CNBC Awards

Sistem Upah: Apa Itu, Jenis, dan Kebijakannya

Diterbitkan:

Mengelola upah karyawan bukan sekadar rutinitas transfer dana di akhir bulan. Di balik nominal yang diterima pekerja, terdapat struktur kompleks yang menentukan kepuasan tim dan kesehatan finansial perusahaan Anda.

Sistem upah yang adil dan transparan bekerja dua arah: memberikan jaminan kesejahteraan bagi karyawan sekaligus menjaga produktivitas operasional agar tetap optimal. Ketika sistem ini berantakan, risiko turnover tinggi dan sengketa hubungan industrial bisa mengancam stabilitas bisnis.

Di Indonesia sendiri, regulasi pengupahan terus berkembang mengikuti dinamika ekonomi. Memahami jenis sistem yang tepat, apakah berbasis waktu, hasil, atau borongan, adalah langkah awal untuk membangun fondasi manajemen SDM yang kuat dan patuh hukum.

Key Takeaways

  • Upah adalah kompensasi yang diberikan kepada pekerja atas kontribusi tenaga, waktu, dan keahlian dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kesepakatan kerja atau aturan perusahaan.
  • Terdapat berbagai jenis sistem upah yang berlaku di Indonesia, antara lain adalah  upah berdasarkan satuan waktu, upah borongan, dan upah kesatuan hasil.
  • Kebijakan Sistem upah Indonesia untuk mewujudkan kehidupan yang layak bagi semua pekerja di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 dan PP 36 Tahun 2021. 
  • Melalui software HR untuk manajemen karyawan, rincian slip gaji dapat diakses secara transparan oleh staf, yang pada akhirnya meningkatkan loyalitas dan kepuasan kerja mereka.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Memahami Upah dan Peran Strategis Sistem Pengupahan

      Upah adalah kompensasi yang diberikan kepada pekerja atas kontribusi tenaga, waktu, dan keahlian dalam menjalankan tugasnya. Upah diberikan dalam bentuk uang atau tunjangan yang dihitung berdasarkan kesepakatan kerja atau aturan perusahaan sesuai dengan peran dan kinerja.

      Sebagai bagian penting dalam hubungan industrial, sistem pengupahan tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup pekerja, tetapi juga sebagai alat untuk memotivasi produktivitas dan kinerja.

      Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap pekerja menerima upah yang adil, proporsional dengan kontribusi mereka, serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. 

      Perbedaan Upah dan Gaji

      Meski sering dianggap sama, upah dan gaji memiliki perbedaan mendasar dalam konsep dan penerapannya.

      Gaji adalah kompensasi tetap yang diberikan dalam periode tertentu, umumnya setiap bulan. Jumlahnya tidak berubah meskipun jam kerja atau beban kerja berbeda setiap harinya.

      Sistem gaji biasanya diterapkan pada karyawan tetap atau profesional yang memiliki tanggung jawab berkelanjutan. Pembayarannya konsisten sehingga memberikan kepastian pendapatan bagi penerimanya.

      Sebaliknya, upah dihitung berdasarkan jam kerja, jumlah unit yang dihasilkan, atau kinerja tertentu. Pendapatan ini lebih umum diberikan kepada pekerja harian, buruh, atau kontrak, sehingga besarannya dapat berubah sesuai waktu atau hasil kerja yang dicapai.

      Dengan demikian, penghasilan pekerja yang dibayar upah bisa bervariasi dari waktu ke waktu, tergantung pada jumlah hari kerja atau tugas yang diselesaikan.

      Prinsip Dasar Upah

      prinsip-sistem-upah

      Berikut adalah prinsip-prinsip yang menjadi dasar dalam penetapan dan pengelolaan sistem pengupahan yang adil dan efektif:

      1. Larangan diskriminasi: Penetapan upah harus bebas dari diskriminasi, menjamin keadilan bagi semua karyawan.
      2. Gaji pokok harus mencapai setidaknya 75% dari total kompensasi yang diterima oleh karyawan.
      3. Batas pemotongan upah: Pemotongan yang dilakukan tidak boleh lebih dari 50% dari total gaji karyawan.
      4. Cuti dengan upah: Karyawan yang mengambil cuti berhak untuk tetap menerima gaji penuh (leave with pay).
      5. Penggunaan mata uang resmi: Pembayaran gaji harus menggunakan mata uang yang sah, yaitu rupiah.
      6. Persetujuan pemotongan: Setiap pengurangan upah untuk pihak ketiga harus berdasarkan izin tertulis dari karyawan.
      7. Kepatuhan pada jadwal pembayaran: Pembayaran upah harus dilakukan sesuai dengan kesepakatan yang disetujui antara perusahaan dan karyawan.
      8. Pengesahan hubungan kerja: Keberadaan hubungan kerja harus diakui dalam setiap perjanjian terkait pengupahan.

      Dengan menerapkan prinsip-prinsip dasar ini, perusahaan dapat merancang sistem upah yang tidak hanya adil dan kompetitif, tetapi juga mendukung motivasi karyawan dan pertumbuhan organisasi secara keseluruhan.

      Jenis-jenis Sistem Upah 

      Setiap jenis sistem upah memiliki karakteristik dan penerapan yang berbeda, yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan sifat pekerjaan. Berikut berbagai jenis sistem upah tenaga kerja yang umum diterapkan.

      1. Sistem upah per satuan waktu

      Dalam sistem ini, karyawan dibayar berdasarkan jumlah waktu yang mereka habiskan untuk bekerja. Contohnya adalah upah harian atau upah per jam. Sistem ini memberikan kestabilan pendapatan bagi pekerja, terutama untuk karyawan tetap yang memiliki jam kerja terjadwal. 

      2. Sistem upah per satuan hasil

      Sistem ini mengharuskan karyawan untuk menerima pembayaran berdasarkan jumlah produk atau unit yang mereka hasilkan. Contohnya, pekerja di pabrik bisa dibayar untuk setiap item yang mereka produksi.

      3. Sistem upah borongan

      Salah satu sistem pengupahan di Indonesia adalah upah borongan. Karyawan mendapatkan pembayaran untuk menyelesaikan suatu proyek atau tugas tertentu, biasanya dengan jumlah yang tetap. Misalnya, tukang bangunan yang menyelesaikan pekerjaan tertentu akan menerima bayaran sekaligus, bukan berdasarkan jam kerja.

      4. Sistem upah bonus

      Bonus adalah imbalan tambahan yang diberikan kepada karyawan berdasarkan pencapaian kinerja individu atau tim. Misalnya, jika tim penjualan mencapai target penjualan, mereka bisa mendapatkan bonus.

      5. Skala upah

      Skala upah adalah sistem yang menggunakan tingkatan gaji berdasarkan jabatan, pengalaman, dan tanggung jawab. Dalam sistem ini, setiap level atau jabatan memiliki gaji yang telah ditentukan. 

      6. Sistem upah indeks

      Indeks upah adalah penyesuaian gaji yang dilakukan berdasarkan inflasi atau perubahan biaya hidup. Sistem ini bertujuan untuk menjaga daya beli karyawan, sehingga upah yang diterima tetap relevan dengan kondisi ekonomi saat ini. 

      7. Sistem upah premi

      Premi adalah imbalan tambahan yang diberikan untuk kerja lembur, risiko tinggi, atau pencapaian tertentu. Misalnya, jika karyawan bekerja lebih dari jam kerja yang ditentukan atau melakukan pekerjaan yang berbahaya, mereka mungkin mendapatkan premi sebagai bentuk penghargaan.

      Dengan memahami berbagai jenis sistem upah ketenagakerjaan, perusahaan dapat merancang kebijakan pengupahan yang sesuai dengan karakteristik pekerjaan dan kebutuhan karyawan, sehingga dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan memuaskan.

      Perhitungan upah yang akan diberikan kepada karyawan dapat diotomatisasikan dengan penggunaan software payroll terbaik di Indonesia. Software ini dapat meminimalkan human error yang dapat terjadi dalam perhitungan upah manual.

      Sistem Upah yang Berlaku di Indonesia

      Di Indonesia, terdapat beberapa sistem upah di Indonesia yang umum diterapkan di berbagai sektor industri.

      jenis upah yang berlaku di indonesia

      Berikut adalah penjelasan mengenai sistem upah berdasarkan satuan waktu, upah borongan, dan upah kesatuan hasil:

      1. Upah berdasarkan satuan waktu

      Sistem upah berdasarkan satuan waktu adalah metode pembayaran yang paling umum di Indonesia, terutama untuk karyawan tetap dan pekerja di sektor formal. Dalam sistem ini, karyawan dibayar sesuai dengan waktu kerja mereka, baik dalam bentuk harian maupun bulanan.

      • Upah harian: Pekerja harian menerima gaji berdasarkan jumlah hari kerja. Sistem ini sering diterapkan untuk pekerja kontrak atau di sektor informal, di mana karyawan dibayar setiap akhir hari kerja.
      • Upah bulanan: Karyawan tetap biasanya menerima gaji tetap setiap bulan, yang memberikan kestabilan finansial. Upah bulanan biasanya mencakup tunjangan kesehatan, tunjangan transportasi, dan fasilitas lainnya.

      Sistem ini memberikan kemudahan bagi perusahaan dalam menghitung direct labor cost dan membantu karyawan merencanakan keuangan mereka.

      2. Upah borongan

      Upah borongan adalah sistem di mana pekerja menerima pembayaran untuk menyelesaikan proyek atau tugas tertentu dengan jumlah yang telah disepakati sebelumnya. Metode ini banyak diterapkan di sektor konstruksi dan industri yang memerlukan penyelesaian proyek dalam waktu tertentu.

      Dalam sistem ini, pekerja bisa mendapatkan imbalan yang lebih besar jika mereka mampu menyelesaikan tugas dalam waktu yang lebih cepat atau dengan kualitas yang lebih baik.

      3. Upah kesatuan hasil

      Sistem upah kesatuan hasil adalah metode pembayaran di mana karyawan dibayar berdasarkan jumlah produk atau unit yang mereka hasilkan. Sistem ini sering diterapkan di sektor pertanian, manufaktur, dan industri yang memproduksi barang.

      Dalam sistem ini, setiap item yang berhasil diproduksi atau setiap layanan yang diselesaikan dihargai secara langsung. Hal ini mendorong pekerja untuk meningkatkan produktivitas, karena semakin banyak yang mereka hasilkan, semakin besar imbalan yang mereka terima. 

      Memahami sistem-sistem ini dapat membantu perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil dan produktif, sekaligus meningkatkan kepuasan karyawan. 

      Bagaimana Kebijakan Pengupahan di Indonesia?

      Kebijakan pengupahan di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja serta Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

      Regulasi ini bertujuan untuk memastikan pekerja memperoleh penghasilan yang layak serta mendorong terciptanya hubungan kerja yang adil antara perusahaan dan karyawan. Pemerintah telah mengatur bahwa pekerja berhak atas hak-hak dibawah ini:

      • Menerima upah yang sama untuk pekerjaan yang sama.
      • Penerapan sistem pengupahan yang sama dan tanpa diskriminasi.
      • Memperoleh penghasilan agar dapat memenuhi kehidupan yang layak.

      Manfaat Penentuan Sistem Upah

      Penentuan sistem upah yang tepat memiliki berbagai manfaat baik bagi perusahaan maupun karyawan. Berikut adalah beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari penerapan sistem pengupahan yang efektif:

      1. Meningkatkan motivasi karyawan

      Sistem upah yang adil dan transparan dapat meningkatkan motivasi karyawan untuk bekerja lebih keras. Ketika karyawan merasa bahwa mereka mendapatkan imbalan yang sesuai dengan kontribusi dan hasil kerja mereka, mereka lebih cenderung untuk meningkatkan produktivitas karyawan.

      2. Menarik dan mempertahankan talenta

      Perusahaan yang menawarkan sistem upah yang kompetitif dan adil memiliki peluang lebih besar untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik. Karyawan cenderung memilih bekerja di perusahaan yang memberikan imbalan yang sesuai dengan kualitas kerja dan standar industri.

      3. Menciptakan lingkungan kerja yang positif

      Sistem upah yang baik membantu menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan positif. Karyawan yang merasa dihargai dan adil cenderung memiliki kepuasan kerja yang lebih tinggi, yang berdampak pada suasana kerja secara keseluruhan. 

      4. Mengoptimalkan pengelolaan Biaya

      Dengan menentukan sistem upah yang sesuai, perusahaan dapat lebih efektif dalam mengelola biaya tenaga kerja. Sistem yang baik membantu perusahaan memahami pengeluaran yang diperlukan untuk upah dan tunjangan.

      5. Mematuhi regulasi dan hukum

      Menetapkan sistem upah yang sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku di negara tersebut membantu perusahaan menghindari masalah hukum. Dengan mematuhi undang-undang ketenagakerjaan, perusahaan dapat melindungi diri dari potensi tuntutan hukum.

      Dengan manfaat-manfaat tersebut, penentuan sistem upah yang tepat menjadi aspek penting dalam manajemen sumber daya manusia yang dapat berdampak positif bagi kinerja perusahaan secara keseluruhan.

      Tahukah Anda?

      Dengan software HR HashMicro berbasis AI, Anda dapat mengecek dan menyetujui cuti hanya lewat chatbox, mengelola reimburse dengan mudah, dan membuat laporan cuti instan. Permudah pengelolaan karyawan dengan software HR HashMicro!

      Dapatkan demo gratis sekarang!

      Bagaimana Perusahaan Mengelola Sistem Upah secara Efisien

      Sebuah perusahaan manufaktur di Indonesia dengan ratusan pekerja produksi menerapkan kombinasi upah per satuan waktu, upah berbasis hasil, dan premi kinerja. Seiring bertambahnya skala operasional, pencatatan manual membuat perhitungan upah menjadi rumit, rawan kesalahan, dan sulit ditelusuri saat evaluasi maupun audit.

      Untuk menyederhanakan proses tersebut, perusahaan mulai menggunakan software HRM yang terintegrasi dengan data absensi dan hasil kerja. Jam kerja, output produksi, hingga komponen insentif tercatat otomatis dalam satu sistem, sehingga perhitungan upah dilakukan berdasarkan data aktual, bukan rekap manual.

      Dengan pendekatan ini, pembayaran upah menjadi lebih akurat dan konsisten, sekaligus memberi perusahaan visibilitas yang lebih baik terhadap produktivitas tenaga kerja. Sistem upah pun tidak lagi sekadar proses administratif, tetapi berperan sebagai alat evaluasi dan pengendalian kinerja yang lebih efektif.

      Kesimpulan

      Manajemen sistem upah yang baik memegang peranan penting dalam menjaga kepuasan, motivasi, dan produktivitas karyawan. Dengan pendekatan yang efisien dan terintegrasi, perusahaan dapat memastikan bahwa proses pengupahan berjalan adil, transparan, dan selaras dengan kontribusi tenaga kerja.

      Selain berdampak pada kinerja internal, sistem pengupahan yang terkelola dengan baik membantu perusahaan memenuhi regulasi, meminimalkan kesalahan administratif, dan mendukung perencanaan anggaran, sehingga berperan sebagai bagian dari strategi pengelolaan sumber daya manusia.

      Untuk mendukung proses tersebut, perusahaan dapat mempertimbangkan pemanfaatan sistem HR dan payroll yang terintegrasi guna meningkatkan akurasi dan efisiensi pengelolaan upah. Melalui konsultasi gratis, perusahaan dapat mengevaluasi kebutuhan pengupahan dan menemukan pendekatan yang paling sesuai dengan struktur dan skala bisnisnya.

      HRM

      Pertanyaan Seputar Sistem Upah

      • Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi upah tenaga kerja?

        Faktor-faktor yang mempengaruhi upah tenaga kerja meliputi tingkat pendidikan dan keterampilan karyawan, pengalaman kerja, permintaan dan penawaran di pasar tenaga kerja, lokasi geografis, serta sektor industri tempat karyawan bekerja. Selain itu, faktor-faktor seperti inflasi dan kebijakan pemerintah juga dapat mempengaruhi besaran upah.

      • Bagaimana sistem pengupahan yang benar?

        Sistem pengupahan yang benar harus transparan, adil, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Ini mencakup penerapan prinsip dasar seperti kesetaraan dalam upah, penghitungan gaji yang akurat berdasarkan jam kerja atau hasil kerja, serta pemberian tunjangan dan bonus yang relevan. Sistem tersebut juga harus mencakup proses evaluasi berkala untuk memastikan bahwa upah tetap kompetitif dan sesuai dengan perkembangan industri.

      • Apa fungsi dari upah karyawan?

        Pemberian upah kepada karyawan memiliki beberapa fungsi, antara lain sebagai Sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup pekerja dan keluarganya, Alat motivasi untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja karyawan, dan alat untuk menjaga kesejahteraan karyawan serta mendukung keberhasilan dan pertumbuhan perusahaan.

      • Apa tujuan dari memberi upah kepada karyawan?

        Tujuan upah mencerminkan hal-hal yang ingin dicapai oleh perusahaan dan karyawan dalam hubungan kerja. Berikut adalah beberapa tujuan utama dari sistem pengupahan:Menjamin kesejahteraan karyawan, Mendorong produktivitas dan kinerja, Menarik dan memperhatahankan talenta, Menciptakan keadilan, dan untuk Mematuhi regulasi dan hukum.

      • Mengapa upah di setiap daerah di Indonesia berbeda-beda?

        Upah di setiap daerah di Indonesia berbeda-beda karena variasi dalam biaya hidup, tingkat permintaan dan penawaran tenaga kerja, serta kondisi ekonomi masing-masing daerah. Selain itu, perbedaan sektor industri yang dominan di setiap daerah juga berkontribusi pada perbedaan upah, di mana daerah dengan industri berkembang cenderung menawarkan upah yang lebih tinggi dibandingkan daerah dengan industri yang lebih stagnan. 

      Aulia Kholqiana

      Content Writer

      Saya merupakan seorang praktisi yang berfokus dalam penulisan konten dengan mengulas implementasi teknologi digital (ERP) dalam proses bisnis. Untuk menghasilkan konten yang informatif dan solutif, saya menyesuaikan isi konten dengan riset nyata sehingga bisa menjadi solusi alternatif bagi para pelaku bisnis dalam mengoptimalkan seluruh kegiatan operasional mereka.

      Jessica adalah seorang pakar yang memiliki gelar Bachelor of Science (BSc) dalam Psychology dari University of London yang didukung oleh pemahaman mendalam tentang perilaku manusia dan dinamika organisasi. Latar belakang psikologi ini memberikan keahlian khusus dalam memahami motivasi karyawan, mengelola pengembangan talenta, dan menciptakan kerja sama yang harmonis di dalam tim.. Selama sembilan tahun terakhir, Jessica mendalami bidang Human Resource Management, mengembangkan keahlian dalam strategi rekrutmen, pengelolaan kinerja, pengembangan organisasi, serta implementasi kebijakan HR yang mendukung budaya kerja positif dan pertumbuhan perusahaan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya