mengalami masalah dengan piutang yang mengendap terlalu lama? Meskipun tampaknya bukan hal yang besar, piutang adalah hal krusial yang apabila tidak Anda kelola dengan baik, dapat menimbulkan masalah serius bagi arus kas perusahaan.
Piutang sering kali menjadi penyebab utama kekurangan likuiditas, meskipun pendapatan perusahaan stabil. Lebih buruk lagi, jika pengelolaan piutang masih dilakukan secara manual tanpa software akuntansi, kesalahan pencatatan bisa terjadi kapan saja.
Untuk memastikan perusahaan Anda dapat mengelola piutang dengan lebih efisien, tidak ada salahnya untuk mempelajari lebih lanjut tentang cara-cara pengelolaan piutang yang tepat. Baca artikel berikut untuk informasi selengkapnya mengenai piutang!
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Apa Itu Piutang?
Piutang adalah penagihan yang perusahaan atau penjual ajukan kepada konsumen yang berutang. Dalam kata lain, piutang merupakan hak perusahaan atas uang atau penjualan yang belum terbayar dan masih berada di pihak lain.
Mohammad Muslich mengatakan bahwa piutang (account receivable) terjadi karena penjualan barang dan jasa tersebut dilakukan secara kredit yang umumnya bertujuan untuk memperbesar penjualan.
Selain itu, Warren Reeve dan Fess mengatakan bahwa piutang meliputi semua klaim dalam bentuk uang terhadap pihak lainnya, termasuk individu, perusahaan, atau organisasi lainnya.
Ciri-ciri Piutang

1. Mempunyai tanggal jatuh tempo
Untuk mengetahui tanggal jatuh tempo dapat terlihat dari umur atau lamanya. Biasanya, pihak penjual atau perusahaan menggunakan dua jenis pengukuran umur piutang yakni hari dan bulan.
Jika umurnya harian, maka akan terjadi perhitungan untuk mengetahui kapan pastinya tanggal jatuh tempo. Sementara itu, jika umurnya bulanan maka nantinya tanggal jatuh tempo akan sama seperti tanggal transaksi, tetapi berbeda bulan. Ini penting agar tidak terjadi piutang tak tertagih.
2. Mempunyai nilai jatuh tempo
Nilai jatuh tempo dalam piutang adalah jumlah dari nilai transaksi utama ditambah dengan nilai bunga yang harus terbayar ketika memasuki tanggal jatuh tempo.
Jika pembeli melakukan transaksi dengan metode kredit, mereka wajib membayar nilai barang terbeli beserta bunga. Hal ini karena pembeli meminta waktu untuk membayar dengan tempo kepada penjual atau perusahaan. Penggunaan software hutang piutang yang terperinci dapat memudahkan perusahaan dalam melacak transaksi ini.
3. Terdapat bunga yang masih berlaku
Pembeli yang melakukan transaksi secara kredit akan menyebabkan terjadinya piutang beserta bunga. Bunga menjadi bentuk konsekuensi dari pembeli karena meminta waktu pembayaran tertentu.
Tiga ciri utama piutang merupakan hal yang umum untuk pebisnis ketahui. Meskipun demikian, memastikan Anda tidak salah dalam mengategorikan sebuah nilai, penting untuk tetap relevan dan akurat setiap waktunya.
Untuk membantu Anda menangani kendala ini, menggunakan software akuntansi menjadi hal baik yang dapat Anda lakukan. Pertama, ketahui lebih dahulu berapa harga implementasi sistemnya melalui banner di bawah ini.
Jenis-jenis Piutang
Piutang adalah sebuah aspek yang dapat Anda klasifikasikan dalam dua jenis yang berbeda. Kedua jenis klasifikasi piutang tersebut meliputi:
| Jenis Piutang | Penjelasan |
|---|---|
| Piutang Dagang | Merupakan tagihan kepada pelanggan yang membeli barang atau jasa secara kredit. Pembayaran biasanya dilakukan sesuai tempo yang disepakati, misalnya 30, 60, atau 90 hari setelah tanggal faktur. |
| Piutang Bukan Dagang | Tagihan yang timbul bukan dari penjualan barang atau jasa, melainkan dari transaksi lain seperti pinjaman, sewa, bunga, atau uang muka yang harus dibayar pihak lain kepada perusahaan. |
Contoh Piutang dalam Akuntansi Perusahaan
Berikut ini merupakan contoh-contoh dari account receivable atau piutang beserta dengan penjelasannya:
1. Piutang usaha (account receivable)
Account receivable merupakan suatu jumlah pembelian kredit yang berasal dari pelanggan. Hal ini juga familiar dengan istilah piutang dagang. Masa pelunasan akan berkisar 30-60 hari.
2. Wesel tagih (notes receivable)
Jenis ini merupakan surat formal yang dikeluarkan sebagai suatu bentuk pengukuran dari utang. Biasanya wesel tagih mempunyai waktu tagih selama 60-90 hari. Jika pihak pembeli atau debitur meminta waktu tagih lebih lama, debitur wajib membayar bunga.
3. Piutang lain-lain (other receivable)
Dalam jenis ini mencakup lebih luas seperti gaji, bunga, restitusi pajak, serta uang muka karyawan. Hal ini dapat terklasifikasikan pada bagian yang terpisah di neraca karena bukan berasal dari kegiatan operasional yang perusahaan lakukan.
Cara Mengelola Piutang Usaha yang Efektif
Piutang usaha yang menumpuk tanpa pengelolaan yang jelas berisiko berubah menjadi piutang tak tertagih dan mengganggu arus kas perusahaan. Masalah ini tidak hanya merugikan dari sisi pendapatan, tapi juga dapat menghambat pertumbuhan bisnis. Delapan langkah berikut membantu bisnis menekan risiko tersebut sekaligus menjaga hubungan baik dengan pelanggan.
1. Menetapkan kriteria dan batas pengendalian piutang
Pengelolaan piutang usaha yang baik dimulai dari penetapan kriteria debitur yang jelas mulai dari riwayat pembayaran, masa jatuh tempo, hingga sistem angsuran yang diizinkan. Perusahaan juga bisa mempersingkat masa jatuh tempo atau menolak calon debitur dengan riwayat pembayaran buruk untuk menekan risiko gagal bayar sejak awal.
2. Membuat surat perjanjian piutang
Surat perjanjian piutang mencantumkan peraturan, sanksi, dan kesepakatan antara debitur dan kreditur secara tertulis. Dokumen ini menjadi dasar hukum yang kuat ketika pengelolaan piutang usaha menghadapi sengketa pembayaran di kemudian hari.
3. Melakukan pembukuan piutang secara rutin
Pembukuan daftar piutang yang dilakukan secara rutin memudahkan perusahaan memantau status pembayaran setiap pelanggan. Kebiasaan ini juga meminimalkan risiko keterlambatan penagihan karena setiap perubahan status piutang langsung tercatat.
4. Membuat daftar khusus piutang usaha
Daftar atau kartu piutang usaha mencatat detail setiap pelanggan, termasuk nama debitur, rincian transaksi, dan masa jatuh tempo. Catatan ini yang membantu tim keuangan melacak mutasi piutang usaha per pelanggan tanpa harus membuka ulang dokumen transaksi satu per satu.
5. Menagih piutang usaha secara rutin dan efektif
Follow-up penagihan yang konsisten lewat telepon, WhatsApp, atau email membuat debitur tidak menunda pembayaran terlalu lama. Penagihan yang terjadwal jauh lebih efektif dibanding menunggu sampai piutang usaha mendekati tanggal jatuh tempo.
6. Memberlakukan denda keterlambatan
Kebijakan denda keterlambatan membuat debitur lebih disiplin melunasi piutang usaha sesuai kesepakatan awal. Karena tanpa konsekuensi yang jelas, debitur cenderung memprioritaskan kewajiban pembayaran lain di atas piutang kepada perusahaan.
7. Menerapkan kebijakan limit kredit
Limit kredit membatasi jumlah dan jangka waktu piutang usaha yang dapat diberikan kepada satu pelanggan. Misalnya, limit kredit 30 hari dipersingkat menjadi 2 minggu untuk pelanggan baru guna menekan risiko gagal bayar sekaligus menjaga arus kas tetap lancar.
8. Memberi sanksi blacklist untuk debitur bermasalah
Blacklist menjadi langkah terakhir saat debitur terus menunda pembayaran meski sudah ditagih dan diberi denda. Langkah ini menjadi penting untuk mencegah kerugian berulang dan melindungi kesehatan arus kas perusahaan dari pelanggan yang berisiko tinggi. Menggunakan software otomatisasi penagihan piutang dapat membantu tim keuangan menjalankan seluruh langkah ini dengan lebih efisien dan terstruktur.
Otomatisasikan Pencatatan Piutang dengan Sistem Akuntansi HashMicro

Konsultasi gratis, konsultasi kebutuhan bisnis gratis, bersertifikat PSAK & IFRS, serta bebas tambah user kapan saja adalah sedikit dari beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan. Selain itu, fitur-fitur HashMicro dapat membantu Anda dalam operasional akuntansi sehari-hari, seperti:
- Bank integration–auto reconciliation: Proses pencocokan otomatis antara data transaksi yang tercatat di bank dengan pembukuan internal dalam sistem.
- Multi-level analytical: Mengetahui trend atau insight dari seluruh transaksi keuangan yang ada secara real-time dan dapat di filter berdasarkan berbagai kategori (project, branch, dan lainnya)
- Profit & loss: Laporan yang membandingkan antara nilai keuntungan dan kerugian dengan anggaran awal dan perkiraan sebelumnya.
- Cash flow reports: Memantau arus kas masuk dan keluar perusahaan guna memastikan likuiditas yang cukup, membuat perencanaan keuangan yang tepat, dan mengidentifikasi serta mengatasi potensi masalah keuangan.
- Automated currency update: Memberikan informasi mengenai nilai tukar uang yang sedang berlaku secara otomatis dan real-time.
- Debt collection: Membantu perusahaan menjadwalkan dan melacak proses penagihan piutang usaha secara lebih teratur dan terstruktur.
- AR AP overview: Menyajikan ringkasan piutang (account receivable) dan utang (account payable) dalam satu dashboard untuk kontrol arus kas yang lebih jelas.
Kesimpulan
Piutang adalah salah satu bentuk penagihan yang penjual atau perusahaan ajukan kepada pembeli yang telah berutang. Terdapat tiga jenis piutang yang dapat Anda temukan, yaitu piutang usaha, wesel tagih, dan piutang lain-lain.
Berbicara mengenai pengelolaan piutang atau aspek keuangan lainnya, HashMicro menjadi penyedia software akuntansi yang tidak dapat kita tepikan. Melalui sistem akuntansi terbaik miliknya, HashMicro menyediakan berbagai keuntungan bagi Anda.
Tertarik untuk mengetahui tentang performa HashMicro lebih lanjut? Konsultasikan gratis sistem akuntansinya dan dapatkan beragam solusi serta penawaran menarik dari tim ahlinya!
Pertanyaan Seputar Piutang
-
Apa beda hutang dan piutang?
Hutang adalah kewajiban yang harus perusahaan bayar kepada pihak lain, sedangkan piutang adalah hak perusahaan untuk menerima pembayaran. Hutang muncul karena perusahaan meminjam uang atau barang, sementara piutang muncul ketika perusahaan menjual barang atau jasa secara kredit. Perbedaan utamanya terletak pada pihak yang memiliki kewajiban pembayaran.
-
Piutang terjadi karena apa?
Piutang terjadi karena perusahaan memberikan barang atau jasa kepada pelanggan dengan pembayaran di masa depan. Hal ini biasanya terjadi dalam transaksi kredit. Piutang mencatatkan hak perusahaan untuk menerima pembayaran sesuai kesepakatan.
-
Apakah kredit termasuk hutang?
Ya, kredit termasuk hutang. Dalam kredit, perusahaan atau individu meminjam uang dari pihak lain dan berkewajiban untuk membayar kembali sesuai dengan syarat yang disepakati. Kredit merupakan salah satu bentuk hutang yang melibatkan pembayaran di masa depan.
-
Apa contoh piutang dan hutang?
Contoh piutang adalah ketika perusahaan menjual barang secara kredit kepada pelanggan, sementara contoh hutang adalah ketika perusahaan meminjam uang dari bank untuk operasional. Piutang merupakan jumlah uang yang harus diterima oleh perusahaan, sedangkan hutang adalah jumlah uang yang harus perusahaan bayar. Kedua hal ini mencerminkan aliran kas yang berbeda.




