Strategi Just in Case (JIC) memprioritaskan ketersediaan stok (buffer stock) untuk mencegah lost sales akibat lonjakan permintaan mendadak.

JIC dan JIT dibedakan oleh prioritasnya dimana yang satu menekankan keamanan stok, sementara yang lain mengutamakan efisiensi biaya.

Beban biaya penyimpanan menjadi tantangan utama dalam JIC, meski kondisi ini dapat diminimalkan melalui software manajemen inventaris untuk operasional bisnis.