Anda sebaiknya mempertimbangkan penerapan AI untuk konstruksi jika tidak ingin proyek Anda mengalami penundaan atau pembengkakan anggaran. AI mengefisiensikan pekerjaan kontraktor dengan membaca dan menganalisis dokumen proyek. Dengan data itu, AI dapat mengambil keputusan yang tepat dan berbasis data. Hal ini meningkatkan akurasi prediksi dan manajemen proyek konstruksi.
Pada tahun 2023, manajemen risiko yang buruk menyebabkan 37% dari responden gagal memenuhi target anggaran atau jadwal proyek (KPMG). Akan tetapi, perusahaan yang ingin menerapkan AI sering menghadapi hambatan, seperti kekurangan tenaga kerja terampil dan integrasi dengan sistem lama (RICS, 2024). Oleh karena itu, Anda harus mengetahui cara memilih AI untuk konstruksi.
Key Takeaways
AI untuk konstruksi adalah penggunaan kecerdasan buatan dalam proses perencanaan dan manajemen proyek konstruksi
AI di industri konstruksi umumnya digunakan untuk memantau proyek, mendesain bangunan, memperkirakan anggaran, memastikan kepatuhan terhadap K3, mengelola material, menjadwalkan secara otomatis, dan mengontrol kualitas.
Ingat untuk memilih software konstruksi AI yang terintegrasi dan dapat disesuaikan, dari vendor yang andal. Sistem harus kompatibel dengan infrastruktur yang ada dengan model deployment yang ada.
Daftar Isi:
Apa itu AI di Industri Konstruksi?
AI dalam industri konstruksi adalah penggunaan kecerdasan buatan dalam proses perencanaan dan manajemen proyek. AI akan mengekstrak informasi dari data proyek dan memprosesnya untuk mengidentifikasi pola. Melalui ini, AI dapat memprediksi risiko dan memberikan rekomendasi secara langsung.
Dalam industri ini, ada empat jenis AI yang Anda gunakan:
- Computer vision. Jenis AI yang dapat memproses dan menganalisis gambar dan video. Anda dapat menggunakan computer vision untuk mendeteksi objek, sehingga ini sering digunakan untuk memantau lokasi dan memeriksa kualitas bangunan.
- Machine learning (ML). AI dengan algoritma yang belajar dari data untuk mengenali pola dan membuat prediksi. Jenis ini cocok untuk analisis data dan membuat prediksi, misalnya estimasi biaya konstruksi dan bahan baku.
- Natural language processing (NLP). Jenis AI yang menggunakan algoritma untuk memproses teks dan ucapan manusia. Teknologi ini dapat meninjau dokumen dalam waktu singkat. Jadi, Anda sebaiknya memakai NLP untuk menganalisis kontrak, dokumen teknis, laporan, serta data dalam BIM (Building Information Modeling).
- Predictive analytics. AI yang menggunakan data dan metode statistik untuk memprediksi hasil di masa depan. Sesuai dengan namanya, ini bagus dalam menilai dan mengelola risiko konstruksi.
Terdapat berbagai jenis model deployment yang dapat Anda gunakan, mulai dari AI lokal hingga cloud AI. Lebih lanjut, Anda dapat menggunakan AI yang siap pakai atau AI yang dibuat khusus. Ini semua bergantung pada kebutuhan bisnis Anda.
Masalah konstruksi yang bisa dibantu oleh AI
AI untuk konstruksi memiliki berbagai kegunaan. Sebagai gambaran, berikut beberapa masalah yang dapat Anda koreksi menggunakan AI:
- Proyek terlambat. Survei KPMG pada tahun 2023 menemukan bahwa setengah dari proyek responden gagal memenuhi deadline. AI dapat membantu Anda mengatur waktu lewat penjadwalan otomatis dan sistem peringatan dini.
- Cost overrun. Menurut KPMG 2023 Global Construction Survey, 37% dari responden melewati target anggaran. Dengan menggunakan AI untuk mengestimasi RAB dan pengeluaran, Anda dapat mengalokasikan keuangan dengan lebih akurat.
- Sulitnya pemantauan lokasi konstruksi. Memantau kemajuan dari kantor pusat secara real-time sulit tanpa teknologi. Maka dari itu, manajer proyek dapat menggunakan drone AI untuk mengawasi situs konstruksi.
- Kekurangan atau kelebihan stok. Data yang tidak real-time bisa menyebabkan overstock atau understock. Pembelian mendadak akan meningkatkan pengeluaran. Anda bisa menghindari ini dengan analisis kebutuhan material dan mengatur sistem untuk membeli stok secara otomatis ketika angkanya mendekati jumlah minimum.
- Kontrol kualitas rawan human error. Manusia dapat melewatkan cacat konstruksi selama inspeksi visual. Anda bisa menggunakan computer vision dan drone untuk memeriksa bangunan dan mengidentifikasi kerusakan secara otomatis.
- Susahnya koordinasi multi-lokasi. Koordinasi antar kantor pusat, vendor, site supervisor, dan (opsional) subkontraktor memerlukan perencanaan. Anda dapat mempermudah ini dengan memanfaatkan software konstruksi AI.
- Kepatuhan terhadap K3. Sesuai dengan UU No.1 Tahun 1970, perusahaan wajib menjaga keselamatan pekerja. AI CCTV memungkinkan Anda untuk mengawasi penggunaan APD dan mendeteksi potensi bahaya sejak awal. Melalui machine learning, CCTV akan menganalisis rekaman dan mengirim alert otomatis kepada pengawas proyek.
Contoh Penerapan AI dalam Konstruksi
Anda dapat menggunakan AI untuk konstruksi, misalnya:
- Monitoring proyek. Kantor pusat menggunakan CCTV, drone, sensor IoT atau computer vision untuk memantau progres secara real-time. Ini mempermudah pemantauan dan memungkinkan koreksi sejak awal.
- Desain bangunan. AI membaca visualisasi desain BIM untuk menganalisis risiko konstruksi. Selain itu, AI juga dapat mengotomatiskan tugas rutin, seperti mendeteksi benturan hingga menggantikan nama agar sesuai dengan standar.
- Estimasi RAB. Machine learning dapat menghasilkan estimasi biaya dengan cara menganalisis dokumen dan membaca data historis. Hal ini meningkatkan keakuratan estimasi anggaran proyek konstruksi.
- K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Pengawas proyek menggunakan computer vision untuk memantau situs konstruksi dan zona berbahaya. Melalui object detection, supervisor dapat mendeteksi penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) dan perilaku tidak aman.
- Manajemen material. Bisnis konstruksi memakai predictive analytics untuk memprediksi kebutuhan konstruksi. Machine learning menganalisis data historis dan real-time untuk menentukan jumlah stok yang ideal. Lalu, sistem memesan ulang ketika totalnya dekat dengan batas minimum.
- Penjadwalan konstruksi. Software AI konstruksi dapat mengatur dan mengubah jadwal secara langsung. Berdasarkan kondisi terkini, sistem akan menyesuaikan atau menjadwalkan ulang tanggal secara otomatis.
- Quality control. Computer vision mengotomatiskan inspeksi visual di lapangan konstruksi. Alat ini menggunakan object detection untuk menemukan kecacatan dan mengontrol kualitas bangunan.
Alat yang dapat Anda Integrasikan dengan AI
Ada banyak alat konstruksi yang dapat Anda integrasikan untuk proses yang lebih optimal. Berikut construction tools
| Alat | Fungsi | Contoh Penggunaan |
|---|---|---|
| BIM | Memvisualisasikan desain proyek konstruksi. |
|
| CCTV | Merekam dan mengawasi tempat konstruksi. |
|
| Digital twin | Mensimulasikan desain pada ruang digital, yang memungkinkan uji skenario. |
|
| Drone | Memantau situs konstruksi dan progres secara langsung. |
|
| IoT | Memonitor kondisi lokasi konstruksi dan merekam data secara real-time. |
|
| Software konstruksi | Platform untuk perencanaan dan pengelolaan proyek konstruksi. |
|
Masalah Umum dalam Penerapan AI Konstruksi
Sepanjang proses implementasi AI, Anda mungkin akan menghadapi tantangan. Untuk memastikan proyek konstruksi Anda berjalan lancar, berikut beberapa masalah umum dan cara mengatasinya:
1. Biaya implementasi awal tinggi
Bisnis Anda perlu mengeluarkan biaya implementasi yang besar untuk membangun infrastruktur AI. Anda harus memperhitungkan daya komputasi dan penyimpanan yang sudah ada. Beberapa AI mungkin memerlukan penyesuaian agar cocok dengan infrastruktur dan kebutuhan perusahaan Anda saat ini.
Solusi: Gunakan AI yang siap pakai atau minimalkan kustomisasi. Alternatifnya, Anda dapat memilih AI berbasis cloud dengan biaya awal yang rendah. Namun, biayanya bisa melonjak apabila digunakan tanpa batas.
2. AI tidak kompatibel dengan infrastruktur yang ada
Jika Anda berencana menerapkan AI secara lokal atau hybrid, periksa kecocokannya dengan sistem lama. Legacy system seringkali kesulitan menjalankan AI. Ini karena hardware yang tidak memadai hanya akan menghambat pertumbuhan AI. Sebaliknya, AI yang kurang pas dengan sistem lama akan meningkatkan biaya operasional.
Solusi: Sebelum menerapkannya, uji sistem untuk memastikan kompatibilitasnya. Infrastruktur Anda harus bisa menangani pemrosesan data dalam jumlah besar, jadi pilihlah AI yang pas atau perbarui sistem yang ada.
3. Kesenjangan keahlian dalam workforce
Skill gap dapat menghambat proses implementasi AI untuk konstruksi. Laporan RICS menemukan bahwa kurangnya tenaga kerja yang terampil adalah kendala terbesar dalam menerapkan AI di industri konstruksi (46%). Tanpa pekerja yang memakai dan memantau AI, ini akan membuang investasi dan memperlambat operasi.
Solusi: Analisis gap antara kemampuan pekerja dalam menggunakan AI dan skill yang dibutuhkan. Kemudian, kembangkan program pelatihan yang mengatasi gap ini.
Kriteria Memilih Software AI Konstruksi
Saat memilih sistem AI manajemen proyek konstruksi, ada beberapa kriteria yang perlu Anda pertimbangkan:
1. Model deployment sesuai dengan proyek
Sebelum memilih sistem yang baru, tentukan masalah apa yang Anda hadapi dan apa yang Anda butuhkan lebih dulu. Kemudian, pilih software AI konstruksi yang tepat. Ada tiga model deployment yang dapat Anda gunakan:
- Cloud: Software AI yang dihosting di internet. Cocok untuk kontraktor dengan beban kerja yang berfluktuasi.
- On-premise. Sistem AI yang Anda hosting sendiri. Jadi, ini pas untuk perusahaan yang membutuhkan kontrol data yang ketat.
- Hybrid. Kombinasi antara model cloud dan on-premise. Pakai ini jika Anda menginginkan akses setara antar kantor pusat dan lapangan.
2. Dapat dikustomisasi
Pilih sistem yang dapat Anda modifikasi supaya sistemnya sesuai dengan proses bisnis Anda. Anda dapat memilih dan menyesuaikan software yang siap pakai atau mengimplementasikan sistem khusus.
3. Kompatibel dengan infrastruktur yang ada
Tergantung pada jenis software-nya, Anda perlu mengintegrasikan infrastruktur AI dengan sistem Anda. Biasanya, Anda dapat menggunakan infrastruktur yang sudah ada untuk aplikasi berbasis cloud. Namun, pastikan data antar sistem sinkron untuk software on-premise.
4. Dapat diintegrasikan
Cari software yang dapat diintegrasikan dengan modul lain. Beberapa modul yang dapat Anda pertimbangkan adalah:
- Accounting: Melacak pengeluaran dan mengendalikan biaya konstruksi.
- Inventory: Melacak tingkat persediaan dan material, mulai dari material bahan baku hingga peralatan.
- Project management: Monitoring progres.
- Procurement: Mengelola proses pengadaan bahan baku dan vendor.
5. Vendor terpercaya dengan support yang baik
Periksa keandalan vendor. Vendor yang baik memiliki komunikasi yang konsisten dan customer service yang responsif. Anda harus mengecek kemampuan vendor dalam membantu klien dan menepati janji. Hal ini dapat dilaksanakan lewat menganalisis keandalan vendor, serta harga dan fitur yang mereka tawarkan.
Catatan: Vendor dengan tim dukungan lokal adalah nilai plus.
Kesimpulan
AI untuk konstruksi membantu kontraktor mengefisiensikan proyek konstruksi. Alat AI meningkatkan keamanan dan meminimalkan risiko dengan predictive analytics. Ini juga mempercepat proses konstruksi, sehingga meningkatkan produktivitas pekerja.
Anda dapat menerapkan AI dalam setiap fase proyek konstruksi. Namun, Anda sebaiknya memulai implementasi dari tahap yang menyebabkan paling banyak masalah. Kemudian, pilih solusi yang cocok dengan kebutuhan bisnis dan infrastruktur yang ada. Hal ini memastikan alat Anda pas dan mampu berkembang seiring dengan perusahaan.
Pertanyaan Seputar AI untuk Konstruksi
-
Apa manfaat AI untuk konstruksi?
AI bermanfaat dalam mengotomatiskan tugas rutin dan memprediksi hasil proyek konstruksi di masa mendatang. Contohnya, selama proses inisiasi, Anda dapat menggunakan AI untuk menghitung ROI dan melakukan studi kelayakan. Sementara itu, Anda dapat memantau kemajuan dan kepatuhan terhadap K3 dari kantor pusat dengan bantuan drone atau CCTV AI.
-
Bisakah AI melakukan pekerjaan konstruksi?
Ya, AI bisa melakukan pekerjaan konstruksi, tetapi teknologi ini tidak dapat menggantikan tenaga kerja konstruksi. AI dalam konstruksi adalah alat bantu yang mengotomatiskan tugas rutin dan menganalisis dokumen teknis dalam waktu singkat.
-
Bisakah AI digunakan untuk membuat gambar konstruksi?
Tidak juga, AI membantu dalam proses pembuatan gambar konstruksi, bukan membuatnya secara keseluruhan. AI dapat menghemat waktu dan biaya dengan mengidentifikasi risiko, kekurangan desain, komponen yang bertabrakan, dan pelanggaran kode bangunan sejak dini. Ini memungkinkan Anda untuk memperbaikinya dan meminimalkan pengerjaan ulang (rework).
-
Bagaimana cara memulai implementasi AI untuk konstruksi?
Pertama, Anda perlu mengetahui masalah umum yang Anda hadapi dalam konstruksi. Setelah itu, periksa infrastruktur Anda saat ini. Cek persyaratannya dan kemampuannya untuk menangani jumlah data yang besar. Dari situ, Anda dapat memilih alat yang tepat dan mulai mengimplementasikannya secara bertahap. Akan tetapi, jangan lupa untuk melatih pekerja Anda dan monitor secara teratur.









