CNBC Awards
×

Kerja Lebih Tenang di Bulan Ramadan!

Diskon 20% untuk Semua Modul!*

Manfaatkan promo spesial ini dan pastikan bisnis tetap lancar selama Ramadan!

Sisa Waktu --:--:--

*hanya untuk 100 klaim pertama

Laporan Neraca Keuangan: Contoh dan Cara Lengkap Membuatnya

Diterbitkan:

Neraca keuangan adalah laporan yang merangkum posisi aset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan pada tanggal tertentu. Dari laporan ini, tim manajemen bisa melihat gambaran finansial perusahaan tanpa perlu membaca transaksi satu per satu.

Karena formatnya ringkas, neraca sering dipakai untuk mengecek kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek, beban utang, dan komposisi modal. Itu sebabnya neraca biasanya jadi laporan yang paling cepat diminta saat evaluasi internal, pengajuan pendanaan, atau audit.

Di bagian berikut, pembahasan akan merinci komponen neraca, bentuk penyajiannya, serta langkah menyusunnya agar konsisten dan mudah ditelusuri. Fokusnya bukan hanya definisi, tetapi juga cara membaca neraca secara praktis supaya keputusan bisnis lebih terarah.

Key Takeaways

  • Laporan neraca menjadi bagian dokumen akuntansi penting dalam sistematika operasional perusahaan.
  • Dengan banyaknya komponen laporan keuangan yang harus Anda perhatikan, mengelola dokumen ini tidak dapat berjalan secara manual.
  • Laporan neraca berfungsi menunjukkan posisi keuangan perusahaan sebagai dasar pengambilan keputusan dan penilaian kinerja keuangan.
  • Membuat laporan keuangan Anda dengan aplikasi laporan keuangan menghemat waktu karena Anda bisa input data dan langsung dikalkulasi dan direkap.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Apa itu Neraca Keuangan?

      Neraca keuangan adalah laporan keuangan perusahaan yang berisikan tentang aset atau aktiva, kewajiban yang harus dibayarkan kepada pihak terkait, dan modal perusahaan. Penyusunan laporan neraca biasanya terjadi pada akhir periode.

      Neraca biasanya disusun pada akhir periode sebagai ringkasan posisi keuangan yang dibutuhkan manajemen, pemegang saham, kreditur, dan regulator. Karena dipakai untuk evaluasi dan pelaporan, konsistensi klasifikasi akun dan ketepatan angka menjadi hal yang paling krusial.

      Komponen Laporan Neraca Keuangan

      Komponen Ringkasan
      Aset / Aktiva Sumber daya yang dimiliki perusahaan. Terdiri dari aset lancar (kas, piutang, persediaan) dan aset tidak lancar (properti, peralatan, hak paten).
      Liabilitas / Kewajiban Utang perusahaan kepada pihak lain. Dibagi menjadi liabilitas jangka pendek (utang dagang, pajak) dan jangka panjang (pinjaman bank, obligasi).
      Ekuitas / Modal Hak pemilik atas aset perusahaan setelah dikurangi kewajiban. Termasuk saham, laba ditahan, cadangan laba, dan modal lainnya.
      Fungsi Neraca Menunjukkan posisi keuangan perusahaan, membantu manajemen merencanakan strategi, serta menjadi acuan investor dan kreditur dalam pengambilan keputusan.
      Bentuk Neraca Terdapat dua bentuk utama:

      • Skontro (horizontal, aset di kiri dan kewajiban & ekuitas di kanan)
      • Staffel (vertikal, aset di atas, kewajiban & ekuitas di bawah)

      Komponen dari laporan neraca keuangan terdiri dari tiga macam, yaitu aktiva atau aset, kewajiban, dan modal. Ketiga hal tersebut menentukan cara penyajian format yang umumnya menjadi panduan dalam penyusunan laporan.

      Biasanya, laporan aset berada di sebelah sisi kiri, sedangkan laporan kewajiban dan modal berada di sisi kanan. Berikut penjelasan yang lebih mendalam tentang tiga komponen neraca keuangan perusahaan:

      1. Aktiva

      Aset atau aktiva adalah jumlah kekayaan atau sumber daya milik perusahaan untuk mendukung kegiatan operasional bisnis. Ada dua jenis aktiva dalam sistem akuntansi, yaitu aset lancar dan aset tetap.

      Sedangkan, aset tetap adalah aset yang memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun atau dalam waktu yang panjang. Contoh dari aset tetap adalah bangunan kantor, peralatan kantor, hak milik intelektual, dan lain sebagainya.

      Aset mencerminkan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan yang memiliki nilai ekonomi dan dapat digunakan untuk menjalankan operasional bisnis. Aset dibagi menjadi dua kategori utama:

      • Aset Lancar: Aset yang dapat dikonversi menjadi kas dalam waktu satu tahun, seperti kas, piutang usaha, persediaan, dan investasi jangka pendek.
      • Aset Tidak Lancar: Aset dengan jangka waktu pemanfaatan lebih dari satu tahun, seperti properti, peralatan, hak paten, dan goodwill.

      2. Liabilitas

      Liabilitas atau kewajiban adalah utang yang harus perusahaan bayarkan kepada pihak terkait atau kreditur pada suatu periode tertentu, yang meliputi utang, pendapatan terima di muka, serta akrual.

      Sedangkan, utang jangka panjang adalah utang yang jatuh temponya lebih dari satu tahun, seperti obligasi dengan jatuh tempo lebih dari satu tahun dan pinjaman jangka panjang.

      Liabilitas mencerminkan kewajiban perusahaan kepada pihak lain, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Liabilitas dibagi menjadi:

      • Liabilitas Jangka Pendek: Kewajiban yang harus dibayarkan dalam satu tahun, seperti utang dagang, utang pajak, dan beban yang masih harus dibayar.
      • Liabilitas Jangka Panjang: Kewajiban yang jatuh tempo lebih dari satu tahun, seperti pinjaman bank jangka panjang dan obligasi.

      3. Ekuitas (modal)

      Ekuitas adalah jumlah kekayaan yang pemilik perusahaan miliki dan bisa bertambah atau berkurang seperti saham, laba ditahan, cadangan laba, dan modal lainnya.

      Cara perhitungan modal adalah dengan mencari selisih dari harta dan utang. Kerugian akan terjadi jika utang perusahaan lebih besar daripada modal atau keuntungan. Begitu pun sebaliknya. Jika ada perubahan, maka komponen laporan perubahan modal sangat perlu untuk menentukan keseluruhan modal.

      download skema harga software erp
      download skema harga software erp

      Struktur Laporan Neraca

      Dalam akuntansi keuangan perusahaan, laporan neraca disusun berdasarkan persamaan dasar akuntansi, yaitu:

      Aset = Liabilitas + Ekuitas

      Rumus ini menunjukkan bahwa seluruh aset perusahaan berasal dari kewajiban kepada pihak lain atau dari modal pemilik. Oleh karena itu, keseimbangan antara ketiga komponen tersebut menjadi dasar utama dalam penyusunan laporan neraca keuangan.

      Dalam penyusunannya, persamaan tersebut digunakan untuk memastikan saldo awal akun tetap seimbang. Jika muncul nilai negatif pada historical balancing, hal ini menandakan adanya ketidaksesuaian pencatatan yang perlu dikoreksi pada akun tertentu.

      Nama Akun Debit Kredit
      Kas
      Persediaan
      Beban Dibayar di Muka
      Utang
      Pendapatan Diterima di Muka
      Modal

      Struktur ini juga membantu menentukan posisi normal akun dalam laporan neraca. Misalnya, penyetoran modal dicatat dengan kas di debit dan modal di kredit, sedangkan pembayaran utang dicatat dengan utang di debit dan kas di kredit.

      Macam-Macam Laporan Neraca Keuangan

      Laporan neraca keuangan terbagi menjadi dua bentuk, yaitu scontro dan staffel. Penggunaan kedua jenis laporan tersebut dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

      1. Laporan neraca bentuk skontro 

      Laporan keuangan neraca skontro memiliki tampilan horizontal, dengan aset, kewajiban, dan ekuitas dalam dua kolom. Kolom pertama di sebelah kiri berisi akun aset beserta nominalnya, sementara kolom kedua memuat akun kewajiban dan ekuitas beserta nilainya.

      Cara membuat laporan keuangan format skontro ini lebih sesuai untuk bisnis dengan jumlah akun yang terbatas, seperti UKM, karena bentuknya lebih sederhana. Berikut contoh neraca keuangan skontro yang dapat Anda jadikan referensi.

      laporan neraca skontro

      2. Laporan neraca bentuk staffel 

      Neraca keuangan bentuk staffel memiliki susunan laporan berurutan dari atas ke bawah, dengan posisi aset atau aktiva berada di paling atas, sementara utang dan modal di paling bawah. Penggunaan bentuk laporan neraca keuangan dapat Anda sesuaikan berdasarkan dengan banyaknya akun.

      Bentuk neraca ini paling sesuai untuk perusahaan dengan banyak akun. Penggunaan bentuk laporan dapat Anda sesuaikan berdasarkan dengan banyaknya akun.

      Berikut adalah contoh cara membuat laporan keuangan format staffel:

      laporan neraca staffel

       

      Semakin banyak akun maka bentuk staffel akan lebih efektif. Maka tak heran, ada banyak perusahaan besar dengan banyak akun dan nilai yang besar lebih memilih untuk menggunakan bentuk neraca ini. Di sisi lain, bentuk skontro akan lebih berguna pada akun dan nilai yang berjumlah sedikit.

      Cara Membuat Laporan Neraca Keuangan

      Berikut ini adalah 6 langkah dalam membuat neraca keuangan:

      1. Tentukan tanggal dan periode pelaporan

      Tanggal neraca menunjukkan posisi keuangan pada satu titik waktu, misalnya akhir bulan atau akhir tahun. Periode pelaporan bisa bulanan, triwulan, atau tahunan, tergantung kebutuhan manajemen dan kewajiban pelaporan.

      2. Pastikan saldo akun per tanggal pelaporan sudah final

      Sebelum menyusun neraca, rapikan dulu data transaksi dan lakukan penyesuaian yang relevan (misalnya beban dibayar di muka, akrual, depresiasi, atau koreksi persediaan). Tahap ini membantu memastikan angka yang masuk ke neraca benar-benar mencerminkan kondisi perusahaan pada tanggal tersebut.

      3. Identifikasi dan klasifikasikan aset

      Kelompokkan aset berdasarkan likuiditasnya agar mudah dibaca:

      • Aset lancar: aset yang bisa dikonversi menjadi kas atau digunakan dalam waktu ≤ 1 tahun, seperti kas/bank, piutang usaha, persediaan, dan biaya dibayar di muka.
      • Aset tidak lancar: aset dengan manfaat > 1 tahun, seperti aset tetap (bangunan, mesin, kendaraan), aset tak berwujud (lisensi, hak paten), serta investasi jangka panjang (jika ada).

      4. Identifikasi dan klasifikasikan liabilitas

      Pisahkan kewajiban berdasarkan jatuh tempo:

      • Liabilitas jangka pendek: kewajiban yang jatuh tempo ≤ 1 tahun, seperti utang usaha, utang pajak, beban yang masih harus dibayar, dan pinjaman jangka pendek.
      • Liabilitas jangka panjang: kewajiban dengan jatuh tempo > 1 tahun, seperti pinjaman bank jangka panjang atau obligasi (jika ada).

      5. Hitung ekuitas

      Ekuitas adalah selisih antara aset dan liabilitas, sekaligus mencerminkan hak pemilik atas aset perusahaan. Komponennya bisa mencakup modal disetor, tambahan modal disetor, laba ditahan, cadangan/OCI, dan saham treasuri (untuk perusahaan tertentu).

      6. Cek keseimbangan neraca

      Pastikan persamaan akuntansi terpenuhi: Aset = Liabilitas + Ekuitas. Jika tidak seimbang, biasanya penyebabnya ada pada salah klasifikasi akun, penyesuaian yang belum dicatat, atau saldo akun yang belum lengkap pada tanggal pelaporan.

       

      Apa yang Bisa Dinilai dari Neraca Keuangan

      komponen laporan neraca keuangan

      Neraca keuangan membantu perusahaan melihat kondisi keuangan pada satu tanggal tertentu. Dari susunan aset, liabilitas, dan ekuitas, ada beberapa hal yang bisa dinilai dengan cepat:

      1. Kemampuan bayar jangka pendek (likuiditas): Bisa dilihat dari perbandingan aset lancar (kas, piutang, persediaan) dengan kewajiban jangka pendek. Kalau aset lancar terlalu kecil, perusahaan biasanya lebih ketat dalam mengatur pembayaran vendor dan operasional harian.
      2. Beban utang dan risikonya (solvabilitas): Neraca menunjukkan seberapa besar porsi utang dibanding modal. Jika utang terlalu dominan, perusahaan perlu lebih hati-hati karena tekanan cicilan dan bunga bisa mengganggu ruang gerak bisnis.
      3. Kondisi aset yang sehat atau tidak: Aset besar tidak selalu berarti aman. Piutang yang menumpuk bisa berarti penagihan lambat, sementara persediaan yang tinggi bisa menandakan stok terlalu banyak atau perputarannya lambat.
      4. Kekuatan modal perusahaan: Ekuitas memberi gambaran seberapa kuat perusahaan ditopang oleh modal pemilik dan laba ditahan. Kalau ekuitas stabil atau naik, biasanya perusahaan punya bantalan yang lebih aman untuk menghadapi perubahan pasar.
      5. Arah perubahan dari periode ke periode: Neraca jadi lebih berguna kalau dibandingkan antar bulan atau antar tahun. Dari situ, perusahaan bisa melihat tren utang bertambah, kas menipis, persediaan naik, atau ekuitas menurun, dan mulai cari penyebabnya dari aktivitas bisnis.

      Tahukah Anda?

      Dengan dukungan sistem akuntansi berbasis AI milik HashMicro, AI membantu Anda menindaklanjuti dan membuat invoice kapan saja, serta mempermudah komunikasi dengan vendor. Tingkatkan efisiensi keuangan bisnis Anda dengan HashMicro!

      Dapatkan demo gratis sekarang!

      Kesimpulan 

      Neraca keuangan adalah laporan yang merangkum aset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan pada satu tanggal tertentu. Laporan ini dipakai untuk melihat posisi kas, utang, serta modal perusahaan secara ringkas.

      Supaya neraca bisa dibaca dengan jelas, perusahaan perlu memastikan saldo akun per tanggal pelaporan sudah lengkap dan klasifikasinya konsisten. Pengecekan sederhana seperti rekonsiliasi kas/bank, piutang, utang, persediaan, serta penyesuaian akhir periode membantu menjaga angka neraca tetap rapi.

      Jika neraca dibandingkan antar periode, perusahaan juga bisa melihat perubahan yang paling relevan, misalnya utang bertambah, kas menurun, atau persediaan naik. Dari perubahan itu, evaluasi bisa dilakukan lebih terarah tanpa perlu menebak-nebak kondisi keuangan.

      Accounting_Laporan

      Pertanyaan Seputar Neraca Keuangan

      • Apa itu software accounting?

        Peran aplikasi keuangan menjadi sangat krusial karena terbukti dapat meningkatkan efisiensi, meminimalkan human error, meningkatkan akurasi, dan bahkan mengurangi biaya. Untuk dapat mengetahui perkiraan harga penggunaan aplikasi keuangan, unduh perhitungan skema harga software ERP berikut.

      • Berapa harga software HashMicro?

        Dapatkan daftar harga sistem HashMicro dengan klik link berikut atau terhubung dengan tim customer service yang tersedia kapan saja Anda butuhkan.

      • Apa itu debit dan kredit?

        Debit dan kredit memegang peran penting dalam pembukuan entri ganda. Debit mengacu pada entri di sisi kiri buku besar akun, dan kredit mengacu pada entri di sisi kanan buku besar akun.

      Dewi Sartika

      Senior Content Writer

      Berbekal pengalaman selama 6 tahun dalam industri SaaS, Dewi telah menjadi praktisi untuk penulisan artikel terkait accounting dan bidang keuangan. Ia berfokus menulis artikel seputar Laporan keuangan (neraca, laba rugi, arus kas), standar akuntansi (PSAK, IFRS, GAAP), perpajakan (e-faktur, PPn, tax planning), dan manajemen biaya.

      Jennifer merupakan seorang profesional akuntansi yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari President University dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Master of Accounting dari National University of Singapore. Pengalaman pendidikan ini membentuk kemampuannya dalam memahami dan menerapkan prinsip akuntansi serta manajemen keuangan dalam praktik bisnis. Pengalaman profesional di bidang keuangan dan pelaporan mengasah keahliannya dalam analisis finansial dan penyusunan laporan strategis. Selama tujuh tahun terakhir, Jennifer mengelola fungsi keuangan perusahaan di HashMicro, yang memperkuat kemampuannya dalam optimalisasi proses akuntansi, pengendalian internal, serta pengambilan keputusan berbasis data finansial untuk mendukung pertumbuhan bisnis.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya