CNBC Awards

Days of Inventory (DOI): Pengertian, Fungsi, dan Rumusnya

Diterbitkan:

DSI adalah metrik yang mengukur rata-rata waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk menjual persediaan, dihitung dengan membagi persediaan dengan biaya penjualan harian. Dikenal juga sebagai usia rata-rata persediaan atau days of inventory, DOI menunjukkan berapa lama persediaan dapat bertahan.

Umumnya, DOI juga dapat Anda sebut sebagai DSI atau (Day Sales Inventory). DSI mencerminkan waktu yang lebih singkat untuk stockouts, meskipun angka rata-rata DOI dapat berbeda tergantung industri. Menghitung DOI secara akurat penting untuk mencerminkan kondisi persediaan perusahaan.

Dengan aplikasi untuk stok barang atau software inventaris, penghitungan DOI menjadi lebih mudah dan akurat. Selain itu, aplikasi ini dapat secara otomatis mengelola perpindahan stok antar lokasi, sehingga memudahkan pengelolaan persediaan Anda.

Baca juga:  Ketahui Sistem Inventory Gudang beserta Manfaat dan Fitur-Fiturnya!

Key Takeaways

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Apa Itu Days of Inventory? 

      Days of Inventory (DOI) atau day sales inventory (DSI) adalah metrik yang menunjukkan waktu rata-rata untuk menjual persediaan. DOI dihitung dengan membagi persediaan dengan biaya barang terjual, lalu mengalikannya dengan jumlah hari.

      Dengan menggunakan DSI, perusahaan dapat memperoleh wawasan yang lebih dalam tentang kinerja persediaannya. DOI yang terlalu tinggi bisa menjadi tanda perlunya penyesuaian pada strategi produksi atau pemasaran, karena produk mungkin terlalu lama berada di gudang.

      Mengapa Days of Inventory Penting bagi Perusahaan?

      Days of inventory sangat penting karena membantu bisnis yang menjual produk fisik seperti toko ritel atau manufaktur untuk menilai efisiensi dalam mengelola stok. Berikut adalah beberapa alasan mengapa DOI penting bagi perusahaan:

      1. Mengetahui pergerakan persediaan

      DOI menandakan kelebihan stok atau rendahnya permintaan atau terlalu cepat yang bisa menyebabkan kekurangan stok dan kehilangan peluang penjualan sehingga manajemen bisa membuat keputusan yang lebih akurat terkait pengadaan, produksi, dan distribusi.

      2. Membantu menilai efektivitas operasional perusahaan

      Membandibandingkan dengan kompetitor di industri yang sama, DSI yang ideal mencerminkan arus kas yang sehat, minimnya biaya penyimpanan, dan respons yang lebih cepat terhadap tren pasar.

      3. Meningkatkan arus kas perusahaan

      Semakin cepat persediaan terjual, semakin cepat modal kembali menjadi uang tunai. DOI membantu perusahaan mengoptimalkan cash flow, terutama pada bisnis yang sangat bergantung pada perputaran stok.

      Fungsi Days of Inventory (DOI) 

      Fungsi Days of Inventory (DOI) Days of Inventory (DOI) adalah metrik penting dalam manajemen persediaan yang menunjukkan berapa lama persediaan yang ada akan mencukupi kebutuhan bisnis sebelum harus diisi ulang. Metrik ini digunakan dalam berbagai aspek operasional dan strategi bisnis untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan persediaan dan efisiensi operasional. 

      Berikut adalah fungsi utama DSI secara lebih rinci:

      1. Mengukur ketersediaan persediaan

      DOI memberikan gambaran yang jelas mengenai berapa lama persediaan saat ini dapat bertahan tanpa adanya tambahan stok. Informasi ini sangat membantu perusahaan untuk memastikan persediaan selalu cukup untuk memenuhi permintaan pelanggan atau kebutuhan produksi. 

      2. Mengoptimalkan manajemen stok

      Metrik ini membantu perusahaan menilai apakah persediaan yang ada terlalu banyak (overstock) atau terlalu sedikit (understock). Persediaan yang berlebih dapat meningkatkan biaya penyimpanan, sedangkan persediaan yang terlalu sedikit dapat menghambat proses bisnis. 

      3. Mendukung perencanaan operasional

      DOI mempermudah perencanaan pembelian dan pengisian ulang persediaan. Dengan mengetahui kapan stok akan habis, perusahaan dapat menjadwalkan pengadaan dengan lebih baik. 

      4. Mengurangi biaya penyimpanan

      Salah satu tantangan dalam manajemen persediaan adalah biaya penyimpanan yang tinggi, seperti biaya sewa gudang, risiko kerusakan barang, atau produk yang usang/kadaluwarsa. 

      5. Meningkatkan kepuasan pelanggan

      DOI juga berperan dalam memastikan perusahaan dapat selalu memenuhi permintaan pelanggan. Ketika persediaan tersedia dalam jumlah cukup, perusahaan dapat menghindari keterlambatan pengiriman atau ketidakpuasan pelanggan karena barang tidak tersedia.

      Rumus dan Cara Menghitung Days of Inventory (DOI)

      Rumus Utama Days of Inventory


      DOI = Persediaan rata-rata/COGS X 365 hari

      DOI: Days of Inventory (hari penjualan persediaan)

      COGS: Cost of Goods Sold

      Berdasarkan rumus diatas dapat kita katakan bahwa persediaan akhir adalah persediaan yang perusahaan miliki pada akhir tahun, sehingga jumlah ini mencerminkan nilai persediaan yang masih harus perusahaan jual pada akhir tahun buku.

      Namun, ada beberapa perusahaan yang secara fisik menghitung sisa persediaan di akhir musim dengan menggunakan perangkat lunak. Selain itu, persediaan akhir biasanya perusahaan catat pada neraca untuk mendapatkan pembiayaan dari kreditur dan investor.

      Harga pokok penjualan merupakan biaya yang perusahaan perlukan untuk membiayai secara langsung produksi persediaan perusahaan hingga terjual. HPP terutama terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya lainnya.

      Metode perhitungan ini juga membantu perusahaan bisa mendapatkan laba kotornya. Adapun rumus harga pokok penjualan yaitu:

      🔹 Harga Pokok Penjualan (HPP)Harga Pokok Penjualan = Persediaan Awal + Pembelian – Persediaan Akhir

      Sebagian besar perusahaan menghitung DOI menggunakan tahun fiskal 365 hari, tetapi beberapa juga menggunakan 360 hari, triwulanan, atau 90 hari. Hal ini tergantung pada kebutuhan perusahaan Anda.

      Contoh DSI dan DOI (Days of Inventory)

      All Fresh sebagai klien dari HashMicro menggunakan software manajemen inventaris untuk menghitung inventaris stok mereka. 

      Pada periode tertentu All Fresh memiliki data berikut:

      • Persediaan akhir tahun: Rp600.000.000
      • Harga Pokok Penjualan (HPP) selama tahun: Rp2.400.000.000

      Maka perhitungan Days of Inventory (DOI/DSI) adalah:

      Days of Inventory All Fresh


      DOI = (Persediaan Akhir / HPP) × 365
      DOI = (Rp600.000.000 ÷ Rp2.400.000.000) × 365
      DOI ≈ (0,25 × 365) = 91,25 hari

      Artinya, secara hipotetis All Fresh membutuhkan rata-rata sekitar 91 hari untuk menjual seluruh persediaannya. Dengan kata lain persediaan rata-rata bertahan sekitar 3 bulan sebelum terjual.

      Perhitungan ini menjadi lebih akurat dan otomatis dengan All Fresh menggunakan modul software inventory terintegrasi dari HashMicro yang mampu mengolah data stok dan penjualan secara real-time sehingga DSI/DOI dapat dilihat langsung tanpa harus menghitung manual.

      Baca juga: Hindari Lima Masalah Manajemen Inventory ini dengan Aplikasi Inventaris

      Cara Interpretasi Day Sales Inventory (DSI) dalam Mengelola Persediaan

      Cara Interpretasi Day Sales Inventory (DSI) dalam Mengelola Persediaan

      Berikut ini cara interpretasi yang dapat membantu Anda memahami dan memaksimalkan penggunaan DOI dalam bisnis.

      DSI rendah menunjukkan stok bergerak cepat dan produk tidak lama mengendap di gudang. Ini biasanya menunjukkan tingginya permintaan, efisiensi rantai pasok, serta strategi pembelian yang tepat.

      DSI tinggi menandakan bahwa persediaan terlalu banyak, permintaan rendah, atau adanya ketidakefisienan dalam pemasaran dan distribusi. Perusahaan harus segera mengevaluasi agar tidak terjadi penumpukan biaya penyimpanan dan risiko dead stock.

      Dengan memahami dan menerapkan langkah-langkah di atas, Anda dapat mengoptimalkan pengelolaan persediaan melalui interpretasi yang tepat atas Days of Inventory (DOI).

      Kesimpulan

      DOI adalah metode efektif untuk mengetahui jumlah inventaris dalam periode tertentu dan mengevaluasi apakah bisnis perlu menyesuaikan tingkat persediaannya. Dengan DOI, Anda dapat mencegah kekurangan stok yang dapat mengganggu kepuasan pelanggan. Semakin tinggi DOI, semakin sehat bisnis Anda.

      Jika menghitung DOI terasa rumit, Anda dapat mengandalkan Software Inventory. Program ini membantu mencegah penimbunan stok dengan memastikan produk lama terjual lebih dahulu sehingga pengelolaan stok barang Anda akan menjadi lebih akurat dan efisien.

      Ingin mencoba penerapan DOI yang efektif bagi perusahaan Anda? Konsultasikan secara gratis dengan tim expert kami.

      Inventory_Definisi

      Pertanyaan Seputar Days in Inventory

      • Apakah lebih baik memiliki days sales in inventory yang lebih tinggi atau lebih rendah?

        Secara umum, days sales in inventory adalah metrik yang semakin baik nilainya jika lebih rendah, karena menunjukkan bahwa produk terjual dengan cepat. Ini memberikan sejumlah keuntungan seperti arus kas yang lancar, profitabilitas yang meningkat, serta biaya penyimpanan yang lebih rendah. Sebaliknya, DSI yang tinggi dapat menandakan kelebihan stok dan dana yang tertahan dalam bentuk inventaris.

      • Bagaimana cara mengurangi days sales in inventory?

        Berikut adalah lima strategi yang bisa diterapkan untuk mengurangi DSI sekaligus menghemat biaya:

        1. Peramalan Permintaan: Memperkirakan permintaan secara akurat untuk menghindari penumpukan stok.

        2. Model Just-In-Time (JIT): Mengelola persediaan agar hanya tersedia saat benar-benar dibutuhkan.

        3. Audit Persediaan Berkala: Menjaga akurasi data persediaan dan mengidentifikasi kelebihan stok lebih cepat.

        4. EOQ dan Rasio Perputaran: Menggunakan Economic Order Quantity (EOQ) dan rasio perputaran persediaan untuk menentukan jumlah pemesanan optimal.

        5. Software dan Otomatisasi: Memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan visibilitas stok secara real-time.

      • Berapa angka days sales in inventory yang ideal?

        DSI yang ideal bervariasi tergantung pada industri dan model bisnis. Namun secara umum, rentang 30 hingga 60 hari dianggap sehat dan efisien karena menunjukkan keseimbangan antara terlalu cepat dan terlalu lambatnya perputaran stok.

      Jessica Wijaya

      Senior Content Writer

      Selama lebih dari 5 tahun sebagai Senior Content Writer, Jessica telah menulis topik yang mengulas tentang bidang inventory dan warehouse management. Keahliannya mencakup penulisan artikel manajemen stok dan persediaan, perencanaan kebutuhan, multi-warehouse management, dan integrasi sistem digital untuk pengelolaan barang.

      Anandia adalah seorang praktisi dengan gelar Master of Business Administration dari Universitas Bina Nusantara, serta memiliki kemampuan kuat dalam strategi bisnis dan manajemen pemasaran. Pengalaman lebih dari lima tahun di bidang marketing telah membentuk keahliannya dalam pengembangan strategi pemasaran, analisis pasar, dan pengelolaan tim lintas wilayah. Perjalanan karirnya di industri teknologi dan software enterprise memperkuat kemampuannya dalam memahami kebutuhan pelanggan B2B, mengelola kampanye pemasaran digital, serta mengoptimalkan performa tim untuk mencapai target pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya