Lihat Artikel Lainnya

BerandaIndustryERPApa itu Downtime? Pengertian, Penyebab dan Tips untuk Mencegahnya

Apa itu Downtime? Pengertian, Penyebab dan Tips untuk Mencegahnya

Dalam bisnis, downtime atau waktu henti operasional adalah masalah yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan, kepuasan pelanggan, dan akhirnya, keuntungan bisnis. Penyebab dari masalah tersebut datang dari berbagai faktor, seperti kesalahan manusia, masalah teknis, pemeliharaan rutin, atau bahkan bencana alam.

Oleh karena itu, penting bagi setiap pemilik bisnis atau manajer operasional untuk memahami konsep downtime dan bagaimana mencegahnya terjadi di dalam perusahaan. Dalam artikel ini, kami akan membahas pengertian, penyebab utama terjadinya downtime, dan tiga tips efektif untuk mencegahnya.

DemoGratis

Daftar Isi

Pengertian Downtime

Downtime adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan periode waktu ketika sebuah sistem, mesin, atau layanan yang tidak berfungsi atau tidak dapat diakses. Dalam bisnis, problematika ini merujuk pada waktu ketika operasional terhenti, baik teknis atau non-teknis. Kemudian, persoalan downtime dapat mengakibatkan kerugian finansial bagi perusahaan, khususnya jika bisnis tersebut bergantung pada sistem teknologi informasi untuk menjalankan operasionalnya.

Dalam dunia teknologi informasi, downtime biasanya terkait dengan gangguan layanan yang disebabkan oleh masalah jaringan, kegagalan sistem, pemeliharaan rutin, atau bahkan serangan siber. Sedangkan, di sektor manufaktur atau produksi, penyebab masalah ini adalah mesin yang rusak, masalah aliran bahan baku, atau kegagalan peralatan produksi.

Penyebab Terjadinya Downtime

Penyebab utama downtime meliputi kesalahan manusia, kegagalan sistem atau peralatan, serta pemeliharaan atau peningkatan rutin. Kesalahan manusia, seperti kelalaian atau kecelakaan, dapat terjadi pada berbagai level dan dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Kegagalan sistem atau peralatan biasanya terkait dengan sistem teknologi informasi atau mesin produksi karena berbagai faktor seperti perubahan lingkungan atau kegagalan hardware.

Sedangkan pemeliharaan atau peningkatan rutin dapat menyebabkan downtime yang tidak perusahaan rencanakan. Oleh karena itu, perusahaan perlu merancang pemeliharaan secara matang untuk menghindari gangguan dalam operasional bisnis. Dengan memahami penyebabnya, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah yang efektif untuk mencegah problematika dan memastikan operasional bisnis tetap berjalan dengan lancar.

Baca juga: Manfaat Utama Penerapan Cloud ERP pada Bisnis Anda yang Perlu Anda Ketahui!

download skema harga software erp
download skema harga software erp

3 Tips Efektif Mencegah Downtime dalam Proses Bisnis

Dalam menjalankan sebuah bisnis, downtime atau waktu henti operasi dapat menyebabkan kerugian yang signifikan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mencegah masalah tersebut sebaik mungkin. Berikut ini adalah 3 tips efektif untuk mencegah downtime dalam proses bisnis Anda:

downtime adalah

Persiapan menghadapi masalah tak terduga

Persiapan ini meliputi penyusunan rencana darurat dan pemeliharaan rutin yang baik, serta pengujian sistem dan peralatan secara berkala. Rencana darurat adalah langkah penting untuk mengatasi masalah yang tak terduga. Rencana darurat ini meliputi langkah-langkah yang harus Anda ambil jika terjadi downtime, termasuk tindakan pemulihan, pemeliharaan, atau penggantian peralatan yang rusak.

Pemeliharaan rutin juga sangat penting untuk menghindari masalah tersebut. Pemeliharaan rutin ini meliputi pemeriksaan berkala terhadap sistem dan peralatan, perawatan dan pembersihan peralatan secara rutin, serta penggantian komponen yang sudah aus atau rusak sebelum menimbulkan masalah yang lebih serius.

Buat jaringan komunikasi yang efektif

Tips kedua untuk mencegah downtime adalah dengan membangun jaringan komunikasi yang efektif di dalam perusahaan. Komunikasi yang efektif dapat membantu perusahaan mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah yang terkait dengan masalah tersebut dengan cepat dan tepat. Jaringan komunikasi yang efektif dapat Anda bangun dengan memastikan bahwa semua departemen dan karyawan saling terhubung dan saling bekerja sama.

Perusahaan dapat menggunakan alat komunikasi seperti email, pesan instan, dan konferensi video untuk memfasilitasi komunikasi antar karyawan. Selain itu, perusahaan juga dapat membangun sistem pelaporan yang efektif untuk memantau dan melacak masalah yang terkait dengan downtime. Sistem pelaporan ini dapat membantu perusahaan mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah sehingga dapat mencegah terjadinya masalah yang lebih serius.

Mengadopsi teknologi baru

Tips ketiga untuk mencegah downtime adalah dengan mengadopsi teknologi baru yang dapat membantu meningkatkan efisiensi dan kehandalan operasional perusahaan. Teknologi seperti software manajemen sumber daya perusahaan (ERP) dari HashMicro dan Internet of Things (IoT) dapat membantu perusahaan mengoptimalkan proses bisnis dan memperbaiki kinerja sistem dan peralatan.

ERP adalah sistem manajemen bisnis terintegrasi yang membantu perusahaan mengelola proses bisnis, termasuk manajemen persediaan, manajemen produksi, manajemen keuangan, dan manajemen sumber daya manusia. Dengan menggunakan ERP, perusahaan dapat memantau dan mengelola operasional bisnis secara real-time, sehingga dapat menangani masalah yang terkait dengan downtime dengan lebih efektif.

Kesimpulan

Dalam bisnis, downtime dapat mengakibatkan kerugian besar bagi perusahaan, baik dari segi finansial maupun reputasi. Oleh karena itu, sangat penting bagi perusahaan untuk memahami pengertian dan penyebab masalah tersebut, serta mengambil tindakan pencegahan yang tepat. Teknologi yang dapat membantu mengelola proses bisnis dan memperbaiki kinerja sistem dan peralatan adalah software manajemen sumber daya perusahaan (ERP).

HashMicro adalah salah satu company yang menyediakan solusi HashCore ERP yang dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional bisnis, serta mencegah terjadinya downtime yang dapat berdampak negatif pada operasional bisnis.

HashCore ERP memiliki fitur-fitur yang lengkap, antara lain manajemen stok dan persediaan, manajemen proyek, manajemen keuangan, dan lain sebagainya. Dengan menggunakan HashCore ERP dari HashMicro, perusahaan dapat mengoptimalkan proses bisnis dan memperbaiki kinerja sistem dan peralatan sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional secara keseluruhan. Coba demo gratis sekarang!

ERP

Apakah artikel Ini bermanfaat?
YaTidak

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Jonathan Kurniawan
Jonathan Kurniawanhttps://www.hashmicro.com/id/
Dengan pengetahuan mendalam dan pengalaman bertahun-tahun dalam manajemen pengadaan, artikel-artikel Jonathan mencakup berbagai aspek pengadaan, termasuk strategi pengadaan efisien, evaluasi vendor, teknologi terkini dalam pengadaan, serta aspek hukum dan kepatuhan. Jonathan selalu berkomitmen untuk menjaga kualitas kontennya dan selalu mengikuti perkembangan terbaru dalam dunia pengadaan.

Highlight

Artikel Populer

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Nadia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
6281222846776
Hubungi Tim Sales