Ketika suatu departemen membutuhkan karyawan baru, mereka harus mengajukan permintaan resmi lebih dulu. Manpower requisition adalah dokumen yang menginisiasikan proses perekrutan secara formal. Tanpa dokumen ini, tim HR tidak dapat langsung membuka lowongan pekerjaan. Mereka harus memastikan dengan departemen lain bahwa perekrutan selaras dengan strategi bisnis jangka panjang.
Laporan SHRM menemukan bahwa perekrutan rata-rata menyumbang 26% dari anggaran HR. Posisi non-eksekutif memiliki cost-per-hire rata-rata sebesar $5,475 dolar AS. Sementara itu, posisi eksekutif memakan biaya rata-rata sebesar $35,879 dolar AS per perekrutan. Oleh karena itu, Anda perlu memahami apa itu manpower requisition dan alur kerja persetujuannya.
Key Takeaways
Manpower requisition adalah permintaan formal dan tertulis yang diajukan ke departemen HR untuk memulai proses rekrutmen.
Manpower requisition form berfungsi untuk menyelaraskan rekrutmen dengan budget, membantu HR merekrut pekerja, mempermudah tracking status permintaan tenaga kerja, dan mendukung manpower planning
Alur proses MR dimulai dengan user department mengajukan kebutuhan. Divisi HR akan memeriksa justifikasi kebutuhan dan divisi keuangan mengecek budget. Sesudah itu, manajemen tingkat atas memberikan approval, dan tim HR akan memulai proses rekrutmen.
Pengertian Manpower Requisition
Manpower requisition adalah permintaan formal tertulis yang diajukan ke divisi HR untuk memulai proses rekrutmen. Dalam proses ini, user department akan mengajukan permintaan, yang kemudian dicek oleh departemen HR dan keuangan. Form MR biasanya berisi nama posisi, jumlah karyawan, jenis kebutuhan, alasan kebutuhan, kualifikasi, budget, timeline, dan siapa yang approve. Karena itu, ini hanya didistribusikan secara internal.
Perusahaan menggunakan manpower requisition untuk menghindari proses rekrutmen informal dan memastikan rekrutmen sepadan dengan strategi bisnis jangka panjang. Jadi, ini adalah praktik yang umum di dalam perusahaan. Namun, bisnis kecil dan UMKM biasanya menerapkan versi yang lebih sederhana.
Manpower Requisition vs. Job Requisition vs. Job Description vs. Job Posting
Terkadang, orang menyamakan manpower requisition dengan job requisition, job description, dan job posting. Supaya Anda tidak salah paham, berikut perbedaan di antara keempatnya:
| Pengertian | Fungsi | Komponen umum | |
|---|---|---|---|
| Manpower Requisition | Permintaan formal tertulis yang diajukan untuk memulai proses rekrutmen. | Mengajukan permintaan untuk memulai proses rekrutmen. | Nama posisi, jenis kebutuhan, alasan kebutuhan, estimasi budget, dan kualifikasi. |
| Job Requisition | Permintaan formal untuk meminta pembukaan atau pengisian posisi pekerjaan. | Meminta mulainya proses pembuatan posisi atau pengisian posisi yang sudah ada. | Nama posisi, alasan kebutuhan, estimasi anggaran, dan nama approver. |
| Job Description | Teks yang menguraikan tugas, tanggung jawab, dan keahlian yang dibutuhkan untuk suatu pekerjaan. | Menjelaskan tanggung jawab dan kualifikasi posisi pekerjaan. | Nama posisi, tujuan pekerjaan, kualifikasi, tugas dan tanggung jawab. |
| Job Posting | Pengumuman publik tentang lowongan pekerjaan di dalam sebuah perusahaan. | Mengumumkan lowongan kerja dan menarik perhatian kandidat. | Nama posisi, deskripsi pekerjaan, tanggung jawab, dan lokasi tempat kerja. |
Sebelum memasang sebuah job posting, bisnis harus memeriksa kapasitas-nya untuk menerima karyawan baru. Divisi finance dapat membenarkan permintaan tenaga kerja melalui MR. Manpower requisition menjamin proses rekrutmen selaras dengan rencana keuangan perusahaan. Mereka juga membantu dalam menentukan gaji untuk posisi pekerjaan tersebut. MR membantu departemen HR dalam proses perekrutan. Dengan informasi lengkap dan detail, HR dapat memprioritaskan posisi yang paling penting. Mereka juga menggunakan informasi ini untuk menulis job description dan job posting. MR memudahkan pelacakan status permintaan dengan adanya form tertulis. Dokumen ini memperjelas siapa yang mengajukan, meninjau, dan menyetujui permintaan tenaga kerja. Jadi, Anda dapat melacak orang yang bertanggung jawab atas bagian tertentu dalam alur kerja persetujuan. Dalam jangka panjang, manpower requisition mendukung manpower planning. MR memastikan permintaan tenaga kerja sepadan dengan manpower plan. Anda dapat menjamin bahwa jumlah karyawan pada waktu tertentu tidak melebihi angka proyeksi. Ini juga mencegah overstaffing dan membantu bisnis memenuhi kebutuhan tenaga kerja di masa mendatang. Perusahaan biasanya menggunakan MR dalam berbagai situasi, misalnya: Dalam manpower requisition form, terdapat beberapa komponen penting, yaitu: Sebagai gambaran, berikut contoh manpower requisition form: Sebelum Anda menerapkan MR dalam bisnis Anda, Anda perlu menetapkan format standar terlebih dahulu. Berikut format manpower requisition yang dapat Anda gunakan: Template manpower requisition Untuk membuat MR yang benar, Anda perlu mengikuti langkah-langkah berikut: Pertama, identifikasi kebutuhan tenaga kerja. Anda perlu menetapkan apakah permintaan ini untuk posisi baru atau pengganti. Lalu, tentukan informasi yang terkait dengan posisi pekerjaan, misalnya kualifikasi dan tanggal mulai. Note: Jangan lupa untuk menjelaskan alasan kebutuhan dalam dokumen MR. Periksa form MR dengan divisi HR. Permintaan ini harus dibenarkan dalam rangka rencana tenaga kerja dan kebutuhan operasional perusahaan. Tim HR perlu memastikan bahwa hal ini, bersama keakuratan detail dan persyaratan pekerjaan. Hitung estimasi gaji untuk posisi pekerjaan. Kemudian, tinjau kesesuaiannya dengan departemen keuangan. Mereka akan mengevaluasi justifikasi finansial, serta gaji dan benefit yang diusulkan. Tim keuangan hanya akan memberikan persetujuan jika masuk akal dan pas dengan strategi bisnis. Setelah mendapatkan persetujuan dari divisi HR dan finance, serahkan manpower requisition form kepada top management. Mereka perlu memeriksa keselarasannya dengan rencana dan dampaknya pada bisnis. Mereka juga harus memastikan kesesuaian permintaan dengan kebijakan internal perusahaan. HR akan membuat job description dan job posting setelah mendapatkan persetujuan dari manajemen tingkat atas. Job description dibuat untuk menjelaskan tugas suatu posisi. Sebaliknya, job posting mengumumkan lowongan pekerjaan untuk menarik perhatian kandidat yang berminat. Keduanya akan diposting di halaman karir perusahaan, situs lowongan kerja, media sosial, dan situs jaringan profesional. Sampai posisi pekerjaan terisi, monitor status permintaan. Pastikan permintaan tersebut terpenuhi sebelum membuat permintaan lain. Anda dapat menggunakan software HR atau applicant tracking system khusus untuk mempermudah pelacakan. MR biasanya mengikuti alur approval berikut: Ingat, alur MR tergantung pada ukuran perusahaan dan kebijakan internal Anda. Jadi, pastikan saja alur tersebut sesuai dengan bisnis Anda. Saat membuat MR, ada beberapa tantangan yang perlu Anda ketahui: Jadwal rekrutmen yang tidak realistis meningkatkan risiko pengambilan keputusan yang terburu-buru. Divisi HR mungkin menerima seorang karyawan yang tidak sesuai dengan kebutuhan departemen secara tidak sengaja. Pekerja seperti ini akan menurunkan semangat kerja staf dalam perusahaan Anda. Kualifikasi pekerjaan yang terlalu umum akan mempersulit perekrutan kandidat yang berkualitas. Ini meningkatkan risiko kesalahan karena memberikan informasi yang salah kepada perekrut dan pencari kerja. HR bisa secara tidak sengaja fokus pada pengalaman atau keahlian yang salah. Pekerja yang mereka pilih mungkin tidak memiliki skill set untuk menangani tugas akibat itu. Permintaan tenaga kerja tanpa jenis kebutuhan dan employment yang jelas hanya akan membingungkan tim perekrut. Ini berpengaruh pada durasi dan fokus evaluasi tim Anda. Perekrutan karyawan tetap akan berbeda dari perekrutan pekerja kontrak atau magang. Tidak menyertakan estimasi gaji atau alokasi budget akan menunda persetujuan form. Tanpa taksiran budget, departemen keuangan tidak dapat mengecek kecocokannya terhadap anggaran perusahaan. Mereka juga tidak bisa memeriksa kesesuaian perkiraan gaji dengan posisi pekerjaan. Meskipun chat dan email cukup praktis, Anda dapat kehilangan manpower requisition di inbox dengan mudah. Permintaan yang hilang akan menyebabkan penundaan dan hambatan dalam alur kerja persetujuan. Selain itu, menerapkan audit trail dalam aplikasi email dan chat itu sulit, sehingga membuat dokumentasi susah. Tanpa tracking system, divisi HR tidak memiliki visibilitas real-time terhadap status permintaan dan proses perekrutan. Anda tidak dapat menelusuri setiap langkah dalam manpower requisition. MR yang rumit atau berantakan dapat menguras anggaran bisnis Anda. Supaya ini tidak terjadi, Anda harus meningkatkan prosesnya, misalnya dengan: Sebelum mengajukan kebutuhan tenaga kerja, Anda perlu menganalisis posisi pekerjaan terlebih dahulu. Ini akan menentukan kualifikasi yang dibutuhkan. Untuk melakukannya, kumpulkan dan analisis informasi tentang tugas dan kompetensi pekerjaan. Anda dapat melaksanakan ini lewat wawancara, observasi, survei atau tinjauan dokumen. Tetapkan template MR yang standar. Format terstandardisasi meningkatkan efisiensi dan memastikan konsistensi. Anda akan menghemat waktu dan mengurangi kesalahan dengan mendesain dan menetapkan format lebih dulu. Buat approval workflow untuk manpower requisition. Pertama, Anda perlu memetakan proses yang sudah ada lebih dulu. Kemudian, Anda perlu menentukan alur dan pihak yang berwenang menyetujui. Ini memperkuat document control, yang akan mengurangi kesalahan dan hambatan di seluruh proses. Note: Anda dapat menetapkan approval workflow dengan sistem umum atau workflow automation tools. Digitalisasikan proses menggunakan software HRIS. Sistem ini memudahkan pelacakan status permintaan dan kebutuhan tenaga kerja per departemen, semuanya dalam satu dashboard. Anda juga dapat mengotomatiskan proses persetujuan dokumen dengan software HRIS. Gunakan form MR ketika Anda membutuhkan pekerja baru. Manpower requisition adalah dokumen yang memastikan kebutuhan tenaga kerja Anda terkelola dan sesuai budget. Tim HR Anda dapat merekrut kandidat yang tepat dengan informasi dalam dokumen ini. Bisnis Anda juga dapat memastikan permintaan ini mendukung perencanaan tenaga kerja dalam jangka panjang. Supaya proses permintaan tenaga kerja lebih efisien, susun form dan alur kerja yang terstandardisasi. Ini akan menyederhanakan proses dan mempermudah pelacakan status. Anda juga dapat menggunakan software HRIS untuk mengotomatiskan pembuatan form dan approval workflow. Kepala departemen adalah orang yang biasanya membuat manpower requisition form. Mereka akan menulis form, berdasarkan ajuan kebutuhan departemen-nya. Lalu, divisi HR dan finance akan mengecek permintaan agar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan bisnis. Ada beberapa orang yang menyetujui MR sepanjang prosesnya. Kepala departemen menyetujui permintaan user department. Divisi HR memeriksa validasi kebutuhan bisnis dan posisi pekerjaan. Departemen keuangan meninjau dan mengizinkan anggaran dalam format. Pada akhirnya, manajemen tingkat atas memberikan persetujuan akhir, sebelum mulainya proses rekrutmen. Tidak, manpower planning memiliki cakupan yang lebih luas daripada manpower requisition. MR adalah permintaan tenaga kerja formal dan tertulis kepada HR untuk memulai proses rekrutmen. Sebaliknya, manpower planning adalah proses memperkirakan berapa banyak pekerja yang dibutuhkan untuk pekerjaan tertentu pada waktu tertentu. Ya, tetapi tidak seintens dan serumit seperti di perusahaan yang lebih besar. Bisnis kecil sebaiknya memiliki MR yang lebih sederhana. Ini agar prosesnya terdokumentasi, namun tetap praktis dan sederhana bagi perusahaan kecil. Fungsi Manpower Requisition dalam HR
Dalam HR, manpower requisition berperan dalam perekrutan dan perencanaan tenaga kerja. Berikut beberapa fungsinya:1. Menyelaraskan rekrutmen dengan anggaran perusahaan
2. Membantu HR merekrut pekerja
3. Mempermudah pemantauan status permintaan tenaga kerja
4. Mendukung manpower planning jangka panjang
Kapan Manpower Requisition Dibutuhkan?
Komponen yang Wajib Ada dalam Manpower Requisition

Contoh Form Manpower Requisition

Template Manpower Requisition Form
Cara Membuat Manpower Requisition yang Benar
1. Tentukan kebutuhan rekrutmen dan informasi terkait
2. Pastikan informasi benar dengan departemen HR
3. Cek budget dengan divisi finance
4. Ajukan approval ke pihak manajemen
5. Job posting dan description setelah persetujuan
6. Monitor status sampai posisi terisi
Alur Proses Manpower Requisition di HR

Kesalahan Umum saat Membuat Manpower Requisition
1. Hiring timeline tidak realistis
2. Kualifikasi pekerjaan terlalu umum
3. Jenis kebutuhan dan employment tidak tertulis
4. Tidak menyertakan estimasi budget dalam form
5. Approval hanya lewat email/chat
6. HR tidak punya sistem tracking
Strategi Meningkatkan Proses Manpower Requisition

1. Job analysis menyeluruh
2. Standardisasi manpower requisition form
3. Tetapkan approval workflow yang terstandardisasi
4. Digitalisasikan proses permintaan dengan software
Kesimpulan
Pertanyaan Seputar Manpower Requisition
Siapa yang membuat manpower requisition form?
Siapa yang menyetujui manpower requisition?
Apakah manpower requisition sama dengan manpower planning?
Apakah perusahaan kecil perlu manpower requisition?







