Setiap hari transaksi penjualan terus berjalan, namun banyak bisnis masih melakukan pencatatan terpisah pada beberapa file atau alur yang berbeda. Akibatnya, pembukuan penjualan harian sering tidak sinkron dan menyulitkan saat perusahaan perlu laporan untuk evaluasi.
Sebaliknya, ketika catatan penjualan harian dikelola dengan baik, manajemen dapat memantau arus pendapatan secara konsisten dan membaca tren penjualan lebih dini.
Oleh karena itu, penting untuk memahami contoh pembukuan penjualan harian yang benar sekaligus langkah-langkah membuatnya. Pembahasan berikut akan membantu Anda menyusun cara yang lebih terstruktur dan mudah diterapkan dalam operasional bisnis.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Apa itu Pembukuan Penjualan Harian?
Menurut Gartner, laporan penjualan harian adalah dokumen yang menyajikan ringkasan jumlah transaksi penjualan yang dicapai perusahaan setiap hari.
Selain itu, laporan penjualan harian manual juga berperan penting dalam perhitungan pajak serta menjadi bukti keuangan yang andal saat menghadapi audit.
Meskipun proses ini memerlukan ketelitian, waktu, dan usaha, manfaatnya sangat besar untuk keberlanjutan bisnis.
Pengelolaan keuangan yang baik menjadi kunci untuk mencapai tujuan bisnis jangka panjang. Oleh karena itu, pencatatan keuangan melalui pembukuan penjualan yang teratur sangat membantu dalam penyusunan laporan keuangan yang lebih lengkap dan akurat.
Manfaat dan Tujuan Pembukuan Penjualan Harian
Pembukuan penjualan harian adalah proses pencatatan setiap transaksi penjualan dalam satu hari kerja. Pencatatan laporan arus kas penting karena memberikan manfaat signifikan bagi pengelolaan bisnis sekaligus mendukung pengelolaan arus kas secara efektif.
Manfaat Pembukuan Penjualan Harian:
- Sebagai bukti pertanggungjawaban: Mencatat setiap transaksi untuk menyusun laporan keuangan dan mencegah kesalahan atau kecurangan.
- Menunjukkan kondisi usaha: Memberikan gambaran awal kondisi keuangan sehingga evaluasi bulanan atau tahunan lebih akurat.
- Sebagai bahan evaluasi: Mempermudah analisis keuangan untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat.
- Mendorong produktivitas: Data penjualan harian menjadi dasar strategi bisnis agar lebih efisien dan berkelanjutan.
- Meningkatkan transparansi: Laporan akurat mencerminkan kredibilitas dan komitmen terhadap pengelolaan keuangan.
Tujuan Pembukuan Penjualan Harian:
- Memantau arus kas masuk: Mengetahui total pendapatan harian dari penjualan.
- Mendeteksi tren penjualan: Mengidentifikasi pola penjualan untuk mendukung strategi stok dan promosi.
- Mendukung perencanaan keuangan: Memberikan data untuk anggaran dan proyeksi buku kas harian.
- Mengawasi pengeluaran: Menjamin pengeluaran tidak melebihi pendapatan.
- Menjaga likuiditas: Memastikan ketersediaan kas untuk kewajiban jangka pendek.
Metode Pembukuan Harian: Manual, Excel, dan Software
Secara tradisional, pembukuan harian dilakukan dengan buku. Tetapi dengan munculnya komputer, bisnis-bisnis mulai memakai aplikasi seperti Excel dan software pembukuan lain. Di bawah akan dijelaskan perbedaan antara tiga metode tersebut dan dari situ Anda bisa mencari yang cocok.
1. Pembukuan Manual dengan Buku Tulis
Pembukuan manual menggunakan buku tulis untuk mencatat penjualan harian, pengeluaran, utang, piutang, dan saldo kas. Metode ini cocok untuk usaha baru yang mempunyai transaski dikit.
Namun, metode manual mulai berisiko saat transaksi bertambah. Anda bisa lebih mudah melewatkan transaksi, salah menghitung total penjualan, atau kehilangan catatan fisik. Upgrade ke Excel jika transaksi harian sudah rutin terjadi, Anda mulai kesulitan membuat rekap bulanan, atau laporan butuh perhitungan yang lebih cepat.
2. Pembukuan Semi-digital dengan Excel
Excel adalah software sempurna untuk UMKM yang sudah punya transaksi harian lebih aktif, tetapi belum membutuhkan sistem akuntansi penuh. Dengan Excel, Anda bisa memakai rumus untuk menghitung total penjualan, diskon, laba, stok, dan rekap bulanan secara lebih cepat.
Tetapi Excel tetap punya batas. Anda perlu upgrade ke software jika file mulai terlalu banyak, rumus sering error, data sering ganda, dan laporan perlu validasi dari banyak orang. Selain itu, saat bisnis Anda sudah besar dan memiliki banyak cabang, sebaiknya tidak terlalu lama bergantung pada Excel dan mencari software yang lebih optimal untuk perusahaan besar.
3. Pembukuan Otomatis dengan Software
Software pembukuan adalah metode yang cocok untuk bisnis yang sudah memiliki transaksi tinggi, banyak produk, beberapa pengguna, atau membutuhkan laporan real-time. Anda perlu memakai software saat catatan penjualan harian tidak lagi cukup hanya mencatat angka penjualan.
Misalnya, bisnis mulai membutuhkan integrasi dengan POS, inventaris, akuntansi, pajak, atau laporan multikabang. Dengan sistem yang terintegrasi, tim bisa mengurangi pekerjaan rekap manual dan mengambil keputusan dari data yang lebih akurat.
Apakah Harus Upgrade?
| Metode | Cocok untuk | Kapan Harus Upgrade? |
| Manual atau buku tulis | Usaha baru, transaksi sedikit, dan produk masih terbatas. | Upgrade ke Excel saat transaksi mulai terjadi setiap hari, rekap bulanan memakan waktu, atau perhitungan sering tidak konsisten. |
| Excel | UMKM dengan transaksi rutin, kebutuhan rekap bulanan, dan pencatatan yang masih bisa dikelola oleh satu orang. | Upgrade ke software saat rumus sering error, file mulai banyak, data sering ganda, atau laporan membutuhkan pengecekan beberapa orang. |
| Software | Bisnis dengan banyak transaksi, banyak produk, banyak pengguna, atau kebutuhan laporan real-time. | Gunakan sejak awal jika bisnis membutuhkan integrasi POS, stok, akuntansi, pajak, atau laporan multi-cabang. |
Tahukah Anda?
Dengan dukungan sistem akuntansi berbasis AI milik HashMicro, AI membantu Anda menindaklanjuti dan membuat invoice kapan saja, serta mempermudah komunikasi dengan vendor. Tingkatkan efisiensi keuangan bisnis Anda dengan sistem akuntansi HashMicro!
Dapatkan demo gratis sekarang!
Langkah Pembuatan Pembukuan Penjualan Harian
Untuk Anda yang sedang menjalankan usaha atau bisnis, pembukuan penjualan harian adalah hal penting yang harus dilakukan secara konsisten. Berikut ini langkah-langkah praktis dalam menyusun pembukuan penjualan:
1. Tentukan tujuan
Jika contoh pembukuan penjualan harian Anda buat untuk kebutuhan pribadi, formatnya dapat Anda sesuaikan dengan preferensi, asalkan isinya tetap mudah dipahami.
Namun, apabila laporan harus diserahkan kepada pemangku kepentingan atau pihak lain dalam perusahaan, maka penggunaan format standar menjadi keharusan.
2. Tentukan rentang waktu penjualan
Putuskan apakah Anda akan membuat pembukuan penjualan harian, mingguan, bulanan, atau tahunan. Untuk bisnis kecil hingga menengah, biasanya laporan penjualan harian manual sangat membantu dalam memantau perkembangan bisnis secara detail.
3. Kumpulkan bukti transaksi
Sesuaikan pengumpulan bukti transaksi berdasarkan rentang waktu yang telah ditentukan. Jika Anda membuat contoh pembukuan penjualan harian, pastikan semua transaksi dalam satu hari tercatat dengan lengkap.
4. Input data ke dalam tabel
Setelah semua data terkumpul, masukkan informasi tersebut ke dalam tabel pembukuan yang telah Anda siapkan. Anda bisa menggunakan contoh tabel sederhana sebagai referensi, yang berisi tanggal transaksi, nama barang, jumlah terjual, harga satuan, dan total penjualan.
5. Lakukan analisis
Analisa pembukuan Anda secara rutin untuk mendapatkan gambaran umum tentang performa penjualan. Dengan analisis ini, Anda dapat melihat apakah penjualan hari ini lebih baik dibandingkan hari sebelumnya, serta mengidentifikasi pola atau tren yang muncul dari aktivitas bisnis Anda.
Anda juga dapat menggunakan sistem keuangan perusahaan terpusat jika ingin menginput data dalam jumlah besar, serta mengolahnya dengan baik.
Contoh Pembukuan Penjualan Harian
Menjalankan bisnis sangat penting untuk melakukan pembukuan penjualan secara sederhana.
Prosedur contoh pembukuan penjualan harian mencakup yaitu menentukan tujuan laporan, rentang tanggal penjualan, mengumpulkan bukti transaksi, memasukkan data ke dalam tabel, dan melakukan analisis untuk mengetahui kesimpulan dari laporan penjualan.
Berikut ini adalah contoh catatan penjualan harian yang bisa ditiru untuk dijalankan di perusahaan Anda sendiri:
1. Contoh pembukuan penjualan harian untuk toko kelontong
| Tanggal | Nama Barang | Kode | Jumlah | Harga Jual | Pembayaran | HPP | Laba |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 01/04/2025 | Gula | GL04 | 4 | Rp4.000 | Rp16.000 | Rp2.000 | Rp14.000 |
| 01/04/2025 | Minyak | MK05 | 2 | Rp25.000 | Rp50.000 | Rp20.000 | Rp30.000 |
| 01/04/2025 | Telur | TL06 | 5 | Rp2.000 | Rp10.000 | Rp1.000 | Rp9.000 |
| Total Pembayaran | Rp76.000 | ||||||
| Total HPP | Rp23.000 | ||||||
| Total Laba | Rp53.000 | ||||||
2. Contoh pembukuan penjualan toko retail
Pada tanggal 1 November 2023, sebuah toko pakaian mencatat transaksi penjualan harian sebagai berikut:
- Tiga kaos polos terjual seharga Rp50.000 per unit
- Satu celana jeans dengan harga Rp120.000
- Dua jaket hoodie masing-masing seharga Rp180.000
| Tanggal | Keterangan | Jenis | Jumlah | Harga Satuan | Total |
|---|---|---|---|---|---|
| 01/11/2023 | Kaos Polos | Penjualan | 3 | Rp50.000 | Rp150.000 |
| 01/11/2023 | Celana Jeans | Penjualan | 1 | Rp120.000 | Rp120.000 |
| 01/11/2023 | Jaket Hoodie | Penjualan | 2 | Rp180.000 | Rp360.000 |
| Total Penjualan | Rp630.000 | ||||
Ini baru contoh satu transaksi saja untuk perusahaan retail. Namun, sebagaimana kita ketahui, perusahan retail bisa melayani hingga ratusan transaksi setiap harinya. Lalu, bagaimana jika Anda harus merekap penjualan setiap harinya tanpa data tercecer?
3. Contoh pembukuan penjualan harian freelance
Tanggal 2 November 2023, seorang desainer grafis menerima tiga pesanan layanan:
- Desain logo dari PT Aruna Kreatif senilai Rp750.000
- Sesi konsultasi 1 jam dengan CV Sentra Dinamika seharga Rp500.000
- Revisi desain kemasan untuk UD Sumber Rejeki dengan biaya Rp300.000
Pencatatan harian dilakukan seperti berikut:
| Tanggal | Deskripsi Layanan | Klien | Biaya | Status Pembayaran |
|---|---|---|---|---|
| 02/11/2023 | Desain logo perusahaan | PT Aruna Kreatif | Rp750.000 | Lunas |
| 02/11/2023 | Jasa Konsultasi 1 jam | CV Sentra Dinamika | Rp500.000 | Belum Lunas |
| 02/11/2023 | Revisi desain packaging | UD Sumber Rejeki | Rp300.000 | Lunas |
| Total | Rp1.550.000 | |||
4. Contoh pembukuan penjualan harian dan pengeluaran (UMKM F&B)
Pada tanggal 3 November 2023, sebuah usaha kuliner rumahan mencatat penjualan makanan dan pengeluaran operasional:
- Nasi goreng ayam terjual 10 porsi, Rp25.000 per porsi
- Es teh manis terjual 8 gelas, Rp5.000 per gelas
- Pembelian minyak goreng dan gas elpiji untuk keperluan memasak
Laporan pembukuan ditulis dalam bentuk ini:
| Tanggal | Keterangan | Jenis | Jumlah | Harga Satuan | Total |
|---|---|---|---|---|---|
| 03/11/2023 | Nasi Goreng Ayam | Penjualan | 10 | Rp25.000 | Rp250.000 |
| 03/11/2023 | Es Teh Manis | Penjualan | 8 | Rp5.000 | Rp40.000 |
| 03/11/2023 | Minyak Goreng | Pengeluaran | 1 liter | Rp20.000 | Rp20.000 |
| 03/11/2023 | Gas Elpiji | Pengeluaran | 1 tabung | Rp25.000 | Rp25.000 |
| Total Penjualan | Rp290.000 | ||||
| Total Pengeluaran | Rp45.000 | ||||
| Laba Kotor | Rp245.000 | ||||
Contoh pembukuan penjualan ini dapat diterapkan pada berbagai jenis usaha, mulai dari penjualan baju, makanan, gas, kue, toko online, hingga pulsa. Masing-masing bisnis tentu memiliki karakteristik transaksi yang berbeda, namun prinsip dasar pencatatan tetap sama.
5. Contoh laporan penjualan harian sederhana
Dengan pembukuan rapi, dapat lebih mudah mengontrol aliran keuangan dan mengembangkan bisnis ke arah visi bisnis. Untungnya, ada aplikasi pencatatan terintegrasi yang bisa mengubah proses pembuatan pembukuan penjualan dari yang efisien menjadi efektif denagn bantuan fitur otomatisasi dan kemampuan integrasi.
Aplikasi pencatatan terintegrasi dapat membantu Anda membuat pembukuan penjualan dengan lebih cepat dan mudah. HashMicro membantu perusahaan mengelola jurnal penjualan harian dengan lebih terstruktur. Jadwalkan konsultasi gratis sekarang untuk melihat bagaimana HashMicro dapat menyesuaikan sistemnya dengan kebutuhan keuangan bisnis Anda.
Download Template Pembukuan Penjualan Harian
Untuk membantu Anda dengan pembuatan laporan penjualan harian kami menyediakan template pembukuan dalam format Excel dan PDF.
Template Pembukuan Penjualan Harian Excel & PDF
Kesimpulan
Lima contoh di atas membuktikan satu hal: format pembukuan bisa disesuaikan dengan skala bisnis, tapi konsistensi mencatatnya yang tidak bisa ditawar. Selisih kas dan tren penurunan omzet hanya bisa terdeteksi dini kalau datanya benar-benar ada setiap hari.
Kalau transaksi harian bisnis Anda sudah cukup banyak dan rekap manual mulai makan waktu, software akuntansi dan penjualan barang bisa jadi langkah berikutnya. Setiap transaksi tercatat otomatis, laporan harian tersaji tanpa perlu menghitung ulang.
Jika Anda ingin melihat seperti apa alur kerja pencatatan penjualan harian yang lebih rapi dan terukur, Anda dapat menjadwalkan sesi konsultasi bersama tim expert kami untuk menilai kecocokannya dengan proses bisnis Anda.
Pertanyaan Seputar Pembukuan Penjualan Harian
-
Apa itu pembukuan penjualan harian?
Pembukuan penjualan harian adalah pencatatan transaksi penjualan setiap hari secara rinci, yang mencakup tanggal, produk yang terjual, jumlah, harga, dan total pendapatan. Ini bertujuan untuk memantau arus kas dan mengontrol keuangan bisnis.
-
Mengapa pembukuan penjualan harian penting?
Pembukuan harian membantu pemilik bisnis untuk melacak pendapatan secara real-time, mengidentifikasi tren penjualan, dan memastikan ketepatan laporan keuangan. Ini juga mempermudah perencanaan pajak dan pengelolaan cash flow.
-
Bagaimana cara membuat pembukuan penjualan harian yang efektif?
Pembukuan yang efektif dimulai dari kebiasaan mencatat setiap transaksi secara rapi dan konsisten. Jika dilakukan setiap hari, Anda bisa lebih mudah memantau pemasukan dan pengeluaran serta menemukan selisih lebih cepat. Kalau pencatatannya sudah mulai banyak, software akuntansi bisa membantu merapikan proses sekaligus mengurangi kesalahan manual.
-
Bagaimana UMKM melaporkan SPT Tahunan PPh dari pembukuan penjualan harian?
UMKM melaporkan SPT Tahunan dengan memilih formulir sesuai status wajib pajak, merekap penjualan harian menjadi omzet tahunan, lalu mencocokkannya dengan PPh Final 0,5% yang sudah dibayar. Setelah itu, lampirkan rekap omzet, harta, dan kewajiban, lalu laporkan melalui DJP Online sesuai batas waktu.
-
Bagaimana cara memisahkan kas pribadi dan kas usaha untuk UMKM?
UMKM dapat memisahkan kas pribadi dan kas usaha dengan membuka rekening serta QRIS khusus bisnis, menetapkan gaji owner bulanan, dan mencatat penarikan pribadi sebagai prive. Langkah ini menjaga laporan laba-rugi tetap akurat, memudahkan validasi pajak, serta meningkatkan peluang pengajuan KUR.





