Target produksi belum konsisten meski tim sudah lengkap? Di industri manufaktur, produktivitas karyawan berpengaruh langsung pada efisiensi operasional dan pencapaian bisnis.
Produktivitas karyawan menunjukkan seberapa efektif tenaga kerja menghasilkan output sesuai target. Tantangan di lapangan sering kali menuntut pengelolaan kinerja dan pengembangan SDM yang lebih terstruktur termasuk dukungan software talent management.
Artikel ini membahas lima tips praktis untuk meningkatkan produktivitas karyawan di industri manufaktur. Baca hingga akhir untuk menemukan strategi yang relevan dan mudah diterapkan.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
1. Tingkatkan Komunikasi & Pelatihan Karyawan
Sebelum karyawan Anda memulai tugas tertentu yang Anda berikan, Anda perlu terlebih dahulu mengomunikasikan tujuan dan ekspektasi Anda. Karyawan Anda harus mengetahui tujuan perusahaan secara keseluruhan.
Sebagai pemimpin, Anda juga harus membantu karyawan Anda mencapai tujuan perusahaan serta meningkatkan perkembangan diri mereka. Oleh karena itu, penting juga untuk menyediakan pelatihan karyawan secara reguler.
Tanpa pelatihan yang memadai dan kejelasan peran pekerjaan, karyawan cenderung kehilangan motivasi untuk meningkatkan produktivitas mereka.
Baca juga: 7 Tips untuk Meningkatkan Efisiensi di Pabrik Manufaktur Anda
2. Lakukan Penilaian Secara Reguler
Lakukan penilaian kinerja karyawan secara berkala, misalnya satu kali dalam setiap trimester atau sekali dalam setiap semester. Minta manajer human resource Anda untuk membuat formulir penilaian karyawan dan minta seluruh karyawan Anda untuk mengisinya.
Penilaian karyawan dapat memiliki efek langsung dan berkelanjutan pada produktivitas karyawan. Mengakui aspek positif dari kinerja karyawan dapat mengoptimalkan produktivitas mereka.
Dalam hal menangani aspek negatif dari kinerja karyawan, Anda dapat bekerja sama dengan karyawan untuk mengambil tindakan korektif dan mencari solusi untuk meningkatkan kinerja mereka.
Beberapa jenis penilaian karyawan yang dapat Anda lakukan di antaranya yakni:
- Penilaian secara numerik: ini biasanya melibatkan penilaian individu pada skala 1 hingga 5 atau 1 hingga 10 terhadap kinerja, keterampilan komunikasi, dan keandalan karyawan
- Secara objektif: cara yang praktis untuk memantau keberhasilan karyawan secara keseluruhan dengan menilai keberhasilan karyawan berdasarkan target-target yang telah mereka capai
- Penilaian 360 derajat: Merupakan penilaian karyawan yang melibatkan umpan balik dari banyak pihak. Pihak tersebut antara lain seperti seperti manajer, junior, rekan kerja, dan bahkan klien.
- Berdasarkan insiden kritis: Sebuah metode penilaian kinerja yang melibatkan penggambaran tentang peristiwa (atau insiden) tertentu di mana karyawan melakukan sesuatu dengan sangat baik atau sesuatu yang membutuhkan perbaikan
Gunakan Software HRM dari HashMicro untuk memudahkan manajer SDM Anda melakukan penilaian dan survei serta menyimpan seluruh data kemampuan karyawan untuk mencocokannya dengan pekerjaan yang tepat.
Baca juga: Bagaimana Peran Cloud HRM bagi Manajemen SDM?
3. Meningkatkan Produktivitas Karyawan dengan Bantuan Software
Peningkatan produktivitas karyawan akan sulit dicapai ketika karyawan Anda masih harus melakukan berbagai proses harian secara manual, misalnya dengan menggunakan kertas atau spreadsheet saat melacak persediaan atau menerima instruksi kerja.
Saat ini sudah banyak produsen yang meninggalkan cara lama dan beralih ke solusi ERP terintegrasi untuk bisnis. Jika kompetitor Anda sudah mengotomatiskan proses bisnis mereka dengan teknologi modern, Anda pun sebaiknya juga.
Sistem ERP menghilangkan berbagai proses manual yang paling menghabiskan banyak waktu dan tenaga, menjadikannya lebih cepat selesai, sehingga mengizinkan karyawan Anda untuk berfokus pada tugas-tugas yang lebih menghasilkan keuntungan bagi bisnis Anda. Dapatkan skema perhitungan harga Software ERP terbaik untuk bisnis Ansa disini!
4. Manfaatkan Internet of Things untuk Produktivitas Karyawan
Selain mengimplementasikan perangkat lunak, Anda juga sebaiknya mempertimbangkan untuk menggunakan Internet of Things (IoT). Saat ini, IoT sedang menjadi perbincangan hangat dalam industri manufaktur, sebab IoT terbukti dapat membantu meningkatkan produktivitas karyawan dan pabrik manufaktur secara drastis.
IoT pada dasarnya adalah jaringan perangkat fisik yang terhubung dengan elektronik, perangkat lunak, sensor, aktuator, dan konektivitas yang memungkinkan semuanya untuk menghubungkan, mengumpulkan, dan berbagi data.
IoT melibatkan perluasan konektivitas Internet di luar perangkat standar, seperti desktop, laptop, smartphone, dan tablet, ke berbagai perangkat fisik atau benda sehari-hari yang terlihat mustahil untuk dihubungkan dengan internet.
Baca juga: Timesheets adalah | Manfaat Software Timesheet bagi Perusahaan
5. Kelola Jadwal Shift Karyawan dengan Baik
Meskipun perusahaan manufaktur terkenal dengan jam kerja yang panjang, jadwal kerja sebenarnya dapat menjadi lebih nyaman dan fleksibel bagi karyawan.
Dengan penjadwalan kerja yang lebih sistematis, waktu lembur yang tidak terduga sebenarnya dapat berkurang dan pembagian tugas dapat menjadi lebih efektif. Software Time Tracking dapat membantu Anda mengatur jadwal shift, memonitor penggunaan waktu, dan menghitung gaji karyawan Anda berdasarkan jam kerja mereka.
Hal ini akan sangat membantu terutama jika Anda mempekerjakan karyawan paruh waktu. Dapatkan skema perhitungan harga Software Time Tracking terbaik disini!
Tingkatkan Produktivitas Karyawan Manufaktur dengan Software HashMicro
Meningkatkan produktivitas karyawan di industri manufaktur membutuhkan visibilitas kinerja yang jelas, proses kerja yang terstruktur, dan dukungan teknologi yang tepat.
Software HashMicro membantu perusahaan mengelola kinerja, pengembangan, dan keterlibatan karyawan secara terintegrasi, sehingga setiap tim dapat bekerja lebih efektif dan selaras dengan target bisnis.
HashMicro memungkinkan manajemen memantau performa karyawan secara real-time, menyederhanakan proses administratif, dan mengambil keputusan strategis yang lebih akurat.
Fitur utama Software HashMicro untuk mendukung produktivitas karyawan manufaktur:
- Performance Management: Membantu perusahaan menetapkan target kerja, memantau pencapaian karyawan, dan mengevaluasi kinerja secara objektif.
- Attendance & Shift Management: Mengelola kehadiran dan jadwal kerja secara otomatis, sehingga operasional pabrik tetap berjalan optimal tanpa mengganggu keseimbangan beban kerja karyawan.
- Training & Development Management: Memudahkan perencanaan dan pelacakan program pelatihan guna meningkatkan kompetensi karyawan sesuai kebutuhan industri manufaktur.
- Employee Data Management: Menyimpan dan mengelola data karyawan secara terpusat untuk mempermudah akses informasi dan mengurangi beban administratif.
- Analytics & Reporting: Menyediakan laporan dan insight berbasis data yang membantu manajemen memahami tren kinerja dan merumuskan strategi peningkatan produktivitas secara tepat.
Kesimpulan
Produktivitas karyawan sangat penting untuk keberhasilan setiap bisnis manufaktur. Dalam menjalankan proses bisnis, produsen memerlukan peran teknologi termasuk dalam meningkatkan produktivitas karyawan.
Dengan meningkatkan komunikasi dan melakukan penilaian secara reguler dapat membantu untuk mengetahui potensi dan kinerja yang dimiliki karyawan.
Selain itu, penggunaan Software Talent Management dan IoT juga dapat membantu dalam mempermudah serta mengelola jadwal kerja. Segera beralih ke HashMicro dan jadwalkan demo sekarang juga!
Pertanyaan Seputar Produktivitas Karyawan
-
Bagaimana cara meningkatkan produktivitas karyawan secara efektif?
Produktivitas karyawan dapat ditingkatkan melalui pengelolaan kinerja yang terstruktur, pelatihan berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, serta komunikasi dan koordinasi tim yang baik.
-
Bagaimana hubungan pelatihan dengan produktivitas karyawan?
Pelatihan yang tepat meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri karyawan, sehingga mereka dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat dan akurat.
-
Bagaimana peran pimpinan dalam menjaga produktivitas karyawan?
Pimpinan berperan memberikan arahan yang jelas, umpan balik yang konstruktif, serta dukungan yang mendorong karyawan bekerja secara optimal.







