Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP)

Maria HashMicro

Good Manufacturing Practices atau yang disingkat GMP merupakan konsep manajemen dalam bentuk prosedur dan mekanisme berproses yang tepat untuk menghasilkan output yang memenuhi standar dengan tingkat ketidak sesuaian yang kecil. GMP biasa disebut dengan cara produksi yang baik atau CPB. Penerapan GMP yang dilakukan oleh perusahaan pada sektor industri manufaktur bukanlah suatu perkara yang mudah untuk dilakukan. Saat industri manufaktur merencanakan untuk menerapkan strategi GMP, setidaknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada industri manufaktur. Sebagai berikut :

 

Membangun Komitmen

Pemilik perusahaan dan karyawan harus membangun komitmen. Usaha untuk membangun komitmen merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Dalam usaha menerapkan GMP dibutuhkan adanya berbagai elemen sumber daya terutama financial yang cukup besar. Di tambah adanya komitmen para karyawan yang bekerja pada perusahaan tersebut untuk bersedia dengan suka rela melaksanakan standar GMP secara aktif dan efektif.

 

Pilih Standar Refrensi Penerapan GMP

Untuk menerapkan GMP perlu adanya standar refrensi secara tepat dengan mempertimbangkan berbagai hal seperti desain, fasilitas, produksi, jaminan, penyimpanan dan lain sebagianya.

 

Tetapkan Indikator

Menerapkan indikator-indikator yang efekftif dalam penerapan GMP akan mengurangi kesalahan yang fatal dan setelah itu lakukan evaluasi kinerja penerapan GMP yang digunakan untuk mengetahui apakah dalam penerapan GMP ada kesalahan.

 

Bentuk Tim Solid

Dibutuhkan tim yang solid dengan penanggung jawab personil yang memiliki jiwa kepemimpinan serta motivasi yang kuat dalam penerapan GMP.

 

Melakukan Awareness

Secara terus-menerus, lakukan awareness baik untuk manajer, supervisor maupun karyawan.

 

Khususnya untuk produksi makanan sendiri harus menerapkan proses sanitasi. Sanitasi merupakan serangkaian proses yang akan dilaksanakan untuk menjaga kebersihan dan sebagai salah satu hal terpenting yang harus dimiliki oleh industri manufaktur pangan dalam usahanya untuk menerapkan good manufacturing practice (GMP). Tujuan penerapan sanitasi yang bersih pada industri manufaktur pangan adalah sebagai salah satu cara yang dilakukan untuk menghilangkan kontaminan (pencemaran zat-zat berbahaya) dari makanan dan dari mesin pengolahan makanan serta untuk mencegah kontaminan agar tidak kembali. Dengan menerapkan sanitasi kebersihan pada industri manufaktur pangan maka akan diperoleh manfaat yang baik bagi para produsen dan juga konsumen.

Prosedur standar yang akan digunakan adalah prosedur operasi standar untuk proses sanitasi/sanitation standart operating procedure (SSOP). Menurut penelitian dari IPB (Institut Pertanian Bogor) ada 8 aspek utama yang harus diketahui SSOP dan wajib diterapkan (langkah – langkah) oleh perusahaan yang ingin menerapkan GMP, beberapa aspek dari SSOP tersebut adalah sebagai berikut:

  • Keamanan air (Air bersih).
  • Kebersihan permukaan yang kontak secara langsung dengan makanan.
  • Pencegahan kontaminasi (pencemaran) silang.
  • Kebersihan para pekerja.
  • Pencegahan/perlindungan dari adulterasi
  • Pelabelan dan penyimpanan yang tepat.
  • Pengendalian dan pemeliharaan kesehatan para karyawan.
  • Pemberantasan hama.

 

Sebenarnya tak cukup hanya dengan menjalankan prosedur yang ada. Perlu adanya tools berbentuk software manufacturing untuk mengontrol proses yang ada dalam perusahaan. Maka dari itu perusahaan yang sudah menjalankan GMP, rasanya tidak cukup jika belum menggunakan Software Manufacturing. HashMicro menyediakan software manufacturing yang akan membantu pekerjaan Anda.

Dapatkan Free ERP
Hosting Server &
Maintenance
Selama 1 tahun,
GRATIS!    Learn More »

You may like