CNBC Awards
×

Kerja Lebih Tenang di Bulan Ramadan!

Diskon 20% untuk Semua Modul!*

Manfaatkan promo spesial ini dan pastikan bisnis tetap lancar selama Ramadan!

Sisa Waktu --:--:--

*hanya untuk 100 klaim pertama

Contoh Laporan Stok Barang Excel dan Cara Membuatnya

Diterbitkan:

Kalau stok fisik sering beda dengan catatan, biasanya masalahnya bukan di barangnya, tapi di format pencatatannya. Karena itu, Anda bisa download template laporan stok barang Excel gratis agar data stok lebih rapi dan gampang ditelusuri.

Laporan stok barang membantu Anda melihat item yang menipis, yang terlalu banyak, dan yang pergerakannya tidak wajar. Jadi sangat berguna untuk perencanaan pengadaan dan kontrol keluar–masuk barang.

Agar hasilnya bisa dipercaya, lakukan stok opname rutin dan pastikan setiap transaksi langsung dicatat. Dengan format Excel yang konsisten, proses rekap jadi lebih ringan dan risiko salah input ikut turun.

Key Takeaways

  • Laporan stok barang gudang dipakai untuk mencatat dan membaca pergerakan barang (masuk–keluar) agar stok lebih mudah dipantau.
  • Komponen yang perlu dipastikan ada adalah saldo awal, barang masuk, barang keluar, dan saldo akhir supaya angka stok bisa ditelusuri saat rekonsiliasi.
  • Forecasting berbasis data historis membantu menyusun pembelian lebih presisi, apalagi untuk operasi multi-cabang dengan pola demand berbeda.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Perbedaan Laporan Stok Barang dan Laporan Stok Gudang

      Laporan stok barang adalah dokumen yang berfokus pada jumlah persediaan per item (SKU) dan pergerakannya, sehingga lebih relevan untuk kebutuhan kontrol ketersediaan barang, perencanaan pengadaan, dan analisis stok per produk. Laporan ini umumnya menampilkan data seperti stok minimum, stok tersedia, dan rekap keluar-masuk per item.

      Sementara itu, laporan stok gudang menekankan posisi dan kondisi barang di area penyimpanan, bukan hanya jumlahnya. Fokus utamanya adalah pengelolaan gudang, seperti pelacakan lokasi rak/bin, perpindahan antar gudang, serta pemantauan kapasitas dan penataan barang agar operasional penyimpanan lebih tertata.

      Untuk memudahkan perbandingan, berikut perbedaan laporan stok barang dan laporan stok gudang dalam tabel:

      Jenis Laporan Fitur Utama Ideal Untuk
      Laporan stok barang
      • Pelacakan SKU
      • Alert stok minimum
      • Laporan penjualan per item
      • Industri ritel: Laporan stok barang membantu mereka menghindari stockout (kehabisan barang) serta overstock (kelebihan stok) yang bisa merugikan.
      Laporan stok gudang
      • Pelacakan lokasi rak atau bin
      • Manajemen transfer antar gudang
      • Analisis kapasitas penyimpanan.
      • Industri konstruksi: Laporan stok gudang membantu mengelola material proyek seperti semen, besi, pipa, atau alat berat yang tersebar di berbagai lokasi proyek.

      Kenapa Perusahaan Butuh Rekap Stok yang Konsisten?

      ilustrasi - Laporan Stok Barang dan GudangRekap stok yang rapi membuat Anda cepat tahu barang mana yang aman, mana yang menipis, dan mana yang diam di rak. Jadi, berikut alasan Anda harus membuat laporan stok barang gudang.

      1. Pantau stok per SKU tanpa cek rak satu-satu

      Dengan kolom stok awal, masuk, keluar, dan stok akhir, Anda langsung tahu barang mana yang aman dan mana yang menipis. Dengan begitu, pengecekan harian tetap berjalan cepat meski jumlah SKU sudah banyak.

      2. Reorder lebih cepat karena ada angka yang jelas

      Rekap menunjukkan item yang cepat habis, item yang jarang bergerak, serta pola keluar-masuk yang paling sering terjadi. Karena itu, Anda bisa menentukan waktu pemesanan ulang dan jumlah pembelian dengan lebih terukur.

      3. Kontrol stok untuk gudang dan cabang

      Jika persediaan tersebar di beberapa lokasi, rekap memudahkan Anda memantau stok per gudang atau cabang secara konsisten. Alhasil, keputusan transfer stok antar lokasi bisa dilakukan lebih tepat, terutama saat ada permintaan yang naik mendadak.

      4. Lacak selisih stok dengan lebih rapi

      Saat angka catatan tidak sama dengan stok fisik, Anda bisa menelusuri sumber perbedaannya lewat riwayat transaksi, retur, barang rusak, atau adjustment. Oleh sebab itu, koreksi stok tidak perlu berulang karena akar masalahnya bisa ditemukan lebih cepat.

      5. Lebih siap untuk audit dan rekonsiliasi

      Format laporan stok barang Excel yang lengkap memudahkan pengecekan karena perubahan stok dapat ditelusuri per tanggal dan referensi transaksi. Dengan demikian, proses rekonsiliasi menjadi lebih jelas dan tidak memakan waktu terlalu lama.

      Format Laporan Stok Barang Gudang Excel

      Tanggal Transaksi Kode Barang Nama Barang Stok Awal Barang Masuk Barang Keluar Stok Akhir Lokasi Gudang Keterangan
      05/09/2025 E101 Laptop Lenovo ThinkPad 25 10 5 30 Rak E2 Untuk stok kantor pusat
      06/09/2025 M205 Monitor Samsung 24” 40 15 12 43 Rak M1 Barang baru masuk
      06/09/2025 P309 Printer Canon LBP6030 15 5 3 17 Rak P4 Retur 2 unit

      Contoh laporan pembelian barang dan stok di atas menggambarkan pencatatan harian gudang: setiap barang masuk/keluar langsung tercatat bersama kode item dan lokasi rak, jadi Anda bisa mengecek stok tanpa menebak-nebak.

      Dengan format seperti ini, Anda lebih cepat:

      • melacak pergerakan stok harian,
      • menemukan barang berdasarkan lokasi rak,
      • menandai kasus khusus (retur/rusak) supaya tidak tercampur stok layak pakai.

      Lalu, elemen yang wajib ada di laporan stok gudang meliputi:

      • Tanggal transaksi (kapan terjadi perubahan stok)
      • Kode barang (hindari item tertukar/duplikat)
      • Nama barang (deskripsi jelas)
      • Stok awal, masuk, keluar, stok akhir (alur angka bisa ditelusuri)
      • Lokasi penyimpanan (rak/bin/gudang)
      • Keterangan (retur, rusak, penyesuaian, dll.)

      Contoh Format Tabel Laporan Stok Barang Excel

      Di luar stock opname, laporan stok dapat disusun dalam beberapa format tabel Excel untuk tujuan yang berbeda, mulai dari monitoring rutin hingga pelacakan transaksi. Berikut beberapa di antaranya:

      1. Laporan Stok Harian

      Cocok untuk: Toko ritel, minimarket

      Tanggal Kode Barang Nama Barang Stok Awal Barang Masuk Barang Keluar Stok Akhir Keterangan
      01/09/25 MIE-001 Mie Instan Ayam Bawang (70 g) 40 60 55 45 Restock pagi, penjualan tinggi jam pulang kerja.
      01/09/25 AIR-600 Air Mineral 600 ml 120 0 35 85 Keluar banyak karena cuaca panas.
      02/09/25 GUL-1KG Gula Pasir 1 kg 30 20 12 38 Masuk dari supplier (GR) sore hari.
      02/09/25 SUS-1L Susu UHT Full Cream 1 L 18 24 15 27 Masuk parsial (split delivery).
      03/09/25 KOP-010 Kopi Sachet 10 pcs/pack 25 10 9 26 Banyak dibeli barengan gula.
      03/09/25 MGR-2L Minyak Goreng 2 L 14 12 8 18 Masuk menjelang weekend.
      04/09/25 DET-800 Deterjen Bubuk 800 g 16 0 6 10 Tanpa restock, cek batas stok minimum.
      04/09/25 TEL-10 Telur Ayam 10 pcs/tray 22 18 25 15 Masuk pagi, laku cepat siang hari.
      05/09/25 ROT-002 Roti Tawar 500 g 28 30 44 14 Ada promo bundling selai.
      06/09/25 AIR-600 Air Mineral 600 ml 85 120 98 107 Masuk dari gudang pusat (transfer).
      06/09/25 SNA-120 Snack Keripik 120 g 32 24 37 19 Naik karena display dekat kasir.
      07/09/25 SUS-1L Susu UHT Full Cream 1 L 27 0 19 8 Mendekati minimum, siapkan reorder.

      2. Laporan Stok Bulanan

      Cocok untuk: Laporan manajemen

      Periode (Bulan) Kode Barang Nama Barang Total Masuk Total Keluar Stok Akhir Bulan Selisih Tren
      09/2025 AIR-600 Air Mineral 600 ml 1.200 1.145 107 -3 Naik (sensitif cuaca, cepat habis)
      09/2025 MIE-001 Mie Instan Ayam Bawang (70 g) 980 1.015 45 0 Stabil (perputaran tinggi tapi terjaga)
      09/2025 SUS-1L Susu UHT Full Cream 1 L 410 429 8 -1 Naik (sering mendekati minimum)
      09/2025 DET-800 Deterjen Bubuk 800 g 210 216 10 +2 Stabil (cek pencatatan promo bundling)
      09/2025 MGR-2L Minyak Goreng 2 L 320 314 18 0 Stabil (pola belanja mingguan)
      09/2025 TEL-10 Telur Ayam 10 pcs/tray 520 527 15 -4 Naik (rawan pecah, butuh kontrol kondisi)
      09/2025 ROT-002 Roti Tawar 500 g 780 794 14 -2 Turun (waste/expired perlu dicatat terpisah)
      09/2025 SNA-120 Snack Keripik 120 g 640 653 19 +1 Naik (display dekat kasir efektif)

      3. Laporan Stok Bahan Baku

      Cocok untuk: Manufaktur, F&B, restoran

      Kode Bahan Nama Bahan Satuan Supplier Lead Time (Hari) Minimum Order Stok Saat ini Satuan Keterangan
      BB-001 Tepung Terigu Protein Sedang kg PT Sumber Pangan Jaya 3 100 68 kg Batch 2409A, pakai FEFO.
      BB-002 Gula Pasir kg CV Manis Sejahtera 2 50 41 kg Pemakaian stabil, aman.
      BB-003 Butter Unsalted kg PT Dairy Nusantara 4 25 12 kg Chiller, cek expiry dekat.
      BB-004 Susu UHT 1 L (Bahan Produksi) liter PT Dairy Nusantara 2 60 28 liter Mendekati minimum, jadwalkan PO.
      BB-005 Cokelat Compound kg CV Kakao Prima 7 25 9 kg Rawan habis saat menu musiman.
      BB-006 Ragi Instan pack PT Bahan Roti Mandiri 5 20 14 pack Simpan kering, sensitif kelembapan.
      BB-007 Cup Plastik 22 oz pack PT Kemasan Kita 3 40 22 pack Periksa rasio dengan tutup cup.
      BB-008 Tutup Cup 22 oz pack PT Kemasan Kita 3 40 17 pack Sering ketinggalan, pantau bareng cup.
      BB-009 Kopi Arabika Roasted Bean kg PT Sumber Kopi Nusantara 5 30 14 kg Simpan kedap, kualitas mudah turun.
      BB-010 Sirup Vanilla 750 ml botol CV Rasa Prima 6 12 5 botol Stok tipis, sering dipakai menu minuman.

      4. Laporan Riwayat Stok

      Cocok untuk: Audit, tracking detail

      Tanggal Kode Barang Nama Barang Jenis Transaksi Qty Stok Setelah Transaksi Referensi Dokumen Keterangan
      01/09/25 AIR-600 Air Mineral 600 ml Masuk +120 240 PO-2409-011 / GR-2409-011 Penerimaan barang dari supplier.
      01/09/25 AIR-600 Air Mineral 600 ml Keluar -155 85 SO-2409-302 / DO-2409-302 Penjualan ritel & online.
      02/09/25 MIE-001 Mie Instan Ayam Bawang (70 g) Masuk +60 100 PO-2409-018 / GR-2409-018 Restock untuk jaga rak penuh.
      02/09/25 MIE-001 Mie Instan Ayam Bawang (70 g) Keluar -55 45 SO-2409-355 / DO-2409-355 Penjualan harian tinggi.
      03/09/25 SUS-1L Susu UHT Full Cream 1 L Masuk +24 42 PO-2409-021 / GR-2409-021 Masuk parsial, sisa menyusul.
      03/09/25 SUS-1L Susu UHT Full Cream 1 L Keluar -15 27 SO-2409-401 / DO-2409-401 Penjualan normal.
      04/09/25 TEL-10 Telur Ayam 10 pcs/tray Retur +2 17 RT-2409-006 Retur pelanggan, cek kondisi sebelum dijual.
      05/09/25 ROT-002 Roti Tawar 500 g Adjust -2 12 ADJ-2409-004 Koreksi karena produk rusak/expired.
      06/09/25 AIR-600 Air Mineral 600 ml Transfer +120 205 TRF-2409-010 Masuk dari gudang pusat.
      06/09/25 AIR-600 Air Mineral 600 ml Keluar -98 107 SO-2409-522 / DO-2409-522 Penjualan akhir pekan.
      07/09/25 SUS-1L Susu UHT Full Cream 1 L Keluar -19 8 SO-2409-601 / DO-2409-601 Stok tinggal sedikit, jadwalkan reorder.

      Cara Membuat Laporan Stok Barang Gudang

      Identifikasi

      1. Identifikasi

      Daftar & kategorikan barang sesuai jenis/SKU.

      Satuan

      2. Satuan

      Gunakan unit konsisten: pcs, kg, liter.

      Format

      3. Format

      Susun tabel stok dengan kolom lengkap.

      Catat

      4. Catat

      Input setiap transaksi stok masuk/keluar.

      Nilai

      5. Nilai Stok

      Kalikan jumlah stok dengan harga per unit.

      Periode

      6. Periode

      Cantumkan periode jelas, misal bulanan.

      Rekonsiliasi

      7. Rekonsiliasi

      Bandingkan laporan dengan stok fisik rutin.

      Kode Barang

      8. Kode Barang

      Gunakan kode unik untuk tiap item gudang.

      Verifikasi

      9. Verifikasi

      Periksa ulang angka sebelum laporan dibagikan.

      Software WMS

      10. Software WMS

      Implementasi WMS system untuk otomatisasi laporan stok.

      1. Tentukan periode pencatatan
        Tulis periode di header laporan (misalnya: Harian, Mingguan, Bulanan) dan pakai format tanggal dd/mm/yy di seluruh kolom tanggal.
      2. Buat daftar barang (master item) terlebih dulu
        Isi minimal: Kode Barang (SKU), Nama Barang, Kategori, Satuan. Pastikan 1 SKU hanya dipakai untuk 1 item.
      3. Tetapkan aturan satuan dan penulisan
        Pilih satuan tetap per item (pcs/box/kg/liter) dan samakan penamaan kategori (contoh: “Minuman” jangan kadang “Minum”).
      4. Susun kolom inti laporan stok
        Gunakan kolom: Tanggal, Kode Barang, Nama Barang, Stok Awal, Barang Masuk, Barang Keluar, Stok Akhir, Lokasi (rak/bin/gudang), Keterangan, Referensi Dokumen.
      5. Isi stok awal per item di awal periode
        Ambil angka stok awal dari hasil cek fisik terakhir atau saldo akhir periode sebelumnya, lalu catat per SKU.
      6. Catat setiap transaksi barang masuk
        Setiap penerimaan barang: isi tanggal, SKU, qty masuk, lokasi simpan, lalu cantumkan referensi dokumen (misal: PO/GR).
      7. Catat setiap transaksi barang keluar
        Setiap pengeluaran barang: isi tanggal, SKU, qty keluar, tujuan (opsional di keterangan), lalu cantumkan referensi dokumen (misal: SO/DO).
      8. Pisahkan transaksi khusus jadi baris terpisah
        Untuk retur, barang rusak, adjustment, buat baris sendiri dan tulis jenisnya di keterangan (contoh: “Retur 2 unit”, “Rusak”, “Adjustment opname”).
      9. Hitung stok akhir dengan aturan yang sama untuk semua SKU
        Gunakan rumus per baris: Stok Akhir = Stok Awal + Masuk − Keluar, lalu jadikan stok akhir hari ini sebagai stok awal transaksi berikutnya.
      10. Tambahkan kolom nilai stok jika memang dibutuhkan
        Jika perlu nilai persediaan, tambahkan Harga Satuan dan Nilai Stok. Isi harga sesuai acuan internal yang dipakai (misal: harga beli terakhir atau rata-rata).

      Agar pemantauan persediaan lebih praktis, kedua laporan ini bisa dikombinasikan dengan aplikasi stok barang yang memiliki fitur pelaporan.

      Download Contoh Template Laporan Stok Barang Gudang Excel 

      Kami menyediakan contoh laporan stok barang gudang Excel yang dapat Anda download dan sesuaikan.

      Template Laporan Stok Opname Barang Excel

      Download Contoh Laporan Stok Opname Full

      Download Contoh Laporan Stok Opname Full

      Template Excel Laporan Stok Barang Gratis

      Download Contoh Laporan Stok Gudang

      Download Contoh Laporan Stok Opname Full

      Cara Mengatur dan Mengorganisir Stok di Gudang

      Bagaimana cara mengelola stok barang di gudang dengan baik?

      efisiensi pengaturan stok gudang dengan laporan stok barang

      Cara Membaca Laporan Stok untuk Menentukan Pembelian Ulang

      Mulai dari data yang paling mudah dibaca di laporan, yaitu ‘Barang Keluar per SKU’. Ambil data minimal 4–12 minggu terakhir (atau 2–3 bulan) supaya angkanya tidak terpengaruh satu periode yang memuat anomali.

      1. Hitung pemakaian rata-rata per periode

      Gunakan kolom Barang Keluar untuk menghitung rata-rata pemakaian.

      Rata-rata pemakaian = Total barang keluar ÷ jumlah periode

      Contoh: barang keluar 3 bulan terakhir = 320 unit, 280 unit, 300 unit → rata-rata = (320+280+300) ÷ 3 = 300 unit/bulan.

      2. Tentukan periode pembelian yang Anda pakai

      Tentukan Anda biasa belanja untuk stok berapa lama (misal 2 minggu, 1 bulan, atau 2 bulan). Periode ini ditulis jelas supaya perhitungan konsisten.

      3. Hitung kebutuhan untuk periode tersebut

      Pakai rumus sederhana berikut:

      Kebutuhan = Rata-rata pemakaian × Periode perencanaan

      Contoh: rata-rata 300 unit/bulan, rencana belanja untuk 2 bulan → kebutuhan = 600 unit.

      4. Cek stok yang benar-benar bisa dipakai

      Lihat Stok Akhir, lalu pastikan angka itu tidak tercampur dengan transaksi khusus. Kalau di laporan ada keterangan retur, rusak, atau on-hold, pisahkan dulu angkanya sebelum dipakai untuk hitung pembelian.

      5. Tambahkan safety stock (stok pengaman) bila diperlukan

      Kalau pemakaian sering naik turun atau lead time tidak selalu stabil, masukkan safety stock. Rumusnya adalah:

      Safety stock = (Pemakaian maksimum × Lead time maksimum) −

      (Pemakaian rata-rata × Lead time rata-rata)

      Contoh: pemakaian maksimum 15 unit/hari, lead time maksimum 20 hari; pemakaian rata-rata 10 unit/hari, lead time rata-rata 14 hari → safety stock = (15×20) − (10×14) = 300 − 140 = 160 unit.

      6. Tentukan jumlah pembelian (order quantity)

      Pakai rumus praktis berikut agar langsung bisa dieksekusi:

      Jumlah beli = (Kebutuhan + Safety stock) − Stok tersedia

      Stok tersedia diambil dari stok akhir yang sudah dibersihkan dari retur/rusak/hold.

      7. Validasi cepat sebelum Anda finalkan

      Cek 3 hal berikut, yaitu; (1) ada transaksi besar yang tidak rutin (misal proyek sekali beli), (2) ada promo musiman yang biasanya menaikkan penjualan, (3) ada perubahan harga atau MOQ dari supplier. Kalau ada, sesuaikan angkanya di periode yang dihitung.

      Untuk membuat perencanaan stok lebih konsisten, mereka mengandalkan sistem terintegrasi seperti SIAP agar data penjualan dan pergerakan barang dapat terkonsolidasi, sehingga jadwal pembelian dan distribusi bisa disusun lebih cepat serta lebih presisi.

      "Laporan stok manual sering molor, dan gudang kami jadi susah ketahuan mana barang yang kosong. Dengan sistem Warehouse Management System (WMS), laporan langsung muncul otomatis dan stok bisa dipantau setiap saat."

      Anandia Denisha, MBA, Regional Manager

      Kesimpulan

      Laporan persediaan gudang yang rapi membantu perusahaan memantau stok lebih akurat, menekan risiko kekurangan/kelebihan stok, dan menjaga operasional tetap efisien.

      Agar hasilnya bisa dipercaya, pencatatan perlu konsisten: stok opname rutin, update transaksi tepat waktu, dan struktur kolom yang mudah ditelusuri saat audit internal.

      Jika volume transaksi sudah tinggi atau gudang tersebar, pendekatan berbasis sistem membantu mempercepat pembuatan laporan, meningkatkan visibilitas, dan mengurangi koreksi berulang saat closing.

      Pertanyaan Seputar Contoh Laporan Stok Gudang 

      • Bagaimana cara membuat laporan stok barang gudang harian yang efektif?

        Untuk membuat laporan stok barang gudang harian yang efektif, mulailah dengan menyiapkan template stok barang excel. Isi format stok barang excel dengan informasi penting seperti nama barang, jumlah stok awal, jumlah barang masuk, jumlah barang keluar, dan jumlah stok akhir. Pastikan setiap perubahan stok dicatat dengan detail untuk menghindari kesalahan dan menjaga keakuratan data.

      • Apa saja elemen penting dalam laporan stok barang gudang?

        Elemen penting dalam laporan stok barang gudang meliputi nama barang, kode barang, jumlah stok awal, jumlah barang masuk, jumlah barang keluar, dan jumlah stok akhir.

        Selain itu, laporan juga harus mencantumkan periode waktu laporan serta informasi tambahan seperti harga barang jika diperlukan. Dengan elemen-elemen ini, laporan dapat memberikan gambaran lengkap tentang kondisi stok barang di gudang.

      • Apa masalah utama laporan stok barang manual?

        1. Data sering tidak akurat karena salah input: Satu kesalahan ketik saja bisa membuat jumlah stok terlihat lebih banyak atau lebih sedikit dari kondisi sebenarnya. Akibatnya, keputusan pembelian barang bisa salah arah.
        2. Sulit melacak stok real-time antar gudang: Excel tidak mampu menampilkan pergerakan barang secara langsung. Saat satu gudang mengeluarkan stok, gudang lain tidak mendapat update otomatis, sehingga rawan duplikasi pesanan atau kehilangan stok.
        3. Risiko overstock atau stockout meningkat: Tanpa sistem otomatis, sulit memprediksi kapan barang menumpuk berlebihan atau habis mendadak. Kondisi ini bisa berujung pada pemborosan biaya penyimpanan atau hilangnya peluang penjualan.

        4. Membutuhkan banyak waktu untuk rekonsiliasi: Tim gudang harus rutin mencocokkan data manual dengan stok fisik. Proses ini melelahkan, rawan error, dan menyita jam kerja yang seharusnya bisa dipakai untuk aktivitas produktif lainnya

      • Bagaimana cara mencegah kesalahan dalam laporan stok barang gudang?

        Untuk mencegah kesalahan dalam laporan stok barang gudang, lakukan pengecekan rutin sebelum dan sesudah penyimpanan barang di gudang. Gunakan sistem kode atau barcode untuk memudahkan pelacakan.Selain itu, pastikan semua pergerakan stok, baik barang masuk maupun keluar, dicatat dengan teliti. Menggunakan software manajemen stok barang yang terintegrasi juga dapat membantu mengurangi risiko kesalahan.

      • Bagaimana persiapan proses stock opname?

        1. Menyiapkan anggota tim: Bentuk tim yang jumlah anggotanya seimbang dengan jumlah barang persediaan, dan bagi tim menjadi dua divisi: penghitung dan auditor, masing-masing dipimpin oleh ketua.
        2. Menyusun tata letak barang: Atur tata letak barang di gudang dengan memberi kode atau menggunakan barcode untuk memudahkan proses stock opname. Persiapan ini harus dilakukan beberapa hari sebelum kegiatan dimulai.
        3. Melakukan pengecekan: Setelah penghitungan stok oleh divisi penghitung, lakukan pengecekan oleh tim audit untuk memastikan jumlah dan kondisi barang. Hasilnya kemudian direkap dan disusun menjadi laporan stok barang gudang.

      • Bagaimana tahapan pemeriksaan stok barang di gudang?

        1. Perencanaan stock opname: Tentukan tanggal dan tim yang akan terlibat, serta metode yang akan digunakan (fisik atau sistem komputerisasi).
        2. Pencatatan awal stok: Catat jumlah stok awal sebagai referensi untuk perbandingan dengan hasil stock opname.
        3. Pelaksanaan stock opname: Tim melakukan penghitungan fisik stok barang dengan teliti, mencatat kondisi barang seperti yang rusak atau kadaluwarsa.
        4. Pencatatan hasil stock opname: Catat hasil penghitungan stok aktual dan identifikasi perbedaan dengan stok awal.
        5. Penghitungan nilai stok: Hitung nilai total stok dengan mengalikan jumlah barang dengan harga per unit untuk menentukan nilai persediaan.
        6. Penginputan data ke sistem: Masukkan hasil stock opname ke dalam sistem manajemen persediaan untuk mempermudah pembuatan laporan.
        7. Pembuatan laporan stok barang gudang: Gunakan data stock opname untuk membuat laporan yang mencakup jumlah stok, yang sudah dijual, dan nilai total stok. Anda juga dapat download template stok barang excel yang tersedia di laman ini.
        8. Verifikasi dan revisi: Verifikasi keakuratan laporan dan revisi jika ada kesalahan atau ketidaksesuaian.
        9. Distribusi laporan: Distribusikan laporan yang sudah diverifikasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
        10. Tindak lanjut: Tentukan tindakan lanjut berdasarkan hasil laporan, seperti pembelian stok atau perbaikan manajemen persediaan

         

      Jessica Wijaya

      Senior Content Writer

      Selama lebih dari 5 tahun sebagai Senior Content Writer, Jessica telah menulis topik yang mengulas tentang bidang inventory dan warehouse management. Keahliannya mencakup penulisan artikel manajemen stok dan persediaan, perencanaan kebutuhan, multi-warehouse management, dan integrasi sistem digital untuk pengelolaan barang.

      Anandia adalah seorang praktisi dengan gelar Master of Business Administration dari Universitas Bina Nusantara, serta memiliki kemampuan kuat dalam strategi bisnis dan manajemen pemasaran. Pengalaman lebih dari lima tahun di bidang marketing telah membentuk keahliannya dalam pengembangan strategi pemasaran, analisis pasar, dan pengelolaan tim lintas wilayah. Perjalanan karirnya di industri teknologi dan software enterprise memperkuat kemampuannya dalam memahami kebutuhan pelanggan B2B, mengelola kampanye pemasaran digital, serta mengoptimalkan performa tim untuk mencapai target pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya