CNBC Awards

Harga Software Akuntansi, Panduan Biaya, dan ROI untuk Bisnis

Diterbitkan:

Banyak bisnis menilai harga sistem pencatatan keuangan perusahaan hanya dari biaya langganan awal yang terlihat di permukaan. Pendekatan ini sering membuat perencanaan anggaran kurang akurat karena tidak mempertimbangkan biaya lain selama masa penggunaan sistem.

Di pasar sistem akuntansi, sejumlah pengguna melaporkan biaya lisensi yang tinggi, biaya integrasi, serta biaya tambahan untuk modul atau fitur tertentu. Berdasarkan Laporan Global Growth Insights, sekitar 36–44 % responden mencatat bahwa biaya pelatihan, upgrade, dan dukungan teknis menjadi komponen biaya yang signifikan di luar harga awal.

Karena itu penting bagi bisnis untuk melihat gambaran biaya jangka panjang yang komprehensif daripada hanya fokus pada angka awal biaya lisensi. Analisis biaya yang tepat membantu perusahaan membuat keputusan investasi teknologi yang lebih realistis dan terukur.

Key Takeaways

  • Harga software akuntansi di Indonesia tahun sangat bervariasi, mulai dari langganan SaaS berbiaya rendah hingga solusi ERP bernilai besar, tergantung kompleksitas fitur, model lisensi, dan kebutuhan skalabilitas bisnis.
  • Beberapa hal yang memengaruhi biaya sistem pengelolaan keuangan meliputi jumlah pengguna, kelengkapan modul, metode deployment, tingkat kustomisasi, dan kebutuhan integrasi dengan sistem lain.
  • Dengan pengelolaan keuangan terintegrasi, bisnis dapat mengelola biaya secara transparan sambil memanfaatkan fitur yang adaptif terhadap pertumbuhan perusahaan

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Kisaran Harga Software Akuntansi di Indonesia

      Di Indonesia, software akuntansi bisa dibanderol mulai dari ratusan ribu per bulan hingga ratusan juta untuk solusi enterprise. Perbedaan harga biasanya terkait modul, jumlah pengguna, fleksibilitas kustomisasi, dan kemampuan integrasi dengan e-Faktur maupun laporan keuangan.

      1. Sistem pengelolaan keuangan berbasis langganan (SaaS)

      Model ini menawarkan fleksibilitas tinggi dengan biaya awal yang sangat minim, cocok untuk perusahaan yang ingin menjaga arus kas tetap sehat. Anda biasanya dikenakan biaya bulanan atau tahunan yang sudah mencakup biaya server dan pembaruan sistem dasar. Namun, perhatikan bahwa biaya ini bisa membengkak jika Anda menambah modul atau pengguna di kemudian hari.

      2. Software akuntansi skala enterprise (ERP)

      Sistem kelas atas ini dirancang untuk menangani transaksi bervolume tinggi dan proses bisnis yang rumit dengan tingkat keamanan data yang superior. Struktur harganya sering kali melibatkan biaya lisensi di awal, biaya implementasi, dan biaya pemeliharaan tahunan (annual maintenance fee). Nilai utamanya terletak pada kemampuan kustomisasi penuh yang tidak dimiliki software standar.

      5 Faktor Utama yang Menentukan Harga Software Akuntansi

      Harga di situs vendor sering hanya sebagian kecil dari total biaya kepemilikan software akuntansi. Faktor seperti kepatuhan perpajakan, laporan keuangan, dan integrasi e-Faktur bisa memengaruhi angka akhir, sehingga penting memahami semua variabel sebelum membandingkan vendor.

      Berikut adalah lima variabel utama yang wajib Anda perhitungkan dalam anggaran.

      1. Jumlah pengguna (User license vs unlimited user)

      Banyak vendor mengenakan biaya tambahan untuk setiap pengguna baru, yang bisa membuat biaya bulanan meningkat seiring pertumbuhan tim. Model unlimited user lebih menguntungkan bagi perusahaan yang ingin skalabilitas tanpa menambah beban biaya operasional.

      2. Kelengkapan modul dan fitur

      Harga dasar biasanya hanya mencakup modul akuntansi standar. Modul tambahan seperti manajemen inventaris, aset tetap, pajak, dan laporan keuangan lengkap dapat menambah biaya. Periksa juga modul khusus untuk integrasi e-Faktur agar perusahaan tetap patuh pada peraturan perpajakan.

      3. Metode deployment (Cloud vs on-premise)

      Cloud menawarkan biaya awal lebih rendah karena tidak membutuhkan perangkat keras, sedangkan On-Premise membutuhkan investasi server sendiri tetapi memberikan kontrol penuh atas data. Pilih deployment yang sesuai dengan kebutuhan keamanan data dan anggaran Anda.

      4. Tingkat kustomisasi sistem

      Software siap pakai lebih murah, tetapi mungkin memaksa Anda menyesuaikan proses bisnis dengan sistem. Kustomisasi memungkinkan sistem akuntansi keuangan bisnis menyesuaikan workflow unik perusahaan, termasuk format laporan keuangan perusahaan dan perhitungan pajak, meski dengan biaya tambahan.

      5. Integrasi dengan sistem lain

      Menghubungkan software akuntansi dengan POS, e-commerce, HRIS, atau sistem e-Faktur memerlukan biaya tambahan untuk API atau middleware. Integrasi yang mulus penting untuk mengurangi duplikasi data dan kesalahan manual, sekaligus memastikan kepatuhan pajak dan akurasi laporan keuangan.

      Waspadai Biaya Tersembunyi (Hidden Cost) dalam Implementasi Software

      Harga lisensi software akuntansi sering tampak murah, tapi riset Freshworks menunjukkan sekitar 20% anggaran bisa terbuang karena biaya tak terduga. Biaya ini mencakup konsultasi, pelatihan, implementasi, dan pemeliharaan, sehingga penting memperhitungkannya sebelum memilih sistem.

      Berikut adalah rincian biaya tersembunyi yang wajib Anda waspadai.

      1. Biaya implementasi dan migrasi data

      Memindahkan data historis dari sistem lama atau spreadsheet ke sistem baru bukanlah pekerjaan satu malam. Proses ini membutuhkan tenaga ahli untuk memastikan integritas data, yang sering kali dikenakan biaya implementasi terpisah. Jangan remehkan kompleksitas migrasi data karena ini adalah fondasi akurasi sistem baru Anda.

      2. Biaya pelatihan (Training) karyawan

      Sistem tercanggih sekalipun akan sia-sia jika tim Anda tidak tahu cara menggunakannya dengan benar. Beberapa vendor membatasi sesi pelatihan gratis dan mengenakan tarif tinggi untuk sesi tambahan atau pendampingan. Pastikan anggaran pelatihan cukup untuk memastikan adopsi sistem berjalan lancar di seluruh departemen.

      3. Biaya pemeliharaan (Maintenance) dan support

      Biaya tahunan untuk pembaruan sistem dan perbaikan bug adalah standar industri yang harus Anda bayar. Selain itu, layanan dukungan teknis prioritas sering kali dijual sebagai paket premium di luar paket standar. Tanyakan dengan jelas apa saja yang termasuk dalam biaya maintenance tahunan tersebut.

      4. Biaya penambahan kapasitas penyimpanan

      Seiring berjalannya waktu, database transaksi perusahaan akan tumbuh besar dan memakan ruang penyimpanan server. Banyak vendor cloud memberikan kuota awal yang terbatas dan mengenakan biaya ekstra untuk penambahan kapasitas. Antisipasi pertumbuhan data ini agar Anda tidak kaget dengan tagihan penyimpanan di masa depan.

      Simulasi ROI: Kapan Investasi Software Akuntansi Balik Modal?

      Investasi di software akuntansi bukan hanya soal biaya, tapi juga nilai efisiensi dan keamanan yang dihasilkan. Memahami potensi penghematan waktu, pencegahan kesalahan, dan percepatan pengambilan keputusan membantu menilai kapan investasi ini benar-benar balik modal.

      Berikut beberapa cara investasi ini dapat memberikan ROI bagi perusahaan Anda:

      1. Penghematan dari otomatisasi tugas manual

      Otomatisasi tugas berulang seperti rekonsiliasi bank dan input jurnal dapat menghemat ratusan jam kerja per tahun. Jika dikonversi ke nilai gaji karyawan, penghematan ini saja sering kali sudah bisa menutup biaya lisensi tahunan. Tim Anda bisa fokus pada tugas yang bernilai tambah lebih tinggi daripada sekadar input data.

      2. Mencegah kerugian akibat fraud dan human error

      Kesalahan perhitungan manual atau kecurangan internal bisa merugikan perusahaan hingga miliaran rupiah tanpa terdeteksi. Fitur keamanan dan validasi otomatis dalam sistem akuntansi bertindak sebagai benteng pertahanan terhadap risiko kebocoran anggaran. Investasi pada sistem yang aman adalah asuransi terbaik bagi aset perusahaan Anda.

      3. Kecepatan pengambilan keputusan bisnis

      Data real-time memungkinkan manajemen merespons tren pasar dan tekanan arus kas tanpa harus menunggu rekap keuangan di penghujung periode pelaporan tahunan. Keputusan berbasis data terkini memberi keunggulan kompetitif yang nyata, dengan ROI terlihat dari peluang bisnis yang berhasil diamankan tepat waktu.

      Studi Kasus: Dampak Investasi Software Akuntansi pada Bisnis Lokal

      Investasi pada sistem keuangan digital untuk bisnis lokal terbukti dapat meningkatkan efisiensi operasional dan akurasi laporan keuangan bisnis lokal. Salah satu contoh nyata adalah Sompo Insurance, yang mengimplementasikan sistem akuntansi digital untuk mengelola transaksi dan klaim secara real-time.

      Sebelum menggunakan software, tim keuangan Sompo Insurance menghadapi kendala dalam memproses data manual, termasuk risiko kesalahan input dan keterlambatan laporan.

      Dengan sistem baru, proses pencatatan, rekonsiliasi, dan pelaporan dapat dilakukan secara otomatis, menghemat waktu hingga 40%. Pencatatan laporan-laporan penting seperti laporan pencatatan bagian umum dapat dilakuan dengan lebih efisien lagi.

      Selain efisiensi dan pengendalian biaya, software akuntansi membantu Sompo Insurance dalam pengambilan keputusan strategis. Data keuangan yang akurat dan terintegrasi memungkinkan manajemen menilai performa cabang lokal secara cepat, serta merencanakan anggaran dan investasi dengan lebih tepat.

      Rekomendasi Software Akuntansi Terbaik Berdasarkan Budget

      Memilih software akuntansi yang tepat tidak hanya soal harga, tetapi juga kesesuaian dengan kebutuhan operasional dan kepatuhan terhadap regulasi pajak. Setiap bisnis memiliki prioritas berbeda, sehingga penting untuk menyesuaikan pilihan dengan skala dan anggaran perusahaan.

      Berikut rekomendasi software akuntansi terbaik berdasarkan kategori budget dan kebutuhan.

      1. HashMicro (Best Value for Mid-Large Enterprise)

      Software akuntansi HashMicro adalah pilihan terbaik bagi perusahaan yang mencari keseimbangan antara fitur canggih dan harga yang masuk akal. Dengan dukungan lokalisasi Indonesia (Pajak/PSAK),  HashMicro menawarkan value tertinggi. Sistem ini sangat cocok untuk perusahaan yang membutuhkan kustomisasi dan integrasi kompleks tanpa biaya selangit.

      2. Jurnal/Mekari (Opsi untuk UMKM)

      Bagi usaha kecil dan rintisan, Jurnal menawarkan solusi berbasis cloud yang sangat populer dengan harga berlangganan terjangkau. Fitur-fiturnya sudah mencukupi untuk kebutuhan pembukuan standar dan pelaporan pajak sederhana. Ini adalah titik awal yang baik bagi bisnis yang baru beralih dari pembukuan manual.

      3. SAP Business One (Opsi High-End Global)

      SAP Business One adalah solusi global yang kuat dan teruji untuk perusahaan multinasional dengan standar kepatuhan internasional yang ketat. Namun, Anda harus siap dengan biaya lisensi, implementasi, dan pemeliharaan yang sangat tinggi. Opsi ini cocok jika anggaran bukan masalah utama dan standarisasi global adalah prioritas.

      Tips Negosiasi Harga dengan Vendor Software Akuntansi

      Mendapatkan harga terbaik bukan hanya soal menawar angka di baris terakhir, tetapi memahami struktur penawaran secara mendalam. Sebagai manajer pembelian atau pemilik bisnis, Anda harus jeli membedah komponen biaya untuk menemukan ruang negosiasi. Sering kali, vendor terbuka untuk diskusi jika Anda memahami nilai yang mereka tawarkan.

      Strategi komunikasi yang tepat bisa menghasilkan diskon signifikan atau bonus layanan tambahan yang menguntungkan. Fokuslah pada kemitraan jangka panjang daripada sekadar transaksi jual-beli satu kali. Berikut adalah beberapa tips praktis yang bisa Anda terapkan saat berhadapan dengan tim sales vendor.

      1. Prioritaskan Fitur yang Benar-Benar Dibutuhkan

      Jangan terjebak membeli paket “All-in-One” jika banyak fitur di dalamnya belum diperlukan oleh bisnis Anda saat ini. Fokuslah pada modul esensial yang memberikan dampak langsung, dan minta opsi untuk menambah modul lain nanti. Cara ini efektif untuk menekan biaya investasi awal tanpa mengorbankan fungsionalitas utama.

      2. Tanyakan Paket Kontrak Jangka Panjang

      Banyak vendor bersedia memberikan potongan harga khusus jika perusahaan Anda bersedia berkomitmen untuk kontrak tahunan atau multi-tahun. Komitmen jangka panjang memberikan kepastian bagi vendor, yang sering kali dikompensasi dengan diskon menarik. Manfaatkan posisi tawar ini untuk mengamankan harga terbaik.

      3. Pastikan Transparansi Biaya After-Sales

      Mintalah kejelasan tertulis mengenai biaya support, pembaruan sistem, dan kunjungan teknisi di masa depan sebelum menyetujui kontrak. Transparansi ini penting untuk menghindari kejutan biaya pemeliharaan yang bisa merusak anggaran IT Anda. Pastikan semua layanan purna jual tercantum jelas dalam perjanjian kerja sama.

      Kesimpulan

      Pemilihan software akuntansi tidak bisa hanya dilihat dari harga awal, melainkan dari total nilai dan efisiensi jangka panjang yang diberikan. Faktor seperti model lisensi, kelengkapan fitur, dan potensi biaya tersembunyi sangat memengaruhi anggaran dan kinerja keuangan perusahaan.

      Memahami struktur harga, faktor penentu biaya, serta proyeksi ROI akan membantu perusahaan mengambil keputusan investasi yang lebih rasional dan terukur. Software yang tepat mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat akurasi laporan, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

      Untuk memastikan solusi yang dipilih benar-benar sesuai kebutuhan, Anda dapat melanjutkan dengan Konsultasi Gratis untuk mendapatkan rekomendasi yang akurat dari tim ahli kami.

      Accounting_Definisi

      Pertanyaan Seputar Harga Software Akuntansi

      • Apakah software akuntansi mahal menjamin kualitas lebih baik?

        Tidak selalu, kualitas software ditentukan oleh kesesuaian fitur dengan kebutuhan bisnis Anda, bukan sekadar harga yang mahal.

      • Berapa rata-rata biaya implementasi software ERP akuntansi?

        Biaya implementasi bervariasi, namun umumnya berkisar antara 50% hingga 100% dari harga lisensi software, tergantung kompleksitas kustomisasi.

      Dewi Sartika

      Senior Content Writer

      Berbekal pengalaman selama 6 tahun dalam industri SaaS, Dewi telah menjadi praktisi untuk penulisan artikel terkait accounting dan bidang keuangan. Ia berfokus menulis artikel seputar Laporan keuangan (neraca, laba rugi, arus kas), standar akuntansi (PSAK, IFRS, GAAP), perpajakan (e-faktur, PPn, tax planning), dan manajemen biaya.

      Jennifer merupakan seorang profesional akuntansi yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari President University dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Master of Accounting dari National University of Singapore. Pengalaman pendidikan ini membentuk kemampuannya dalam memahami dan menerapkan prinsip akuntansi serta manajemen keuangan dalam praktik bisnis. Pengalaman profesional di bidang keuangan dan pelaporan mengasah keahliannya dalam analisis finansial dan penyusunan laporan strategis. Selama tujuh tahun terakhir, Jennifer mengelola fungsi keuangan perusahaan di HashMicro, yang memperkuat kemampuannya dalam optimalisasi proses akuntansi, pengendalian internal, serta pengambilan keputusan berbasis data finansial untuk mendukung pertumbuhan bisnis.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      TINGGALKAN KOMENTAR

      Silakan masukkan komentar anda!
      Silakan masukkan nama Anda di sini

      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya