Di Indonesia, kewajiban pelaporan keberlanjutan sudah berlaku bagi lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik melalui POJK 51/POJK.03/2017. Kerangka nilai karbon nasional juga diperbarui melalui Perpres 110 Tahun 2025, yang mencabut Perpres 98 Tahun 2021.
Di Indonesia, kewajiban pelaporan keberlanjutan sudah berlaku bagi lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik melalui POJK 51/POJK.03/2017. Kerangka nilai ekonomi karbon nasional juga diperbarui melalui Perpres 110 Tahun 2025, yang mencabut Perpres 98 Tahun 2021.
Carbon accounting software membantu mengubah data aktivitas—seperti pemakaian bahan bakar, listrik, perjalanan, dan pembelian-menjadi estimasi emisi. Menurut GHG Protocol, Scope 1 mencakup emisi langsung, Scope 2 emisi dari energi yang dibeli, dan Scope 3 emisi tidak langsung lainnya dalam rantai nilai.
Dalam artikel ini, saya akan membahas apa itu carbon accounting software, manfaat yang ditawarkan, fitur penting, serta 12 rekomendasi terbaik. Tujuannya agar Anda dapat menemukan solusi yang sesuai bagi bisnis Anda.
Key Takeaways
Carbon accounting software adalah platform yang membantu perusahaan mengukur, menghitung, dan mengelola emisi gas rumah kaca.
Menggunakan carbon accounting software penting untuk membantu perusahaan mengelola emisi, memastikan kepatuhan, dan meningkatkan transparansi keberlanjutan.
Pilih carbon accounting software dengan fitur audit transparan, analitik akurat, serta fleksibilitas untuk menyesuaikan kebutuhan industri dan regulasi.
Apa Itu Carbon Accounting Software?
Carbon accounting software adalah platform yang membantu perusahaan dalam mengukur, menghitung, dan mengelola emisi gas rumah kaca. Software ini memungkinkan bisnis melacak data emisi secara real-time dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.
Lebih dari itu, penggunaan software ini juga menjadi bagian penting dalam penerapan ESG, khususnya pada aspek lingkungan. Dengan pengelolaan emisi yang lebih transparan dan terukur, perusahaan dapat menunjukkan komitmen nyata terhadap praktik bisnis berkelanjutan.
Permintaan terhadap software ini meningkat seiring dengan tekanan global untuk mengurangi jejak karbon. Perusahaan dapat mengidentifikasi sumber emisi terbesar dan menyusun strategi pengurangan yang lebih efektif. Dengan data akurat, mereka bisa menetapkan target dekarbonisasi yang realistis dan memantau perkembangannya.
Tentunya, carbon accounting software berbeda dengan software akuntansi perusahaan pada umumnya, karena yang dihitung adalah emisi rumah kaca dan bukan transaksi financial seperti pendapatan, kas, ataupun neraca.
Daftar Singkat Carbon Accounting Software Terbaik
| Vendor | Ideal untuk | Skala Bisnis | Fitur Utama | Harga |
|---|---|---|---|---|
| HashMicro | Perusahaan yang membutuhkan ERP + carbon accounting otomatis dan terintegrasi | Menengah hingga besar | Perhitungan karbon otomatis, AI & BI analytics, integrasi ERP penuh, ISO 27001 | Custom (hubungi tim HashMicro) |
| Coolset | Bisnis yang butuh pelaporan karbon lengkap untuk kepatuhan ESG | Menengah | Perhitungan emisi scope 1–3, TÜV-certified method, sustainability reporting | Mulai ±€8.000–€12.000/tahun |
| Persefoni | Perusahaan global yang memerlukan pelaporan ESG berbasis AI | Enterprise | AI-driven carbon tracking, GPT Copilot, audit logs, integrasi multi-sistem | Tidak dipublikasikan (hubungi vendor) |
| Normative | Perusahaan yang memerlukan data ilmiah untuk pelaporan karbon | Menengah hingga besar | Database 349.000 faktor emisi, laporan ilmiah, rekomendasi AI | Tidak dipublikasikan (hubungi vendor) |
| Greenly | UKM hingga enterprise yang membutuhkan tracking otomatis | Kecil hingga besar | Auto emission tracking, ESG dashboard, finance integration | Mulai $390–$1.000/bulan |
| Watershed | Perusahaan yang ingin mengelola dekarbonisasi end-to-end | Enterprise | Scope 1–3 measurement, lifecycle analysis, audit-ready reporting | Tidak dipublikasikan (hubungi vendor) |
| Sweep | Bisnis yang butuh platform kolaboratif untuk sustainability | Menegah | ESG dashboards, scenario planning, collaborative carbon tracking | Tidak dipublikasikan (hubungi vendor) |
| Sinai Technologies | Perusahaan yang fokus pada strategi dekarbonisasi & finansial | Enterprise | Scenario modeling, emissions planning, environmental data integration | Mulai ±$12.000–$20.000/tahun |
| Green Project: Emitwise | Bisnis yang ingin otomatisasi perhitungan karbon + supply chain | Menengah hingga besar | AI-based tracking, scope 3 supply chain data, customizable reporting | Tidak dipublikasikan (hubungi vendor) |
| Cloverly | Perusahaan yang fokus pada carbon offsetting | Kecil hingga menengah | Auto carbon offsets, API integration, real-time impact reporting | Mulai $50–$500/bulan (tergantung API usage) |
| Dynamics 365 Sustainability | Enterprise yang memakai ekosistem Microsoft | Enterprise | AI monitoring, Azure integration, ESG reporting scope 1–3 | Berdasarkan paket Azure (custom pricing) |
| Salesforce Net Zero Cloud | Perusahaan besar yang butuh governance ESG + integrasi operasional | Enterprise | Scope 1–3 tracking, ESG AI dashboard, energy & waste tracking | Mulai ±$48.000/tahun (data publik Salesforce) |
Kepatuhan carbon accounting di Indonesia
Mulailah dari kewajiban yang berlaku untuk jenis usaha Anda. POJK 51/2017 mengatur laporan keberlanjutan bagi lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik, sedangkan Perpres 110/2025 mengatur penyelenggaraan instrumen nilai ekonomi karbon serta pengendalian emisi gas rumah kaca nasional.
Perpres tersebut tidak berarti setiap perusahaan wajib membeli carbon accounting software. Untuk perhitungan, catat batas organisasi, periode, data aktivitas, sumber dan tahun faktor emisi, asumsi, serta pihak yang memeriksa hasilnya. Faktor emisi listrik harus dipilih sesuai sistem kelistrikan dan metode yang dipakai; Kementerian ESDM menerbitkan rujukan faktor emisi sistem ketenagalistrikan.
Kapan memilih ERP, kapan memilih platform karbon khusus?
Pilih ERP ketika masalah utamanya adalah mengumpulkan data operasional yang tersebar di pembelian, persediaan, aset, dan keuangan. Pilih platform karbon khusus ketika tim perlu menghitung Scope 1-3, mengelola faktor emisi, menelusuri setiap perhitungan, dan menyiapkan laporan untuk pemeriksaan.
Perusahaan dengan kedua kebutuhan tersebut dapat memakai ERP sebagai sumber data aktivitas dan platform karbon sebagai tempat perhitungan serta pelaporan emisi.
12 Rekomendasi Carbon Accounting Software Terbaik
Carbon accounting software mempermudah perusahaan dalam mengukur, menganalisis, dan melaporkan emisi karbon secara akurat. Dengan berbagai fitur unggulan, setiap software menawarkan solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut rekomendasi terbaik yang bisa Anda pertimbangkan:
1. HashMicro

HashMicro ERP Software tidak hanya mengelola operasional bisnis, tetapi juga mendukung carbon accounting. Dengan otomatisasi pelacakan emisi, perusahaan dapat memonitor jejak karbon secara akurat dan mengurangi risiko kesalahan pelaporan.
Software ini juga menyediakan laporan keberlanjutan berbasis data real-time. Hal ini membantu perusahaan membuat keputusan strategis terkait pengurangan emisi karbon. Dengan pendekatan AI, sistem dapat mengidentifikasi pola konsumsi energi yang tidak efisien dan memberikan rekomendasi optimal.
Selain itu, penggunaan sistem yang telah tersertifikasi ISO 27001 memberikan jaminan bahwa data emisi dan sistem pelaporan dikelola dengan keamanan terbaik.
Data juga memperlihatkan bahwa bisnis sering mengalami accuracy gap hingga 30-40 % kesalahan estimasi emisi, jadi pelacakan otomatis sangat krusial.
Dengan fitur tersebut, HashMicro bukan hanya ERP biasa, tetapi juga solusi keberlanjutan. Coba demo gratis untuk melihat bagaimana sistem ini mendukung carbon accounting perusahaan Anda.
Fitur:
- Manajemen inventaris otomatis: Memantau konsumsi bahan baku dan energi untuk mengurangi limbah serta emisi karbon.
- Pelacakan dan laporan keuangan: Menganalisis biaya operasional terkait energi guna mengoptimalkan strategi pengurangan karbon.
- Analitik dan laporan yang real time: Menyediakan laporan otomatis untuk memantau tren emisi dan memastikan kepatuhan regulasi Environmental Social and Governance (ESG).
- Manajemen rantai pasok: Memantau dampak lingkungan pemasok agar perusahaan dapat memilih mitra yang lebih berkelanjutan.
- Otomatisasi proses bisnis: Mengurangi penggunaan kertas dan energi dengan automasi, meningkatkan efisiensi operasional.
- Perhitungan emisi karbon otomatis: Menggunakan algoritma cerdas untuk menghitung emisi berdasarkan data konsumsi energi, bahan baku, dan aktivitas operasional.
| Kelebihan | Kekurangan |
| Unlimited users tanpa biaya tambahan. | Waktu implementasi dapat bervariasi tergantung tingkat kustomisasi. |
| Dukungan AI dan BI untuk menghasilkan laporan akurat sesuai regulasi. | |
| Integrasi penuh dengan modul ERP HashMicro lainnya. | |
| Fokus pada pasar Asia Tenggara dengan dukungan lokal yang responsif. | |
| Sertifikasi ISO/IEC 27001 untuk membantu menjaga keamanan data. |
"Sebelum memakai HashMicro Carbon Accounting, tim kami sering kesulitan mengumpulkan data emisi dari berbagai departemen. Sekarang, semua laporan langsung tersaji otomatis dan siap diaudit."
2. Coolset

Coolset adalah software carbon accounting yang dirancang untuk membantu bisnis menghitung, mengelola, dan mengurangi emisi karbon secara efisien. Dengan pendekatan berbasis data, software ini memungkinkan perusahaan melacak jejak karbon mereka secara real-time dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan yang berlaku.
Fitur:
- Perhitungan emisi otomatis
- Laporan keberlanjutan
- Integrasi dengan berbagai sistem bisnis
- Analitik berbasis data
| Kelebihan | Kekurangan |
| Fitur lengkap untuk scope 1–3 dan regulasi | Harga mahal untuk perusahaan kecil |
| Metodologi bersertifikat TÜV Rheinland | Fokus pada compliance, kurang fleksibel |
| Otomatisasi data dan audit-ready trail | Dukungan pelanggan kurang jelas |
3. Persefoni

Persefoni menyediakan solusi carbon accounting berbasis AI yang mendukung perusahaan dalam pelaporan dan pengelolaan emisi dengan standar global. Software ini cocok bagi bisnis yang ingin meningkatkan transparansi dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi ESG.
Fitur:
- Pelacakan emisi karbon berbasis AI
- Kepatuhan terhadap standar pelaporan ESG global
- Dasbor analitik interaktif
- Integrasi dengan sistem keuangan dan operasional
| Kelebihan | Kekurangan |
| Fitur lengkap scope 1–3 dan kategori scope 3 | Harga advanced tidak transparan |
| GPT Copilot untuk bantuan teknis 24/7 | Kompleks untuk pengguna baru |
| Ledger transparan dan audit logs detail | Dukungan premium butuh add-on |
4. Normative

Normative adalah platform carbon accounting yang membantu perusahaan mengukur dan mengurangi dampak lingkungan mereka. Dengan dukungan data berbasis sains, software ini memberikan laporan akurat untuk strategi dekarbonisasi yang lebih efektif.
Fitur:
- Perhitungan jejak karbon otomatis
- Laporan berbasis data ilmiah
- Saran pengurangan emisi berbasis AI
- Kepatuhan terhadap standar regulasi lingkungan
| Kelebihan | Kekurangan |
| Basis data 349.000 faktor emisi | Harga tidak transparan |
| Dukungan climate strategist | Proses unggah data rumit |
| Laporan siap audit sesuai GHG Protocol | Fitur baru kadang ubah tampilan |
5. Greenly

Greenly mempermudah perusahaan dalam menghitung dan mengelola jejak karbon mereka dengan pendekatan berbasis otomatisasi. Software ini cocok untuk bisnis dari berbagai industri yang ingin meningkatkan keberlanjutan dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.
Fitur:
- Perhitungan otomatis emisi karbon
- Dasbor interaktif
- Laporan ESG yang sesuai dengan standar
- Integrasi dengan alat manajemen keuangan
| Kelebihan | Kekurangan |
| User-friendly interface dengan otomatisasi data | Fungsi reporting scope 1 dan 2 terbatas |
| Fokus pada automation dan kemudahan penggunaan | Harga tinggi untuk bisnis kecil |
| Real-time tracking dan integrasi sistem keuangan | Masalah tampilan format dan stabilitas |
6. Watershed

Watershed adalah software carbon accounting yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola emisi karbon dengan pendekatan berbasis data. Platform ini memungkinkan bisnis menghitung, menganalisis, dan melaporkan emisi dengan lebih akurat untuk mencapai target keberlanjutan.
Fitur:
- Pelacakan emisi
- Integrasi dengan berbagai sistem bisnis
- Laporan ESG yang dapat disesuaikan
- Rekomendasi pengurangan emisi berbasis analitik
| Kelebihan | Kekurangan |
| Mendukung pengukuran scope 1–3 dan lifecycle detail | Memerlukan onboarding komprehensif |
| Menyediakan audit-ready reporting dan data trail | Harga tidak transparan |
| Menawarkan tools actionable untuk dekarbonisasi | Interface cukup kompleks |
7. Sweep

Sweep adalah platform carbon accounting yang berfokus pada pelacakan dan pengurangan emisi dengan pendekatan berbasis kolaborasi. Software ini membantu bisnis memahami dampak lingkungan mereka dan mengimplementasikan strategi keberlanjutan yang lebih baik.
Fitur:
- Pelacakan emisi
- Laporan dan analitik untuk kepatuhan ESG
- Kolaborasi antar tim dalam strategi keberlanjutan
- Rekomendasi tindakan berbasis data
| Kelebihan | Kekurangan |
| Platform kolaboratif dan user-friendly | Skalabilitas terbatas untuk enterprise besar |
| Mendukung pelaporan dan kepatuhan otomatis | Implementasi awal cukup kompleks |
| Dilengkapi AI insights dan scenario planning | Harga tidak tersedia publik |
8. Sinai Technologies

Sinai Technologies menawarkan solusi carbon accounting berbasis data yang membantu perusahaan dalam perencanaan dekarbonisasi. Dengan analitik yang mendalam, software ini memungkinkan bisnis memahami dan mengurangi emisi karbon secara strategis.
Fitur:
- Model perhitungan emisi berbasis skenario
- Integrasi dengan berbagai sumber data lingkungan
- Pemantauan dan analitik emisi
- Pelaporan sesuai standar ESG global
| Kelebihan | Kekurangan |
| Perencanaan dekarbonisasi dan analisis finansial canggih | Bukan solusi carbon accounting lengkap |
| Berbasis sains dengan model emisi detail | Membutuhkan pelatihan karena kompleks |
| Mendukung strategi iklim jangka panjang | Kurang cocok untuk pemula |
9. Green Project: Emitwise

Emitwise yang kini telah diakuisisi oleh Green Project juga menyediakan platform carbon accounting yang mengotomatiskan perhitungan dan pelaporan emisi karbon. Software ini cocok bagi bisnis yang ingin meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam manajemen keberlanjutan.
Fitur:
- Otomatisasi perhitungan emisi berbasis AI
- Analitik berbasis data
- Integrasi dengan sistem ERP
- Laporan keberlanjutan yang dapat disesuaikan
| Kelebihan | Kekurangan |
| Memusatkan data emisi supply chain termasuk scope 3 | Harga tidak transparan |
| Real-time tracking dengan kualitas finansial | Kurva belajar cukup tinggi |
| Memudahkan integrasi data emisi lintas departemen | Fitur lanjutan tidak selalu jelas |
10. Cloverly

Cloverly berfokus pada offsetting karbon dengan membantu perusahaan mengimbangi emisi mereka melalui proyek-proyek keberlanjutan. Platform ini memungkinkan bisnis mendukung inisiatif hijau dengan mudah dan transparan.
Fitur:
- Perhitungan dan offset emisi otomatis
- Pilihan proyek keberlanjutan berkualitas tinggi
- API untuk integrasi ke berbagai sistem bisnis
- Pelaporan dampak lingkungan secara real-time
| Kelebihan | Kekurangan |
| API real-time untuk carbon offsets berkualitas | Fokus pada kredit offset, bukan akuntansi penuh |
| Mudah diintegrasikan dengan transaksi bisnis | Keterbatasan dalam pelaporan emisi internal |
| Mendorong climate-positive actions secara instan | Kurang sesuai untuk kebutuhan compliance |
11. Dynamics 365 Sustainability

Dynamics 365 Sustainability adalah solusi berbasis cloud yang membantu bisnis melacak, menganalisis, dan mengurangi jejak karbon mereka. Dengan memanfaatkan teknologi AI dan data analytics, software ini memungkinkan perusahaan mengelola emisi dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.
Fitur utama:
- Pemantauan dan analisis emisi berbasis AI
- Integrasi dengan Microsoft Azure dan aplikasi bisnis lainnya
- Pelaporan keberlanjutan sesuai standar global
- Rekomendasi otomatis untuk pengurangan emisi
| Kelebihan | Kekurangan |
| Real-time tracking jejak lingkungan | UI kompleks bagi pengguna non-teknis |
| Pelaporan ESG dengan cakupan scope 1–3 | Kurva pembelajaran cukup tinggi |
| Data management aman dan scalable | Biaya tinggi untuk perusahaan kecil |
12. Salesforce Net Zero Cloud

Salesforce Net Zero Cloud adalah platform pelaporan keberlanjutan yang membantu perusahaan mengukur, mengelola, dan menurunkan emisi karbon secara terstruktur. Solusi ini cocok untuk bisnis menengah hingga enterprise yang membutuhkan pelacakan emisi berbasis data dan integrasi lintas sistem.
Fitur Utama:
- Penghitungan emisi otomatis untuk Scope 1, 2, dan sebagian Scope 3
- Dasbor ESG real-time berbasis AI
- Pelacakan energi, air, dan limbah dalam satu platform
- Integrasi penuh dengan ekosistem Salesforce dan sistem operasional perusahaan
| Kelebihan | Kekurangan |
| Integrasi kuat dengan CRM, ERP, dan data operasional | Biaya implementasi dan lisensi relatif tinggi |
| Analitik ESG real-time dengan dukungan AI | Butuh konfigurasi kompleks untuk Scope 3 |
| Cocok untuk enterprise global dengan compliance ketat | Memerlukan tim IT khusus untuk optimasi sistem |
Fitur Apa Saja yang Harus Dicari dalam Carbon Accounting Software?

Memilih carbon accounting software yang tepat sangat bergantung pada fitur yang ditawarkan. Berikut beberapa fitur penting yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih solusi terbaik:
- Auditing yang terpadu: Software harus memiliki alur audit yang transparan dan otomatis agar data emisi akurat, minim manipulasi, dan mendukung peningkatan ESG score.
- Pengalaman di market keberlanjutan: Pilih vendor dengan rekam jejak kuat agar solusi yang diberikan relevan dan mampu mengikuti perkembangan regulasi karbon.
- Kemitraan industri yang relevan: Jaringan kolaborasi menunjukkan kredibilitas vendor dan kesiapan menghadapi tantangan emisi jangka panjang.
- Fitur pelaporan dan analitik: Sistem harus menyediakan data emisi akurat, dashboard komparatif, dan pemantauan energi untuk strategi pengurangan karbon berbasis data.
- Dapat dipersonalisasi: Layanan harus fleksibel mengikuti regulasi, industri, dan lokasi, serta menyediakan panduan real-time agar target emisi lebih mudah dicapai.
Pentingnya Menggunakan Carbon Accounting Software
Penggunaan carbon accounting software menjadi krusial bagi perusahaan dalam mengelola emisi gas rumah kaca. Perangkat lunak ini memungkinkan bisnis untuk mengukur, menganalisis, dan melaporkan emisi mereka secara akurat, memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan yang semakin ketat. Proses mengukur dan menganalisis emisis dikenal juga sebagai carbon tracking.
Software ini membantu perusahaan mengidentifikasi sumber emisi terbesar, memungkinkan perencanaan strategi dekarbonisasi yang efektif seperti carbon credit. Dengan data yang akurat, perusahaan dapat menetapkan target pengurangan emisi yang realistis dan memantau kemajuan mereka secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, carbon accounting software meningkatkan transparansi dalam carbon reporting untuk membangun kepercayaan dengan pemangku kepentingan seperti investor dan pelanggan. Dengan melibatkan seluruh rantai pasok dalam upaya pengurangan emisi, perusahaan dapat berkontribusi signifikan dalam memerangi perubahan iklim.
Baca juga: Daftar software AI akuntansi terbaik untuk perusahaan.
Kesimpulan
Carbon accounting software membantu perusahaan melacak, menganalisis, dan mengurangi emisi karbon. Dengan data yang akurat, bisnis dapat menyusun strategi keberlanjutan yang lebih efektif. Transparansi dalam pelaporan juga meningkatkan kepatuhan regulasi dan kepercayaan investor.
HashMicro ERP Software hadir sebagai solusi terpadu yang tidak hanya mengelola operasional bisnis, tetapi juga mendukung pelacakan emisi. Dimana perusahaan dapat memantau jejak karbon secara real-time dan mengidentifikasi pola konsumsi energi yang tidak efisien. Hal ini memungkinkan strategi dekarbonisasi yang lebih optimal.
Dengan sistem yang fleksibel dan dapat disesuaikan, HashMicro ERP Software menjadi solusi ideal bagi perusahaan yang ingin lebih efisien dan ramah lingkungan. Coba demo gratisnya sekarang!
Pertanyaan Seputar Carbon Accounting Software
Software ini membantu bisnis menghitung, melacak, dan menganalisis emisi karbon dengan akurat. Selain itu, mendukung kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, meningkatkan efisiensi operasional, dan membantu perusahaan mencapai target keberlanjutan.
Tidak. Carbon accounting berfokus pada pencatatan dan pelaporan emisi, sementara carbon management mencakup strategi untuk mengurangi, mengimbangi, dan mengelola emisi secara keseluruhan.
Perusahaan dari berbagai industri, organisasi nirlaba, hingga instansi pemerintah yang ingin memahami dan mengurangi jejak karbon mereka serta mematuhi regulasi lingkungan yang berlaku.
Kalkulator jejak karbon biasanya digunakan untuk memperkirakan emisi dari aktivitas tertentu atau dalam satu periode singkat. Carbon accounting software mengelola data emisi organisasi secara berkelanjutan, mengelompokkannya berdasarkan sumber dan scope, menyimpan riwayat data, serta menyediakan laporan dan jejak audit.
Scope 1 adalah emisi langsung dari sumber yang dimiliki atau dikendalikan perusahaan, seperti pembakaran bahan bakar pada kendaraan operasional. Scope 2 adalah emisi tidak langsung dari energi yang dibeli, seperti listrik, uap, atau panas. Scope 3 mencakup emisi tidak langsung lain dalam rantai nilai, seperti pembelian bahan baku, distribusi, perjalanan bisnis, dan limbah.
Siapkan data konsumsi listrik, bahan bakar, perjalanan kendaraan, pengiriman, penggunaan bahan baku, pembelian barang dan jasa, perjalanan bisnis, limbah, serta aktivitas pemasok. Kebutuhan datanya bergantung pada scope yang ingin dihitung dan batas organisasi yang digunakan perusahaan.
Sistem mengelompokkan aktivitas perusahaan, mengalikan data aktivitas dengan faktor emisi yang sesuai, lalu mengonversi hasilnya menjadi karbon dioksida ekuivalen atau CO2e. Hasil tersebut kemudian dijumlahkan berdasarkan scope, lokasi, periode, dan sumber emisi untuk menghasilkan laporan yang dapat dianalisis serta diaudit.
Bisa, jika software menyediakan konektor, API, atau integrasi yang sesuai. Data pembelian, persediaan, energi, perjalanan, logistik, dan biaya operasional dapat dipetakan ke kategori emisi. Namun, perusahaan tetap perlu menetapkan struktur data, faktor emisi, dan aturan validasi agar hasil integrasi konsisten.
Tidak ada satu jenis software yang wajib digunakan oleh semua perusahaan. Kebutuhan pelaporan emisi bergantung pada regulasi, sektor industri, tuntutan pelanggan atau investor, serta komitmen keberlanjutan perusahaan. Software menjadi semakin penting ketika data berasal dari banyak lokasi, departemen, atau pemasok dan harus dilaporkan secara berkala.
Carbon accounting software digunakan untuk mengukur dan melaporkan emisi perusahaan, sedangkan carbon credit atau carbon offset merupakan instrumen untuk mendukung pengurangan atau kompensasi emisi. Software dapat membantu memantau emisi residual dan aktivitas offset, tetapi penggunaannya tidak menggantikan upaya mengurangi emisi dari sumbernya.













