Mengelola beberapa entitas dalam satu grup sering membuat pelaporan keuangan menjadi kompleks. Data antar anak perusahaan sering tidak sesuai sementara konsolidasi manual meningkatkan risiko selisih dan keterlambatan. Dampaknya, manajemen tidak memperoleh gambaran kinerja grup yang utuh dan tepat waktu.
Di sinilah laporan keuangan konsolidasi berperan, dengan menyajikan kinerja grup perusahaan secara menyeluruh dalam satu set laporan. Aset, liabilitas, pendapatan, dan beban dirangkum secara sistematis agar analisis lebih jelas dan dapat dibandingkan.
Agar penyusunan konsolidasi akurat diperlukan pemahaman konsep serta tahapan teknis yang benar. Ini mencakup eliminasi transaksi antar entitas, penyesuaian kebijakan akuntansi hingga penyajian sesuai standar yang berlaku.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Pengertian Laporan Keuangan Konsolidasi
Untuk mencapai tujuan ini, proses konsolidasi memerlukan pemisahan transaksi kepemilikan antarperusahaan dari transaksi bisnis antarperusahaan.
Dalam laporan keuangan konsolidasi, laporan keuangan perusahaan-perusahaan tersebut digabungkan dengan menjumlahkan unsur-unsur yang sejenis seperti aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, serta beban.
Apabila perusahaan Anda tidak memenuhi persyaratan tersebut, Anda cukup membuat laporan keuangan secara mandiri. Misalnya, perusahaan dengan penjualan tahunan kurang dari Rp4,8 miliar dan tergolong UMKM sehingga akan terkena PPH final.
Laporan keuangan konsolidasi mencakup rangkaian laporan yang menggabungkan posisi keuangan, kinerja, dan arus kas dari perusahaan induk dan seluruh anak perusahaannya. Tujuannya adalah memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi grup sebagai satu entitas ekonomi.
Yang termasuk dalam laporan keuangan konsolidasi:
- Neraca konsolidasi: Menampilkan total aset, liabilitas, dan ekuitas seluruh entitas dalam grup.
- Laporan laba rugi konsolidasi: Menggabungkan seluruh pendapatan dan beban dari induk serta anak perusahaan.
- Laporan arus kas konsolidasi: Merangkum total arus kas masuk dan keluar dari seluruh entitas dalam satu laporan.
Manfaat Laporan Keuangan Konsolidasi
Manfaat penyusunan laporan keuangan ini adalah untuk memberikan gambaran yang objektif tentang posisi keuangan dan kegiatan perusahaan (perusahaan induk dan anak perusahaan).
Sehingga para pemangku kepentingan seperti investor dan auditor dapat memahami dan menilai perusahaan secara keseluruhan dengan lebih cepat. Penyusunan laporan ini juga memiliki manfaat lain nya yaitu sebagai berikut:
- Mengetahui efek entitas anak perusahaan terhadap induk perusahaan dalam jangka panjang.
- Memberikan informasi paling mutakhir kepada tim manajemen perusahaan induk mengenai kinerja yang anak perusahaan miliki.
- Memberikan informasi kepada pihak luar yang membutuhkan informasi perusahaan.
- Rasio keuangan berdasarkan laporan ini tidak mencerminkan kondisi entitas yang membentuk konsolidasi maupun induk perusahaan.
- Mempermudah perusahaan dalam membaca dan melihat kondisi keuangan secara keseluruhan.
Tahukah Anda?
Dengan dukungan sistem akuntansi berbasis AI milik HashMicro, AI membantu Anda menindaklanjuti dan membuat invoice kapan saja, serta mempermudah komunikasi dengan vendor. Tingkatkan efisiensi keuangan bisnis Anda dengan sistem akuntansi HashMicro!
Dapatkan demo gratis sekarang!
Tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi memiliki beberapa tujuan utama yang penting bagi perusahaan induk dan pemangku kepentingan. Berikut adalah beberapa tujuan utamanya:
- Menyajikan informasi keuangan grup secara menyeluruh dan akurat
- Memudahkan pemangku kepentingan dalam menilai kinerja perusahaan
- Mencegah duplikasi pencatatan transaksi antar entitas dalam grup
- Memastikan transparansi dan kepatuhan terhadap standar akuntansi
- Membantu pengambilan keputusan strategis berdasarkan data keuangan yang terintegrasi
Prinsip Kerja Consolidated Financial Statement
Pada prinsipnya, unsur-unsur laporan ini sama dengan laporan keuangan independen pada umumnya. Yaitu terdiri dari laporan neraca (balance sheets), laporan laba rugi (income statements), laporan perubahan modal (statement of change equity), serta laporan arus kas (cash flow statements).
Namun, nama setiap item dalam laporan terintegrasi sedikit berbeda yaitu dengan adanya penambahan ‘konsolidasi’ pada belakang nama setiap unsur yang ada. Maka dari itu, laporan keuangan konsolidasi terdiri dari laporan neraca konsolidasi, laporan laba rugi konsolidasi, laporan laba ditahan konsolidasi, dan laporan arus kas konsolidasi.
Untuk menyusun laporan ini, laporan keuangan perusahaan induk dan anak perusahaan yang berdampingan dalam suatu halaman kerja konsolidasi. Anda dapat menggunakan aplikasi Microsoft Excel atau aplikasi akuntansi online khusus lainnya dengan fitur-fitur ini.
Dengan bantuan aplikasi tersebut, Anda tentunya dapat menghemat waktu dalam melakukan pembukuan dalam perusahaan Anda.
Checklist Closing Laporan Keuangan Konsolidasi
Sebelum laporan keuangan konsolidasi disajikan ke manajemen atau auditor, setiap tahap penutupan perlu diverifikasi dengan cermat. Checklist berikut membantu memastikan seluruh data antar entitas sudah selaras, akurat, dan siap dianalisis tanpa menimbulkan bias keputusan.
1. Pastikan seluruh periode akuntansi sudah ditutup
Periksa bahwa semua entitas dalam grup telah menutup periode akuntansi yang sama. Tidak boleh ada anak perusahaan yang masih mencatat transaksi di periode berbeda. Keseragaman periode adalah fondasi utama agar angka konsolidasi dapat dibandingkan secara adil.
2. Rekonsiliasi saldo antar perusahaan (Intercompany)
Cocokkan saldo piutang, utang, dan transaksi antar entitas sebelum proses eliminasi. Selisih kecil yang diabaikan dapat membesar saat laporan digabungkan. Rekonsiliasi yang rapi mempercepat proses audit dan mencegah koreksi di tahap akhir.
3. Eliminasi transaksi dan saldo antar entitas
Hilangkan pendapatan, beban, aset, dan liabilitas yang timbul dari transaksi internal grup. Langkah ini penting agar laporan hanya mencerminkan transaksi dengan pihak eksternal. Tanpa eliminasi yang tepat, laba dan aset berisiko terlihat lebih besar dari kondisi sebenarnya.
4. Samakan kebijakan dan metode akuntansi
Pastikan seluruh entitas menggunakan kebijakan akuntansi yang konsisten, termasuk metode penyusutan dan pengakuan pendapatan. Jika terdapat perbedaan, lakukan penyesuaian sebelum konsolidasi. Konsistensi ini menjaga keandalan laporan bagi manajemen dan pemangku kepentingan.
5. Verifikasi alokasi dan klasifikasi biaya
Tinjau kembali alokasi biaya overhead dan biaya bersama ke masing-masing entitas atau lini bisnis. Klasifikasi yang tepat membantu analisis profitabilitas per unit. Kesalahan di tahap ini dapat mengaburkan margin dan kinerja aktual.
6. Review jurnal penyesuaian konsolidasi
Periksa seluruh jurnal penyesuaian yang dibuat khusus untuk konsolidasi. Pastikan setiap penyesuaian memiliki dasar yang jelas dan terdokumentasi. Review ini mencegah kesalahan berulang pada periode berikutnya.
7. Final check laporan dan dokumentasi pendukung
Lakukan pemeriksaan akhir pada laporan laba rugi, neraca, dan arus kas konsolidasi. Pastikan angka saling terkait dan didukung oleh dokumentasi yang lengkap. Tahap ini memastikan laporan siap digunakan untuk pengambilan keputusan maupun kebutuhan audit.
Langkah dalam Membuat Laporan Konsolidasi
Seperti penjelasan sebelumnya, laporan keuangan konsolidasi terdiri dari neraca konsolidasi, laporan laba rugi konsolidasi, laporan laba ditahan konsolidasi, dan laporan arus kas konsolidasi.
Laporan ini cocok untuk perusahaan yang memiliki anak perusahaan. Jika perusahaan Anda tidak memiliki anak perusahaan, Anda tidak perlu menyiapkan laporan keuangan ini. Berikut adalah cara dan langkah penyusunannya:
Penggunaan Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi memiliki berbagai fungsi penting dalam dunia bisnis, terutama bagi perusahaan dengan banyak entitas di bawah satu kepemilikan. Berikut adalah beberapa penggunaan utamanya:
- Evaluasi Kinerja Grup Perusahaan: Laporan ini digunakan oleh pemegang saham dan manajemen untuk menilai profitabilitas, pertumbuhan, serta efisiensi operasional grup secara keseluruhan.
- Transparansi bagi Investor dan Kreditor: Investor dan kreditor menggunakan laporan konsolidasi untuk menganalisis risiko investasi dan kemampuan grup dalam memenuhi kewajiban keuangan.
- Kepatuhan terhadap Regulasi Akuntansi: Perusahaan yang terdaftar di bursa efek atau memiliki kewajiban pelaporan tertentu harus menyusun laporan ini guna memenuhi standar akuntansi yang berlaku.
- Pengambilan Keputusan Strategis
Manajemen menggunakan laporan ini untuk menentukan strategi bisnis jangka panjang, termasuk ekspansi, investasi, atau efisiensi operasional. - Pelaporan Pajak dan Audit
Laporan konsolidasi memudahkan perhitungan pajak secara keseluruhan serta mempercepat proses audit dengan menyajikan data keuangan dalam format yang lebih komprehensif.
Agar hasil konsolidasi akurat, pencatatan keuangan di setiap entitas harus dilakukan secara rapi, termasuk melalui contoh pembukuan penjualan harian yang baik di tiap unit usaha.
Contoh Template Laporan Keuangan Konsolidasi yang Mudah Anda Download dan Sesuaikan
Berikut kami sajikan contoh laporan keuangan konsolidasi berbentuk template excel yang dapat Anda unduh dan sesuaikan ulang:
contoh laporan keuangan konsolidasi
Tantangan dalam Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi
Beragam faktor seperti perbedaan kebijakan akuntansi, mata uang, dan sistem pencatatan dapat menjadi kendala dalam prosesnya. Berikut adalah beberapa tantangan utama yang sering dihadapi dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi:
1. Kompleksitas dalam penggabungan data
Salah satu tantangan utama dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah menggabungkan data dari berbagai anak perusahaan yang mungkin menggunakan sistem akuntansi, mata uang, atau kebijakan pencatatan yang berbeda.
2. Eliminasi transaksi antar perusahaan
Dalam grup perusahaan, sering terjadi transaksi antar entitas, seperti pembelian dan penjualan barang atau pinjaman internal. Agar tidak terjadi duplikasi dalam laporan keuangan, transaksi ini harus dieliminasi dengan tepat.
Kesalahan dalam eliminasi dapat menyebabkan distorsi pada laporan keuangan dan mempengaruhi validitas informasi yang disajikan.
3. Penyesuaian standar akuntansi
Setiap negara atau industri memiliki standar akuntansi yang berbeda, seperti IFRS (International Financial Reporting Standards) atau GAAP (Generally Accepted Accounting Principles).
Jika anak perusahaan beroperasi di berbagai negara, penyusunan laporan konsolidasi memerlukan penyesuaian agar sesuai dengan standar yang berlaku bagi perusahaan induk.
4. Perbedaan mata uang
Jika grup perusahaan memiliki anak perusahaan di luar negeri, laporan keuangan mereka kemungkinan disusun dalam mata uang lokal. Konversi mata uang ke mata uang pelaporan utama dapat mempengaruhi nilai aset, liabilitas, dan laba perusahaan akibat fluktuasi kurs.
5. Penyelarasan kebijakan akuntansi
Setiap anak perusahaan mungkin memiliki kebijakan akuntansi yang berbeda, seperti metode depresiasi aset atau pencatatan pendapatan. Untuk memastikan laporan konsolidasi yang akurat, semua kebijakan akuntansi harus diselaraskan, yang bisa menjadi proses yang kompleks dan memakan waktu.
Mengurangi Kompleksitas Konsolidasi Melalui Sistem Akuntansi Terintegrasi
Laporan keuangan konsolidasi penting untuk memberi gambaran utuh kinerja grup, terutama saat keputusan strategis perlu dibuat berdasarkan satu sumber angka yang konsisten. Tanpa konsolidasi yang rapi, manajemen berisiko membaca margin, beban, dan posisi keuangan secara parsial sehingga arah keputusan bisa meleset.
Di sisi implementasi, banyak perusahaan memilih sistem akuntansi terintegrasi agar data antar entitas lebih mudah diselaraskan saat closing. Bank Mega termasuk salah satu perusahaan yang menggunakan software keuangan integrasi HashMicro untuk membantu menghubungkan pencatatan dan pelaporan antar unit dalam satu alur data.
Dengan pendekatan ini, proses konsolidasi menjadi lebih terstruktur dan memudahkan tim keuangan melakukan review sebelum laporan digunakan untuk kebutuhan manajemen maupun audit.
Kesimpulan
Laporan keuangan yang rinci berperan penting dalam mendukung perencanaan dan pengembangan bisnis. Karena itu, proses penyesuaian dan eliminasi saldo akun perlu dilakukan secara cermat, lalu dirangkum dalam laporan konsolidasi agar Anda mendapatkan gambaran yang lebih utuh tentang kondisi dan transaksi grup perusahaan.
Untuk meminimalkan risiko kesalahan manual, banyak bisnis mulai memanfaatkan sistem akuntansi berbasis cloud yang mampu mencatat transaksi secara lebih konsisten dan terstruktur.
Jika Anda ingin melihat bagaimana alurnya bekerja dan apakah cocok untuk kebutuhan perusahaan Anda, Anda bisa menjadwalkan sesi penjelasan singkat atau Anda dapat klik banner di bawah ini untuk detailnya.
Pertanyaan Seputar laporan keuangan konsolidasi
-
Laporan konsolidasi terdiri dari laporan apa saja?
Laporan keuangan konsolidasi terdiri dari neraca konsolidasi, laporan laba rugi konsolidasi, laporan laba ditahan konsolidasi, dan laporan arus kas konsolidasi.
-
Apa neraca konsolidasi?
Neraca Konsolidasi adalah sebuah neraca yang menunjukkan kondisi keuangan gabungan antara induk perusahaan dan anak perusahaan.
-
Syarat untuk Menyusun Laporan Keuangan Konsolidasi?
Setiap perusahaan induk harus memiliki minimal 50% saham dari anak cabangnya.
-
Kenapa laporan keuangan harus di konsolidasi?
Penyajian laporan konsolidasi oleh induk perusahaan bertujuan untuk memberikan informasi kepada para pemakai Laporan Keuangan mengenai data keuangan dari suatu kelompok perusahaaan dimana kelompok tersebut merupakan suatu entitas hukum yang terpisah satu sama lain.
-
Apakah semua perusahaan wajib membuat laporan keuangan konsolidasi?
Perlu diketahui, tidak semua perusahaan membutuhkan laporan keuangan konsolidasi. Jika perusahaan tidak memenuhi persyaratan tersebut, maka cukup membuat laporan keuangan mandiri.







