Banyak orang masih menyamakan istilah manufaktur dan produksi, padahal keduanya memiliki makna yang berbeda. Untuk memahaminya, penting melihat bagaimana proses manufaktur bekerja dan membandingkannya dengan proses produksi.
Dalam praktik bisnis modern, manufacturing adalah rangkaian aktivitas yang lebih kompleks karena mencakup pengolahan material, perencanaan, hingga pengendalian kualitas. Agar seluruh tahapan proses manufaktur lebih efisien, Anda bisa memanfaatkan sistem manufaktur yang terintegrasi dapat mendukung produksi, inventaris, akuntansi, dan rantai pasok secara otomatis.
Dengan memahami perbedaan mendasar ini, manajer dapat mengatur strategi operasional yang lebih akurat dan berorientasi pada hasil. Artikel ini akan menjelaskan pengertian manufaktur, persamaan, serta perbedaan dengan produksi sehingga konsepnya lebih jelas untuk diterapkan di bisnis Anda.
Daftar Isi:
Key Takeaways
|
Apa itu Manufaktur?
Manufaktur terbentuk dari dua kata yang berasal dari bahasa Latin yaitu manus (tangan) dan factus (membuat). Oleh sebab itu, penggabungan keduanya memiliki arti dibuat dengan tangan.
Menurut KBBI, manufaktur berarti “membuat atau menghasilkan dengan tangan atau mesin” serta merupakan “proses mengubah bahan mentah menjadi barang untuk dapat digunakan atau dikonsumsi oleh manusia.”
Di Indonesia, istilah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur lebih populer dengan sebutan pabrik.
Yang mana, di tempat tersebut seluruh barang mentah akan melewati proses pengelolaan menggunakan mesin, robot, komputer, dan tenaga manusia untuk menghasilkan barang atau jasa dan perakitan, untuk menghasilkan suatu produk.
Terdapat wilayah-wilayah khusus di Indonesia yang ditetapkan sebagai wilayah industri, misalnya: Cilegon (Banten), Cikarang (Bekasi), Pulogadung (Jakarta), Sentul (Bogor) dan masih banyak lainnya.
Karakteristik Perusahaan Manufaktur
Perusahaan manufaktur memiliki karakteristik khusus, terdiri atas:
1. Proses produksi yang kompleks
Perusahaan manufaktur biasanya menjalankan rangkaian produksi yang panjang dan melibatkan banyak pihak agar produk jadi sesuai standar. Contohnya, operator mesin berperan penting untuk memantau dan memastikan mesin beroperasi sesuai fungsi dan prosedur.
2. Pengelolaan produk dari bahan mentah menjadi barang jadi
Kegiatan utama manufaktur adalah mengolah bahan baku menjadi produk bernilai jual. Umumnya ada dua pendekatan produksi: proses kontinu dan proses terputus (batch/berdasarkan pesanan).
Pada proses kontinu, produksi berjalan berkelanjutan dengan tahapan dan komponen yang saling terhubung, seperti pada pembuatan kendaraan bermotor. Sementara itu, proses terputus lebih fleksibel karena produksi dilakukan menyesuaikan permintaan pelanggan.
3. Mesin berskala besar dan biaya produksi yang lebih tinggi
Mesin menjadi tulang punggung operasional manufaktur karena mendukung produksi yang cepat dan efisien. Meski begitu, kebutuhan SDM tetap tidak bisa ditinggalkan.
Akibatnya, struktur biaya produksi cenderung lebih besar karena mencakup pembelian bahan baku, upah tenaga kerja, perawatan mesin, hingga biaya operasional lainnya.
Pada proses manufaktur, penggunaan alat bantu visual seperti flowchart proses manufaktur sangat penting untuk memastikan alur kerja yang efisien.
Baca juga: Sistem Manufaktur Terintegrasi untuk Bisnis Anda!
Jenis Produksi Manufaktur
Ada lima jenis produksi yang diterapkan oleh usaha manufaktur, tergantung jenis pabrik itu sendiri. Kelima jenisnya meliputi:
1. Produksi Massal
Proses berlangsung secara kontinu dengan volume besar, seperti pada industri otomotif. Pendekatan ini memungkinkan biaya per unit lebih rendah, tetapi tingkat fleksibilitasnya relatif terbatas.
2. Produksi Batch
Kegiatan produksi dilakukan dalam jumlah tertentu atau berdasarkan kelompok. Fleksibilitasnya lebih tinggi dibandingkan produksi massal, meskipun membutuhkan waktu tambahan untuk pengaturan ulang sebelum memulai tahap berikutnya.
3. Produksi Kustom
Berorientasi pada spesifikasi khusus dari pelanggan dan umum diterapkan dalam industri mesin atau alat berat. Tantangan utama terletak pada besarnya biaya, kapasitas produksi, serta durasi pengerjaan yang cenderung lebih panjang.
4. Produksi Kontinu
Banyak digunakan di sektor industri kimia dan energi dengan proses yang berjalan tanpa henti. Keberhasilan operasional sangat bergantung pada keandalan sistem untuk meminimalkan risiko dan gangguan.
5. Produksi Lean
Menitikberatkan pada pengurangan pemborosan, penyederhanaan alur kerja, dan peningkatan efisiensi. Penerapannya sering kali menuntut perubahan budaya kerja di dalam organisasi.
Perusahaan Marimas adalah contoh yang memperlihatkan betapa ERP berkontribusi secara signifikan dalam mengoptimalkan proses manufaktur dan produksi. Klik di sini untuk membaca selengkapnya!
Perbedaan Manufaktur dan Produksi
Setelah mengetahui persamaan dari manufaktur dan produksi, berikut ini terdapat beberapa perbedaan produksi dan manufaktur yaitu:
- Proses manufaktur hanya berfokus secara eksklusif pada konversi bahan baku berupa barang berwujud menjadi produk jadi. Sementara proses produksi mencakup konversi pada barang berwujud dan juga tidak berwujud.
- Sumber bahan baku atau bahan mentah pada proses manufaktur berasal dari luar perusahaan atau produsen. Sementara pada proses produksi, bahan baku tidak harus dari luar, bahan baku juga bisa saja berasal dari internal perusahaan.
- Proses manufaktur dapat menggunakan tenaga kerja, peralatan dan mesin untuk memproduksi. Sementara proses produksi tidak selalu menggunakan mesin.
- Keluaran dari hasil manufaktur adalah produk jadi berupa barang. Sementara keluaran dari hasil produksi adalah produk jadi berupa barang atau jasa.
- Manufaktur adalah istilah dengan cakupan lebih sempit (khusus) sementara produksi merupakan istilah dengan cakupan lebih luas (umum).
Maka dari itu perbedaan manufaktur dan produksi dapat juga Anda lihat dari segi penggunaan istilahnya. Bisa dikatakan bahwa semua manufaktur termasuk ke dalam produksi, tetapi tidak semua produksi dapat disebut sebagai manufaktur.
Baca juga: Tingkatkan Proses Produksi dengan Sistem Manufaktur Terbaik!
Kegunaan Software Manufaktur bagi Usaha Pabrik
Anda biasanya mengasosiasikan pabrik dengan peralatan canggih dan mesin produksi yang besar. Namun, selain mesin produksi, banyak usaha manufaktur juga menggunakan software manufaktur untuk menghubungkan seluruh mesin produksi dan update ke para staff-nya.
Fitur utama software manufaktur yang sangat membantu perusahaan yaitu:
- Penjadwalan Produksi Berbasis Riwayat Permintaan: Sistem menyusun jadwal produksi berdasarkan data permintaan sebelumnya, termasuk tren dan pola musiman, dalam format harian, mingguan, atau bulanan.
- Manajemen Resep Produksi (BoM): Setiap produk memiliki daftar bahan baku lengkap dengan takaran dan satuan ukur. Saat produksi dibuat, sistem otomatis menarik komposisi material sesuai resep.
- Perencanaan Kebutuhan Material: Kebutuhan bahan baku dihitung otomatis berdasarkan jadwal produksi, komposisi BoM, dan stok yang tersedia.
- Pengendalian Mutu Produksi: Proses pemeriksaan kualitas dicatat pada setiap tahap produksi, termasuk temuan dan status tindak lanjutnya.
- Simulasi Produksi Barang Jadi: Pengguna dapat memproyeksikan jumlah output berdasarkan kapasitas produksi dan ketersediaan material sebelum jadwal dikonfirmasi.
- Manajemen Jadwal dengan Gantt Chart: Jadwal produksi ditampilkan dalam Gantt Chart yang menunjukkan durasi, urutan kerja, dan keterkaitan antar proses.
- Pencatatan Biaya Produksi: Penggunaan bahan baku, jam kerja tenaga produksi, dan biaya overhead dicatat dalam satu sistem perhitungan.
- Pencatatan Stok Produksi Real-Time: Pergerakan bahan baku dan barang jadi langsung tercatat otomatis dalam sistem saat proses berlangsung.
Itulah definisi tentang manufaktur. Di zaman modern ini, sudah selayaknya perusahaan manufaktur berinvestasi menggunakan alat modern untuk hasil produksi yang berstandar baku, serta alat digital seperti software manufaktur untuk menyatukan seluruh proses produksinya.







