3 Alasan Mengapa Depresiasi Aset Harus Dihitung

Syifa Fadiyah

Ketika Anda mulai menjalankan bisnis, Anda pasti akan menemukan istilah-istilah seperti ‘Aset Tetap’ dan ‘Depresiasi Aset’ tanpa benar-benar memahaminya.

Ternyata, jika Anda tidak memahami dan memperhitungkan aset tetap dan depresiasi aset dengan tepat, performa bisnis Anda akan terpengaruh.

Apa itu Aset Tetap?

Aset tetap adalah aset berwujud yang dimiliki sebuah perusahaan dan digunakan lebih dari setahun untuk memperoleh keuntungan. Aset yang diperhitungkan sebagai aset tetap adalah benda-benda yang tidak akan dicairkan dalam bentuk uang.

Ketika Anda memperoleh aset tetap, biaya yang dikeluarkan tidak berupa transaksi tunai apapun, tetapi tetap akan diperhitungkan di balance sheet.

Dengan demikian aset tetap tidak akan berdampak langsung terhadap laba Anda selama aset tersebut digunakan.

Baca lebih lanjut mengenai aset tetap di sini.

Apa itu Depresiasi?

Depresiasi adalah metode akuntansi yang mengalokasikan biaya aset berwujud selama masa pakainya dan digunakan untuk menggambarkan penurunan nilai aset tersebut dari semenjak aset tersebut diperoleh.

Misalkan saja aset tetap yang Anda miliki berupa mobil. Anda tentunya bisa menggunakan aset ini selama beberapa tahun lamanya. Namun, karena beberapa faktor seperti kerusakan fisik, menurunnya nilai aset, dan waktu, mobil ini akan mengalami produktivitasnya dari waktu ke waktu.

Inilah yang dinamakan depresiasi aset.

Depresiasi akan dibebankan pada laba rugi dalam setahun berdasarkan perkiraan berapa banyak dari keseluruhan kegunaan ekonomis aset tetap yang telah digunakan selama masa pemakaian. Misalnya, biaya ini dapat berupa biaya perawatan aset hingga aset tersebut tidak memiliki daya guna lagi. Dengan demikian, depresiasi dikatakan beban karena dapat mengurangi laba bersih.

Karena pengaruhnya terhadap perhitungan laba inilah mengapa perhitungan ini wajib ada dalam laporan keuangan Anda.

Apa yang Terjadi Jika Depresiasi Tidak Diperhitungkan?

Ada beberapa hal yang akan terjadi jika Anda tidak memperhitungkan depresiasi aset. Tentunya, dampaknya bukan sesuatu yang baik untuk perusahaan Anda.

Nilai Bisnis yang Tidak tepat

Jika Anda tidak mendepresiasi nilai aset modal Anda dengan benar, Anda tidak akan mengetahui dengan pasti nilai total dari bisnis Anda.

Nilai aset Anda yang tercatat dalam buku akan melebihi nilai seharusnya sehingga laba bisnis Anda yang tercatat juga lebih tinggi dari yang ada.

Juga, sebaliknya, kerugian yang Anda alami tidak akan tercatat. Ketidakakuratan pembukuan tidak akan dapat merepresentasikan kesehatan bisnis Anda yang sesungguhnya.

Tentunya ini bukan hal yang baik karena penggunaan laba dan rugi akan berpengaruh pada masa depan bisnis Anda. Calon investor akan disulitkan dengan ketidakepastian profit dan membuat Anda sulit untuk meningkatkan modal.

Bermasalah pada Perpajakan

Tanpa adanya perhitungan depresiasi aset, pajak yang dikeluarkan bisa jadi lebih besar dari yang seharusnya karena pencatatan laba pun lebih besar dari yang ada.

Selain itu, Anda akan mengalami kesalahan pada pengurangan biaya modal Anda untuk pembayaran pajak. Jikalau kesalahannya hanya sedikit salah perhitungan matematika, maka tidak akan ada masalah besar dan dapat diselasaikan oleh badan perpajakan sendiri tanpa harus melibatkan Anda.

Tapi, jika terdapat kesalahan yang cukup besar dalam perhitungan wajib pajak perusahaan Anda, pihak perpajakan bisa jadi memulai penyelidikan formal terhadap perusahaan Anda dan mengaudit kembali jumlah wajib pajak Anda. Kredibilitas perusahaan Anda akan terpengaruh karena hal ini.

Masa Pakai Aset yang Tidak Tepat

Dengan tidak menghitung biaya depresiasi aset perusahaan, Anda tidak akan tahu kapan harus mengganti aset-aset tersebut dan tidak dapat memaksimalkan masa pakainya.

Anda bisa saja terlambat dalam mengganti peralatan yang sudah habis masa pakainya dan ini akan berpengaruh dalam pengorprasian bisnis Anda. Hal ini akan diperparah jika Anda tidak memiliki dan mempersiapkan anggaran untuk menggantinya.

Solusi

Agar terhindar dari hal-hal tersebut, sudah pasti bahwa perhitungan depresiasi harus ada dalam pembukuan Anda. Tetapi, perhitungan secara manual akan memakan banyak waktu dan resiko salah input data cukup besar.

Untuk mendapatkan perhitungan akuntansi yang tepat, Anda dapat mencoba software akuntansi yang ada di ERP. Software akuntansi dapat mengatur manajemen aset tetap dan juga menghitung depresiasi aset secara akurat.

Mengaplikasikan software akuntansi yang tepat akan membantu Anda dalam menempatkan, melacak, memelihara, dan memperkirakan masa pakai aset tetap sehingga permasalahan yang ditimbulkan karena tidak memperhitungkan depresiasi dapat diatasi.

Dapatkan

Konsultasi Bisnis

GRATIS via WhatsApp

latest articles

Dapatkan Update Gratis dari Kami

×