CNBC Awards
×

Kerja Lebih Tenang di Bulan Ramadan!

Diskon 20% untuk Semua Modul!*

Manfaatkan promo spesial ini dan pastikan bisnis tetap lancar selama Ramadan!

Sisa Waktu --:--:--

*hanya untuk 100 klaim pertama

10 Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa yang Perlu Anda Ketahui

Diterbitkan:

Perusahaan jasa memiliki pola transaksi yang berbeda dibandingkan bisnis yang menjual produk fisik. Aktivitas utamanya berfokus pada pemberian layanan, sehingga pencatatan keuangan harus dilakukan secara sistematis melalui siklus akuntansi perusahaan jasa.

Siklus akuntansi membantu perusahaan mengelola proses pencatatan mulai dari transaksi awal hingga laporan keuangan. Dengan alur yang terstruktur, perusahaan dapat memantau pendapatan, biaya operasional, dan kinerja bisnis secara lebih akurat.

Pentingnya pengelolaan akuntansi juga terlihat dari besarnya kontribusi sektor jasa dalam perekonomian. Data World Bank menunjukkan sektor jasa menyumbang lebih dari 60% PDB global, sehingga pengelolaan keuangan yang rapi menjadi faktor penting bagi keberlanjutan bisnis jasa.

Key Takeaways

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Apa Itu Perusahaan Jasa?

      Apa Itu Perusahaan Jasa?

      Perusahaan jasa adalah perusahaan dengan aktivitas utama bisnis yang bergerak dalam bidang pelayanan atau menjual jasa. Perusahaan ini memiliki aktivitas produksi yang produknya tidak terwujud dan bertujuan memenuhi kebutuhan konsumen agar mendapatkan keuntungan. 

      Untuk menghasilkan informasi yang cepat dan akurat, perusahaan perlu mengelola sistem informasi secara optimal. Melalui sistem tersebut, perusahaan dapat memperkuat daya saing dalam menghadapi kompetitor sejenis.

      Karakteristik Utama Perusahaan Jasa

      Perusahaan jasa memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan perusahaan yang menjual produk fisik. Fokus utamanya adalah memberikan layanan kepada pelanggan, sehingga cara operasional, sumber pendapatan, dan pencatatan keuangannya juga memiliki pendekatan yang berbeda.

      • Tidak menghasilkan produk fisik: Perusahaan jasa tidak memproduksi barang yang dapat disimpan atau dijual kembali. Nilai yang diberikan kepada pelanggan berasal dari layanan atau keahlian yang diberikan.
      • Pendapatan berasal dari layanan: Sumber pendapatan utama perusahaan jasa berasal dari jasa yang diberikan kepada pelanggan, seperti biaya konsultasi, tarif transportasi, atau biaya layanan profesional lainnya.
      • Tidak memiliki persediaan barang dagang: Berbeda dengan perusahaan dagang, perusahaan jasa umumnya tidak memiliki stok barang yang perlu dikelola atau disimpan.
      • Bergantung pada kualitas sumber daya manusia: Kualitas layanan sangat dipengaruhi oleh keterampilan dan profesionalitas karyawan yang memberikan jasa tersebut.
      • Produksi dan konsumsi terjadi secara bersamaan: Dalam banyak layanan jasa, proses pemberian layanan dan penggunaan oleh pelanggan sering terjadi pada waktu yang sama, seperti pada layanan transportasi atau konsultasi.

      10 Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

      Siklus akuntansi perusahaan jasa adalah rangkaian proses pencatatan dan pengolahan transaksi keuangan yang dilakukan secara berurutan hingga menghasilkan laporan keuangan.

      Setelah periode akuntansi berakhir, perusahaan menyesuaikan seluruh saldo akun dalam buku besar dan menutup akun nominal. Selanjutnya, perusahaan kembali memulai siklus akuntansi pada periode berikutnya. Berikut tahapan siklus akuntansi perusahaan jasa yang perlu Anda pahami:

      1. Identifikasi dan analisis transaksi

      Langkah pertama dalam tahapan siklus akuntansi perusahaan jasa adalah mengidentifikasi dan menganalisis transaksi. Akuntan perlu mengenali setiap transaksi secara tepat agar dapat mencatatnya dengan benar dalam sistem akuntansi.

      Namun, tidak semua transaksi dapat tercatat. Akuntan hanya mencatat transaksi yang menyebabkan perubahan posisi keuangan perusahaan, memiliki bukti transaksi yang sah, serta dapat terukur secara objektif dalam satuan moneter, seperti nota pembelian dan kwitansi penjualan.

      Setelah mengidentifikasi transaksi, Anda harus menentukan pengaruhnya terhadap posisi keuangan. Anda dapat menggunakan bantuan teknologi seperti aplikasi accounting untuk mengotomatisasi proses ini.

      2. Pencatatan transaksi ke dalam jurnal

      Setelah menganalisis transaksi, perusahaan mencatat setiap transaksi secara kronologis ke dalam jurnal umum. Jurnal berperan sebagai catatan awal seluruh transaksi keuangan yang terjadi dalam satu periode akuntansi.

      Dalam pencatatan ini, akuntan mencatat transaksi secara rinci berdasarkan tanggal, akun yang terlibat, serta jumlah debit dan kredit. Oleh karena itu, pencatatan jurnal menjadi dasar penting untuk melanjutkan proses ke tahapan berikutnya dalam siklus akuntansi.

      Pada tahap ini, anda perlu menerapkan persamaan dasar akuntansi sebagai acuan pencatatan, yaitu:

      AKTIVA = KEWAJIBAN + EKUITAS

      Melalui persamaan tersebut, anda dapat menjaga keseimbangan pencatatan keuangan. Aktiva mencerminkan sumber daya yang perusahaan miliki, kewajiban menunjukkan utang yang harus perusahaan penuhi, sedangkan ekuitas menggambarkan hak pemilik atas aset perusahaan.

      3. Posting ke buku besar

      Setelah mencatat transaksi dalam jurnal, perusahaan memindahkan setiap transaksi ke buku besar melalui proses posting. Buku besar berisi kumpulan akun yang perusahaan gunakan untuk mencatat dan mengelompokkan transaksi berdasarkan jenisnya.

      Setiap akun dalam buku besar menampilkan informasi penting, seperti nama akun, tanggal transaksi, nilai transaksi, serta saldo akhir. Untuk memudahkan identifikasi dan pelacakan, perusahaan biasanya memberi kode khusus pada setiap akun.

      4. Penyusunan neraca saldo

      Selanjutnya, Anda harus memasukkannya kedalam neraca saldo. Untuk melakukan hal tersebut, Anda hanya perlu memindahkan saldo pada setiap akun buku besar kedalam neraca saldo.

      Pastikan nominal saldo debet dan kredit dalam neraca seimbang karena jika tidak seimbang maka Anda harus mencari kesalahan terjadi hingga saldo tidak seimbang.

      Untuk menyusun neraca saldo, Anda cukup memindahkan dan menggabungkan saldo yang ada pada buku besar kedalam neraca saldo. Sesuai prinsip dasar siklus akuntansi, saldo yang tercantum pada neraca saldo harus memiliki jumlah yang sama. Untuk menghindari human error, Anda memerlukan accounting system berbasis cloud.

      download skema harga software erp
      download skema harga software erp

      5. Penyusunan jurnal dan neraca saldo penyesuaian

      Jika pada akhir periode akuntansi, terdapat transaksi yang belum tercatat, ada transaksi yang salah atau memerlukan penyesuaian, maka harus tercatat dalam jurnal penyesuaian. biasanya sebelum menyusun laporan keuangan.

      Kemudian, Anda juga harus membuat neraca saldo kedua dengan cara memindahkan saldo yang telah perusahaan sesuaikan pada buku besar ke dalam neraca saldo terbaru. 

      Saldo dari akun-akun pada buku besar dapat terkelompokkan ke dalam kelompok aktiva atau pasiva. Saldo antara kelompok aktiva dan pasiva pada neraca saldo tersebut juga harus seimbang.

      6. Neraca lajur

      Penyusunan neraca lajur perusahaan jasa akan mengacu pada neraca saldo dan jurnal penyesuaian. Apabila keduanya sudah Anda buat, maka penyusunan neraca lajur bisa perusahaan lakukan secara mudah.

      Neraca lajur akan memberikan informasi dalam bentuk laporan laba-rugi dan neraca. Keduanya itu akan menjadi dasar dalam pembuatan laporan keuangan. 

      7. Penyusunan laporan keuangan perusahaan jasa

      Langkah selanjutnya dalam siklus akuntansi pada perusahaan jasa yakni adalah menyusun laporan keuangan. Penyusunan laporan keuangan adalah bagian dari urgensi siklus akuntansi biaya yang prosesnya dapat Anda lakukan jika neraca saldo sudah seimbang.

      Penyusunan lengkapnya meliputi: 

      • Laporan laba rugi (loss and income statement), untuk dapat mengetahui kondisi keuangan perusahaan
      • Laporan perubahan modal (statement of owner’s equity), untuk bisa menggambarkan peningkatan dan penurunan aktiva bersih 
      • Neraca (balance sheet), untuk memberi informasi aset, kewajiban dan modal pada perusahaan
      • Laporan arus kas (cash flow statement), untuk bisa memberikan informasi relevan terkait aliran kas masuk dan keluar 
      • Catatan atas laporan keuangan, untuk dapat menjelaskan secara rinci terkait hal-hal yang ada pada laporan keuangan beserta penyimpangannya. 

      Kehadiran aplikasi buku kas menawarkan proses penyusunan laporan keuangan yang lebih praktis dan minim kesalahan karena semua transaksi tercatat secara otomatis dan terintegrasi.

      8. Penyusunan jurnal penutup

      Pembuatan jurnal penutup, anda menyusun jurnal penutup dengan menutup rekening nominal atau rekening laba rugi. Melalui proses ini, perusahaan mengosongkan saldo pada rekening tersebut agar siap digunakan kembali pada periode akuntansi berikutnya.

      Mengapa hal ini penting? Karena perusahaan dapat memisahkan kinerja keuangan setiap periode dengan jelas. Proses ini juga membantu manajemen mengevaluasi hasil usaha tanpa tercampur data periode sebelumnya.

      9. Jurnal pembalik

      Sama halnya dengan tahap penyusunan neraca saldo setelah penutupan, tahap ini bersifat opsional. Penyusunan jurnal pembalik Anda lakukan untuk menyederhanakan proses pencatatan transaksi tertentu yang terjadi secara repetitif atau berulang pada periode berikutnya. 

      Misalnya pada seorang akuntan akan membuat jurnal pembalik pada awal periode berikutnya. Mengacu dari jurnal penyesuaian, prosesnya dengan memulihkan akun yang pada awalnya debit menjadi kredit, lalu dari kredit berubah menjadi debit. 

      10. Neraca akhir atau awal (Setelah penutupan)

      Tahap terakhir dengan membuat neraca akhir atau awal. Isi dari neraca ini adalah daftar saldo rekening pada buku besar. Jadi isinya hanya akun-akun permanen. Tujuan pembuatan neraca ini untuk dapat memperoleh saldo yang mana memang sudah benar dan seimbang.

      Perbedaan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang

      Walau sama-sama memakai prinsip akuntansi yang sama, siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang tetap berbeda dari sisi jenis transaksi dan akun yang dicatat.

      Perusahaan jasa lebih banyak berfokus pada pendapatan layanan dan biaya operasional, sedangkan perusahaan dagang melibatkan pencatatan tambahan seperti persediaan, pembelian, dan harga pokok penjualan.

      Agar lebih mudah dipahami, berikut perbedaan utama siklus akuntansi perusahaan jasa dan perusahaan dagang

      Aspek Perusahaan Jasa Perusahaan Dagang
      Fokus transaksi Pendapatan jasa dan biaya operasional layanan. Pembelian, penjualan barang, dan pengelolaan persediaan.
      Akun pendapatan utama Pendapatan Jasa. Penjualan (Pendapatan Penjualan).
      Akun persediaan Umumnya tidak ada persediaan barang dagang. Ada persediaan (barang tersedia untuk dijual) dan mutasinya.
      Perhitungan HPP Biasanya tidak menghitung HPP barang; fokus pada biaya jasa (beban). Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk menentukan laba kotor.
      Jurnal penyesuaian khas Pendapatan diterima di muka, beban akrual, penyusutan aset jasa. Penyesuaian persediaan akhir, koreksi HPP, retur/potongan penjualan.
      Laporan laba rugi yang menonjol Pendapatan jasa dikurangi beban operasional → laba bersih. Penjualan − HPP → laba kotor, lalu dikurangi beban → laba bersih.

      Tujuan Siklus Akuntansi

      Tujuan Siklus Akuntansi

      1. Menyajikan laporan keuangan yang tepat

      Siklus akuntansi membantu perusahaan menyusun laporan keuangan yang rapi, akurat, dan sesuai standar. Melalui pencatatan transaksi yang konsisten, laporan keuangan mampu mencerminkan kondisi finansial perusahaan secara nyata.

      2. Menjadi landasan pengambilan keputusan

      Siklus akuntansi menghasilkan data keuangan yang memberikan dasar kuat bagi manajemen dan pemilik usaha dalam menentukan strategi serta mengambil keputusan bisnis secara tepat.

      3. Mengawasi dan mengevaluasi kinerja keuangan

      Melalui siklus akuntansi yang berjalan dengan baik, perusahaan dapat memantau arus kas, aset, dan kewajiban secara lebih terkontrol. Dengan begitu, perusahaan dapat mengevaluasi kinerja keuangan secara lebih efektif dan tepat sasaran.

      Contoh Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

      contoh siklus akuntansi

       

      Siklus akuntansi perusahaan jasa merupakan rangkaian proses sistematis untuk mencatat, mengolah, hingga menyajikan transaksi keuangan dalam satu periode. Berikut contoh penerapannya pada perusahaan konsultan jasa:

      1. Identifikasi transaksi

      Perusahaan menerima pembayaran jasa konsultasi sebesar Rp50.000.000. Transaksi ini termasuk pendapatan jasa karena menambah aset dan ekuitas perusahaan.

      2. Pencatatan pada jurnal umum

      Perusahaan mencatat transaksi tersebut dalam jurnal umum sebagai berikut:

      • Debit Kas Rp50.000.000

      • Kredit Pendapatan Jasa Rp50.000.000

      3. Posting ke buku besar

      Selanjutnya, perusahaan memindahkan data dari jurnal umum ke buku besar untuk mengelompokkan transaksi berdasarkan akun, seperti akun kas dan pendapatan jasa.

      4. Penyusunan neraca saldo

      Setelah seluruh transaksi tercatat, perusahaan menyusun neraca saldo untuk memastikan total debit dan kredit berada dalam kondisi seimbang.

      5. Jurnal penyesuaian

      Jika terdapat transaksi yang belum tercatat, perusahaan melakukan penyesuaian. Contohnya terdapat beban sewa yang belum terbayar:

      • Debit Beban Sewa Rp5.000.000

      • Kredit Utang Sewa Rp5.000.000

      6. Pembuatan laporan keuangan

      Berdasarkan neraca saldo dan jurnal penyesuaian, perusahaan menyusun laporan keuangan yang meliputi:

      • Laporan Laba Rugi
      • Neraca
      • Laporan Arus Kas
      • Laporan Perubahan Ekuitas

      7. Jurnal penutup

      Perusahaan menutup akun sementara ke akun ikhtisar laba rugi sehingga akun tersebut kembali bernilai nol. Contohnya:

      • Debit Pendapatan Jasa Rp50.000.000

      • Kredit Ikhtisar Laba Rugi Rp50.000.000

      8. Neraca saldo setelah penutupan

      Sebagai tahap akhir, perusahaan menyusun neraca saldo setelah penutupan untuk memastikan seluruh akun sementara telah ditutup dan saldo akun permanen siap digunakan pada periode berikutnya.

      Studi Kasus Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa pada PT Blue Bird Tbk

      Untuk memahami bagaimana siklus akuntansi perusahaan jasa diterapkan dalam praktik, kita dapat melihat contoh dari perusahaan yang bergerak di sektor layanan transportasi.

      Gambaran kasus

      PT Blue Bird Tbk merupakan perusahaan jasa transportasi yang memperoleh pendapatan dari layanan perjalanan penumpang. Dalam operasionalnya, perusahaan mencatat berbagai transaksi seperti penerimaan pendapatan perjalanan, pembayaran bahan bakar kendaraan, hingga biaya perawatan armada.

      1. Identifikasi transaksi harian

      Contoh transaksi dalam satu hari operasional meliputi pendapatan dari layanan transportasi serta pengeluaran untuk biaya operasional seperti BBM atau perawatan kendaraan.

      2. Pencatatan di jurnal umum

      Setiap transaksi kemudian dicatat dalam jurnal umum. Misalnya saat menerima pendapatan jasa, perusahaan mencatat Debit Kas/Bank dan Kredit Pendapatan Jasa. Sementara itu, biaya operasional dicatat sebagai Debit Beban Operasional dan Kredit Kas/Bank.

      3. Posting ke buku besar

      Setelah dicatat di jurnal, transaksi dipindahkan ke buku besar sesuai akun masing-masing seperti kas, pendapatan jasa, dan beban operasional. Proses ini membantu perusahaan memantau saldo setiap akun secara lebih jelas.

      4. Neraca saldo dan penyesuaian

      Pada akhir periode akuntansi, perusahaan menyusun neraca saldo untuk memastikan keseimbangan debit dan kredit. Jika terdapat transaksi yang belum tercatat sepenuhnya, perusahaan membuat jurnal penyesuaian agar laporan keuangan lebih akurat.

      5. Penyusunan laporan keuangan

      Setelah penyesuaian selesai, perusahaan menyusun laporan keuangan seperti laporan laba rugi dan neraca. Laporan ini menunjukkan kinerja perusahaan serta kondisi keuangan dalam periode tertentu.

      6. Jurnal penutup

      Tahap terakhir adalah membuat jurnal penutup untuk menutup akun pendapatan dan beban. Dengan demikian, periode akuntansi berikutnya dapat dimulai dengan saldo akun yang baru.

      Kesimpulan 

      Siklus akuntansi perusahaan jasa adalah proses penting untuk memantau keuangan perusahaan secara rutin. Tahapannya dimulai dari bukti transaksi, pencatatan jurnal, hingga pemindahan data ke buku besar dan penyusunan neraca saldo.

      Setelah itu, perusahaan membuat jurnal penyesuaian agar pencatatan sesuai kondisi sebenarnya. Di akhir periode, laporan keuangan disusun dan akun-akun ditutup melalui jurnal penutup.

      Lewat konsultasi gratis, Anda bisa mengevaluasi tahapan yang sudah berjalan, menemukan titik rawan kesalahan, dan menyusun langkah perbaikan yang lebih konsisten untuk periode berikutnya.

      Accounting_Definisi

      Pertanyaan Seputar Siklus Akuntansi

      • Apa yang dimaksud dengan siklus akuntansi perusahaan jasa?

        Siklus akuntansi adalah rangkaian langkah sistematis dalam mencatat, mengolah, dan melaporkan transaksi keuangan perusahaan jasa, mulai dari pencatatan awal hingga penyusunan laporan keuangan pada akhir periode.

      • Apa saja tahapan utama dalam siklus akuntansi?

        Siklus akuntansi dimulai dari identifikasi dan analisis transaksi keuangan, dilanjutkan dengan pencatatan dalam jurnal umum dan posting ke buku besar. Setelah itu, perusahaan menyusun neraca saldo, melakukan penyesuaian agar saldo akun sesuai kondisi sebenarnya, menyusun laporan keuangan, menutup akun sementara, serta menyiapkan neraca saldo setelah penutupan untuk periode berikutnya.

      • Apakah siklus akuntansi perusahaan jasa bisa diotomatisasi?

        Ya, siklus akuntansi perusahaan jasa dapat diotomatisasi menggunakan software akuntansi. Otomatisasi membantu mengurangi kesalahan pencatatan, mempercepat penyusunan laporan keuangan, serta meningkatkan efisiensi dan akurasi data keuangan.

      • Mengapa siklus akuntansi penting bagi perusahaan jasa?

        Siklus akuntansi penting karena membantu perusahaan jasa menghasilkan laporan keuangan yang akurat, mengontrol arus kas, mengevaluasi kinerja keuangan, serta menjadi dasar pengambilan keputusan manajemen secara tepat.

      • Apa perbedaan siklus akuntansi perusahaan jasa dengan perusahaan dagang?

        Perbedaan utamanya terletak pada jenis transaksi dan persediaan. Perusahaan jasa tidak memiliki persediaan barang, sehingga siklus akuntansinya lebih berfokus pada pencatatan pendapatan jasa dan beban operasional bandingkan perusahaan dagang atau manufaktur.

      Dewi Sartika

      Senior Content Writer

      Berbekal pengalaman selama 6 tahun dalam industri SaaS, Dewi telah menjadi praktisi untuk penulisan artikel terkait accounting dan bidang keuangan. Ia berfokus menulis artikel seputar Laporan keuangan (neraca, laba rugi, arus kas), standar akuntansi (PSAK, IFRS, GAAP), perpajakan (e-faktur, PPn, tax planning), dan manajemen biaya.

      Jennifer merupakan seorang profesional akuntansi yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari President University dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Master of Accounting dari National University of Singapore. Pengalaman pendidikan ini membentuk kemampuannya dalam memahami dan menerapkan prinsip akuntansi serta manajemen keuangan dalam praktik bisnis. Pengalaman profesional di bidang keuangan dan pelaporan mengasah keahliannya dalam analisis finansial dan penyusunan laporan strategis. Selama tujuh tahun terakhir, Jennifer mengelola fungsi keuangan perusahaan di HashMicro, yang memperkuat kemampuannya dalam optimalisasi proses akuntansi, pengendalian internal, serta pengambilan keputusan berbasis data finansial untuk mendukung pertumbuhan bisnis.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya