Downtime mesin pabrik dapat mengganggu produksi, meningkatkan biaya operasional, dan menurunkan efisiensi jika perusahaan terlambat mengenali tanda-tanda awal kerusakan.

Perubahan suara mesin, output yang menurun, hingga konsumsi energi yang naik sering menjadi sinyal bahwa mesin berisiko mengalami downtime.

Perusahaan dapat mengurangi risiko downtime dengan menerapkan maintenance yang terjadwal dan memanfaatkan software manufaktur untuk mengatur perawatan mesin, mencatat riwayat kerusakan, serta memantau performa secara lebih akurat.