CNBC Awards
×

Kerja Lebih Tenang di Bulan Ramadan!

Diskon 20% untuk Semua Modul!*

Manfaatkan promo spesial ini dan pastikan bisnis tetap lancar selama Ramadan!

Sisa Waktu --:--:--

*hanya untuk 100 klaim pertama

Rumus Cash Ratio untuk Hitung Liabilitas Perusahaan

Diterbitkan:

Cash ratio adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendek hanya dengan kas dan setara kas. Rasio ini memberikan gambaran seberapa kuat posisi likuiditas perusahaan tanpa harus menjual aset lain.

Menurut penelitian pada perusahaan publik Indonesia, beberapa perusahaan mencatat cash ratio di atas 50 % sebuah indikator bahwa kas yang tersedia cukup untuk menutup lebih dari setengah kewajiban lancar perusahaan.

Bagi bisnis, menjaga cash ratio sangat penting karena kas dibutuhkan untuk membayar gaji karyawan, utang pajak hingga tagihan vendor tepat waktu. Jika rasio ini terlalu rendah maka perusahaan berisiko kesulitan memenuhi kewajiban mendesak.

Key Takeaways

  • Rasio kas (cash ratio) adalah salah satu rasio likuiditas yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendek hanya dengan kas dan setara kas.
  • Alasan mengapa cash ratio penting bagi perusahaan diantaranya mengukur efisiensi dana, mendukung manajemen piutang dan meningkatkan kredibilitas.
  • Rasio kas sering dijadikan acuan investor maupun kreditor untuk menilai kesehatan finansial suatu bisnis.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Pengertian Cash Ratio

      Rasio kas (cash ratio) adalah salah satu rasio likuiditas yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendek hanya dengan kas dan setara kas.

      Rasio ini dianggap paling konservatif dibandingkan rasio likuiditas lainnya, karena hanya menghitung aset yang paling likuid tanpa melibatkan persediaan atau piutang.

      Bagi perusahaan, cash ratio memberikan gambaran seberapa kuat posisi keuangan mereka dalam menghadapi kewajiban mendesak. Dengan menggunakan Benefit Cost Ratio (BCR), rasio ini sering dijadikan acuan oleh kreditur atau investor untuk menilai kemampuan perusahaan membayar utang lancar.

      Mengapa Cash Ratio Penting bagi Perusahaan?

      Cash ratio memberikan gambaran seberapa siap perusahaan melunasi kewajiban jangka pendek dengan kas yang tersedia.

      Indikator ini sering investor maupun krediturgunakan untuk menilai kesehatan finansial, karena nilainya bisa menunjukkan apakah perusahaan punya cadangan dana yang cukup.

      Beberapa alasan mengapa cash ratio menjadi penting bagi bisnis antara lain:

      • Menilai risiko keuangan. Nilai rasio yang rendah menandakan kas tidak cukup untuk menutup kewajiban, sehingga berisiko gagal bayar.
      • Mengukur efisiensi dana. Rasio yang terlalu tinggi menunjukkan adanya dana menganggur yang seharusnya bisa dialihkan ke investasi produktif.
      • Mendukung manajemen piutang. Dengan cadangan kas yang sehat, perusahaan bisa menutup tagihan pelanggan yang tertunda tanpa mengganggu arus kas.
      • Meningkatkan kredibilitas. Rasio yang baik memperlihatkan kemampuan perusahaan melunasi utang tepat waktu, sehingga meningkatkan kepercayaan pihak eksternal.

      Perhitungan Cash Ratio

      Untuk menghitung cash ratio, Anda dapat menggunakan rumus berikut.

      Cash Ratio = (Kas + Setara Kas) ÷ Hutang Lancar

      Keterangan:

      • Kas + setara kas → meliputi uang tunai, saldo bank, atau aset lain yang sangat likuid.
      • Hutang lancar → kewajiban yang jatuh tempo dalam jangka pendek (≤ 1 tahun)

      Hasil rasio menunjukkan berapa kali kas yang tersedia dapat menutup kewajiban jangka pendek.

      Contoh Menghitung Cash Ratio

      Berikut dua contoh dalam menghitung rasio kas sebuah perusahaan.

      Contoh 1: 

      Diketahui data neraca perusahaan XYZ adalah sebagai berikut.

      Komponen Jumlah
      Uang tunai Rp 120.000.000
      Setara kas Rp 80.000.000
      Utang usaha Rp 50.000.000
      Utang jangka pendek lain Rp 30.000.000

      Langkah perhitungan:

      1. Kas + setara kas = Rp 120.000.000 + Rp 80.000.000 = Rp 200.000.000
      2. Total hutang lancar = Rp 50.000.000 + Rp 30.000.000 = Rp 80.000.000

      Masukkan ke rumus:

      Cash Ratio = 200.000.000 ÷ 80.000.000 = 2,5

      Interpretasi:

      Perusahaan dapat menutup kewajiban jangka pendek 2,5 kali lipat → kondisi likuiditas sangat sehat.

      Contoh 2: 

      Kemudian, perusahaan ABC memiliki data dalam tabel berikut.

      Kategori Komponen Jumlah
      Aset Lancar
      Kas Rp 75.000.000
      Setara kas Rp 20.000.000
      Persediaan Rp 40.000.000
      Total Aset Lancar Rp 135.000.000
      Aset Tidak Lancar
      Properti & Peralatan Rp 35.000.000
      Total Aset Rp 170.000.000
      Kewajiban Lancar
      Utang Rp 25.000.000
      Utang Jangka Pendek Rp 55.000.000
      Total Kewajiban Lancar Rp 80.000.000
      1. Hitung kas + setara kas = Rp 75.000.000 + Rp 20.000.000 = Rp 95.000.000
      2. Hitung total kewajiban lancar = Rp 25.000.000 + Rp 55.000.000 = Rp 80.000.000

      Masukkan ke rumus:
      Hitung kas + setara kas = Rp 75.000.000 + Rp 20.000.000 = Rp 95.000.000

      Hitung total kewajiban lancar = Rp 25.000.000 + Rp 55.000.000 = Rp 80.000.000

      Masukkan ke rumus:

      Cash Ratio = 95.000.000 ÷ 80.000.000 = 1,19

      Interpretasi:

      Hasil cash ratio sebesar 1,19 menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kas yang cukup untuk menutup seluruh kewajiban jangka pendeknya.

      Bahkan, masih ada cadangan sekitar 19% setelah semua utang lancar dibayar.

      Supaya Anda bisa mempraktikannya langsung, kami juga memiliki kalkulator mini untuk menghitung rasio kas Anda.

      Faktor yang Mempengaruhi Cash Ratio

      cash ratio

      Selain nominal kas dan kewajiban lancar, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi tingkat cash ratio suatu perusahaan:

      1. Industri

      Setiap sektor memiliki standar rasio kas yang berbeda. Misalnya, bisnis ritel biasanya memiliki cadangan kas rendah karena arus kas cepat, sedangkan perusahaan farmasi atau alat berat cenderung menahan kas lebih besar.

      2. Kondisi Ekonomi

      Ketidakpastian ekonomi atau politik dapat mendorong perusahaan menahan lebih banyak kas untuk mengantisipasi risiko, sehingga cash ratio meningkat.

      3. Pertumbuhan Bisnis

      Perusahaan yang sedang berkembang pesat biasanya menyimpan kas tambahan untuk memenuhi kebutuhan ekspansi dan operasional yang semakin besar.

      4. Rasio Kas Tinggi

      Cash ratio yang terlalu tinggi dapat menandakan aset perusahaan tidak dimanfaatkan secara optimal. Alih-alih disimpan, kas sebaiknya dialokasikan untuk investasi atau proyek produktif.

      5. Profil Risiko

      Manajemen dengan gaya konservatif cenderung menyimpan lebih banyak kas, sedangkan manajemen agresif lebih berani menggunakannya untuk investasi meski likuiditas berkurang.

      Jika Anda merasa pengelolaan kas manual sering merepotkan, jangan khawatir. Ada cara yang lebih mudah untuk memantau cash ratio dan mengelola laporan keuangan tanpa harus terbebani pekerjaan teknis.

      Tips Sukses Mengoptimalkan Nilai Cash Ratio

      cash ratio

      1. Dorong Penjualan

      Setiap peningkatan penjualan langsung menambah kas yang masuk ke perusahaan. Semakin besar arus kas ini, semakin baik pula kemampuan bisnis dalam melunasi kewajiban jangka pendek.

      2. Kendalikan Biaya Overhead

      Overhead adalah biaya operasional yang tidak berhubungan langsung dengan produksi. Jika tidak dikendalikan, pengeluaran ini bisa menggerus cadangan kas. Caranya antara lain dengan memangkas pos yang kurang penting, menegosiasikan harga dengan pemasok, dan menerapkan anggaran yang lebih disiplin.

      3. Perkuat Pengelolaan Piutang

      Piutang yang tertagih tepat waktu akan menjaga likuiditas tetap lancar. Beberapa strategi yang bisa dilakukan adalah memperjelas syarat pembayaran, mempercepat proses penagihan, hingga mengenakan penalti bagi pelanggan yang terlambat membayar.

      4. Lunasi Utang Lebih Cepat

      Semakin sedikit utang jangka pendek yang menumpuk, semakin sehat rasio kas perusahaan. Membayar kewajiban tepat waktu akan memperbaiki posisi likuiditas sekaligus menjaga reputasi finansial di mata kreditur.

      5. Jual Aset Tidak Produktif

      Menjual aset yang sudah tidak terpakai dapat menjadi solusi cepat untuk menambah kas. Namun, pastikan aset yang dilepas bukan yang masih dibutuhkan dalam waktu dekat, agar tidak mengganggu operasional di masa depan.

      Catatan: Mengelola semua hal di atas akan lebih mudah jika perusahaan menggunakan software akuntansi perusahaan. Sistem ini membantu memantau arus kas, piutang, utang, hingga laporan keuangan secara otomatis sehingga cash ratio lebih terkendali.

      Expert’s Review

      Dengan HashMicro Accounting Software, pemantauan cash ratio bisa dilakukan otomatis dan real-time.

      — Jennifer Santoso, Head of Finance and Accounting

      Kesimpulan

      Cash ratio adalah alat yang penting dalam mengevaluasi kesehatan keuangan perusahaan, terutama dalam menilai likuiditas jangka pendek. Dengan mengukur seberapa baik perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya menggunakan kas yang tersedia, cash ratio memberikan gambaran yang jelas tentang kemampuan finansial perusahaan untuk bertahan dalam situasi darurat tanpa harus mengandalkan aset lainnya.

      Jika Anda membutuhkan bantuan dalam menghitung atau memahami cash ratio untuk perusahaan Anda, konsultasikan kebutuhan keuangan Anda secara gratis dengan tim ahli kami untuk solusi yang lebih tepat dan efisien.

      Accounting_Definisi

      Dewi Sartika

      Senior Content Writer

      Berbekal pengalaman selama 6 tahun dalam industri SaaS, Dewi telah menjadi praktisi untuk penulisan artikel terkait accounting dan bidang keuangan. Ia berfokus menulis artikel seputar Laporan keuangan (neraca, laba rugi, arus kas), standar akuntansi (PSAK, IFRS, GAAP), perpajakan (e-faktur, PPn, tax planning), dan manajemen biaya.

      Jennifer merupakan seorang profesional akuntansi yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari President University dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Master of Accounting dari National University of Singapore. Pengalaman pendidikan ini membentuk kemampuannya dalam memahami dan menerapkan prinsip akuntansi serta manajemen keuangan dalam praktik bisnis. Pengalaman profesional di bidang keuangan dan pelaporan mengasah keahliannya dalam analisis finansial dan penyusunan laporan strategis. Selama tujuh tahun terakhir, Jennifer mengelola fungsi keuangan perusahaan di HashMicro, yang memperkuat kemampuannya dalam optimalisasi proses akuntansi, pengendalian internal, serta pengambilan keputusan berbasis data finansial untuk mendukung pertumbuhan bisnis.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya