BerandaProductsHRM/PayrollTips Persiapan Libur Lebaran & Cuti Bersama untuk Perusahaan

Tips Persiapan Libur Lebaran & Cuti Bersama untuk Perusahaan [2022]

Meskipun Hari Raya Idul Fitri belum ditentukan, namun penentuan libur lebaran 2022 sudah terjadi semenjak tahun 2021 lalu. Penetapan ini sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri, yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 963 Tahun 2021, Nomor 3 Tahun 2021, Nomor 4 Tahun 2021 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2022.

Libur lebaran dan cuti bersama tentu akan berpengaruh pada aktivitas perusahaan. Bahkan, ini juga dapat memengaruhi pendapatan perusahaan-perusahaan bersifat B2B (Business to Business), seperti halnya pada saat liburan panjang lainnya. Akan tetapi, libur lebaran merupakan hak karyawan yang harus perusahaan berikan, sehingga perusahaan yang ada di bagian negara untuk tetap mengikuti kebijakan pemerintah setempat.

Umumnya pada saat terjadinya libur dan cuti bersama terjadi penurunan leads pada bisnis Anda. Hal ini terjadi karena berbagai perusahaan menahan kegiatan operasional bisnis mereka dan lebih fokus untuk membenahi keuangan perusahaan. Lalu bagaimana cara bisnis Anda tetap terjaga selama masa liburan dan cuti? Berikut tips dan ulasan yang bisa Anda persiapkan.

Tips Persiapan Libur Lebaran & Cuti Bersama untuk Perusahaan

Jadwal Cuti & Libur Lebaran Tahun 2022

Pemerintah telah menetapkan libur lebaran pada tanggal 2-3 Mei 2022. Namun, menurut Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana, kebijakan tersebut tidak hanya berlaku untuk PNS saja, tetapi juga untuk pegawai swasta.

Perusahaan swasta boleh mengikuti kebijakan penjadwalan libur lebaran dan cuti bersama yang sudah ditetapkan pemerintah. Namun, menteri Muhadjir menyampaikan, penetapan tanggal cuti bersama tahun 2022 akan dilakukan sembari melihat perkembangan Covid-19 di Indonesia. Lebih lanjut, Muhadjir berharap bahwa pandemi Covid-19 dapat lekas berakhir pada tahun mendatang agar cuti bersama dapat terjadi.

Dengan jadwal cuti bersama yang fluktuatif bergantung pada kondisi pandemi, ada baiknya bagi bisnis untuk menyiapkan beberapa hal untuk mencegah ‘banting stir.’

Persiapan Perusahaan Menghadapi Liburan dan Cuti Bersama

Sebagai pemilik perusahaan, Ada beberapa hal penting yang perlu Anda persiapkan agar libur lebaran dan cuti bersama berjalan secara sistematis. Berikut ini adalah empat tips yang bisa Anda terapkan.

1. Umumkan jadwal cuti lebaran sejak jauh hari

Pastikan tim HRD Anda memberikan pengumuman mengenai jadwal libur lebaran dan cuti bersama semenjak jauh hari. Melakukan pemberitahuan yang mendadak dapat mengganggu karyawan dalam menyusun timeline untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka dengan baik.

Sehingga, tim HRD Anda harus selalu mengikuti berita terbaru mengenai pengaturan jadwal cuti lebaran dan menyampaikan informasi tersebut kepada seluruh karyawan. Kelola dan tingkatkan kinerja tim dengan Timesheet Management Software dari HashMicro.

2. Monitor deadline & status proyek atau penjualan

Sebagai pengambil keputusan di perusahaan, Anda perlu mengamati status proyek atau penjualan Anda sebelum libur panjang tiba. Tentukan proyek mana yang dapat diselesaikan sebelum lebaran dan mana yang dapat dilanjutkan setelah lebaran, atau transaksi mana yang dapat disepakati sebelum Idul Fitri dan mana yang dapat ditunda.

Mengetahui status proyek atau penjualan Anda akan membantu Anda menentukan apakah Anda membutuhkan tenaga kerja shift selama libur lebaran.

3. Komunikasi dengan klien sebelum libur lebaran

Tips ini terutama penting bagi Anda yang menjalankan perusahaan B2B. Klien Anda mungkin juga sudah tahu bahwa Anda harus menunda meeting Anda dengan mereka sampai libur lebaran usai. Akan tetapi, menginformasikan klien mengenai waktu libur perusahaan akan membuat klien Anda merasa lebih dihargai.

Beri tahu klien mengenai penundaan meeting atau pengerjaan proyek semenjak jauh hari, supaya klien tidak perlu khawatir mengenai status proyek. Ini juga akan meningkatkan kepercayaan klien pada profesionalisme Anda.

Baca Juga: Tips dan Trik Pertahankan Produktivitas Kerja Karyawan Selama Ramadan

4. Mempersiapkan pembagian kerja bergilir

Jika Anda ingin agar bisnis Anda tetap beroperasi selama lebaran, maka Anda harus mulai mempersiapkan pembagian kerja giliran atau shift. Anda bisa merekrut karyawan freelance untuk bekerja selama masa liburan atau Anda juga bisa mempekerjakan karyawan tetap Anda dengan beberapa persyaratan.

Ketahui bahwa kerja lembur selama liburan adalah opsional, bukan kewajiban. Maka Anda harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari karyawan Anda jika Anda ingin mempekerjakan mereka selama libur lebaran. Biasanya, kantor yang memberlakukan jam kerja shift akan memberikan jadwal kerja kepada mereka yang tidak merayakan Idul Fitri.

Anda juga wajib memberikan upah lembur kepada karyawan Anda, sebab karyawan yang bekerja di hari libur keagamaan wajib diberi upah lembur. Untuk memudahkan Anda mengelola cuti dan upah lembur karyawan, pertimbangkan untuk menggunakan sistem HRM otomatis.

Sistem HRM dari HashMicro membantu Anda menghitung gaji, THR, dan upah lembur karyawan secara akurat, memonitor kehadiran dan hari libur karyawan, memberikan hak cuti sakit dan cuti tahunan, memantau perkembangan karyawan, hingga mengotomatiskan proses rekrutmen. Selengkapnya, klik di sini.

Baca Juga: Pengertian & Fungsi HRM Software

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Butuh Software untuk Bisnis Anda?

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan mengisi form ini dan dapatkan demo GRATIS!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA