Dalam praktik proyek konstruksi, keterlambatan pembayaran masih sering terjadi. Berdasarkan penelitian UGM yang dipublikasikan melalui SNATI FT UGM, ketidaklengkapan dokumen penagihan dan proses administrasi yang kurang efektif menjadi faktor dominan penyebab terlambatnya pembayaran termin proyek.
Karena itu, invoice perlu disusun jelas agar rincian pekerjaan, nilai termin, dan informasi pembayaran mudah diverifikasi klien. Artikel ini membahas format penagihan pembayaran proyek beserta tips membuatnya agar proses penagihan lebih terstruktur dan mengurangi potensi kekeliruan.
Key Takeaways
Template invoice tagihan proyek dapat menjadi acuan untuk menyusun invoice yang profesional, rapi, dan sesuai standar bisnis.
Apa Itu Invoice Tagihan?
Invoice tagihan adalah dokumen yang penjual berikan kepada pembeli sebagai bukti transaksi dan permintaan pembayaran. Di dalamnya tercantum rincian barang atau jasa yang pembeli beli, jumlah, harga per unit, total harga, serta tanggal transaksi.
Fungsi utama invoice adalah mencatat dan merinci biaya terkait pekerjaan atau jasa yang sudah tim selesaikan dalam proyek tertentu. Sebagai contoh, dalam usaha konstruksi, contoh invoice tagihan proyek mencakup biaya material, upah tenaga kerja, serta biaya tambahan lain yang sudah kedua pihak sepakati.
Contoh Invoice Tagihan Proyek
Berikut adalah contoh invoice tagihan proyek konstruksi yang bisa Anda contoh atau siap pakai. Melalui format berikut, komponen penting dalam sebuah invoice akan tersaji dengan jelas, komprehensif, dan mudah dipahami, baik oleh Anda maupun klien.
Template Invoice Tagihan Proyek

Download Template Invoice Tagihan Proyek


Bagaimana Invoice Tagihan Digunakan dalam Proyek?
Dalam proyek berbasis jasa, penyedia menggunakan invoice tagihan sebagai dokumen penagihan atas pekerjaan yang sudah tim selesaikan sesuai kesepakatan. Penyedia biasanya menyampaikan invoice ini kepada klien setelah tahapan pekerjaan tertentu atau pada akhir periode yang sudah kedua pihak tentukan, sejalan dengan proses penutupan akhir bulan bisnis.
Aplikasi invoice memiliki peran penting dalam layanan jasa proyek karena membantu memastikan transaksi berjalan transparan dan efisien. Selain itu, terdapat beberapa fungsi invoice bagi jasa proyek, antara lain:
- Menyediakan catatan terperinci atas biaya dan layanan yang diberikan
- Mempermudah proses pembayaran dan penagihan
- Menghindari perselisihan dengan klien terkait biaya proyek
- Membantu manajemen keuangan dan pelaporan bisnis
- Berfungsi sebagai bukti transaksi resmi
- Memonitor kemajuan pembayaran dalam proyek jangka panjang
- Memudahkan audit dan rekonsiliasi keuangan
- Memastikan kesesuaian dengan anggaran atau kontrak yang disepakati
- Menjadi acuan untuk evaluasi proyek di masa mendatang
- Memfasilitasi klaim atau perbaikan dalam kasus ketidaksesuaian
Komponen yang Wajib Ada dalam Format Contoh Invoice Tagihan
Dalam contoh invoice tagihan proyek, setidaknya terdapat 10 komponen penting yang harus Anda perhatikan dengan seksama. Kesepuluh komponen invoice tersebut meliputi:
1. Nomor proyek dan invoice
Nomor proyek adalah kode unik yang perusahaan berikan untuk setiap proyek konstruksi guna mempermudah identifikasi dan pelacakan. Bersamaan dengan nomor invoice, keduanya berfungsi membedakan invoice ini dari proyek atau tagihan lainnya.
2. Tanggal invoice dan tanggal mulai proyek
Tanggal invoice menunjukkan kapan contoh invoice tagihan jasa proyek ini terbit, sementara tanggal mulai proyek membantu klien melacak timeline proyek. Dua tanggal ini berguna bagi pihak klien dan kontraktor untuk menilai durasi pekerjaan dan menentukan jatuh tempo pembayaran.
3. Informasi kontraktor dan klien
Bagian ini berisi informasi lengkap tentang pihak kontraktor dan klien yang terlibat, termasuk nama perusahaan, alamat, kontak, dan mungkin nomor registrasi bisnis. Komponen ini sangat penting dalam konteks konstruksi karena proyek-proyek sering melibatkan banyak pihak.
4. Deskripsi pekerjaan
Deskripsi pekerjaan memuat rincian pekerjaan yang sudah tim selesaikan, termasuk tahap atau fase yang sudah rampung dalam proyek. Bagian ini mencakup aktivitas tertentu seperti pondasi, struktur, dan pekerjaan tambahan lainnya yang sudah kedua pihak sepakati dalam kontrak.
5. Biaya material dan upah tenaga kerja
Invoice konstruksi perlu mencantumkan rincian BOQ, harga per unit material, serta upah tenaga kerja sesuai dengan jam atau hari kerja yang dihabiskan. Bagian ini memberikan transparansi kepada klien tentang sumber biaya dan memungkinkan mereka menilai kewajaran harga.
6. Jumlah persentase penyelesaian
Dalam proyek konstruksi, pembayaran sering berjalan berdasarkan tahap penyelesaian, dan persentase penyelesaian membantu menghitung pembayaran yang sesuai. Persentase ini juga mempermudah klien untuk memahami progres proyek secara keseluruhan.
7. Total biaya dan pembayaran parsial
Total biaya yang tercantum merupakan jumlah keseluruhan pekerjaan yang sudah tim kerjakan hingga saat ini. Apabila klien sudah melakukan pembayaran parsial, komponen contoh invoice tagihan jasa proyek ini juga menampilkan jumlah tersebut beserta sisa yang masih harus klien bayar. Selain itu, dokumen ini juga dapat menjadi contoh surat tagihan resmi untuk memberikan kejelasan dan transparansi dalam proses penagihan kepada klien.
8. Pajak, biaya tambahan, dan retensi
Selain pajak, bagian dokumen penagihan proyek ini juga mencakup biaya pengiriman material atau biaya sewa peralatan. Retensi, yaitu dana yang klien tahan hingga proyek sepenuhnya rampung, juga tercantum sebagai jaminan bahwa kontraktor akan menyelesaikan proyek sesuai harapan dan rencana awal.
9. Syarat dan ketentuan pembayaran
Komponen ini menjelaskan ketentuan pembayaran yang kedua pihak sepakati, termasuk tenggat waktu pembayaran dan metode yang akan mereka gunakan, seperti transfer bank atau cek. Ketentuan ini memberikan kejelasan tentang kapan dan bagaimana klien harus melakukan pembayaran.
10. Catatan proyek atau instruksi khusus
Instruksi khusus atau catatan proyek biasanya mencakup informasi tambahan yang relevan untuk pembayaran atau pelaksanaan proyek, seperti perubahan spesifikasi, kebijakan penyesuaian biaya, atau instruksi tambahan terkait pekerjaan.
Melihat dari banyaknya komponen yang ada, tidak heran jika Anda dan sebagian besar dari pemilik jasa konstruksi memilih untuk menggunakan software e-invoicing. Bukan tanpa alasan, proyek yang harus Anda kerjakan tidak hanya satu. Untuk itu, efisiensi sangat perlu.
Invoice yang disusun secara jelas dan konsisten membantu menjaga transparansi penagihan sekaligus mendukung ketertiban pencatatan keuangan dalam proyek.
Perbedaan Invoice dan Faktur
Untuk memudahkan pemahaman, perbedaan antara invoice dan faktur dapat kita lihat secara ringkas melalui infografis berikut. Visual ini merangkum fungsi, penggunaan, hingga aspek perpajakan dari masing-masing dokumen dalam konteks bisnis.

Tips Membuat Contoh Invoice Tagihan Proyek
Membuat invoice tagihan proyek yang efektif menggunakan construction invoicing software terbaik di Indonesia membantu memastikan pembayaran tepat waktu dan memudahkan pencatatan keuangan. Berikut adalah beberapa tips untuk membuat contoh invoice tagihan proyek yang profesional:
- Gunakan template invoice penagihan proyek profesional untuk konsistensi
- Pastikan semua angka sudah terverifikasi dan akurat
- Gunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami
- Tambahkan logo perusahaan untuk meningkatkan kredibilitas
- Sorot tanggal jatuh tempo agar klien tidak melewatkannya
- Sertakan informasi kontak jika ada pertanyaan dari klien
- Gunakan format PDF untuk keamanan dan kemudahan akses
- Kirimkan invoice segera setelah tahap proyek selesai
- Buat backup digital dari setiap invoice yang dikirim
- Tinjau ulang setiap detail contoh surat penagihan pembayaran proyek sebelum mengirimkan
- Gunakan software e-invoicing untuk kemudahan menyeluruh dalam bisnis konstruksi Anda
Studi Kasus Invoice Tagihan Jasa Proyek pada PT Adhi Karya
PT Adhi Karya dapat menjadi contoh perusahaan lokal yang relevan untuk memahami penggunaan invoice tagihan jasa proyek.
Dalam dokumen keuangannya, ADHI mencatat tagihan proyek yang sedang berjalan serta mekanisme penagihan bertahap sesuai progres pekerjaan dan kesepakatan kontrak.
Dalam praktiknya, invoice tagihan jasa proyek pada perusahaan konstruksi seperti ADHI tidak berdiri sendiri. Dokumen ini biasanya memerlukan lampiran seperti progres pekerjaan, berita acara, dan nilai termin yang sudah tim verifikasi agar proses penagihan ke pihak pemberi kerja berjalan lebih jelas dan terukur.
| Tahap Pembayaran | Dasar Penagihan | Persentase Termin | Nilai Tagihan |
|---|---|---|---|
| Termin 1 | Setelah kontrak dan dokumen awal disetujui | 20% | Rp2.000.000.000 |
| Termin 2 | Setelah progres pekerjaan mencapai 50% | 30% | Rp3.000.000.000 |
| Termin 3 | Setelah progres pekerjaan mencapai 80% | 30% | Rp3.000.000.000 |
| Termin 4 | Setelah proyek selesai dan diserahterimakan | 20% | Rp2.000.000.000 |
Alur pembayaran termin membuat proses penagihan proyek lebih terukur karena setiap invoice memiliki dasar pekerjaan yang jelas. Pada perusahaan konstruksi seperti PT Adhi Karya, invoice tagihan jasa proyek biasanya dilengkapi progres pekerjaan, berita acara, nilai termin, dan dokumen verifikasi sebelum dikirim kepada pemberi kerja.
Bagaimana contoh progress billing pada invoice proyek PT Adhi Karya?
Progress billing pada proyek PT Adhi Karya dapat digunakan untuk menagih pekerjaan berdasarkan persentase progres yang sudah selesai. Jika nilai kontrak proyek mencapai Rp10.000.000.000 dan progres pekerjaan telah mencapai 80%, maka perusahaan dapat menerbitkan invoice termin sesuai nilai pekerjaan yang sudah diverifikasi.
Contoh rincian progress billing dapat dibuat seperti berikut:.
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Nama proyek | Pembangunan fasilitas infrastruktur |
| Nilai kontrak | Rp10.000.000.000 |
| Progres pekerjaan terakhir | 80% |
| Total nilai pekerjaan berdasarkan progres | Rp8.000.000.000 |
| Termin yang sudah ditagihkan sebelumnya | Rp5.000.000.000 |
| Nilai tagihan termin berjalan | Rp3.000.000.000 |
| Sisa nilai kontrak yang belum ditagihkan | Rp2.000.000.000 |
| Dokumen pendukung | Progress report, berita acara, dan dokumen verifikasi pekerjaan |
Progress billing membantu perusahaan konstruksi menagih pembayaran sesuai pekerjaan yang sudah benar-benar berjalan. Format ini membuat klien lebih mudah memeriksa dasar tagihan, sementara tim keuangan dapat memantau nilai kontrak, termin berjalan, dan sisa pembayaran proyek secara lebih akurat.
Kesimpulan
Invoice tagihan proyek membantu penyedia jasa menjalankan proses penagihan secara jelas dan terstruktur. Dengan invoice yang mengikuti kesepakatan, penyedia jasa dan klien dapat menggunakan acuan yang sama terkait nilai pekerjaan dan skema pembayaran.
Selain membantu ketertiban administrasi, pencatatan invoice secara digital yang rapi juga memudahkan pencatatan keuangan, terutama pada proyek jangka panjang. Proses ini mendukung pemantauan pembayaran yang lebih konsisten dan transparan.
FAQ Seputar Contoh Invoice Proyek
Ya, invoice dan tagihan sering kali merujuk pada hal yang sama. Keduanya adalah dokumen yang berisi rincian pembayaran yang harus dilakukan pembeli kepada penjual. Namun, dalam praktik bisnis, invoice biasanya memiliki format yang lebih formal karena mencantumkan informasi seperti nomor invoice, tanggal, jatuh tempo, dan detail barang atau jasa.
Tidak semua invoice atau tagihan harus menggunakan materai. Pada dasarnya, invoice bukan dokumen yang wajib dibubuhi materai karena fungsinya sebagai bukti penagihan, bukan perjanjian. Materai umumnya diperlukan jika invoice juga berfungsi sebagai dokumen yang memiliki konsekuensi hukum atau memenuhi ketentuan nilai transaksi yang diatur dalam peraturan perpajakan dan bea materai yang berlaku.
Ya, invoice proyek dapat digunakan untuk mengajukan invoice financing jika dokumen penagihan memiliki dasar kontrak, nilai termin, progres pekerjaan, dan jatuh tempo pembayaran yang jelas. Penyedia pembiayaan biasanya menilai kelengkapan dokumen, kredibilitas pemberi kerja, status invoice, serta risiko pembayaran sebelum menyetujui pencairan dana.
Invoice proyek digunakan untuk menagih pekerjaan berbasis kontrak, termin, milestone, atau progress billing, sedangkan invoice penjualan biasa digunakan untuk transaksi barang atau jasa yang langsung selesai. Invoice proyek biasanya membutuhkan lampiran tambahan seperti kontrak, berita acara, laporan progres, dan rincian nilai pekerjaan yang sudah diverifikasi.













