CNBC Awards

Pentingnya Menjalankan Proses Psikotes yang Efisien bagi Rekruter

Diterbitkan:

Psikotes merupakan salah satu metode penilaian yang sudah lama digunakan dalam proses seleksi karyawan. Melalui tes ini, rekruter dapat memperoleh gambaran awal mengenai kepribadian, pola berpikir, serta kecocokan kandidat terhadap peran yang akan dijalankan. Karena itu, psikotes tidak hanya berfungsi sebagai formalitas, tetapi sebagai alat bantu pengambilan keputusan yang lebih objektif.

Bagi perusahaan, psikotes membantu menyaring kandidat secara lebih terstruktur sebelum masuk ke tahap seleksi lanjutan. Hasil tes dapat memberikan insight mengenai potensi kerja, cara kandidat merespons tekanan, hingga gaya kerja yang mungkin muncul di lingkungan tim. Informasi ini penting untuk memastikan bahwa kandidat tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga selaras dengan kebutuhan organisasi.

Namun, dalam praktiknya, proses psikotes sering kali memakan waktu dan tenaga jika tidak dikelola dengan baik. Rekruter harus menangani banyak peserta, hasil tes yang beragam, serta interpretasi data yang tidak selalu sederhana. Tanpa alur yang jelas, proses ini berisiko menjadi kurang efisien dan sulit dimanfaatkan secara maksimal.

Di sinilah pentingnya memahami bagaimana psikotes seharusnya diterapkan dalam proses rekrutmen. Dengan pendekatan yang tepat, psikotes dapat menjadi alat evaluasi yang relevan, efisien, dan benar-benar membantu rekruter dalam menentukan kandidat terbaik.

Key Takeaways

  • Psikotes digunakan dalam seleksi karyawan untuk mengukur kecerdasan, karakteristik, dan kondisi kesehatan mental calon karyawan.
  • Beberapa jenis psikotes termasuk tes Wartegg, tes logika aritmatika, tes logika deret gambar, psikotes kemampuan verbal, tes Edwards Personal Preference Schedule (EPPS), psikotes menggambar pohon, dan tes Kraepelin (tes koran).
  • Psikotes penting karena membantu rekruter menyeleksi kandidat secara lebih cepat, objektif, dan akurat, sekaligus meningkatkan kualitas serta skalabilitas proses rekrutmen.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Tujuan Psikotes dalam Seleksi Karyawan

      Pelaksanaan psikotes membantu perusahaan memotret kemampuan kognitif, pola kerja, dan kecenderungan perilaku kandidat secara lebih terstruktur. Selain aspek kecerdasan, hasil tes juga dapat memberi gambaran mengenai karakteristik yang relevan dengan tuntutan peran. Psikotes dalam proses penerimaan kerja menjadi tahapan penting untuk memahami kualitas kandidat.

      Selain itu, dalam konteks dunia kerja, tes psikotes dapat memberikan wawasan yang berharga tentang kualitas dan potensi pelamar kerja yang akan direkrut, serta membantu menentukan kandidat yang paling cocok untuk posisi tertentu dalam perusahaan.

      Pilihan Psikotes yang Relevan untuk Proses Rekrutmen

      Setelah memahami konsep dan tujuan dari tes psikotes dalam konteks seleksi karyawan, saatnya untuk mengeksplorasi berbagai jenis psikotes yang tersedia. Psikotes mencakup beragam jenis sebagai berikut yang dapat memberikan wawasan yang berharga tentang calon karyawan.

      Tes Wartegg

      Tes Wartegg adalah salah satu alat asesmen psikologis yang rekruter gunakan dalam proses rekrutmen karyawan. Pengembangan tes ini dilakukan oleh Ehrig Wartegg dan Marian Kinget. Tujuan dari tes Wartegg adalah untuk memberikan wawasan mendalam tentang karakter seseorang, termasuk aspek emosi, imajinasi, dan kemampuan pengendalian diri.

      Dalam tes ini, peserta akan diberikan selembar kertas yang berisi 8 kotak kosong yang harus mereka lengkapi dengan gambar-gambar yang sesuai. Kotak-kotak tersebut akan berisi gambar-gambar berupa titik atau bentuk geometris sederhana. Selama tes, peserta diberikan waktu selama 30 menit untuk menyelesaikannya.

      Tes Wartegg ini dapat membantu recruiter dalam mengevaluasi karakter dan potensi calon karyawan dengan lebih mendalam.

      Tes logika aritmatika

      Sering juga kita sebut dengan tes deret angka, tes logika aritmatika adalah komponen penting dalam proses seleksi karyawan. Dalam tes ini, peserta akan diberikan serangkaian angka yang membentuk sebuah deret. Tantangannya adalah untuk memahami dan menganalisis pola yang ada dalam deretan angka ini.

      Pola tersebut bisa melibatkan operasi matematika seperti perkalian, pembagian, pengurangan, atau mungkin penambahan, bahkan pembentukan pecahan angka. Tes logika aritmatika ini dirancang khusus untuk mengukur kemampuan analitis seseorang dalam memahami dan menyelesaikan tugas-tugas yang melibatkan pola matematis dan logika.

      Bagi para rekruter, tes ini memberikan wawasan yang berharga tentang kemampuan analitis calon karyawan dan sejauh mana mereka dapat menghadapi tugas yang memerlukan pemecahan masalah matematis.

      Tes logika deret gambar (penalaran)

      Tes logika deret gambar, atau tes penalaran visual, merupakan instrumen seleksi yang memiliki tujuan-tujuan penting. Selain untuk mengukur kemampuan individu dalam menganalisis permasalahan, tes ini juga memberikan wawasan mengenai kecepatan pengambilan keputusan.

      Dalam tes ini, para peserta akan dihadapkan pada serangkaian gambar. Mereka diharapkan dapat mengidentifikasi dan memahami pola di balik deretan gambar tersebut. Tes ini memanfaatkan gambar dalam berbagai dimensi, mulai dari gambar dua dimensi hingga tiga dimensi, untuk menggali wawasan yang lebih dalam mengenai kandidat yang sedang diuji.

      Dalam dunia seleksi karyawan, pemahaman tentang tes logika deret gambar memiliki dampak yang signifikan untuk memilih kandidat yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

      Psikotes kemampuan verbal

      Kemampuan verbal sangat penting dalam menilai potensi seseorang di dunia kerja. Tingkat inteligensi seseorang sering kali tercermin dalam kemampuan berbicara dan berkomunikasi. Tes kemampuan verbal dalam seleksi karyawan bertujuan untuk mengukur sejauh mana seseorang mampu berbahasa, baik secara tertulis maupun lisan.

      Selain itu, tes ini juga mengukur kemampuan seseorang dalam memahami dan mengartikan informasi secara efektif. Dalam tes ini, terdapat beberapa subtes yang meliputi tes persamaan kata (sinonim), tes lawan kata (antonim), pengurutan kata, dan tes analogi.

      Tes kemampuan verbal membantu perusahaan dalam mengevaluasi kemampuan komunikasi calon karyawan serta memahami sejauh mana mereka dapat berkontribusi dalam konteks pekerjaan yang memerlukan kemampuan verbal yang baik.

      Tes Edwards Personal Preference Schedule (EPPS)

      Dalam dunia seleksi karyawan, tes kepribadian menjadi alat yang sangat penting untuk memahami calon karyawan secara lebih mendalam. Salah satu tes kepribadian yang para rekruter gunakan adalah Tes Edwards Personal Preference Schedule (EPPS).

      Dikembangkan oleh Allen L. Edward pada tahun 1938, tes EPPS bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengukur keunikan dari kepribadian seseorang. Dalam tes ini, peserta akan dihadapkan pada dua pilihan yang mencerminkan preferensi kepribadiannya.

      Tujuan dari tes ini adalah untuk memastikan bahwa semua aspek kepribadian calon karyawan terungkap, sehingga perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih informasional dalam proses rekrutmen.

      Psikotes menggambar pohon

      Tes psikotes yang meminta peserta menggambar pohon seringkali menjadi salah satu komponen dalam proses rekrutmen karyawan suatu perusahaan. Dalam tes ini, peserta akan diberikan selembar kertas kosong dan diminta untuk menggambar pohon secara bebas. Namun, ada beberapa aturan yang perlu ditaati; peserta tidak diizinkan menggambar tumbuhan kecil atau pohon kelapa.

      Jenis tes ini bertujuan untuk menggali lebih dalam dan mengevaluasi aspek kepribadian serta karakter dari peserta tes, memberikan wawasan berharga untuk keperluan seleksi karyawan.

      Tes Kraeplin (tes koran)

      Psikotes Kraepelin, yang lebih terkenal sebagai tes koran, adalah salah satu alat evaluasi yang rekruter gunakan dalam dunia seleksi karyawan. Tes ini diciptakan oleh Emilie Kraepelin, seorang psikiater terkemuka. Pelaksanaan tes ini bertujuan untuk memberikan wawasan lebih lanjut tentang karakter dan performa peserta tes, sehingga dapat membantu perusahaan dalam proses perekrutan.

      Tes ini mencakup beberapa aspek penting, seperti keuletan, kemauan, dan kemampuan penyesuaian diri. Peserta hanya perlu menjumlahkan deretan angka yang disusun secara vertikal mulai dari angka 0 hingga 9.

      Psikotes ini dapat menjadi salah satu alat yang berguna dalam menilai kemampuan seseorang untuk menyelesaikan tugas dengan cepat dan akurat, aspek penting dalam banyak pekerjaan di dunia kerja.

      Peran Psikotes dalam Menentukan Kandidat yang Tepat

      Psikotes memainkan peran penting dalam proses seleksi karyawan di berbagai perusahaan. Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif, penggunaan tes psikologi yang efektif menjadi kunci untuk memperoleh tim yang berkualitas dan berkinerja tinggi. Mengapa demikian? Simak teks berikut!

      Meningkatkan efisiensi perekrutan dengan psikotes online

      Psikotes atau asesmen online mempercepat efisiensi rekrutmen dengan mengelola CV kandidat dalam waktu yang singkat. Menjadwalkan wawancara telepon biasanya memperlambat proses rekrutmen, tetapi asesmen pra-pekerjaan online mengundang peserta tes dengan mudah.

      Lalu, evaluasi otomatis dari alat penilaian online mengotomatisasi tugas-tugas berulang, mengurangi waktu yang Anda perlukan dan meningkatkan transparansi. Kandidat menerima tautan tes yang sesuai dengan peran yang mereka lamar, memastikan tes yang relevan. Dengan psikotes online, proses rekrutmen menjadi lebih efisien dan efektif, memberikan manfaat baik bagi rekruter maupun kandidat.

      Mendapatkan rekrutmen berkualitas

      Meningkatkan kualitas rekrutmen kini lebih mudah berkat alat penilaian psikotes yang telah didukung oleh tes pra-penempatan yang terbukti keandalannya. Tim ahli industri berkolaborasi dalam merancang tes ini, memastikan bahwa setiap tes didasarkan pada prinsip ilmiah untuk secara efisien mengukur keterampilan kandidat.

      Psikotes ini juga dapat dengan akurat melacak keterampilan yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan, sehingga kandidat yang berhasil melewati tes memiliki jaminan memiliki keterampilan yang sesuai dengan tugas mereka dan cenderung menjadi pekerja yang unggul dalam pekerjaan mereka.

      Skalabilitas dalam perekrutan

      Ketika jumlah pelamar meningkat, proses seleksi perlu tetap konsisten agar standar penilaian tidak berubah-ubah antar batch kandidat. Psikotes online membantu rekruter mempertahankan alur seleksi yang seragam, terutama pada tahap penyaringan awal. Strategi pengelolaan karyawan yang efisien membantu menjaga proses kerja tetap konsisten saat tim bertambah karena struktur kerja yang jelas memudahkan koordinasi lintas fungsi, termasuk saat rekrutmen sedang tinggi-tingginya.

      Penggunaan alat-alat ini juga membantu menghindari kelelahan para rekruter. Perangkat lunak penilaian psikotes online dapat memanfaatkan teknik penilaian kreatif, termasuk pengujian audio, video, atau pertanyaan pilihan ganda, untuk menilai berbagai jenis keterampilan kandidat.

      Menghilangkan penilaian yang bersifat subjektif

      Psikotes membantu mengeliminasi bias pribadi terhadap kandidat dan mendasarkan evaluasi pada keterampilan yang sesungguhnya. Resume sering kali dapat mencerminkan keterampilan palsu, namun, psikotes ini menyediakan cara obyektif untuk menilai keterampilan dan kepribadian kandidat.

      Mereka memberikan nilai numerik yang objektif dan tidak memihak, memudahkan perbandingan kandidat dan menciptakan proses perekrutan yang lebih adil. Jadi, penggunaan psikotes pekerjaan membantu meminimalkan bias pribadi dalam perekrutan, mendorong pendekatan berbasis data, dan mendukung keanekaragaman di tempat kerja.

      Memprediksi kinerja dan mengurangi pergantian karyawan

      Psikotes berfungsi sebagai alat bantu untuk memprediksi kecocokan kandidat dengan ritme kerja, tingkat kompleksitas tugas, dan tuntutan peran yang spesifik. Ketika kecocokan ini lebih akurat sejak awal, risiko miskomunikasi ekspektasi dan ketidaksesuaian peran bisa ditekan. Employee turnover adalah indikator yang sering dipakai untuk menilai stabilitas tenaga kerja karena perputaran yang tinggi biasanya berdampak pada biaya rekrutmen ulang dan hilangnya produktivitas tim.

      Tes psikometri, atau psikotes, yang didasarkan pada penelitian dan dikembangkan dengan cermat, menjadi prediktor kinerja pekerjaan yang sangat akurat. Rekrutan yang lebih tepat berarti tingkat pergantian karyawan yang lebih rendah dan penghematan biaya yang signifikan.

      Memfasilitasi remote recruitment

      Rekruter sekarang dapat melakukan penilaian dan merekrut secara remote dan online, terutama untuk kandidat tinggal jarak jauh atau akan bekerja jarak jauh (remote). Psikotes online ini membantu dalam menilai individu dari seluruh dunia tanpa batasan apa pun.

      Namun dalam proses rekrutmen online ini, rekruter memiliki banyak kendala. Kendala utamanya adalah masalah kepercayaan. Bagaimana Anda bisa mempercayai CV dari pelamar jarak jauh? Lebih lanjut, bagaimana rekruter bisa memvalidasi keterampilan mereka?

      Sebagian besar platform psikotes online juga menawarkan fitur anti-kecurangan. Dengan pengawasan lewat kamera webcam dan pemantauan browser, rekruter perusahaan dapat melakukan penilaian psikotes jarak jauh dan mempercayai skor kandidat.

      Dapat menyediakan pelatihan yang sesuai

      Hasil psikotes dapat membantu memetakan area kekuatan dan area yang masih perlu ditingkatkan, terutama saat kandidat sudah masuk ke fase onboarding. Informasi ini membuat rencana pengembangan karyawan lebih relevan karena berbasis kebutuhan, bukan asumsi. Training need analysis digunakan untuk memetakan kebutuhan pelatihan berdasarkan gap kompetensi sehingga materi dan prioritas pelatihan lebih tepat sasaran.

      Kesimpulan

      Psikotes memainkan peran penting dalam proses perekrutan karena membantu perusahaan memahami karakteristik, potensi, dan kecocokan pelamar secara lebih objektif. Dengan penilaian yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan kualitas keputusan rekrutmen dan membangun tim yang lebih selaras dengan kebutuhan organisasi.

      Di era digital, proses psikotes juga bisa dibuat lebih efisien lewat dukungan teknologi, mulai dari distribusi tes, pengolahan hasil, hingga pelaporan yang rapi. Pendekatan ini membantu rekruter menghemat waktu tanpa mengorbankan akurasi penilaian.

      Jika Anda ingin memastikan alur psikotes di perusahaan berjalan lebih terstruktur dan efektif, Anda dapat berkonsultasi dengan tim ahli untuk meninjau kebutuhan, metode yang digunakan, serta standar evaluasinya.

      Pertanyaan Seputar Psikotes

      • Apa itu Psikotes?

        Secara umum, psikotes merupakan serangkaian tes yang dilakukan oleh psikolog untuk mengetahui kepribadian seseorang. Tes ini dapat bentuk tertulis, verbal, ataupun visual.

      • Apa Tujuan dari Psikotes?

        Dengan adanya tes ini, jumlah Intelligence Quotients (IQ) seseorang dapat diketahui. IQ seringkali identik dengan tingkat kecerdasan seseorang. Tidak hanya itu, tes ini juga dapat mengetahui karakteristik dari seseorang. Pelaksanaan tes ini juga berguna untuk mengetahui kondisi kesehatan mental dari seseorang. Tak kalah penting, apabila dalam dunia kerja, tes ini dapat berguna untuk mengetahui kualitas dari pelamar kerja.


      Dewi Sartika

      Senior Content Writer

      Berbekal pengalaman selama 6 tahun dalam industri SaaS, Dewi telah menjadi praktisi untuk penulisan artikel terkait accounting dan bidang keuangan. Ia berfokus menulis artikel seputar Laporan keuangan (neraca, laba rugi, arus kas), standar akuntansi (PSAK, IFRS, GAAP), perpajakan (e-faktur, PPn, tax planning), dan manajemen biaya.

      Jessica adalah seorang pakar yang memiliki gelar Bachelor of Science (BSc) dalam Psychology dari University of London yang didukung oleh pemahaman mendalam tentang perilaku manusia dan dinamika organisasi. Latar belakang psikologi ini memberikan keahlian khusus dalam memahami motivasi karyawan, mengelola pengembangan talenta, dan menciptakan kerja sama yang harmonis di dalam tim.. Selama sembilan tahun terakhir, Jessica mendalami bidang Human Resource Management, mengembangkan keahlian dalam strategi rekrutmen, pengelolaan kinerja, pengembangan organisasi, serta implementasi kebijakan HR yang mendukung budaya kerja positif dan pertumbuhan perusahaan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya