Employee Turnover – Pengertian dan Cara Mengendalikannya

Dias Marendra
Tips to Reduce Employee Turnover

Jika salah seorang staf di kantor anda mengundurkan diri dan tak lama kemudian posisinya digantikan orang lain, itulah employee turnover. Peristiwa ini sangatlah lumrah terjadi di perusahaan manapun.

Employee turnover bisa jadi menguntungkan jika staf yang menggantikan mereka yang resign bekerja lebih baik. Namun jika angka employee turnover terlalu tinggi, maka perusahaan andalah yang akan rugi.

Mengapa perusahaan anda yang rugi jika terlalu banyak staf yang resign? Lalu bagaimana pula cara terbaik untuk mengendalikan employee turnover? Artikel kali ini akan membahas kedua hal ini secara mendalam.

Pengertian employee turnover

Menurut Wikipedia, employee turnover adalah tindakan mengganti karyawan lama yang ada di sebuah perusahaan dengan yang baru. Ada dua hal yang menyebabkan karyawan anda meninggalkan perusahaan anda.

Yang pertama yakni secara sukarela. Ada banyak sebab karyawan anda secara sukarela mengundurkan diri. Mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, dapat penawaran dengan gaji yang lebih baik, fokus dengan studinya, dan segudang alasan lainnya.

Ada juga yang terpaksa meninggalkan pekerjaannya semisal PHK yang dilakukan perusahaan. Namun aspek yang satu ini jarang dijadikan tolok ukur perhitungan employee turnover. Tingginya karyawan yang secara sukarela resign-lah yang harus diperhatikan, karena umumnya berhubungan dengan internal manajemen perusahaan.

Akibat tingginya tingkat turnover

Banyaknya karyawan yang keluar masuk perusahaan anda adalah pertanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres di level manajemen. Bisa jadi gaji yang anda berikan terlalu rendah, kurangnya benefit yang diterima karyawan, hingga lingkungan kerja yang tidak sehat.

Dampak dari tingginya angka turnover bisa memengaruhi banyak aspek di perusahaan anda. Beberapa di antaranya:

Kerugian finansial

Mendatangkan karyawan baru bukanlah perkara mudah dan murah. Ada banyak sekali biaya yang harus dikeluarkan perusahaan. Mulai dari membayar vendor untuk lowongan pekerjaan, proses interview, pelatihan sampai dengan karyawan baru memiliki kemampuan yang sama dengan karyawan yang resign. Belum lagi jika anda harus membayar pesangon untuk setiap karyawan yang resign.

Produktivitas menurun

Pastinya butuh waktu untuk mencari pengganti karyawan yang resign. Ada perusahaan yang memerlukan waktu sebulan lamanya untuk mencari karyawan baru, ada juga yang lebih lama dari itu. Akibatnya, produktivitas karyawan lainnya pun menurun karena terbebankan pekerjaan karyawan yang resign tersebut.

Turunnya keuntungan perusahaan

Pada akhirnya, turunnya produktivitas pun berpengaruh terhadap keuntungan yang diraih perusahaan. Banyak pekerjaan jadi tak terselesaikan, angka penjualan yang menurun, dan pada akhirnya turut berimbas pada profit yang didapatkan.

Cara menurunkan angka employee turnover

Tak ada cara yang pasti untuk membuat setiap karyawan anda terus menerus bekerja di perusahaan anda. Namun, jika anda mulai mencoba untuk mengerti apa yang karyawan anda inginkan dari anda, maka anda sudah menuju arah yang tepat. Berikut beberapa langkah yang bisa anda coba:

Cari karyawan yang tepat

Yang dimaksud di sini bukan hanya mencari karyawan dengan skill yang memadai. Anda juga perlu mencari tahu, apakah pegawai tersebut cocok dengan budaya perusahaan anda, mampukah ia bekerja di dalam tim atau persyaratan non-skill lainnya yang patut diperhatikan. Kemampuan seseorang bisa dibentuk dan dilatih, namun tidak demikian halnya dengan watak seseorang.

Gaji dan fasilitas yang kompetitif

Meski gaji tetap menjadi daya tarik utama setiap karyawan, fasilitas yang diberikan kepada karyawan adalah hal yang tak boleh dikesampingkan. Tunjangan asuransi, jaminan hari tua, hingga fasilitas-fasilitas yang unik seperti boleh bekerja dari rumah, jam kerja yang fleksibel bisa ditawarkan untuk membuat karyawan anda tetap betah di perusahaan anda.

Pelatihan yang efektif

Sering menemukan pegawai anda bingung harus melakukan apa saat bekerja? Bisa jadi karena anda belum memberikan pelatihan yang tepat untuk mereka. Itulah pentingnya menjalankan pelatihan yang efektif, sehingga karyawan anda tak akan lagi mengalami kejadian serupa. Jika perlu, gunakan software training dan kompetensi untuk memudahkan anda menyusun pelatihan yang tepat.

Jam kerja yang seimbang

Berikan kesempatan pada karyawan anda untuk menikmati hasil kerja keras mereka. Jangan bebankan mereka jam kerja yang terlalu panjang, atau menghalang-halangi mereka yang ingin mengambil cuti. Jika terpaksa, berikan upah lembur pada karyawan yang bekerja di luar jam kerja, atau di akhir pekan dan hari libur. Gunakan software HRM untuk memudahkan anda mengatur absensi dan jam kerja karyawan anda.

Jangan pertahankan karyawan yang toxic

Tak ada gunanya anda memberikan gaji yang tinggi, fasilitas berlimpah, sementara salah satu karyawan anda “meracuni” yang lainnya untuk resign dari perusahaan anda. Hal ini tak boleh dibiarkan. Lebih baik anda kehilangan satu karyawan dengan perilaku seperti itu, meski kinerjanya termasuk baik, daripada kehilangan sepuluh pegawai lainnya.

Kesimpulan

Datang dan perginya pegawai di sebuah perusahaan adalah hal yang lumrah terjadi. Namun, jika terlalu sering terjadi, maka ada banyak sekali imbas negatif pada perusahaan anda. Maka dari itu, employee turnover haruslah ditekan seminimal mungkin.

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

latest articles