7 Tips Menciptakan Kepemimpinan Strategis dalam Bisnis

Kanya Anindita
7 Tips Menciptakan Kepemimpinan Strategis dalam Bisnis

Kepemimpinan strategis harus dipelajari. Ini tidak dapat datang secara alami dari diri Anda. Oleh karena itu, penting untuk mendidik diri sendiri tentang karakteristik yang ingin Anda wujudkan untuk menjadi pemimpin yang lebih baik. Kami telah merangkum beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menciptakan kepemimpinan strategis dalam bisnis, tetapi sebelumnya, mari ketahui definisinya terlebih dahulu.

Apa Itu Kepemimpinan Strategis?

Kepemimpinan strategis adalah kemampuan seseorang untuk mengantisipasi, memimpikan, mempertahankan fleksibilitas, berpikir secara strategis, dan bekerja dengan orang lain untuk memulai perubahan yang akan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi organisasi. Untuk menciptakan kemampuan ini pada diri Anda, ada beberapa tips (sekaligus karakteristik yang perlu ditanamkan) penting yang perlu dilakukan.

Bagaimana Caranya Menjadi Pemimpin Organisasi yang Baik?

Berikut ini adalah tujuh poin penting yang perlu Anda lakukan dan miliki dalam diri Anda untuk mengimplementasikan kepemimpinan strategis dalam bisnis Anda.

1. Bangun Komunikasi yang Kuat

Kepemimpinan strategis sulit diciptakan tanpa adanya komunikasi yang efektif dalam perusahaan Anda. Anda mungkin memiliki visi yang jelas tentang apa yang ingin Anda capai, tetapi jika Anda tidak bisa menyampaikannya kepada tim atau kolega Anda dengan baik, maka tujuan Anda akan sulit terealisasi. 

Jika Anda tidak menyampaikan objektif Anda dengan jelas, tim Anda akan kebingungan dengan apa yang harus mereka lakukan, dan kesalahpahaman akan sangat mungkin terjadi. Anda tidak boleh berekspektasi bahwa orang lain akan dapat memahami maksud Anda bila Anda sendiri tidak menjelaskannya secara jelas. 

Sebagai pemimpin, wajib bagi Anda untuk menyatukan seluruh tim Anda. Sampaikan objektif Anda secara detail kepada tim Anda tanpa tergesa-gesa. Izinkan setiap anggota tim untuk bertanya dan memberikan feedback

Untuk mendukung Anda menciptakan komunikasi yang efektif dalam perusahaan, gunakan sistem ERP yang dapat mengintegrasikan informasi dari setiap departemen. Dengan sistem ini, seluruh orang dalam organisasi Anda akan dapat saling berkolaborasi dan memanfaatkan informasi dari sumber yang sama. 

2. Jadilah Pendengar yang Baik

Meskipun mengomunikasikan harapan Anda secara efektif adalah salah satu karakteristik paling penting dari kepemimpinan strategis, penting juga untuk mendengarkan apa yang dikatakan tim Anda. Mungkin memang terdengar klise, tetapi tidak semua pemimpin adalah pendengar yang baik meskipun mereka adalah pembicara yang baik. 

Sempatkanlah untuk mendengar keluhan atau masalah yang dihadapi karyawan Anda. Ini tidak hanya akan membantu membangun moral, tetapi juga membuat organisasi Anda lebih baik, karena Anda mendapat masukan dari orang-orang yang berada di garis depan. 

Pemimpin yang mendengarkan karyawannya selalu lebih sukses, karena mereka memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah, meningkatkan produk atau layanan, dan membangun budaya perusahaan yang kuat.

3. Antusias dalam Bekerja

Antusiasme untuk misi atau proyek Anda akan membuat karyawan Anda bersemangat, karena mereka dapat melihat dan merasakan dedikasi Anda. Tetapi, itu saja tidak cukup. Anda perlu menggabungkan passion Anda dengan komitmen. Komitmen adalah kemampuan untuk tetap fokus pada apa yang akan membuat Anda sukses.

Agar tips ini bekerja secara efektif, maka Anda harus mulai melakukannya dan memberikan contoh kepada karyawan Anda. Motivasi tim akan meningkat secara signifikan ketika karyawan melihat bos mereka bekerja bersama mereka dan menempatkan pada tingkat upaya yang sama (atau lebih) daripada orang lain.

Ketika Anda menunjukkan bahwa sebagai pemimpin, Anda pun juga kerja keras, Anda membuktikan komitmen Anda dan akan mendapatkan rasa hormat dari tim Anda sebagai pemimpin.

4. Berpikir dan Bersikap Positif

Jika tim Anda dipimpin dan dikelilingi oleh orang-orang yang bahagia dan positif, mereka akan bekerja lebih keras dengan lebih bahagia. Kepositifan dapat terjadi dalam berbagai bentuk di tempat kerja — mulai dari menyapa staf dengan ramah, hingga memberikan mereka semangat melalui pesan teks. Tentu saja harus ada keseimbangan antara waktu bermain dan waktu produktif, tetapi usahakan untuk selalu menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung selama jam kerja.

Sebagian pemimpin terlalu fokus pada apa yang kurang dalam bisnis mereka, tanpa menyadari pencapaian yang dibuat tim mereka. Anda tentu perlu menyadari masalah, tetapi Anda juga harus meluangkan waktu untuk melihat hal-hal yang berjalan baik dan merayakan keberhasilan tim dan Anda sendiri.

5. Empati Terhadap Karyawan

Anda tidak perlu menjadi terapis di perusahaan Anda. Memiliki empati berarti Anda mencoba untuk memahami masalah tim Anda dengan melihat sesuatu dari sudut pandang mereka. Berlatih empati akan menciptakan hubungan yang kuat, karena Anda mengembangkan kesadaran akan tantangan dan kebutuhan tim atau departemen.

Selain manfaat interpersonal, empati juga merupakan alat yang praktis untuk membantu mencapai objektif Anda. Ketika Anda benar-benar memahami apa yang diperlukan untuk menjalankan strategi — keterampilan, sumber daya, proyek, dan lainnya — Anda akan dapat menetapkan tujuan dan jadwal yang lebih realistis. 

Misalnya, tim pemasaran mungkin memerlukan web developer internal untuk memperindah situs web perusahaan, atau tim penjualan mungkin memerlukan sistem CRM yang diperbarui untuk mencapai target mereka. Jika kebutuhan-kebutuhan ini didengarkan, dipertimbangkan, dan kemudian dipenuhi, maka karyawan Anda akan merasa dihargai dan pekerjaan mereka pun akan dapat diselesaikan dengan lebih mudah.

Pemimpin yang berempati akan mendapatkan rasa hormat dari karyawan dan lebih cenderung berhasil menjalankan strategi organisasi karena mereka tahu persis apa yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan.

6. Miliki Kerendahan Hati

Kerendahan hati adalah salah satu kualitas kepemimpinan strategis yang paling dihormati. Para pemimpin yang rendah hati mengakui kesalahan mereka, meminta maaf jika perlu, dan selalu mengapresiasi. Perilaku ini membuat Anda lebih “manusiawi” dan menyenangkan. Ini juga merupakan praktik terbaik untuk memberdayakan dan menghargai orang lain.

Praktekkan kerendahan hati tidak hanya dengan orang lain, tetapi dengan perencanaan dan proses Anda. Ini berarti mengakui bahwa Anda tidak tahu segalanya dan bahwa beberapa strategi terbaik memiliki kekurangan. Dengan terbuka untuk belajar dan meninggalkan ego Anda, maka Anda siap membantu organisasi Anda untuk beradaptasi dan meningkat ke level yang lebih tinggi.

7. Tingkatkan Kemampuan Berdiplomasi

Kejujuran selalu merupakan kebijakan terbaik, tetapi kepemimpinan strategis sering kali mengharuskan Anda bersikap bijaksana. Diplomasi adalah keterampilan yang dipelajari yang membantu para pemimpin mengelola konflik secara efektif menggunakan negosiasi dan sensitivitas. Ini membutuhkan pendekatan yang tidak bias dan strategis untuk menyelesaikan masalah. Sebagaimana Henry Kissinger mendefinisikannya, diplomasi adalah “seni mengendalikan kekuasaan.”

Ketika merencanakan dan melaksanakan strategi, perbedaan pendapat dan persaingan prioritas tidak dapat dihindari. Memiliki sudut pandang yang berbeda pada akhirnya memperkuat organisasi Anda, tetapi terkadang ini sulit untuk dikelola dalam jangka pendek. Kepemimpinan strategis mampu menavigasi kesulitan-kesulitan ini dan mengubahnya menjadi situasi yang saling menguntungkan bila memungkinkan.

 

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles