Perusahaan memerlukan karyawan dengan keahlian terbaik dan relevan dengan kebutuhan divisi yang ada untuk menjamin proses operasional bisnis dapat meningkat atau minimal tetap terjaga. Mencari karyawan yang pas dengan kebutuhan perusahaan harus melalui pendekatan terstruktur agar relevan.
Talent management framework di sini berperan menjamin pengelolaan karyawan unggul di kantor dengan lebih presisi dan mampu menjawab keperluan operasional perusahaan. Riset dari Gallup membuktikan bahwa unit bisnis dengan employee engagement pada kuartil teratas memiliki profitabilitas 23% lebih tinggi daripada unit pada kuartil terbawah.
Key Takeaways
Key Takeaways
Kerangka kerja manajemen bakat atau talenta merupakan dasar terstruktur dalam pengelolaan karyawan dengan kompetensi baik untuk keperluan bisnis.
Perusahaan yang pertumbuhannya sedang pesat perlu menerapkan framework manajemen talenta yang terstruktur agar perusahaan tetap memiliki alokasi tenaga kerja berskill yang relevan dalam masa tumbuh perusahaan.
Tetapkan tujuan bisnis terlebih dulu karena dengan mengetahui tujuan bisnis, perusahaan Anda dapat mempersiapkan kerangka kerja manajemen bakat dengan lebih efektif.
Apa Itu Talent Management Framework?
Talent management framework adalah kerangka terstruktur untuk mengelola talenta perusahaan. Kerangka ini menghubungkan penarikan, penilaian, hingga penempatan karyawan pada pekerjaan sesuai kompetensi yang dimilikinya. Kerangka manajemen talenta penting bagi perusahaan dalam menemukan bakat terbaik yang cocok untuk direkrut dan mengambil spesialisasi pekerjaan yang membutuhkan skill dari tiap karyawan unggul.
Apa Itu Talent Management Framework?
Talent management framework adalah kerangka terstruktur untuk mengelola talenta perusahaan. Kerangka ini menghubungkan penarikan, penilaian, hingga penempatan karyawan pada pekerjaan sesuai kompetensi yang dimilikinya. Kerangka manajemen talenta penting bagi perusahaan dalam menemukan bakat terbaik yang cocok untuk direkrut dan mengambil spesialisasi pekerjaan yang membutuhkan skill dari tiap karyawan unggul.
Apa Itu Talent Management Framework?
Talent management framework adalah kerangka terstruktur untuk mengelola talenta perusahaan. Kerangka ini menghubungkan penarikan, penilaian, hingga penempatan karyawan pada pekerjaan sesuai kompetensi yang dimilikinya. Kerangka manajemen talenta penting bagi perusahaan dalam menemukan bakat terbaik yang cocok untuk direkrut dan mengambil spesialisasi pekerjaan yang membutuhkan skill dari tiap karyawan unggul.
- Attraction: Menarik kandidat karyawan yang tepat.
- Identification: Mengidentifikasi kinerja dan kompetensi dari masing-masing karyawan.
- Development: Pengembangan karyawan melalui pelatihan dan sosialisasi.
- Engagement: Menjaga keterlibatan karyawan di pekerjaan perusahaan.
- Retention: Mempertahankan bakat yang memberi value baik.
- Deployment: Menempatkan tiap tenaga kerja pada proyek yang tepat.
Framework manajemen talenta menggabungkan semua elemen di atas untuk menjamin penempatan karyawan di pekerjaan yang sesuai untuk kelangsungan bisnis perusahaan Anda.
Kapan Perusahaan Membutuhkan Kerangka Manajemen Talenta?
Kerangka pengelolaan bakat memegang peranan krusial bagi perusahaan yang sedang mencari atau membutuhkan talenta untuk mengembangkan bisnis. Karenanya, manajemen talenta perlu memperhatikan kebutuhan perusahaan secara spesifik. Berikut Anda bisa pahami kapan perusahaan membutuhkan framework ini:
1. Perusahaan sedang pesat bertumbuh
Pertumbuhan perusahaan, misal seperti ekspansi atau mengetes program baru menggunakan AI, memerlukan adaptasi internal dari penyelesaian pekerjaan oleh karyawan Anda. Maka itu kerangka manajemen talenta amat diperlukan jika pertumbuhan perusahaan sedang pesat-pesatnya karena akan ada tantangan baru yang mengharuskan upskilling atau reskilling kompetensi karyawan.
2. Posisi kritis belum terisi dan belum ada penerusnya
Jika keberlangsungan operasional masih bergantung pada pimpinan dan ahli tertentu, maka perusahaan harus memprioritaskan pembentukan framework talent management untuk mencari penerus baru dan melanjutkan posisi yang kritis untuk dijalankan.
3. Penilaian talenta masih bersifat bias atau subjektif
Seringkali penilaian talenta di kantor hanya berdasarkan asumsi atau kesan pertama saja, sehingga penilaiannya menjadi tidak objektif dan malah kurang memenuhi kebutuhan dalam posisi tertentu.
Tujuan framework manajemen bakat di sini memastikan penilaian talenta memang berdasarkan seberapa baik kompetensi dan skill yang diberikan karyawan ke perusahaan sesuai bidangnya.
4. Karyawan potensial keluar
Mungkin perusahaan merasa bahwa manajemen talenta sudah cukup baik karena semuanya mendapatkan porsi pekerjaan yang adil. Tetapi, mengapa karyawan potensial masih sering keluar?
Jawabannya ada pada manajemen bakat itu sendiri, mungkin saja perusahaan tidak menawarkan perkembangan pada jalur karier dengan baik sehingga tenaga kerja potensial merasa tidak cocok dengan peluang yang ditawarkan perusahaan. Tujuan framework talent management yaitu untuk menganalisis apa yang karyawan perlukan dalam perkembangan karier dan skill mereka.
5. Rekrutmen, pelatihan, dan penempatan tidak satu alur
Tanpa framework yang baik, perusahaan mungkin hanya mengincar keberhasilan proses rekrutmen saja tanpa mempertimbangkan apakah rekrutmen yang dilakukan mampu memenuhi kebutuhan divisi prioritas di kantor untuk perkembangan bisnis.
Kerangka talent management di sini bertujuan dalam menjamin seluruh proses dari rekrutmen, pelatihan, hingga penempatan proyek karyawan sevisi dan memang relevan dengan kebutuhan bisnis.
6. Perusahaan kesulitan memperoleh kompetensi tertentu
Pemetaan bakat yang buruk menyulitkan perusahaan untuk mendapatkan talenta yang memang diperlukan untuk operasional bisnis, sehingga peran talent management framework dalam hal ini menjadi penting untuk memperjelas talenta yang sesuai dengan kebutuhan divisi.
7. Standar pengelolaan talenta berbeda-beda antar divisi
Kerangka manajemen talenta menyatukan seluruh pemahaman antar divisi mengenai bagaimana bakat yang mampu memberikan value sepadan dengan kebutuhan operasional tiap divisi.
Perlu Anda ingat juga, menetapkan strategi talent management merupakan cara untuk menjaga kepatuhan perusahaan pada regulasi hukum. UU No. 13 Pasal 12 Tahun 2023 menyatakan bahwa perusahaan bertanggung jawab meningkatkan dan mengembangkan kompetensi pekerja melalui pelatihan kerja. Dengan memahami keadaan-keadaan di atas, Anda dapat menentukan strategi talent management yang lebih relevan.
Cara Membuat Talent Management Framework

Membuat atau mengembangkan kerangka kerja manajemen talenta memerlukan sejumlah tahapan yang perlu Anda perhatikan agar kerangka yang dibuat mampu memenuhi kebutuhan kerja. Pelajari langkah-langkahnya berikut:
1. Pertama, tetapkan tujuan bisnis dulu sebelum membuat kerangka: Mulai dulu dari masalah bisnis yang ingin diselesaikan seperti menyiapkan pemimpin untuk ekspansi, menekan risiko kekurangan posisi kritis, membangun kompetensi kantor yang lebih maju, atau mempertahankan karyawan dengan talenta tinggi.
2. Identifikasi posisi dan kompetensi kritis: Buat pemetaan posisi yang paling menentukan keberhasilan operasional atau ekspansi. Nilai kompetensi karyawan atau calon pemimpin dari keahlian yang mereka miliki, tanggung jawab, dan juga risiko jika posisi kosong.
3. Analisis kebutuhan tenaga kerja dan kesenjangan kompetensi: Bandingkan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan dengan ketersediaannya saat ini. Cari celah kesenjangan yang terjadi antar divisi di perusahaan Anda, misalnya tim Learning and Development kekurangan tenaga pelatih karyawan, Anda bisa masukan itu sebagai pertimbangan mencari talenta trainer karyawan.
4. Buatlah talent inventory: Selanjutnya yaitu menetapkan kriteria karyawan yang dicari berdasarkan keahlian dan pengalaman kerja mereka. Buat asesmen juga untuk memvalidasi keahlian pekerja.
5. Setelah itu, bentuk talent pool: Kumpulkan kandidat potensial dan buat perencanaan suksesi untuk para kandidat tergantung dengan kompetensi dan penempatan divisi mereka.
6. Susun rencana pengembangan: Setelah menempatkan karyawan, Anda perlu menyusun program pengembangan seperti pelatihan kompetensi teknis atau sosialisasi pengembangan diri karyawan.
7. Bagilah tanggung jawab: Program ini tidak hanya menjadi tanggung jawab divisi HR saja, tapi tim lain juga harus paham dengan peran mereka dalam mendapatkan kandidat potensial. Tetapkan PIC (Person In-Charge) setiap divisi untuk mengawasi perkembangan kandidat mereka, misal PIC keuangan memantau posisi akuntan strategis.
8. Tetapkan KPI: Gunakan Key Performance Indicator atau metrik pendukung manajemen talenta lainnya untuk mengecek apakah strategi talent management sudah efektif untuk menjawab masalah keahlian dan bakat karyawan di kantor. Evaluasi secara berkala relevansinya terhadap pengelolaan talenta perusahaan Anda.
Template Kerangka Manajemen Talenta Indonesia
Dalam mengelola bakat di perusahaan, tim HR perlu memperhatikan metrik yang sesuai dan relevan dengan kebutuhan perusahaan. Agar terbayang seperti apa metriknya, Anda bisa unduh template framework manajemen talenta di bawah ini:Template Talent Management Framework Indonesiamplate Talent Management Framework Indonesia
Template Talent Management Framework Indonesia
Optimalkan Manajemen Talenta dengan Software HRM
Software HRM (Human Resources Management) mengefisienkan proses manajemen bakat di kantor berkat otomatisasi penyimpanan data secara real-time untuk memastikan pengelolaan talenta memang berdasarkan kondisi nyata tiap divisi di kantor. Anda bisa pahami apa saja peranan dari sistem ini di bawah:- Sebagai pusat data bakat karyawan: Software HRM bertindak sebagai database seluruh data karyawan kantor. Data seperti rekrutmen, riwayat kerja, dan tingkat kehadiran disimpan dalam software ini.
- Mengidentifikasi kesenjangan kompetensi: Dari data yang disimpan di software, tim HR dapat mengevaluasi apakah ada kesenjangan kompetensi dari setiap divisi di perusahaan.
- Membantu dalam pembentukan talent pool: Sistem HRM digital juga membantu perusahaan menyusun talent pool untuk posisi kepemimpinan, atau peran yang kritis berdasarkan data kinerja yang tersedia di software.
Kesimpulan
Manajemen talenta yang baik berarti memahami kemampuan perusahaan dengan sumber daya manusia, dalam hal ini para karyawan dengan keahlian yang memadai dan relevan, untuk mengembangkan bisnis. Maka itu pendekatan terstruktur memang diperlukan untuk menjamin proses ini mampu menjawab masalah ketenagakerjaan di kantor.Tim HR Anda perlu mengoordinasikan keseluruhan proses ini dengan PIC dari divisi lain karena meskipun HR mengetahui keadaan tiap tim di lingkup kantor secara garis besar, tetap yang paling mengetahui kondisi tiap tim merupakan PIC atau perwakilan divisi yang bekerja di bidang tersebut.
Pertanyaan Seputar Talent Management Framework
Sebenarnya berbeda tapi masing-masing punya kaitannya. Manajemen SDM (sumber daya manusia) lebih berfokus pada hal-hal umum seperti rekrutmen, urusan kontrak kerja, dan penggajian. Sedangkan manajemen talenta itu lebih mengerucut dengan berfokus hanya pada keunggulan kompetensi karyawan untuk tujuan bisnis.
Kompetensi yang perlu dinilai yaitu workforce planning, identifikasi talenta, pengembangan karyawan, perencanaan suksesi atau penerus, komunikasi, dan pemahaman bisnis.
1) Tentukan tujuan bisnis 2) Identifikasi posisi dan kompetensi kritis 3) Perekrutan karyawan baru 4) Penilaian kinerja 5) Pembuatan rencana pengembangan 6) Atur perencanaan suksesi atau penerus 7) Jaga keterlibatan dan retensi karyawan
Paragraf baru...
Kapan Perusahaan Membutuhkan Kerangka Manajemen Talenta?
Kapan Perusahaan Membutuhkan Kerangka Manajemen Talenta?
Kapan Perusahaan Membutuhkan Kerangka Manajemen Talenta?







