Surat serah terima barang, atau yang sering disebut berita acara serah terima, merupakan dokumen yang banyak digunakan oleh perusahaan dalam berbagai aktivitas seperti pengadaan barang, penyerahan inventaris, hingga pengelolaan uang dan dokumen berharga.
Surat ini tidak hanya berfungsi sebagai dokumen legalitas tetapi juga menjadi bukti resmi dari transaksi atau kejadian tertentu di perusahaan.
Isi dari surat ini sangat bergantung pada jenis serah terima yang dilakukan. Misalnya, untuk serah terima barang inventaris, isi surat biasanya mencakup detail inventaris kantor, seperti jenis barang sesuai Permendag No.14 Tahun 2021, jumlah, hingga spesifikasi barang yang diserahkan.
Penyusunan yang tepat dan rinci memastikan dokumen ini dapat digunakan sesuai kebutuhan perusahaan, baik untuk keperluan administrasi maupun audit.
Key Takeaways
|
Manfaat Surat Serah Terima Barang
Meskipun dalam proses pengadaan barang sering kali diperlukan berbagai jenis dokumen, berita acara serah terima barang tetap memiliki manfaat yang signifikan. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:
1. Bukti Tertulis yang Sah
- Surat ini menjadi dokumen resmi yang dapat digunakan untuk memvalidasi kegiatan serah terima barang, dokumen berharga, uang, inventaris, maupun jabatan.
- Berperan sebagai bukti sah dalam proses perpindahan tangan yang diakui secara hukum.
2. Transparansi dan Akuntabilitas
- Surat serah terima dapat dilampirkan dalam laporan stok barang inventaris untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan.
- Membantu mencatat inventaris dengan lebih rapi dan terorganisir.
3. Meminimalkan Risiko Selisih Barang
- Membantu mengurangi kemungkinan adanya perbedaan data atau selisih barang saat dilakukan stock opname.
- Mencegah ketidaksesuaian jumlah barang yang dapat merugikan perusahaan.
4. Menghindari Risiko Kecurangan
- Dokumen ini berfungsi sebagai perlindungan untuk menghindari potensi kecurangan dalam proses serah terima barang.
- Menciptakan rasa aman dalam setiap transaksi perusahaan.
5. Penengah dalam Perselisihan
Surat ini menjadi bukti tertulis yang dapat digunakan sebagai dasar penyelesaian jika terjadi perselisihan antara pihak-pihak yang terlibat.
6. Antisipasi Permasalahan di Masa Depan
Contoh surat serah terima barang inventaris kantor biasanya digunakan untuk mencegah potensi masalah yang mungkin muncul di kemudian hari.
Dokumen ini menggantikan kesepakatan lisan dengan bukti tertulis yang lebih kuat.
7. Format yang Detail dan Resmi
Setiap perusahaan biasanya sudah memiliki format standar yang mencakup informasi rinci seperti jenis barang, jumlah, dan pihak yang terlibat.
Surat ini dilengkapi dengan tanda tangan pihak terkait untuk menjadikannya bukti pertanggungjawaban yang sah.
Cara Membuat Surat Serah Terima Barang
Membuat surat serah terima barang yang efektif dan profesional sangat penting untuk memastikan transparansi dan legalitas dalam proses serah terima. Untuk ilustrasi lebih jelas, simak tabel berikut:
| Langkah-langkah | Penjelasan Singkat |
| 1. Kepala surat atau judul | Gunakan kop surat jika dari lembaga resmi dan judul surat jika dari lembaga non-resmi. |
| 2. Bahasa formal | Gunakan bahasa sesuai KBBI dan kalimat yang jelas. |
| 3. Informasi pihak yang terlibat | Cantumkan nama lengkap, jabatan, dan informasi kontak relevan. |
| 4. Isi surat | Isi alasan, waktu pelaksanaan, kondisi barang, jumlah, lokasi serah terima, dan informasi lainnya. |
| 5. Tanda tangan | Setiap pihak membubuhkan tanda tangan untuk mengesahkan isi surat. |
| 6. Materai dan saksi | Tambahkan materai dan sertakan saksi jika diperlukan. |
| 7. Pemeriksaan akhir | Periksa kembali isi surat agar rapi dan bebas kesalahan. |
Dalam suatu perusahaan, tahapan awal dari alur serah terima barang adalah membuat pengajuan atau permohonan pengadaan. Jika Anda telah membuat surat pengajuan barang, memiliki format surat serah terima barang adalah hal efektif yang bisa dilakukan.
Regulasi Serah Terima Barang di Indonesia
Beberapa regulasi yang perlu diperhatikan terkait pencatatan inventaris dan serah terima barang:
- PP No. 27 Tahun 2014: Mengatur pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah, termasuk prosedur serah terima.
- Permendag No. 14 Tahun 2021: Mengatur spesifikasi teknis dan klasifikasi barang inventaris.
- UU No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Materai: Surat serah terima dengan nilai di atas Rp5.000.000 wajib dibubuhi materai Rp10.000.
Untuk barang dengan nilai tinggi atau yang berisiko sengketa, disarankan untuk melibatkan saksi dan membuat surat dalam rangkap minimal 2 (dua) untuk masing-masing pihak.
Contoh Surat Serah Terima Barang Inventaris Kantor
Sebenarnya Anda bisa dengan mudah mendapatkan beberapa contoh surat serah terima inventaris barang kantor di internet untuk dijadikan referensi. Hal itu dikarenakan hampir semua perusahaan atau badan usaha memerlukan surat ini.
Sayangnya tidak semua perusahaan atau instansi maupun badan usaha mempersiapkan format khusus dalam pembuatannya. Dengan begitu divisi yang bertanggung jawab, memerlukan referensi surat serah terima seperti berikut ini.
1. Contoh surat serah terima inventaris kantor milik negara
Contoh surat serah terima milik negara yaitu menggunakan kop surat atau kepala surat. Berikut contoh surat tersebut.
Download Contoh surat serah terima inventaris kantor milik negara
2. Contoh surat serah terima barang inventaris kantor (lembaga non resmi)
Dalam penulisan tentunya contoh surat serah terima barang inventaris lembaga non resi sama dengan surat resmi. Hanya saja tidak menggunakan kop surat sehingga Anda dapat menggantinya dengan judul surat. Berikut contoh surat serah terima tersebut.
Download Contoh surat serah terima barang inventaris kantor (lembaga non resmi)
3. Contoh surat serah terima barang inventaris kantor (perusahaan atau badan usaha swasta)
Contoh surat serah terima barang inventaris perusahaan biasanya perusahaan gunakan untuk acuan laporan keuangan dan pembukuan divisi sarana prasarana. Biasanya surat serah terima perusahaan akan Anda buat lebih detail sebagai bukti tertulis yang sah dari sebuah transaksi.
Biasanya isi detail surat tersebut berisi kondisi barang saat akan Anda pindah tangankan atau pernyataan dari penerima untuk lebih memperkuat surat tersebut.
Contoh surat serah terima barang inventaris kantor (perusahaan atau badan usaha swasta)
Sebelum menyusun dokumen, pastikan Anda sudah memiliki:
☑️ Data lengkap pihak penyerah dan penerima (nama, jabatan, NIK/NIP)
☑️ Detail barang: jenis, merek, nomor seri, kondisi, dan jumlah
☑️ Tanggal dan lokasi serah terima
☑️ Materai (jika nilai barang > Rp5.000.000)
☑️ Saksi (opsional, tapi disarankan untuk barang bernilai tinggi)
☑️ Foto dokumentasi kondisi barang (sebagai lampiran)
Digitalisasi Pencatatan Inventaris: Apakah Perusahaan Anda Membutuhkannya?
Perusahaan dengan ratusan hingga ribuan item inventaris sering menghadapi tantangan dalam pencatatan manual. Beberapa tanda bahwa organisasi Anda mungkin perlu mempertimbangkan sistem digital:
- Proses stock opname memakan waktu lebih dari 2 hari
- Sering terjadi selisih antara catatan dan kondisi fisik barang
- Dokumen serah terima sulit ditemukan saat dibutuhkan
- Tim menghabiskan banyak waktu untuk entry data manual
Solusi manajemen inventaris berbasis software, seperti yang ditawarkan berbagai vendor di Indonesia dapat membantu mengotomatisasi proses pencatatan, pelacakan real-time, hingga pembuatan laporan. Beberapa fitur yang umumnya tersedia meliputi barcode management, integrasi dengan sistem gudang, dan penyimpanan dokumen digital.
Jika Anda tertarik mengeksplorasi opsi digitalisasi, ada baiknya memulai dengan konsultasi gratis untuk memahami kebutuhan spesifik perusahaan Anda.
Kesimpulan
Surat serah terima barang inventaris adalah dokumen penting yang tidak boleh diabaikan dalam pengelolaan aset perusahaan. Dengan format yang tepat—mencakup data pihak terlibat, detail barang, dan pengesahan resmi—dokumen ini menjadi bukti sah yang melindungi semua pihak.
Untuk perusahaan dengan volume inventaris yang besar, pengelolaan manual tentu memakan waktu dan berisiko error. Sistem manajemen inventaris berbasis digital dapat membantu mengotomatisasi pencatatan, termasuk pembuatan dokumen serah terima yang terintegrasi dengan data stok barang.
Apapun metode yang dipilih, pastikan setiap perpindahan barang inventaris selalu terdokumentasi dengan baik untuk menghindari masalah di kemudian hari.
FAQ Mengenai Surat Serah Terima Barang
-
Mengapa surat serah terima barang penting?
Surat ini penting sebagai bukti tertulis yang sah, mencegah kesalahpahaman atau selisih data, meningkatkan transparansi, serta menjadi dokumen pendukung jika terjadi perselisihan antara pihak yang terlibat.
-
Apa saja isi penting dalam surat serah terima barang?/strong>
Isi pentingnya meliputi data pihak yang terlibat, detail barang (jenis, jumlah, kondisi), waktu, lokasi serah terima, serta tanda tangan pihak terkait. Tambahkan materai dan saksi jika diperlukan untuk memperkuat dokumen.
-
Kapan surat serah terima barang diperlukan?
Surat ini diperlukan saat pengadaan barang, serah terima inventaris, pengiriman dokumen penting, atau perpindahan aset perusahaan. Dokumen ini memastikan proses tercatat dengan jelas dan legal.







