Dalam bisnis, invoice atau faktur digunakan untuk mencatat sekaligus menagih transaksi penjualan barang maupun jasa. Namun, banyak pelaku usaha masih keliru membedakannya dengan faktur pajak, nota, dan kwitansi.
Kesalahan pada format atau nomor invoice dapat memperlambat pembayaran dan mengganggu arus kas. Terlebih, Atradius mencatat sekitar 49% invoice B2B di Asia Pasifik mengalami keterlambatan pembayaran.
Artikel ini membahas pengertian invoice, fungsi, jenis, komponen wajib, cara membuat, serta perbedaannya dengan dokumen transaksi lain agar bisnis dapat menagih pembayaran secara lebih profesional.
Key Takeaways
Invoice adalah dokumen tagihan dari penjual kepada pembeli yang berisi rincian transaksi dan permintaan pembayaran.
Ada beberapa jenis invoice yang umum digunakan, seperti invoice standar, proforma, kredit, komersial, pajak, recurring, dan kolektif.
Untuk membuat invoice yang benar, bisnis perlu mencantumkan informasi dasar, nomor unik, detail transaksi, PPN, jatuh tempo, metode pembayaran, lalu meninjaunya sebelum dikirim.
Daftar Isi:
Apa itu Invoice?
Invoice adalah dokumen resmi yang digunakan untuk mencatat transaksi penjualan barang atau jasa, mencakup detail seperti deskripsi barang, harga, dan total biaya. Dokumen ini diterbitkan oleh penjual kepada pembeli dan berfungsi sebagai bukti transaksi dan pelaporan keuangan.
Dokumen ini memainkan peran penting dalam bisnis, terutama dalam aspek akuntansi dan keuangan. Bagi penjual, faktur penjualan berfungsi sebagai dokumen penting untuk mencatat pendapatan yang diterima dan mengelola piutang.
Dalam akuntansi, invoice disebut sales invoice atau commercial invoice. Dokumen ini menjadi dasar pengakuan piutang dagang karena menunjukkan kewajiban pembeli untuk membayar. Artinya, saat invoice diterbitkan, bisnis sudah memiliki klaim pembayaran atas pelanggan meskipun uang belum diterima.
Jenis-jenis Invoice
Pemilihan jenis invoice sangat memengaruhi perlakuan akuntansi maupun perpajakan. Berikut tujuh jenis invoice yang paling sering digunakan di Indonesia.
Invoice Standar (Sales Invoice)
Proforma Invoice
Invoice Kredit
Invoice Komersial
Invoice Pajak (e-Faktur)
Recurring Invoice
Invoice Kolektif
Fungsi dan Manfaat Invoice untuk Bisnis
Invoice, atau faktur, memainkan peran yang sangat penting dalam operasi bisnis sehari-hari. Fungsi utamanya adalah sebagai dokumen resmi yang mencatat transaksi penjualan barang atau jasa.
Namun, manfaatnya jauh lebih luas dan krusial bagi kelancaran dan keberhasilan bisnis. Berikut adalah beberapa fungsi dan manfaat utamanya untuk bisnis:
1. Bukti transaksi
Invoice berfungsi sebagai bukti resmi bahwa transaksi antara penjual dan pembeli telah terjadi. Dokumen ini mencantumkan detail lengkap mengenai barang atau jasa yang telah dijual, harga, kuantitas, dan total biaya.
Dengan adanya dokumen ini, kedua belah pihak memiliki referensi yang jelas dan sah untuk membuktikan bahwa transaksi telah dilakukan, yang membantu menghindari perselisihan di masa mendatang.
2. Pengelolaan arus kas
Invoice memainkan peran penting dalam pengelolaan arus kas atau cash flow bisnis. Dengan menetapkan tanggal jatuh tempo pembayaran, dokumen ini membantu bisnis memperkirakan kapan dana akan masuk dan mempersiapkan rencana keuangan.
Ini memungkinkan bisnis untuk mengatur pengeluaran, mengelola hutang, dan memastikan bahwa mereka memiliki cukup dana untuk operasi sehari-hari.
3. Pencatatan akuntansi
Dalam konteks akuntansi, invoice berfungsi sebagai catatan resmi dari pendapatan yang diperoleh dan piutang yang harus ditagih. Ini memudahkan pencatatan transaksi dalam buku besar dan laporan keuangan, serta memfasilitasi proses audit dan verifikasi.
Faktur yang teratur dan akurat membantu menjaga catatan keuangan yang rapi dan mematuhi standar perpajakan yang berlaku.
4. Pengendalian kualitas dan kepuasan pelanggan
Dengan mencantumkan rincian barang atau jasa dalam dokumen faktur, bisnis dapat memantau kualitas pengiriman dan memastikan bahwa pesanan telah dipenuhi sesuai dengan kesepakatan.
Jika terjadi masalah dengan barang atau layanan, faktur dapat digunakan untuk menyelesaikan klaim atau pengembalian dengan lebih efisien. Ini membantu dalam menjaga kepuasan pelanggan dan membangun hubungan bisnis yang positif.
5. Mempermudah proses pembayaran
Invoice yang jelas dan terperinci memudahkan pembeli dalam melakukan pembayaran. Informasi yang lengkap mengenai jumlah yang harus dibayar, metode pembayaran yang diterima, memastikan bahwa pembayaran dilakukan tepat waktu.
Penggunaan software invoice dan teknologi AI Invoice yang terdapat di dalamnya juga dapat mempercepat proses ini dengan menyediakan opsi pembayaran elektronik dan mengirimkan pengingat otomatis.
6. Audit Trail dan Compliance
Setiap invoice membentuk jejak audit (audit trail) yang krusial saat perusahaan diaudit oleh auditor eksternal, kantor pajak, atau saat menjalani due diligence dari investor. Pengelolaan invoice yang rapi sering menjadi indikator awal kesehatan tata kelola perusahaan.
Perbedaan Invoice dengan Nota dan Kwitansi
Dalam transaksi bisnis, sering kali kita menemui dokumen seperti invoice, nota, dan kwitansi. Meski ketiganya berfungsi sebagai bukti transaksi, masing-masing memiliki peran dan waktu penerbitan yang berbeda.
| Aspek | Invoice | Nota | Kwitansi |
| Waktu Terbit | Sebelum pembayaran | Setelah pembayaran | Setelah pembayaran diterima |
| Fungsi | Tagihan atas produk/jasa | Bukti pembelian barang | Bukti pembayaran lunas |
| Isi | Rincian tagihan & jatuh tempo | Nama barang, jumlah, harga | Nama pembayar, jumlah, tujuan |
| Contoh | Transaksi B2B, proyek termin | Pembelian di toko retail | Pelunasan proyek/jasa |
Contoh penerapannya adalah seperti dalam proyek konstruksi, perusahaan menerbitkan bukti transaksi untuk menagih pembayaran setelah menyelesaikan tahap tertentu.
Saat pembelian alat di toko bangunan, pembeli menerima nota sebagai bukti transaksi. Setelah pembayaran proyek dilunasi, perusahaan memberikan kwitansi sebagai bukti penerimaan uang secara resmi.
Cara Membuat Invoice untuk Proses Transaksi
Pembuatan invoice yang efektif adalah langkah penting dalam proses transaksi bisnis. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diikuti untuk memastikan proses transaksi berjalan dengan lancar:
Persiapkan Informasi Dasar
Langkah pertama dalam membuat invoice adalah mengumpulkan informasi dasar yang dibutuhkan. Cantumkan nama lengkap dan alamat penjual serta pembeli, nomor identifikasi pajak, dan informasi kontak seperti email atau nomor telepon. Pastikan semua data akurat dan terbaru untuk menghindari kesalahan administratif. Jika menggunakan software invoice, Anda dapat menyimpan data kontak pelanggan sehingga proses pembuatan invoice berikutnya menjadi lebih cepat dan efisien.
Buat Nomor Invoice yang Unik
Setiap invoice harus memiliki nomor unik agar mudah dilacak dan dikelola. Nomor invoice biasanya berupa kombinasi angka dan huruf yang disusun secara sistematis. Sistem penomoran yang konsisten membantu Anda mengidentifikasi faktur tertentu, memantau status pembayaran, serta menjaga catatan akuntansi tetap rapi dan terorganisir.
Masukkan Detail Transaksi
Cantumkan deskripsi lengkap mengenai barang atau jasa yang telah diberikan kepada pelanggan. Sertakan nama produk atau layanan, jumlah yang dibeli, harga per unit, serta subtotal setiap item. Jika ada pajak seperti PPN, tuliskan persentase dan nominalnya secara terpisah. Informasi yang jelas membantu pembeli memahami rincian transaksi sekaligus meningkatkan transparansi dalam proses penagihan.
Tentukan Tanggal dan Jatuh Tempo
Tuliskan tanggal penerbitan invoice, yaitu tanggal ketika faktur dibuat. Selain itu, tentukan juga tanggal jatuh tempo pembayaran sebagai batas waktu bagi pembeli untuk melunasi tagihan. Penetapan jatuh tempo membantu Anda merencanakan arus kas dan memantau kapan pembayaran seharusnya diterima sehingga pengelolaan keuangan bisnis menjadi lebih terkontrol.
Sertakan Metode Pembayaran
Berikan informasi metode pembayaran yang tersedia seperti transfer bank, kartu kredit, cek, atau pembayaran digital. Cantumkan detail yang diperlukan seperti nama bank, nomor rekening, atau tautan pembayaran jika menggunakan sistem pembayaran online. Pilihan pembayaran yang jelas memudahkan pelanggan melakukan transaksi dan dapat mempercepat penerimaan pembayaran.
Tambahkan Syarat dan Ketentuan
Jika terdapat ketentuan tambahan seperti diskon pembayaran lebih awal atau denda keterlambatan, tuliskan secara jelas pada invoice. Syarat dan ketentuan ini membantu menetapkan ekspektasi antara penjual dan pembeli serta mengurangi potensi perselisihan di kemudian hari. Dengan struktur invoice yang jelas, proses administrasi dan pengelolaan keuangan bisnis dapat berjalan lebih efisien.
Format Penulisan Invoice
Invoice bukan hanya bukti transaksi, tetapi juga cerminan kredibilitas perusahaan. Format yang jelas dan terstruktur mempermudah proses pembayaran dan membangun kepercayaan klien. Berikut adalah panduan penulisan invoice yang profesional dan informatif:
- Nama perusahaan: Berisi nama resmi perusahaan penerbit bukti transaksi.
- Alamat perusahaan: Berisi alamat lengkap perusahaan.
- Kontak perusahaan: Berisi informasi kontak seperti nomor telepon, email, atau website.
- Invoice:
- Nomor bukti transaksi: Berisi kode unik untuk identifikasi bukti transaksi.
- Tanggal pembuatan: Berisi tanggal terbit bukti transaksi.
- Tanggal jatuh tempo: Berisi batas waktu pembayaran yang disepakati.
- Penerima:
- Nama klien/perusahaan: Berisi nama individu atau perusahaan yang menerima bukti transaksi.
- Alamat klien: Berisi alamat lengkap penerima.
- Daftar item:
- Nama produk/jasa: Berisi nama produk atau layanan yang disediakan.
- Jumlah: Berisi total kuantitas produk atau layanan.
- Harga satuan: Berisi harga per unit produk atau layanan.
- Total harga: Berisi hasil perkalian jumlah dan harga satuan.
- Total pembayaran: Berisi jumlah keseluruhan yang harus dibayarkan.
- Metode pembayaran: Berisi informasi mengenai cara pembayaran, seperti transfer bank atau metode lainnya.
- Catatan tambahan: Berisi informasi atau ketentuan lain yang relevan, jika ada.
Contoh Invoice dan Template-nya
Berikut adalah contoh invoice dan link download-nya:
1. Contoh invoice penjualan (sales invoice)
Invoice ini adalah contoh invoice penjualan sebagai bukti transaksi layanan. Dokumen ini berfungsi sebagai dokumen resmi untuk pencatatan keuangan dan penagihan pembayaran.
Contoh Invoice Penjualan

2. Contoh invoice pembelian (purchase invoice)
Berikut adalah contoh invoice pembelian untuk bukti transaksi pembelian barang. Dokumen ini mencantumkan nomor bukti transaksi, tanggal penerbitan, purchase order number, serta informasi penjual dan pembeli.
Contoh Invoice Pembelian
3. Contoh invoice tagihan (billing invoice)
Contoh invoice tagihan berikut adalah Bukti Penerimaan Negara (BPN) yang menunjukkan pembayaran pajak ke Kementerian Keuangan. Dokumen ini berfungsi sebagai dokumen resmi yang mencatat penerimaan pajak oleh negara.
Contoh Invoice Tagihan
e Invoice dan Migrasi ke Sistem Digital
Tren global dan regulasi DJP mendorong bisnis Indonesia beralih dari invoice manual ke sistem elektronik. Bagian ini membahas konsep dasar e invoice dan peluang yang dihadirkannya.
Apa Itu e Invoice dan e Faktur?
e Invoice adalah dokumen tagihan yang diterbitkan, dikirim, dan disimpan secara elektronik. Sementara e Faktur adalah aplikasi resmi DJP untuk penerbitan faktur pajak elektronik bagi PKP. Keduanya berbeda peruntukan: e invoice untuk dokumen komersial, e faktur khusus PPN.
Regulasi DJP dan CTAS
Sejak 2024, DJP meluncurkan Coretax Administration System (CTAS) yang mengintegrasikan layanan pajak termasuk e Faktur. Pengusaha PKP wajib menggunakan e Faktur dan tidak diperkenankan lagi menerbitkan faktur pajak kertas, kecuali untuk kondisi khusus tertentu.
Manfaat Beralih ke e-Invoice
- Memangkas biaya cetak, pengiriman, dan penyimpanan dokumen fisik.
- Mempercepat proses approval dan penagihan, sehingga DSO turun.
- Mengurangi human error melalui validasi otomatis.
- Memudahkan integrasi dengan sistem akuntansi dan ERP.
- Mempermudah audit dan kepatuhan pajak.
Kendala yang Sering Terjadi jika Menggunakan Invoice Manual
Menggunakan invoice manual masih menjadi pilihan bagi beberapa bisnis, terutama yang berskala kecil. Namun, metode ini sering kali menimbulkan berbagai kendala. Berikut adalah beberapa kendala umum yang sering dihadapi saat menggunakan faktur manual:
Human-error dan ketidakakuratan data
Pengisian data secara manual rentan terhadap kesalahan seperti penulisan yang salah, jumlah yang keliru, atau pengabaian detail penting. Kesalahan kecil ini dapat menyebabkan perbedaan besar dalam invoice matching, yang pada akhirnya mempengaruhi catatan keuangan.
Proses yang memakan waktu
Membuat faktur secara manual memerlukan waktu lebih lama karena semua informasi harus diinput secara satu per satu. Jika transaksi bisnis semakin banyak, proses ini bisa menjadi sangat membebani dan mengganggu efisiensi operasional.
Sulitnya pelacakan dan penyimpanan
Invoice yang dikelola secara manual sering kali sulit dilacak dan disimpan dengan baik. Penyimpanan fisik rentan terhadap kerusakan atau kehilangan, yang dapat mengakibatkan kesulitan dalam pencarian dokumen ketika diperlukan untuk audit atau penagihan.
Keterlambatan pembayaran
Dengan metode manual, pengiriman faktur kepada pelanggan juga memakan waktu, terutama jika menggunakan metode pengiriman fisik. Hal ini bisa menyebabkan keterlambatan pembayaran, karena pelanggan mungkin menerima dokumen ini terlalu lambat.
Kurangnya automasi untuk pengingat pembayaran
Invoice manual tidak memiliki fitur otomatisasi untuk mengingatkan pelanggan yang belum membayar. Hal ini mengharuskan tim administrasi secara aktif memantau status setiap faktur, yang menghabiskan banyak waktu, serta meningkatkan risiko pembayaran terlambat.
Mengelola faktur secara manual mungkin terkesan lebih sederhana pada awalnya, tetapi seiring pertumbuhan bisnis, metode ini bisa menjadi penghambat efisiensi operasional dengan menggunakan quotation.
Permudah Pembuatan dan Pengelolaan Invoice dengan HashMicro
HashMicro menawarkan solusi yang komprehensif untuk mempermudah pembuatan dan pengelolaan invoice, membantu bisnis menghemat waktu, mengurangi kesalahan, dan meningkatkan akurasi.
Sistem HashMicro menyediakan fitur pembuatan faktur yang mudah digunakan dan terintegrasi dengan modul lainnya. Dengan antarmuka yang user-friendly, pengguna dapat dengan cepat membuat bukti transaksi dengan memasukkan detail transaksi seperti nama penjual, pembeli, deskripsi barang atau jasa, harga, dan total biaya. Bahkan sistem hashmicro dapat diintegrasikan dengan berbagai aplikasi kwitansi lainnya.
Selain kemudahan pembuatan, HashMicro juga menawarkan fitur untuk mengelola dan melacak status faktur secara efisien. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk mengatur tanggal jatuh tempo dan mengirimkan faktur secara otomatis melalui email atau metode lain yang dipilih.
Berikut adalah beberapa fitur unggulan yang membuat HashMicro menjadi pilihan ideal untuk kebutuhan administrasi keuangan bisnis:
- Hashy AI : Solusi ini membantu AR Collector mengelola tagihan secara otomatis. Dengan notifikasi pengingat untuk bukti transaksi yang belum dibayar, bisnis dapat mengurangi keterlambatan pembayaran tanpa penagihan manual.
- Invoice Management: Memungkinkan pembuatan, pengeditan, dan pelacakan bukti transaksi secara terpusat, serta mengatur pengingat otomatis untuk pembayaran.
- Recurring: Mengotomatiskan pembuatan faktur berkala (misalnya bulanan) untuk langganan atau kontrak berjangka panjang.
- Custom Printout: Menyesuaikan desain fisik faktur dengan logo, warna, dan tata letak sesuai identitas merek perusahaan.
- Bank Integration – Auto Reconciliation: Menyinkronkan transaksi bank dengan catatan faktur untuk mempermudah rekonsiliasi otomatis dan mengurangi kesalahan.
- Budget S Curve: Menampilkan anggaran dalam bentuk kurva S untuk memantau pengeluaran dan pendapatan dari waktu ke waktu.
- Multi Level Analytical: Menyediakan analisis data yang mendalam dengan berbagai level laporan untuk wawasan lebih rinci tentang kinerja bisnis.
Dengan fitur-fitur ini, HashMicro tidak hanya menyederhanakan proses pembuatan dan pengelolaan faktur tetapi juga memberikan alat yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi administrasi keuangan dan memberikan wawasan mendalam tentang kinerja bisnis.
Kesimpulan
Invoice merupakan elemen penting dalam bisnis yang berfungsi sebagai bukti transaksi dan alat untuk mengelola arus kas perusahaan. Dengan memahami jenis-jenis invoice dan fungsinya, bisnis dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan, meminimalkan kesalahan, dan memastikan pembayaran tepat waktu.
Untuk mempermudah proses ini, Software Invoicing dari HashMicro menawarkan fitur unggulan seperti manajemen faktur otomatis, pengingat pembayaran, dan integrasi bank. Dengan sistem terintegrasi, bisnis dapat menghemat waktu, mengurangi kesalahan, dan meningkatkan akurasi keuangan.
Jadwalkan demo gratis sekarang dan temukan bagaimana HashMicro dapat membantu mengoptimalkan pengelolaan bukti transaksi dan keuangan bisnis Anda!
Pertanyaan Seputar Invoice
-
Apa perbedaan kwitansi dan invoice?
Invoice adalah dokumen tagihan yang diterbitkan sebelum atau saat proses pembayaran, sedangkan kwitansi merupakan bukti bahwa pembayaran sudah diterima secara penuh oleh penjual.
-
Invoice diberikan kepada siapa?
Invoice diberikan kepada pelanggan atau pembeli setelah barang atau jasa diserahkan sebagai dasar penagihan sesuai termin pembayaran yang telah disepakati.
-
Kapan invoice dikeluarkan?
Invoice biasanya diterbitkan setelah barang dikirim atau jasa selesai diberikan, namun sebelum pembayaran dilakukan. Dalam beberapa transaksi, invoice juga dapat diterbitkan bersamaan dengan proses pengiriman.
-
Apa bedanya invoice dengan faktur pajak?
Invoice adalah dokumen tagihan komersial antara penjual dan pembeli, sedangkan faktur pajak adalah dokumen resmi perpajakan yang diterbitkan oleh PKP untuk mencatat PPN sesuai ketentuan DJP.
-
Apakah invoice harus mencantumkan PPN?
PPN hanya dicantumkan jika penjual berstatus Pengusaha Kena Pajak (PKP). Jika bukan PKP, invoice cukup menampilkan total tagihan tanpa komponen PPN.
-
Berapa lama batas waktu pembayaran invoice yang umum di Indonesia?
Termin pembayaran B2B di Indonesia umumnya menggunakan NET 14, NET 30, atau NET 60 hari setelah tanggal invoice, tergantung kesepakatan bisnis dan karakter industri.
-
Apakah e-invoice sah secara hukum di Indonesia?
Ya, e-invoice sah secara hukum selama memenuhi ketentuan dokumen elektronik dalam UU ITE dan, untuk transaksi PPN, terintegrasi dengan sistem e-Faktur DJP.
-
Apa arti “Inv” dalam transaksi?
“Inv” adalah singkatan dari invoice yang biasanya digunakan pada nomor dokumen atau referensi pembayaran untuk menunjukkan kode tagihan tertentu.









