Tips Persiapan Libur Lebaran & Cuti Bersama untuk Perusahaan

Kanya Anindita
Tips Persiapan Libur Lebaran & Cuti Bersama untuk Perusahaan

Meskipun Hari Raya Idul Fitri belum ditentukan, namun libur lebaran 2019 sudah ditentukan semenjak tahun 2018 lalu. Biasanya, jadwal libur lebaran dan cuti bersama ditetapkan oleh setidaknya empat kementerian, yakni Kemenko PMK, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian PANRB, dan Kementerian Agama.

Libur lebaran dan cuti bersama tentu akan berpengaruh pada aktivitas perusahaan. Bahkan, ini juga dapat memengaruhi pendapatan perusahaan-perusahaan B2B, seperti halnya pada saat liburan panjang lainnya. Akan tetapi, libur lebaran merupakan hak karyawan yang harus dipenuhi oleh perusahaan, sehingga perusahaan disarankan untuk tetap mengikuti kebijakan pemerintah.

Jadwal Cuti & Libur Lebaran Tahun 2019

Tips Persiapan Libur Lebaran & Cuti Bersama untuk PerusahaanPemerintah telah menetapkan libur lebaran untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) selama 11 hari, yakni mulai dari 30 Mei 2019 hingga 9 Mei 2019. Namun, menurut Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana, kebijakan tersebut tidak hanya berlaku untuk PNS saja, tetapi juga untuk pegawai swasta.

Perusahaan swasta boleh mengikuti kebijakan penjadwalan libur lebaran dan cuti bersama yang sudah ditetapkan pemerintah. Namun, apabila perusahaan memiliki kebijakannya sendiri terkait libur lebaran dan cuti bersama, maka setidaknya mereka harus tetap memberikan waktu libur sesuai dengan yang dinyatakan dalam kontrak kerja.

Sebagai pemilik perusahaan, Ada beberapa hal penting yang perlu Anda persiapkan agar libur lebaran dan cuti bersama berjalan secara sistematis. Berikut ini adalah beberapa tips dari kami.

1. Umumkan Jadwal Cuti Lebaran Semenjak Jauh Hari

Pastikan tim HRD Anda memberikan pengumuman mengenai jadwal libur lebaran dan cuti bersama semenjak jauh hari. Ini penting dilakukan agar karyawan Anda dapat menyusun timeline untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka dengan baik.

Tim HRD Anda harus selalu mengikuti berita terbaru mengenai pengaturan jadwal cuti lebaran dan menyampaikan informasi tersebut kepada seluruh karyawan.

2. Monitor Deadline & Status Proyek atau Penjualan

Sebagai pengambil keputusan di perusahaan, Anda perlu mengamati status proyek atau penjualan Anda sebelum libur panjang tiba. Tentukan proyek mana yang bisa diselesaikan sebelum lebaran dan mana yang dapat dilanjutkan setelah lebaran, atau transaksi mana yang bisa disepakati sebelum lebaran dan mana yang dapat ditunda.

Mengetahui status proyek atau penjualan Anda akan membantu Anda menentukan apakah Anda membutuhkan tenaga kerja shift selama libur lebaran.

3. Komunikasi dengan Klien Sebelum Libur Lebaran

Tips ini terutama penting bagi Anda yang menjalankan perusahaan B2B. Klien Anda mungkin juga sudah tahu bahwa Anda harus menunda meeting Anda dengan mereka sampai libur lebaran usai. Akan tetapi, menginformasikan klien mengenai waktu libur perusahaan akan membuat klien Anda merasa lebih dihargai.

Beri tahu klien mengenai penundaan meeting atau pengerjaan proyek semenjak jauh hari, supaya klien tidak perlu khawatir mengenai status proyek. Ini juga akan meningkatkan kepercayaan klien pada profesionalisme Anda.

Baca juga artikel terkait: Tips dan Trik Pertahankan Produktivitas Kerja Karyawan Selama Ramadan

4. Persiapkan Pembagian Kerja Giliran

Jika Anda ingin agar bisnis Anda tetap beroperasi selama lebaran, maka Anda harus mulai mempersiapkan pembagian kerja giliran atau shift. Anda bisa merekrut karyawan freelance untuk bekerja selama masa liburan atau Anda juga bisa mempekerjakan karyawan tetap Anda dengan beberapa persyaratan.

Ketahui bahwa kerja lembur selama liburan adalah opsional, bukan kewajiban. Maka Anda harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari karyawan Anda jika Anda ingin mempekerjakan mereka selama libur lebaran. Biasanya, kantor yang memberlakukan jam kerja shift akan memberikan jadwal kerja kepada mereka yang tidak merayakan Idul Fitri.

Anda juga wajib memberikan upah lembur kepada karyawan Anda, sebab karyawan yang bekerja di hari libur keagamaan wajib diberi upah lembur. Untuk memudahkan Anda mengelola cuti dan upah lembur karyawan, pertimbangkan untuk menggunakan sistem HRM otomatis.

Sistem HRM EQUIP membantu Anda menghitung gaji, THR, dan upah lembur karyawan secara akurat, memonitor kehadiran dan hari libur karyawan, memberikan hak cuti sakit dan cuti tahunan, memantau perkembangan karyawan, hingga mengotomatiskan proses rekrutmen.

Klik di sini untuk mengetahui lebih banyak tentang sistem HRM dan baca juga artikel berikut ini:

Pengertian & Fungsi HRM Software

 

Dapatkan Free ERP
Hosting Server &
Maintenance
Selama 1 tahun,
GRATIS!    Learn More »

You may like

Dapatkan Update Gratis dari Kami

×