Penghitungan stok barang adalah langkah penting untuk memastikan inventaris perusahaan Anda tetap aman dari pencurian dan menghindari selisih stok yang dapat merugikan bagi penghitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) bisnis Anda.
Setiap jenis usaha atau industri pasti memiliki perbedaan dalam pengelolaan stok barang disebabkan kebutuhan bisnis yang berbeda juga. Contohnya, tentu penghitungan barang industri retail berbeda dengan penghitungan yang dilakukan industri otomotif.
Key Takeaways
Manfaat menghitung stok barang yaitu mencegah understock dan overstock, mendapatkan laporan keuangan yang akurat, mematuhi regulasi pajak di Indonesia, dan meningkatkan efisiensi gudang.
Cycle counting memastikan penghitungan stok yang lebih akurat karena stok tidak sekaligus dihitung seluruhnya, tetapi dibagi per bagian dalam satu periode.
Rumus dasar dalam menghitung stok barang mencakup rumus stok akhir, Economic Order Quantity, Reorder Point, Safety Stock, dan Inventory Turnover Ratio.
Daftar Isi:
Manfaat Menghitung Stok Barang
Stok barang merupakan aset yang harus dijaga untuk menjaga kestabilan penjualan bisnis dan mencegah kelebihan atau kekurangan persediaan yang bisa memengaruhi langsung keputusan bisnis. Berikut manfaat yang Anda dapatkan dari menghitung stok persediaan:
- Mencegah kekurangan stok: Mengetahui jumlah stok dengan tepat akan membantu Anda mengidentifikasi stok mana yang sudah akan habis sehingga Anda dapat langsung melakukan restock.
- Menghindari kelebihan stok: Jumlah stok yang diketahui pasti dapat dijadikan sebagai perhitungan Anda untuk mengisi ulang stok sehingga mencegah pembelian persediaan berbasis asumsi kasar. Stok yang menimbun dapat menyebabkan aset Anda diam di tempat dan malah bisa menambah beban biaya sewa gudang.
- Mendukung akurasi laporan keuangan: Stok barang adalah kumpulan aset perusahaan yang memiliki nilai yang perlu dicatat secara akurat. Jika jumlah stok tidak tercatat dengan rapi, maka akurasi laporan keuangan pun juga ikut meleset.
- Memastikan kepatuhan pada regulasi di Indonesia: Setiap perusahaan wajib memberikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan yang memberikan gambaran untung dan rugi perusahaan. Penghitungan stok yang tepat memastikan pelaporan pajak lebih bertanggung jawab.
- Meningkatkan efisiensi operasional gudang: Tim tidak perlu repot-repot mencari selisih stok dan penyebabnya karena seluruh stok sudah dihitung secara berkala, yang dapat meningkatkan kinerja operasional karena dapat berfokus pada kegiatan seperti pengecekan, pengiriman, dan penerimaan.
Menjamin stok tetap akurat menjaga kepatuhan perusahaan Anda pada regulasi yang berlaku. UU No. 36 Tahun 2008 secara tegas mengatur bahwa persediaan dan pemakaian persediaan untuk penghitungan harga pokok dinilai berdasarkan harga perolehan yang dilakukan secara rata-rata atau dengan cara mendahulukan persediaan yang diperoleh pertama.
Cara Menghitung Stok Barang dengan Efektif
Untuk memastikan jumlah stok fisik sesuai dengan catatan stok, Anda memerlukan strategi menghitung barang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Anda bisa menerapkan cara-cara di bawah ini:
- Lakukan stock opname fisik: Stock opname fisik memastikan tim gudang Anda mengecek dan mengetahui perbandingan jumlah stok sebenarnya dengan yang tercatat untuk memastikan akurasi jumlah inventaris.
- Terapkan cycle counting: Menghitung stok dengan strategi cycle counting memungkinkan penghitungan sebagian stok secara berkala dan tidak menghentikan operasional gudang. Karena cakupannya per bagian item, maka akurasinya lebih terjamin.
- Gunakan rumus penghitungan barang: Menghitung barang memerlukan sistem perhitungan yang jelas agar hasil hitung stok sesuai dengan kebutuhan inventaris. Anda bisa menerapkan rumus berikut:
Stok Akhir = Stok Awal + Pembelian – HPP
- Analisis gudang dengan Prinsip Pareto: Dalam menghitung stok, Anda bisa menggunakan Prinsip Pareto agar keputusan pengambilan HPP menjadi tepat guna dengan kebutuhan bisnis. Prinsip ini menyatakan bahwa 20% item= 80% nilai bisnis.
Tidak ada satupun metode terbaik di atas untuk kebutuhan semua bisnis. Terapkan metode yang paling cocok dengan jenis bisnis Anda.
5 Rumus Dasar Menghitung Stok & Contohnya
Berikut merupakan rumus-rumus dasar yang Anda dapat gunakan untuk menghitung stok:
1. Rumus stok akhir
Dipakai untuk mengetahui sisa persediaan yang masih tersisa di akhir periode inventaris.
Contoh:
Data produk industri retail Februari 2026:
Stok awal= 500 unit
Pembelian= 1.100 unit
Terjual= 1.400
Stok akhir= 500 + 1.100 – 1.400= 1.200 unit
Industri retail memiliki SKU yang sangat banyak dan perputaran yang tinggi.
2. Rumus Economic Order Quantity (EOQ)
EOQ= √(2 × D × S) / H)
D: Permintaan tahunan (tahun)
S: Biaya pemesanan per order (order)
H: Biaya penyimpanan per unit per tahun (tahun)
Digunakan untuk menentukan berapa banyak barang yang sebaiknya dipesan setiap kali pembelian supaya total biaya persediaan tetap serendah mungkin.
Contoh:
Data penjualan komponen otomotif 2026:
D= 10.000 unit/tahun
S= 50.000/order
H= 2.000/unit/tahun
EOQ= √(2 × 10.000 × 50.000) / 2.000)
EOQ= √500.000= 707 unit
Biasa dipakai industri manufaktur seperti otomotif karena melibatkan pemesanan barang (kendaraan).
3. Rumus Reorder Point (ROP)
Rumus ini digunakan untuk mengetahui kapan gudang perlu di-restock.
Contoh:
Sebuah restoran melakukan pengecekan stok bahan baku untuk mengetahui angka ideal restock.
Rata-rata permintaan harian= 50 unit
Lead time supplier= 7 hari
Safety stock= 100 unit
ROP= (7 × 50) + 100= 450 unit
Perlu restock jika sisa stok 450 unit. Industri seperti restoran umumnya menerapkan ROP karena bahan baku makanan termasuk perishable (mudah rusak dan basi).
4. Rumus Safety Stock
Safety Stock= Z × σ × √L
Z: Faktor level service
σ: Standar deviasi permintaan harian
L: Lead Time
Dipakai untuk melihat apakah gudang memerlukan stok cadangan untuk mengantisipasi fluktuasi permintaan atau keterlambatan supplier.
Contoh:
Sebuah apotek ingin mencapai service level 95%
Z= 1.65
Standar deviasi permintaan harian= 20 unit
Lead time= 9 hari
Safety Stock= 1.65 × 20 × √9
Safety Stock= 1.65 × 20 × 3= 99 unit
Cadangan stok obat yang diperlukan= 99 unit
Industri seperti apotek sering menerapkan Safety Stock karena mereka membutuhkan tingkat servis yang tinggi dikarenakan banyak orang yang membutuhkan obat dengan tingkat urgensi tinggi.
5. Rumus Inventory Turnover Ratio
Inventory Turnover= HPP / Rata-Rata Persediaan
Rata-Rata Persediaan= (Stok Awal + Stok Akhir) / 2
Rumus ini berguna untuk mengetahui seberapa cepat persediaan berputar, baik dijual atau digantikan karena kedaluwarsa.
Contoh:
Sebuah industri pakaian hendak menghitung perputaran inventaris mereka.
HPP= Rp. 600.000.000
Stok awal= Rp. 80.000.000
Stok akhir= Rp. 120.000.000
Rata-rata persediaan= (80.000.000 + 120.000.000) / 2= 100.000.000
Inventory Turnover= 600.000.000 / 100.000.000= 6 kali
Inventaris industri pakaian tersebut berputar 6 kali dalam setahun. Industri pakaian perlu mengetahui perputaran barang mereka karena SKU pakaian bisa berjumlah ratusan dan mengikuti tren pasar.
Berapa Rasio Stok yang Baik?
Tidak ada satupun rasio stok yang baik karena kembali lagi pada model dan jenis bisnis yang Anda jalankan. Perputaran inventaris tiap industri bisa berbeda karena dipengaruhi oleh tren penjualan dan juga seberapa sering masyarakat membutuhkan barang yang dijual oleh bisnis.
Untuk mendapat rasio stok yang paling tepat dengan kondisi usaha Anda, Anda bisa memikirkan faktor-faktor seperti overstock atau understock, barang slow-moving, kekuatan forecasting demand, dan risiko kerugian apabila barang yang Anda miliki kedaluwarsa.
Kesimpulan
Menghitung stok barang merupakan langkah yang memerlukan perhatian lebih dalam pelaksanaannya karena hasil akhir sangat memengaruhi pengambilan keputusan bisnis untuk penjualan di pasar.
Setiap industri memerlukan pendekatan penghitungan jumlah barang yang berbeda karena sifat dan kebutuhan tiap bisnis sangat variatif dan unik. Satu pendekatan tidak bisa dipakai untuk semua jenis bisnis.
Penting bagi Anda untuk selalu terbuka dengan segala kemungkinan seperti perubahan tren pasar, risiko pencurian barang, serta potensi selisih barang. Catatan laporan stok akan mempermudah tim gudang Anda menghitung barang dengan tepat.
FAQ Seputar Menghitung Stok Barang
-
Bagaimana cara membuat laporan stok barang?
Buat laporan dengan mencatat stok awal, barang masuk, barang keluar, dan stok akhir, lalu cocokkan dengan hasil stock opname.
-
Apa itu HPP dan rumusnya?
HPP adalah total biaya langsung yang dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi atau memperoleh barang atau jasa yang terjual dalam satu periode. Rumusnya yaitu HPP = Persediaan Awal + Pembelian – Persediaan Akhir.
-
Apakah HPP dengan harga jual sama?
Tidak. HPP adalah biaya langsung untuk memperoleh atau memproduksi barang yang terjual, sedangkan harga jual adalah harga yang dibebankan kepada pelanggan saat barang itu dijual.
-
Persediaan apakah termasuk neraca?
Ya, persediaan termasuk dalam neraca. Posisi persediaan atau inventaris dalam akuntansi termasuk dalam aset perusahaan, membuatnya secara otomatis masuk dalam neraca keuangan.







