Di perusahaan jasa, satu klien bisa ditagih dengan cara yang beda: retainer bulanan, milestone per tahap, atau time & material berdasarkan jam kerja. Di saat yang sama, ada reimbursement, biaya vendor, dan biaya internal yang termasuk ke pekerjaan yang sama.
Sistem akuntansi perusahaan jasa dipakai untuk merapikan hubungan antara pekerjaan yang dilakukan, biaya yang keluar, dan pendapatan yang diakui. Jadi, transaksi tidak berdiri sendiri, tapi punya konteks proyek/klien yang jelas sejak awal.
Hasilnya, tim bisa melihat angka yang lebih relevan. Performa per proyek, profit per klien, dan progres penagihan tanpa harus bongkar catatan satu-satu. Angka laporan jadi lebih mudah dipakai untuk evaluasi rutin dan perencanaan.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Apa itu Akuntansi Perusahaan Jasa?
Maka akuntansi perusahaan jasa adalah sebuah sistem pencatatan, pengelompokan, dan proses analisis berbagai transaksi keuangan yang terjadi pada perusahaan jasa yang dapat menjadi bagian dari laporan keuangan akhir perusahaan.
Apa Saja Karakteristik Perusahaan Jasa?
Berikut merupakan karakteristik-karakteristik dari perusahaan jasa beserta penjelasan secara detail:
1. Menjual jasa sebagai kegiatan utama
Karakteristik yang pertama dari perusahaan jasa adalah untuk menjadikan penjualan jasa sebagai kegiatan yang utama. Walaupun menggunakan satu atau lebih objek dalam melaksanakan kegiatan bisnisnya, perusahaan jasa hanya bergerak dalam menawarkan jasa yang mereka miliki.
Apabila konsumen atau target pasar mereka tertarik, perusahaan jasa dapat melaksanakan proses penjualan kepada para pelanggan mereka.
2. Tidak menyediakan produk dalam bentuk fisik
Selanjutnya, karakteristik yang kedua dari perusahaan jasa adalah perusahaan ini tidak memperjualbelikan produk dalam bentuk fisik. Jasa memiliki bentuk atau sifat intangible atau tidak berwujud, sehingga baik dari perusahaan atau konsumen tidak dapat melihat atau menyimpan jasa.
Walaupun tidak memiliki wujud, konsumen atau pengguna tetap dapat merasakan manfaat dari jasa yang mereka terima dari perusahaan.
3. Hasil tidak dapat disamakan
Berikutnya, karakteristik yang ketiga dari perusahaan jasa adalah bahwa hasil usaha tidak dapat sama. Hal ini karena adanya subjektivitas seputar kepuasan pelanggan, dimana setiap pelanggan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda antara satu pelanggan dengan yang lainnya.
Selain itu, kualitas karyawan juga menyebabkan penyamarataan pendapatan atau hasil menjadi semakin sulit. Sehingga, hasil usaha tidak dapat disamaratakan terhadap semua konsumen perusahaan jasa tersebut.
4. Tidak ada standar harga yang umum
Karakteristik terakhir yang terdapat dalam perusahaan jasa adalah tidak terdapat standarisasi harga yang bersifat umum. Kebutuhan dari setiap pelanggan akan selalu berbeda-beda tergantung dengan apa yang mereka ingini dan juga keluhan yang mereka miliki.
Di sisi lain, pemilik usaha baru dapat menjalankan suatu perusahaan atau bisnis jasa jika penganggaran dilakukan secara optimal. Dengan mengontrol arus kas dan siklus akuntansi perusahaan jasa yang dapat memungkinkan pebisnis untuk berinvestasi dalam peluang baru di saat yang tepat.
Jenis Transaksi Akuntansi Perusahaan Jasa
Terdapat beberapa jenis transaksi yang harus masuk ke dalam laporan, yaitu:
- Pembelian operasional: Di dalam laporan mencakup pembelian barang/jasa penunjang seperti perlengkapan kantor, langganan software, biaya vendor, transport, dan kebutuhan proyek.
- Beban dibayar di muka: Untuk biaya yang manfaatnya lebih dari satu periode, seperti sewa, asuransi, atau langganan tahunan, lalu dialokasikan bertahap per bulan.
- Pendapatan jasa (tunai dan kredit): Pendapatan dari layanan yang diberikan, baik langsung dibayar maupun ditagihkan lewat invoice, termasuk model retainer, milestone, atau time & material.
- Piutang usaha: Muncul saat invoice diterbitkan tetapi klien belum membayar, sehingga saldo piutang harus dipantau per klien agar tidak tercampur.
- Penerimaan piutang: Dicatat saat pembayaran dari klien masuk, baik penuh maupun sebagian, termasuk potongan, denda, atau selisih pembayaran jika ada.
- Utang usaha: Terjadi saat perusahaan memakai jasa pihak ketiga atau membeli kebutuhan operasional secara kredit, misalnya vendor, freelancer, atau supplier.
- Pembayaran utang: Dicatat saat kewajiban ke vendor/supplier dibayarkan, termasuk biaya tambahan seperti administrasi atau selisih kurs bila relevan.
- Payroll dan biaya karyawan: Meliputi gaji, lembur, insentif, benefit/BPJS, dan reimburse yang menjadi beban perusahaan agar biaya tenaga kerja terbaca jelas per periode.
- Pajak dan kewajiban perpajakan: Mencakup PPN (jika PKP), PPh 21/23, serta setoran pajak yang sebaiknya dicatat sebagai kewajiban terpisah dari biaya operasional.
- Modal dan investasi pemilik: Setoran modal awal atau tambahan dari pemilik/investor dicatat sebagai ekuitas, termasuk penarikan pemilik (prive/dividen) bila terjadi.
- Pendapatan diterima di muka: Uang muka/DP dari klien sebelum pekerjaan selesai dicatat sebagai kewajiban dulu, lalu diakui sebagai pendapatan saat layanan diberikan, lalu dicatat dalam laporan keuangan perusahaan jasa.
Contoh Penerapan Akuntansi Perusahaan Jasa
Kasus: PT Sinar Konsultan (jasa konsultasi) dapat proyek dari PT Maju Jaya senilai Rp60.000.000. Klien bayar DP 20% dulu, lalu sisanya saat milestone 1 selesai. Klien memotong PPh 23 = 2% dari pembayaran jasa.
Transaksi dan pencatatan di sistem akuntansi khusus perusahaan jasa yaitu sebagai berikut.
1. 03/02/26 — Terima DP 20% (Rp12.000.000)
- Debit Bank Rp12.000.000
- Kredit Pendapatan Diterima di Muka Rp12.000.000
- DP belum jadi pendapatan sampai jasa diberikan.
2. 10/02/26 — Bayar vendor (desain/pihak ketiga) Rp4.000.000
- Debit Beban Jasa Pihak Ketiga Rp4.000.000
- Kredit Bank Rp4.000.000
3. 28/02/26 — Bayar gaji staf proyek Rp18.000.000
- Debit Beban Gaji Rp18.000.000
- Kredit Bank Rp18.000.000
4. 01/03/26 — Milestone 1 selesai, terbitkan invoice Rp30.000.000
- Debit Piutang Usaha Rp30.000.000
- Kredit Pendapatan Jasa Rp30.000.000
5. 01/03/26 — Alokasikan DP untuk mengurangi piutang (Rp12.000.000)
- Debit Pendapatan Diterima di Muka Rp12.000.000
- Kredit Piutang Usaha Rp12.000.000
- Setelah ini, piutang yang tersisa = Rp30.000.000 − Rp12.000.000 = Rp18.000.000.
6) 15/03/26 — Terima pelunasan Rp18.000.000, dipotong PPh 23 (2%)
- PPh 23 = 2% × 18.000.000 = Rp360.000
Kas masuk = 18.000.000 − 360.000 = Rp17.640.000 - Debit Bank Rp17.640.000
- Debit Pajak Dibayar di Muka (PPh 23) Rp360.000
- Kredit Piutang Usaha Rp18.000.000
Jadi, bagaimana ringkasannya?
Laba Rugi mini (periode transaksi di atas)
- Pendapatan Jasa: Rp30.000.000
- Beban Jasa Pihak Ketiga: Rp4.000.000
- Beban Gaji: Rp18.000.000
- Laba: Rp8.000.000
Posisi akun penting setelah transaksi
- Piutang Usaha: Rp0 (sudah lunas)
- Pendapatan Diterima di Muka: Rp0 (sudah dialihkan saat milestone)
- Pajak Dibayar di Muka (PPh 23): Rp360.000 (jadi kredit pajak saat pelaporan)
- Kenaikan kas bersih: 12.000.000 − 4.000.000 − 18.000.000 + 17.640.000 = Rp7.640.000
Peran Sistem Akuntansi dalam Perencanaan Keuangan Perusahaan Jasa
Dalam bisnis atau perusahaan jasa, perencanaan keuangan penting untuk stabilitas. Karena itu, sistem akuntansi memiliki peran sentral dalam mengumpulkan dan menganalisis informasi keuangan.
Sistem ini memungkinkan perusahaan untuk mencapai tujuan finansial dan operasional. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk pahami manfaat penerapan ERP pada perusahaan jasa.
1. Menganalisis alokasi perencanaan keuangan bisnis jasa anda
Dengan kegiatan yang tepat sasaran, tentunya akan memperkecil pengeluaran perusahaan agar menjadi jelas dan lebih terarah serta terhindar dari kegiatan operasional. Dengan menganalisis alokasi keuangan yang mana mencakup analisis rasio keuangan.
Terdapat kelemahan dan kelebihan pada finansial yang dapat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya pada masa depan.
Dengan adanya pencatatan pada setiap pengeluaran dan pemasukan dengan baik, maka akan memudahkan perusahaan Anda untuk memonitor setiap perputaran arus keuangan perusahaan.
Jika Anda belum mampu mencatat keuangan perusahaan dengan baik, maka Anda dapat memanfaatkan software accounting. Hal ini yang menjadikan keberadaan perencanaan manajemen keuangan sangatlah penting dalam menganalisis alokasi keuangan pada suatu perusahaan.
Baca juga: Permudah Analisis Laporan Keuangan Perusahaan
2. Menyusun tujuan pengelolaan perencanaan keuangan
Keberhasilan sebuah perusahaan dapat terlihat dari kemampuan para pengelola atau pihak manajemen dalam mengelola keuangan dan memanfaatkan peluang secara maksimal sehingga akan menghasilkan return atau imbalan sesuai harapan.
Anda dapat menggunakan aplikasi laporan keuangan untuk dapat membantu perusahaan Anda dalam mengelola keuangan. Tentunya ini berdasarkan konsep perencanaan keuangan yang mana merupakan suatu proses dalam pengaturan aktivitas atau kegiatan keuangan pada suatu perusahaan.
Lebih rinci lagi, dengan analisis laporan keuangan memiliki tujuan sebagai berikut:
- Sebagai sumber informasi yang mana berfungsi untuk mengambil keputusan strategis
- Untuk menilai kinerja manajemen pada tahun berjalan
- Melihat kemampuan perusahaan dalam melunasi hutang-hutangnya
- Sebagai bahan pertimbangan untuk para investor
- Untuk dapat mengetahui perubahan posisi keuangan perusahaan dalam periode tertentu
- Untuk dapat memproyeksikan bisnis di masa yang akan datang. Serta mengidentifikasi pos-pos keuangan yang bermasalah.
3. Memonitor kondisi keuangan bisnis jasa
4. Mengevaluasi kondisi perencanaan keuangan bisnis
Evaluasi bisnis melalui laporan keuangan, hal pertama yang dapat perusahaan Anda dengan melihat laba serta rugi, maka Anda dapat melihat atau mengevaluasi kinerja keuangan pada selama satu periode.
Selain itu, contoh laporan keuangan perusahaan juga bisa dijadikan dengan patokan pada tolak ukur kas perusahaan dimasa yang akan datang.
Perusahaan besar telah beralih ke HashMicro untuk dapat bisa mempermudah seluruh kegiatan operasionalnya melalui sistem akuntansi dari HashMicro.
Kesimpulan
Sistem akuntansi perusahaan jasa dapat memberi kemudahan bagi para pengusaha di bidang tersebut dalam melakukan pengelolaan terhadap seluruh transaksi yang terjadi antara mereka dengan seluruh pihak yang berhubungan dengan mereka. Selain itu, sistem ini juga dapat meningkatkan efisiensi waktu pekerjaan yang terjadi dalam perusahaan.
Agar dapat mempermudah pengelolaan kegiatan akuntansi perusahaan, Anda dapat menggunakan HashMicro sebagai software akuntansi terbaik. Sistem software ini dapat memberikan kemudahan bagi Anda dalam mengelola keuangan dan akuntansi perusahaan dengan baik dan teratur sehingga dapat meningkatkan efisiensi waktu dan kerja.
Daftarkan perusahaan jasa Anda dan dapatkan demo gratis sekarang juga!
Pertanyaan Seputar Akuntansi Perusahaan Jasa
-
Apa Itu Software Akuntansi Online?
Software akuntansi online adalah sebuah software yang mencatat, mengolah, dan menampilkan data transaksi keuangan bisnis secara real-time. Software ini memberikan solusi bagi UKM dan perusahaan dalam hal pembukuan, laporan keuangan, invoice, dan neraca keuangan secara online. Baca selengkapnya di sini!
-
Apa Saja Manfaat Yang Dapat Diperoleh Dengan Menggunakan Software Akuntansi?
Berikut adalah manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunakan software akuntansi:
1. Proses akuntansi berjalan otomatis dan sederhana.
2. Laporan keuangan selesai dengan cepat.
3. Pekerjaan menjadi lebih efisien dan cepat.
4. Akses mudah di berbagai cabang perusahaan.
5. Mengurangi biaya yang dikeluarkan. -
Apa Kelebihan Dari Software Akuntansi?
Kelebihan dari software akuntansi adalah kemampuannya untuk menyajikan data dengan akurasi tinggi. Anda bebas ragu karena software ini mendetail dan akurat.
-
Mengapa Software Akuntansi Penting Dalam Dunia Bisnis?
Dengan menggunakan software akuntansi, Anda dapat mengakses informasi keuangan yang mendalam. Hal ini dapat mengidentifikasi area untuk meningkatkan efisiensi biaya dan mendorong produktivitas. Dengan sistem yang tepat, perusahaan dapat mengotomatisasi tugas-tugas pembukuan dan menghasilkan laporan yang sesuai dengan peraturan pajak dengan tepat waktu.






