Tips Jalani Rekrutmen Online di Tengah Pandemi COVID-19

Dias Marendra
rekrutmen online

Meski di tengah masa pandemi COVID-19, sejumlah perusahaan masih diharuskan untuk mencari karyawan baru. Kekhawatiran akan terinfeksi virus sudah pasti akan jadi perhatian utama para staf HRD yang menjalani interview. Oleh karena itu, banyak manajer HRD yang mulai beralih ke metode rekrutmen online untuk menjamin keamanan para karyawannya.

Jika ini adalah kali pertama Anda menggelar rekrutmen online, maka Anda perlu tahu apa saja kelebihan dan kekurangannya, yang mana akan kami bahas di artikel kali ini. Simak juga tips dan triknya untuk memaksimalkan rekrutmen online Anda.

Apa itu rekrutmen online?

Rekrutmen online adalah proses pencarian kandidat karyawan yang dilakukan perusahaan secara online. Jika rekrutmen pada umumnya dilakukan secara tatap muka, tak demikian halnya di perekrutan online. Ada beberapa jenis rekrutmen online yang umum dilakukan oleh manajer HR, interview satu arah dan interview dua arah.

Interview satu arah umumnya dilakukan jika kandidat yang hendak disaring jumlahnya banyak. Perusahaan mengirimkan pertanyaan dalam bentuk teks, audio, atau video kepada kandidat yang berisi pertanyaan. Kandidat bisa merekam jawaban mereka dalam bentuk video atau audio lalu mengirimkan rekaman tersebut ke perusahaan.

Interview dua arah dilakukan jika kandidat tidak terlalu banyak dan bisa disaring dengan interview melalui video call. Biasanya interview dua arah adalah kelanjutan dari interview satu arah di saat kandidat sudah lebih sedikit jumlahnya.

Kelebihan online recruitment

Sebenarnya cara rekrutmen yang satu ini sudah mulai populer sejak beberapa tahun belakangan. Namun karena fenomena virus corona membuat banyak perusahaan membatalkan janji interview tatap muka dan mulai beralih ke metode interview online. Berikut ini beberapa kelebihannya:

1. Lebih hemat

Sejatinya, interview online akan mengemat waktu dan dana yang harus dikeluarkan oleh perusahaan dan kandidat. Tak perlu lagi kandidat menyiapkan lembar CV untuk dibawa interview. Perusahaan pun tak harus mencetak lembar demi lembar kuesioner untuk dibagikan ke kandidat.

Tak hanya itu, staf HRD juga tak perlu khawatir dokumen interview menjadi tercecer atau hilang. Dengan bantuan sistem HRM, Anda tak perlu lagi khawatir kehilangan dokumen-dokumen penting.

2. Meningkatkan rasa percaya diri kandidat

Bukan sekali dua kali kita temui kandidat yang gugup tak berkesudahan saat interview berlangsung. Ia kesulitan menjawab pertanyaan, kikuk, dan ada juga yang bercucuran keringat, padahal sedang berada di ruangan ber-AC. Salah satu penyebabnya karena ruangan dan pewawancara yang membuatnya tegang.

Dengan interview online, kandidat bisa merasa lebih nyaman karena berada di lingkungan yang ia kenal. Ia bebas mengatur ruangannya sendiri pada saat interview berlangsung. Dengan ini sang kandidat pun bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

2. Lebih mudah atur jadwal interview

Seberapa sering Anda menemui kandidat yang datang terlambat ke interview dengan alasan “macet”? Hal ini sering terjadi pada proses interview tatap muka, apalagi di kota besar seperti Jakarta. Namun tak demikian halnya di rekrutmen online. Interview bisa berlangsung kapan saja dan di mana saja, yang penting pewawancara dan kandidat terhubung ke internet.

3. Kenal lebih dekat dengan kandidat

Interview online memungkinkan perusahaan untuk mengenal secara lebih jauh karakter sang kandidat. Anda bisa melihat seperti apa kondisi kamar kandidat, seberapa rapi ia berpakaian, hingga seberapa siapkah ia menghadapi interview yang sudah dijadwalkan. Jika menghadiri interview online saja sudah tidak tepat waktu, maka hal ini bisa menjadi penilaian minus dari sang kandidat.

Kekurangan online recruitment

Sama seperti aspek hidup lainnya, rekrutmen online juga punya kekurangan yang mungkin saja menghambat jalannya proses perekrutan. Berikut beberapa di antaranya:

1. Butuh kestabilan koneksi internet

Tak ada yang lebih mengganggu kelancaran interview online dibandingkan tidak stabilnya koneksi internet. Berkali-kali bertanya “mohon diulangi lagi”, atau “maaf, pertanyaannya tidak terdengar” sudah pasti membuat pewawancara dan kandidat merasa tak nyaman. Kendalanya, koneksi internet yang stabil masih cukup mahal di Indonesia dan cukup banyak daerah yang belum terjangkau provider internet yang stabil.

2. Adanya kesenjangan teknologi

Perlu diakui, tak semua kandidat memiliki level pengetahuan yang sama seputar teknologi. Akan Anda temui sebagian kandidat yang belum pernah sama sekali menggunakan teknologi video call. Untuk ini, Anda perlu melakukan sedikit edukasi untuk memperlancar jalannya interview online nanti. Gunakan tutorial langkah demi langkah yang mudah dimengerti.

3. Keterbatasan akses ke perangkat yang dibutuhkan

Beberapa kandidat yang hendak diinterview mungkin akan mengeluhkan bahwa ia tak memiliki akses ke perangkat yang dibutuhkan. Mungkin karena keterbatasan alat atau akses internet yang tak memadai. Untuk mengatasinya, Anda bisa menawarkan alternatif lain untuk membuat proses interview berjalan lebih lancar. Misalnya dengan menjalankan interview via panggilan WhatsApp yang lebih dikenal banyak orang.

Tips dan trik rekrutmen online

Untuk memaksimalkan hasil dari rekrutmen online, ada beberapa tips dan trik yang bisa Anda coba. Berikut ini beberapa di antaranya:

  1. Kedepankan transparansi
    Sama seperti interview tatap muka, interview online harus mengutamakan transparansi dari pihak perusahaan yang menggelar rekrutmen. Jelaskan proses rekrutment, informasikan mengapa interview kali ini diadakan secara online, dan utarakan bahwa video interview akan disimpan untuk keperluan perusahaan nantinya. Hal ini penting untuk menghindari rasa tak nyaman kandidat saat proses interview online.
  2. Persingkat waktu tes atau ujian
    Buat kandidat yang harus menunjukkan kemampuannya, seperti desainer grafis atau bagian penjualan, Anda bisa mengadakan tes atau ujian praktis selama proses interview berlangsung. Namun pastikan tes yang dijalankan tidak berlangsung terlalu lama seperti saat interview tatap muka. Upayakan agar tes bisa berlangsung cepat dan kandidat tetap bisa menunjukkan kemampuannya.
  3. Beda format beda tujuan
    Format interview online ada dua, yakni satu arah dan dua arah. Sebagai perekrut, pastikan Anda tidak menggunakan format yang salah. Bedakan tujuan antara interview satu arah dan dua arah. Hal ini penting karena media dan perangkat yang digunakan sangat berbeda. Salah penggunaan bisa berujung pada tak maksimalnya hasil rekrutmen online Anda.
  4. Buat proses interview berjalan cepat dan efektif
    Usahakan agar interview tak berjalan terlalu lama dan bisa tetap konsisten dari satu kandidat ke kandidat yang lain. Siapkan pertanyaan sebelum interview dimulai agar proses interview bisa berjalan lebih efektif dan konsisten.
  5. Gunakan software pendukung
    Karena semua proses interview berjalan secara online, maka dukungan software adalah hal yang mutlak. Pastikan Anda menggunakan software yang tepat untuk keperluan interview online seperti Zoom, Skype atau WhatsApp, atau software HRM untuk kemudahan pengelolaan kandidat.

Kesimpulan

Rekrutmen online adalah langkah terbaik yang bisa diambil tim HR untuk mencari kandidat baru selama pandemi COVID-19 masih belum mereda. Pastikan Anda menggunakan perangkat dan software pendukung yang tepat untuk memudahkan proses rekrutmen online.

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles