CNBC Awards

Sistem Produksi: Definisi, Tujuan, Jenis dan Contohnya

Diterbitkan:

Perusahaan manufaktur bergantung pada proses produksi yang berjalan konsisten setiap hari. Ketika satu titik saja bermasalah, dampaknya bisa merembet ke keterlambatan pengiriman, pemborosan bahan, hingga biaya operasional yang ikut naik.

Karena itu, banyak bisnis mulai memperkuat sistem produksi mereka agar alur kerja lebih terkontrol dan mudah dipantau. Fokusnya bukan semata mempercepat produksi, tetapi memastikan perencanaan, penggunaan material, dan kualitas hasil tetap sesuai target.

Agar produksi tidak berjalan berdasarkan kebiasaan, perusahaan perlu kerangka yang jelas untuk mengatur alur kerja dari awal sampai akhir. Di bagian selanjutnya, sistem produksi akan dibahas dari sisi konsep, ragam pendekatan, serta manfaatnya untuk kontrol produksi.

Key Takeaways

  • Sistem produksi adalah sebuah susunan kegiatan atau elemen perusahaan yang saling terhubung untuk mencapai tujuan dari sebuah bisnis.
  • Tahapan proses produksi meliputi planning atau perencanaan produksi, routing atau penentuan alur, scheduling atau penjadwalan dan dispatching.
  • Salah satu sistem produksi terbaik di Indonesia adalah software manufaktur. Fitur lengkap, keamanan data terjamin, user-friendly, memiliki fitur backup data, dll.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Memahami Sistem Produksi dan Cara Kerjanya di Manufaktur

      5m+1e dalam produksiSistem produksi sebagai sistem yang mengatur kegiatan produksi di industri umumnya mencakup pemrosesan material, energi, dan informasi, dengan komponen seperti manusia/operator, proses, peralatan, benda kerja, dan informasi produksi.

      Dalam sistem produksi, faktor-faktor yang memengaruhi proses produksi sering dikelompokkan dengan kerangka 5M1E: Man, Machine, Material, Method, Measurement, dan Environment. Kerangka ini umum dipakai untuk menganalisis dan mengendalikan penyebab masalah di proses produksi (misalnya melalui fishbone/Ishikawa).

      Setiap elemen yang terdapat dalam komponen tersebut mengalami suatu proses perusahaan nilai tambah. Hal ini tentunya bertujuan untuk menghasilkan suatu produk atau jasa yang merupakan tujuan akhir dari perjalanan sistem ini.

      Kategori Sistem Produksi dalam Operasional Manufaktur

      Dalam pengelolaan kegiatan produksi suatu perusahaan, terdapat beberapa karakteristik penting yang dapat diklasifikasikan berdasarkan proses, sifat, jangka waktu, tujuan operasional, serta aliran prosesnya. Berikut penjelasan lengkapnya:

      1. Berdasarkan prosesnya

      Terdapat dua jenis sistem produksi berdasarkan prosesnya, antara lain:

      • Produksi langsung: Kegiatan produksi yang meliputi produksi primer dan sekunder.
      • Produksi primer adalah produksi yang bahannya berasal langsung dari alam. Contoh: pertanian padi, perkebunan kelapa sawit, perikanan tangkap, pertambangan batubara.
      • Produksi sekunder adalah produksi yang menambah nilai pada bahan/produk. Contoh: kayu diolah menjadi furnitur, bijih besi diolah menjadi baja, tepung menjadi roti.
      • Produksi tidak langsung: Produksi yang menghasilkan jasa berbasis keahlian atau layanan. Contoh: layanan bengkel dan perawatan mesin, layanan kesehatan, layanan logistik, jasa konsultan bisnis.

      2. Berdasarkan sifat proses produksi

      Sifat proses produksi dapat dibedakan menjadi empat jenis:

      • Ekstraktif: Mengambil produk secara langsung dari alam.
        Contoh: Penambangan nikel, pengeboran minyak, penangkapan ikan, pengambilan pasir/kerikil.
      • Analitik: Memisahkan satu bahan menjadi beberapa produk turunan.
        Contoh: Pengolahan minyak mentah menjadi bensin, avtur, dan solar; susu diolah menjadi krim dan skim; tebu menjadi gula dan molase.
      • Fabrikasi: Mengubah bahan menjadi bentuk produk baru.
        Contoh: Kain menjadi pakaian, plat besi menjadi komponen otomotif, plastik menjadi botol kemasan.
      • Sintetik (perakitan): Menggabungkan beberapa komponen menjadi satu produk.
        Contoh: Perakitan motor/mobil, perakitan smartphone, perakitan PC dan perangkat elektronik.

      3. Berdasarkan jangka waktu produksi

      Terdapat dua jenis karakteristik production process berdasarkan jangka waktu produksinya, yaitu:

      • Produksi terus menerus (continuous process): Produksi berjalan secara konsisten dan berulang, biasanya untuk volume besar dan variasi rendah.
        Contoh: Pabrik semen, produksi gula, pabrik minuman, pabrik pupuk, refinery (pengolahan minyak).
      • Produksi terputus-putus (intermittent process): Produksi berjalan berdasarkan pesanan/permintaan dan variasi produk cenderung tinggi.
        Contoh: Konveksi dengan model berbeda-beda, workshop pembuatan sparepart custom, percetakan, catering untuk event.

      4. Berdasarkan tujuan operasionalnya

      Jenis sistem produksi selanjutnya yakni berdasarkan tujuan dari produksi itu sendiri.

      • Make to Order (MTO): Produksi dimulai setelah pesanan diterima.
        Contoh: Pembuatan furniture custom, produksi seragam perusahaan, pembuatan mesin sesuai spesifikasi.
      • Assembly to Order (ATO): Komponen disiapkan terlebih dahulu, perakitan final dilakukan setelah order masuk.
        Contoh: Perakitan laptop/PC dengan konfigurasi pilihan, perakitan sofa modular, rak penyimpanan dengan variasi ukuran.
      • Make to Stock (MTS): Produk dibuat untuk stok berdasarkan perkiraan permintaan.
        Contoh: Air minum kemasan, mie instan, sabun, produk FMCG, suku cadang fast-moving.
      • Engineering to Order (ETO): Produk dibuat dari tahap desain/engineering berdasarkan permintaan pelanggan.
        Contoh: Proyek pembuatan jembatan baja, pabrikasi tangki industri, mesin produksi khusus, desain interior produksi custom skala besar.

      5. Berdasarkan aliran prosesnya

      Berdasarkan aliran prosesnya, sistem manufaktur terbagi ke dalam 3 kelompok, yaitu fixed site, job shop, dan flow shop.

      • Fixed Site: Produk tetap berada di lokasi, sementara tenaga kerja, material, dan alat yang datang ke lokasi produk.
        Contoh: Pembangunan kapal, konstruksi gedung, proyek instalasi pabrik, proyek infrastruktur.
      • Job Shop: Mesin dikelompokkan per fungsi/departemen, rute produksi bisa berbeda untuk tiap produk.
        Contoh: Bengkel machining, pembuatan mold dan dies, workshop pembuatan sparepart custom, pabrik komponen dengan variasi tinggi.
      • Flow Shop: Aliran kerja mengikuti urutan proses yang relatif tetap, cocok untuk volume tinggi dan variasi lebih rendah.
        Contoh: Lini perakitan elektronik, produksi minuman kemasan, lini produksi makanan ringan, pabrik otomotif dengan line assembly.

      Tahukah Anda?

      Dengan dukungan AI pada software manufaktur, Anda dapat memangkas biaya dan waktu produksi, melihat performa pabrik secara real-time, dan mengubah data menjadi laporan akurat.

      Konsultasikan Bisnis Anda dengan Tim Ahli

      Apa Saja Tahapan dari Proses Produksi?

      Secara umum, production process dapat dibagi menjadi empat tahapan produksi, yaitu sebagai berikut:

      1. Planning atau perencanaan produksi

      Tahap perencanaan produksi ini merupakan tahapan dalam menentukan beberapa hal dalam proses ini. Seperti produk apa yang akan Anda buat, berapa jumlah bahan baku, berapa biaya yang Anda butuhkan, dan berapa jumlah tenaga kerja yang Anda perlukan dalam melakukan produksi.

      Dalam tahapan ini, perusahaan juga akan melakukan perancangan terhadap bentuk barang. Karena, perusahaan membutuhkan informasi dan pengetahuan mengenai jenis barang yang akan terproduksi. Beserta dengan kebutuhan dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan suatu perencanaan produksi yang baik.

      2. Routing atau penentuan alur

      Penentuan alur ini merupakan suatu kegiatan untuk menetapkan urutan kegiatan dari proses produksi terebut. Mulai dari pengolahan awal bahan baku, pembentukan, pemolesan, penyelesaian, penjagaan dan pengawasan mutu, hingga pendistribusian barang hasil produksi menjadi fokus pada tahap ini.

      Dalam tahap ini, perusahaan harus memastikan setiap langkah dalam proses produksi terorganisasi dengan baik. Salah satu cara untuk mempermudah hal ini adalah dengan menggunakan contoh flowchart proses produksi yang dapat memberikan visualisasi alur kerja secara jelas.

      3. Dispatching atau perintah untuk memulai produksi

      Dispatching atau perintah untuk memulai produksi merupakan suatu kegiatan untuk menentukan dan menetapkan suatu proses pemberian perintah untuk memulai produksi setelah jadwal produksi Anda tetapkan.

      Dalam proses ini, akan tercantum secara jelas mengenai hasil dari tahapan-tahapan sebelumnya. Mulai dari bahan baku, alur produksi, hingga waktu produksi. Jika tahapan ini dapat berjalan dengan baik, maka proses memproduksi suatu barang juga pasti akan berjalan dengan baik.

      4. Scheduling atau penjadwalan

      Scheduling atau penjadwalan produksi merupakan kegiatan dalam menetapkan kapan proses produksi harus Anda lakukan setelah menetapkan alur. Dalam pelaksanaannya, penjadwalan mempertimbangkan jam kerja pekerja dan lama dari setiap alur produksi.

      Dalam praktiknya, dalam tahapan ini terdapat jadwal utama (master schedule) yang kemudian akan terbagi atau terpecah menjadi beberapa jadwal yang lebih terperinci.

      Sekarang Anda telah mengetahui berbagai tahapan proses produksi, tapi tahukah Anda apabila tahapan tersebut dapat diselesaikan dengan udah jika menggunakan software manufaktur.

      Perusahaan manufaktur tentunya memiliki ciri khusus yang membedakan dengan industri lainnya. Berikut merupakan ciri dan karakteristik perusahaan manufaktur yang perlu Anda ketahui:

      Karakteristik MTS ATO MTO ETO
      Produk Standard Keluarga produk tertentu Tidak punya keluarga produk Customized total
      Kebutuhan produk Dapat teramalkan Tidak dapat teramalkan
      Kapasitas Terdapat perencanaan Tidak terdapat perencanaan
      Waktu produksi Tidak penting bagi pelanggan penting penting Sangat penting
      Kunci persaingan Logistik Perakitan akhir Fabrikasi, perakitan akhir Seluruh proses
      Kompleksitas Operasi Distribusi Perakitan Manufaktur komponen Engineering
      Ketidakjelasan Operasi Terendah Tertinggi
      Fokus manajemen puncak Marketing/distribusi Inovasi Kapasitas Kontrak order pelanggan
      Fokus manajemen menengah Kontrol stock MPS dan order pelanggan Shop floor control, pelanggan Manajemen proyek

      Bagaimana Sistem Membantu Proses Produksi Harian?

      Agar Anda bisa lebih memahami sistem produksi, berikut contohnya.

      1. Pabrik Makanan dan Minuman

       

      Morin dikenal sebagai salah satu merek produk makanan dan minuman di Indonesia dengan lini saus, jam/selai, spread, topping, dan filling yang dipakai untuk sarapan, isian roti, hingga kebutuhan dessert. Pada bisnis seperti ini, sistem manufaktur dibutuhkan untuk menjaga konsistensi rasa, tekstur, dan ketersediaan produk di banyak varian.

      Dalam praktiknya, Morin dapat menerapkan sistem manufaktur untuk mengatur alur produksi end-to-end, misalnya melalui perencanaan produksi per varian, pengendalian batch dan tanggal kedaluwarsa, serta pencatatan pemakaian bahan baku agar tidak terjadi selisih yang berulang. Sistem juga membantu mengatur jadwal mixing, filling, dan packing supaya kapasitas mesin dan tenaga kerja tetap seimbang saat permintaan naik.

      Selain itu, sistem manufaktur memudahkan kontrol kualitas berbasis data, misalnya dengan pencatatan parameter produksi per batch dan pelacakan jika ada komplain atau retur. Dengan pendekatan ini, perusahaan bisa menjaga standar produksi lebih konsisten, sekaligus mempercepat proses koordinasi antar tim produksi, QC, dan gudang.

      2. Furnitur Kantor 

      Pada bisnis furnitur kantor, perusahaan biasanya sudah menyiapkan komponen standar seperti papan, rangka, rel laci, dan aksesori lainnya. Setelah pesanan masuk, barulah komponen tersebut dirakit dan disesuaikan dengan ukuran, warna, atau susunan yang dipilih pelanggan. Jadi, jenisnya adalah assemble to order (ATO).

      Dari sisi aliran proses, produksi furnitur seperti ini sering menyerupai job shop karena tiap pesanan bisa punya urutan pengerjaan yang berbeda. Mesin dan area kerja cenderung dipisah berdasarkan fungsi (potong, finishing, perakitan), sehingga alurnya fleksibel mengikuti kebutuhan order.

      Tips Memilih Sistem Produksi

      Dari sekian banyak jenis vendor penyedia sistem yang mengatur kegiatan manufaktur, tentu Anda sebagai pelaku bisnis harus memilih satu sistem yang paling cocok dengan bisnis dan perusahaan Anda.

      Di bawah ini, terdapat hal-hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum mengimplementasikan sebuah software pada perusahaan manufaktur Anda.

      1. Pilih sistem yang memiliki fitur lengkap

      Sebelum menggunakan software Manufaktur, pastikan Anda sudah mendata apa saja yang menjadi kebutuhan perusahaan Anda. Contohnya, besarnya perusahaan Anda akan menentukan apakah Anda membutuhkan suatu fitur khusus dalam Aplikasi manufaktur.

      Perusahaan yang sudah established akan memiliki kebutuhan yang berbeda dengan kebutuhan dari bisnis yang baru bertumbuh. Pertimbangan dari segi finansial juga dapat menentukan jenis sistem manufaktur yang perusahaan Anda butuhkan.

      2. Perhatikan tingkat keamanan data

      Keamanan data perusahaan juga merupakan faktor penting dalam mempertimbangkan penggunaan software manufaktur dalam perusahaan manufaktur. Contohnya, aplikasi manufaktur konvensional atau on-premise Manufacturing App dengan server lokal di dalam perusahaan memang menawarkan tingkat keamanan data yang tinggi.

      Namun, karena sistem ini membutuhkan maintenance yang khusus, Sistem manufaktur jenis ini lebih perusahaan yang sudah lebih established minati. Jadi, banyak perusahaan manufaktur yang kini beralih ke cloud ERP manufaktur. Selain memiliki keamanan berlapis, sistem cloud jauh lebih hemat karena perusahaan tak perlu lagi melakukan maintenance server sendiri.

      3. User-friendly

      Tampilan user interface atau UI yang baik dari sistem manufaktur tentu menjadi bahan pertimbangan selanjutnya. Penggunaan software yang bertujuan untuk membantu proses manufaktur dan produksi tentu akan menjadi semakin lengkap ketika Anda dan para pekerja lainnya dapat mengoperasikan software dengan mudah.

      4. Online atau offline

      Seperti yang sudah disinggung dalam pembahasan sebelumnya, secara umum terdapat software ERP online dan offline. Software ERP berbasis online atau cloud-based ERP memiliki kelebihan seperti memudahkan pekerja untuk mengakses data secara remote, yang mana berbeda dengan sistem ERP offline dengan local server pada masing-masing perusahaan.

      5. Dapat mem-backup data

      Fitur backup data juga adalah salah satu faktor penting lain sebelum menentukan pilihan software manufaktur terbaik untuk bisnis Anda. Sistem manufaktur perlu memiliki fitur backup data, karena ketika terjadi suatu insiden dan menyebabkan hilangnya data perusahaan, seperti adanya bug atau kesalahan dalam sistem, data masih bisa perusahaan akses kembali.

      6. Sesuaikan fitur sistem dengan kebutuhan

      Kelengkapan fitur dalam sebuah software manufaktur sistem manufaktur dan produksi juga merupakan faktor penting dalam memilih perangkat yang cocok bagi bisnis dan perusahaan Anda.

      Semakin banyak fitur di dalam suatu perangkat, semakin tinggi pula biaya yang akan perusahaan keluarkan ketika menggunakan software tersebut. Jadi, Anda sebaiknya menyesuaikan fitur-fitur apa yang akan Anda gunakan dengan kebutuhan-kebutuhan perusahaan Anda.

      7. Pelayanan yang baik

      Terakhir, Anda juga perlu mempertimbangkan satu hal yang berkaitan dengan customer service dari penyedia sebuah software pengelola sistem manufaktur dan produksi. Customer service dari pihak penyedia software manufaktur tentu akan memberi experience yang menyenangkan bagi Anda sebagai pengguna produk atau software tersebut.

      Kesimpulan

      Nyatanya, cakupan dalam sistem produksi ini sangat luas dan hampir dijalankan oleh sebagian besar perusahaan dalam berbagai bidang industri. Namun, masih banyak yang meremehkan kegunaan dari sistem ini.

      Di sisi lain, dengan sistem ini, proses produksi dapat berjalan lancar dan produk yang dihasilkan dapat memenuhi tujuan perusahaan.

      Salah satu hal yang tidak boleh terlewat dalam menjalankan Sistem Produksi untuk mencapai hasil yang optimal yaitu dalam pemilihan sistem manufaktur yang dapat bekerja secara optimal.

      HashManufacturingAutomation

      Pertanyaan Seputar Sistem Produksi

      • Bagaimana cara memilih sistem produksi yang tepat untuk perusahaan?

        Pemilihan sistem produksi harus berdasarkan faktor seperti volume produksi, variasi produk, biaya, serta kebutuhan pasar. Analisis efisiensi dan fleksibilitas menjadi kunci dalam pemilihan sistem yang tepat.

      • Apa tantangan utama dalam implementasi sistem produksi yang efisien?

        Tantangan utama mencakup pengendalian kualitas, manajemen rantai pasokan, keterbatasan sumber daya, serta adaptasi terhadap perubahan permintaan pasar atau teknologi.

      • Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan sistem produksi?

        Teknologi berperan besar dalam otomatisasi, pengurangan kesalahan manusia, serta peningkatan kecepatan dan kualitas produksi, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan.

      Holy Graciela

      Content Writer

      Holy merupakan author yang telah berkecimpung selama kurang lebih 3 tahun dalam pembahasan implementasi dan strategi Enterprise Resource Planning (ERP). Melalui berbagai artikelnya, ia mengulas bagaimana sistem ERP membantu perusahaan menyatukan data antar departemen, menyederhanakan proses operasional, serta memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh dalam pengelolaan bisnis.

      Anandia adalah seorang praktisi dengan gelar Master of Business Administration dari Universitas Bina Nusantara, serta memiliki kemampuan kuat dalam strategi bisnis dan manajemen pemasaran. Pengalaman lebih dari lima tahun di bidang marketing telah membentuk keahliannya dalam pengembangan strategi pemasaran, analisis pasar, dan pengelolaan tim lintas wilayah. Perjalanan karirnya di industri teknologi dan software enterprise memperkuat kemampuannya dalam memahami kebutuhan pelanggan B2B, mengelola kampanye pemasaran digital, serta mengoptimalkan performa tim untuk mencapai target pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya