Kesalahan perhitungan depresiasi dapat menimbulkan efek berantai pada laporan keuangan, mulai dari nilai aset yang terlalu tinggi, premi asuransi membengkak, beban pajak tidak akurat, hingga keputusan investasi yang kurang tepat.

Depresiasi berperan membantu perusahaan mencatat penurunan nilai aset tetap secara realistis dengan mengalokasikan biaya aset selama masa manfaatnya agar laporan keuangan lebih akurat.

Depresiasi memiliki karakteristik khusus: hanya berlaku untuk aset tetap jangka panjang, dicatat secara sistematis menggunakan metode tertentu, bersifat non-tunai, dan dapat dipengaruhi perubahan teknologi, regulasi, maupun kondisi pasar.