BerandaSoftware/BusinessBPR (Bank Perkreditan Rakyat) adalah : Fungsi dan Bedanya Dengan Bank Umum

BPR (Bank Perkreditan Rakyat) adalah : Fungsi dan Bedanya Dengan Bank Umum

BPR (Bank Perkreditan Rakyat) adalah lembaga keuangan yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, atau bentuk lainnya yang dipersamakan dan menyalurkan dana sebagai usaha BPR. Umumnya, BPR berlokasi di kota-kota kecil yang mana lokasi tersebut dekat dengan tempat masyarakat yang membutuhkan.

Pemberian status BPR umumnya kepada Bank Desa, Lumbung Desa, Bank Pasar, Bank Pegawai, Lumbung Pitih Nagari (LPN), Lembaga Perkreditan Desa (LPD), Badan Kredit Desa (BKD), Badan Kredit Kecamatan (BKK), Kredit Usaha Rakyat Kecil (KURK), Lembaga Perkreditan Kecamatan (LPK), Bank Karya Produksi Desa (BKPD), atau lembaga lainnya berdasarkan UU Perbankan Nomor 7 Tahun 1992 dengan memenuhi persyaratan tatacara yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah.

Sebagai bank, fungsi utama BPR tetap bertindak sebagai perantara keuangan. Artinya, mengumpulkan dana dari masyarakat dan mendistribusikannya kembali ke masyarakat. Baik melalui kredit atau cara lain, dengan tujuan mempromosikan kegiatan bisnis masyarakat. Pengarahan distribusi terutama untuk bisnis ritel dan kredit berskala kecil (mikro).

BPR (Bank Perkreditan Rakyat) adalah

Fungsi Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) memiliki fungsi utama sebagai alat menunjang pelaksanaan pembangunan secara nasional dan diharapkan mampu meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional agar tercipta kesejahteraan masyarakat.

Lalu apa saja penjabaran fungsi BPR dalam menjalankan perannya? Simak selengkapnya di bawah ini.

Memberi pengetahuan terhadap masyarakat luas tentang perbankan

Saat ini, banyak orang biasa tidak menyadari fungsi dan misi utama BPR. Selain itu, mereka yang tinggal di desa terus ragu untuk menyetor uang mereka di bank. Sebagian besar dari mereka lebih suka menyimpannya di rumah. 

Sehingga, salah satu peran BPR adalah mengedukasi masyarakat mengenai sistem perbankan.

Membuat pemerataan kesempatan untuk membuka usaha

Banyak anak muda datang dengan rencana bisnis yang inovatif di era digital. Tentu saja, mereka akan membutuhkan banyak uang jika mereka ingin membuat ide ini menjadi kenyataan. Itu sebabnya memiliki BPR.

Selain itu, ide-ide bisnis inovatif ini tidak hanya berasal dari daerah perkotaan, tetapi juga di kalangan remaja pedesaan. Pada tahap selanjutnya dari BPR ini, pemerintah akan mendorong masyarakat untuk membangun bisnis.

Anda dapat menggunakan modal dalam keperluan pembangunan bisnis. Untuk membangun bisnis yang terencana, gunakan Software ERP dari HashMicro.

Baca Juga: Apa Itu ERP Software dan Apa Kegunaannya bagi Bisnis Anda?

Mempercepat pembangunan di desa

Daerah pedesaan memang memiliki keberadaan BPR yang lebih tinggi. Hasilnya, salah satu fungsi BPR adalah membantu pembangunan desa. Sehingga tidak ada desa di Indonesia yang tertinggal karena kurangnya pendidikan dalam membangun usaha.

Dalam hal ini, peran BPR adalah mengedukasi masyarakat tentang pola pembangunan negara saat ini. Selain itu, perlu untuk bertanggung jawab dalam mengembangkan desa yang lebih maju dari yang sebelumnya. Untuk mendorong realisasi, BPR akan meminjamkan sejumlah dana desa untuk mempercepat pembangunan desa.

Menyediakan layanan perbankan

Fungsi lainnya adalah menyediakan layanan perbankan kepada masyarakat pedesaan dan terpencil. Layanan perbankan sangat bermanfaat, terutama untuk daerah pedesaan yang terletak sangat jauh dari bank komersial di pusat kota.

Layanan perbankan ini menguntungkan masyarakat desa dengan memungkinkan mereka untuk mendapatkan layanan perbankan tanpa harus melakukan perjalanan jauh ke kota.

Baca juga: 17 Software ERP Terbaik di Indonesia Tahun 2021

Perbedaan Bank Perkreditan Rakyat dengan Bank Umum

Bank Perkreditan Rakyat

Sebagaimana Anda ketahui peran BPR (Bank Perkreditan Rakyat) adalah membantu pemerataan manfaat bank bagi masyarakat. Ada beberapa perbedaan antara kedua jenis bank tersebut, antara lain:

Syarat permodalan BPR jauh lebih kecil daripada bank umum

Ada perbedaan mencolok antara BPR dan bank umum terkait permodalan. Saat mendirikan bank umum, modal sedikitnya sejumlah Rp 3 triliun, sedangkan untuk bank umum syariah minimal senilai Rp 1 triliun. 

Berbeda dengan bank umum, membentuk BPR (Bank Perkreditan Rakyat) sendiri bervariasi modal awalnya, tergantung zona yang terbagi menjadi 4 zona berdasarkan Peraturan OJK Nomor 20/POJK.03/2014 Pasal 5 tentang Bank Perkreditan Rakyat, minimal modal BPR mulai dari Rp 4 miliar (zona 4) hingga Rp 14 miliar (zona 1).

Layanan BPR sangat terbatas

Tujuan kehadiran BPR (Bank Perkreditan Rakyat) adalah untuk melayani nasabah dengan kebutuhan perbankan sederhana, yang tidak serumit bank umum. Misalnya, seperti membuka tabungan, kredit dengan batasan plafon, dan sebagainya. Sementara kegiatan perbankan umum memiliki layanan yang lebih kompleks seperti giro, valas, dan asuransi yang tidak tersedia pada BPR.

Beda aktivitas usaha BPR dan bank umum

BPR mampu memenuhi kebutuhan simpanan nasabah dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya, seperti layanan kredit, pembiayaan dan penempatan dana, penempatan dana Sertifikat Bank Indonesia, deposito berjangka, dan sertifikat deposito.

Baca Juga: Daftar 17 Software ERP Terbaik di Indonesia Yang Wajib Diketahui pada Tahun 2021

Sementara di bank umum, mereka dapat terus melakukan semua kegiatan BPR dan menyediakan layanan lain, seperti menerbitkan surat terhadap pengakuan utang, menyiapkan surat pengakuan utang, menyediakan fasilitas penyimpanan yang aman untuk sekuritas dan barang, kegiatan forex, dan kegiatan perbankan umum lainnya.

Beda layanan kredit dan simpanan di BPR dan bank umum

Bank Perkreditan Rakyat melayani kredit dan simpanan walaupun tidak sekompleks bank umum yang meliputi:

  1. Produk simpanan berupa tabungan dan deposito berjangka
  2. BPR tidak menyediakan produk simpanan giro seperti bank umum.
  3. Ada perbedaan bunga simpanan di BPR jika dibandingkan dengan bank umum
  4. Bunga deposito BPR juga mendapatkan jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), maksimal sebesar 8,75%.
  5. kredit yang disediakan terbatas pada kredit tanpa agunan atau kredit untuk karyawan dan kredit usaha kecil.
  6. Persediaan nilai plafon juga terbatas tidak seperti bank umum yang bisa mencapai puluhan miliar rupiah.
  7. Tidak memiliki layanan kartu kredit.

Sedangkan bank umum melayani kredit dan simpanan yang lebih lengkap dan kompleks yang secara umum meliputi layanan BPR dan beberapa produk berikut ini:

  1. Kredit konsumtif seperti KTA, kartu kredit, kredit properti (rumah dan apartemen), kredit kendaraan bermotor.
  2. Kredit investasi dan kredit modal kerja berbagai segmen nasabah.
  3. LPS juga menjamin simpanan nasabah dengan bunga di kisaran 6,25% untuk deposito rupiah dan 0,25% untuk deposito valas.
  4. Secara umum bunga simpanan BPR relatif tinggi dibandingkan bank umum namun dengan konsekuensi bunga kreditnya juga lebih tinggi dibandingkan bunga kredit bank umum.

Secara umum, bunga deposito BPR lebih tinggi daripada bank umum, tetapi bunga kredit juga lebih tinggi daripada pinjaman bank umum.

Ketika mendapatkan kredit, tentu bisnis Anda perlu untuk mengelola seluruh aset. Kelola secara real-time dengan Asset Management System dari HashMicro. Anda bisa memantau penggunaan aset, menjadwalkan perawatan, dan mengkalkulasi ROI, expense, serta nilai capital asset secara otomatis.

Jangkauan wilayah layanan BPR untuk kabupaten, bank umum tidak terbatas

Sejalan dengan misinya, BPR berfokus pada layanan lokal dengan jangkauan terbatas. Tidak seperti bank umum, BPR tidak memiliki jaringan internasional dan hanya melayani kecamatan atau kabupaten. 

Hal ini berpengaruh terhadap lokasi fisik yang biasanya lebih kecil dari bank umum. Berbeda dengan BPR, masyarakat lebih mengenal bank umum ketimbang BPR yang hanya terkenal bagi masyarakat di sekitar area bank perkreditan rakyat berada.

Penutup

BPR (Bank Perkreditan Rakyat) adalah strategi negara untuk melakukan pemerataan pertumbuhan ekonomi. Dengan BPR yang sehat, kuat, produktif, dan memiliki daya saing, pemerintah berharap pelaku bisnis terutama skala mikro (UMKM) mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat hingga pelosok negeri.

Jika Anda berhasil mendapatkan kredit modal dari Bank Permodalan Rakyat, Anda juga harus dapat mengelola keuangan Anda dengan baik untuk menghindari kenaikan pinjaman dan denda keterlambatan pembayaran.

Untuk membantu Anda dalam mengelola keuangan Anda secara efektif, gunakan Software Akuntansi terbaik dari HashMicro. Kami telah menyediakan solusi praktis bagi ratusan perusahaan besar di Indonesia dan Singapura.

accounting software

Dengan sistem akuntansi HashMicro, Anda dapat Otomatiskan pengelolaan arus kas, pembuatan laporan keuangan, rekonsiliasi bank, jurnal penyesuaian, pembuatan faktur, dan lainnya. Hindari proses manual, pembuatan secara otomatis hanya dalam hitungan detik. Hasil laporan akurat dan dapat terintegrasi seluruh cabang secara real-time. Selengkapnya, klik disini.

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Fadel Rasyid
Fadel Rasyid
I see myself as an active and curious person. Constantly open to learning and growing with values. I never can't see the bright side of a situation — a content writer at HashMicro & a digital marketing enthusiast.

Coba Gratis Software HashMicro

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda dengan konsultan ahli kami dan DAPATKAN DEMO GRATISNYA!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA