Proses penggajian karyawan melibatkan banyak komponen, seperti absensi, lembur, tunjangan, potongan pajak, dan iuran BPJS. Karena itu, perusahaan memerlukan pengelolaan yang rapi agar perhitungan gaji tetap akurat dan pembayaran dilakukan tepat waktu.
Pengelolaan tersebut dilakukan melalui fungsi HR payroll. Dalam perusahaan, HR payroll berperan mengatur proses penggajian beserta administrasinya secara terstruktur. Artikel ini membahas pengertian HR payroll, komponen yang dikelola, fungsi, proses, dan pentingnya bagi perusahaan.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Apa Itu HR Payroll?
HR payroll adalah fungsi dalam pengelolaan sumber daya manusia yang menangani administrasi penggajian karyawan. Cakupannya meliputi perhitungan gaji, tunjangan, lembur, bonus, serta berbagai potongan seperti PPh 21 dan iuran BPJS, baik Kesehatan maupun Ketenagakerjaan.
Tugas HR payroll tidak berhenti pada menghitung nominal gaji. Fungsi ini juga mencakup pemeriksaan data pendukung, ketepatan waktu pembayaran, dan pencatatan dokumen penggajian agar proses kompensasi berjalan tertib serta sesuai ketentuan perusahaan.
Komponen yang Dikelola dalam HR Payroll
HR payroll mengelola seluruh komponen yang memengaruhi jumlah gaji yang diterima karyawan. Setiap komponen perlu dicatat dan dihitung dengan tepat karena berhubungan langsung dengan hak karyawan, kewajiban perusahaan, dan ketepatan administrasi penggajian.
Berikut komponen utama yang umumnya dikelola dalam HR payroll:
1. Gaji pokok
Gaji pokok adalah imbalan dasar yang menjadi hak karyawan sesuai jabatan, tanggung jawab, dan ketentuan perusahaan. Komponen ini menjadi dasar perhitungan beberapa komponen penggajian lainnya.
2. Tunjangan tetap dan tidak tetap
Tunjangan tetap diberikan secara rutin dalam periode tertentu, misalnya tunjangan jabatan atau tunjangan keluarga. Tunjangan tidak tetap diberikan sesuai kondisi tertentu, seperti insentif, komisi, uang makan, atau uang transport yang bergantung pada kehadiran maupun pencapaian.
3. Lembur
Lembur merupakan tambahan pembayaran atas pekerjaan yang dilakukan di luar jam kerja normal. Perhitungannya biasanya mengacu pada ketentuan jam kerja dan tarif lembur yang berlaku.
4. Pajak (PPh 21)
HR payroll juga mengelola pemotongan pajak penghasilan karyawan (PPh 21) sesuai ketentuan perpajakan. Komponen ini perlu dihitung dengan cermat agar jumlah potongan dan pelaporannya sesuai.
5. BPJS
Komponen ini mencakup iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang menjadi kewajiban perusahaan dan karyawan. HR perlu memastikan pemotongan dan pencatatannya dilakukan dengan benar pada setiap periode gaji.
6. Potongan lain
Selain pajak dan BPJS, payroll juga dapat mencakup potongan lain seperti pinjaman karyawan, iuran koperasi, atau potongan administratif lain sesuai kebijakan perusahaan.
7. Take-home pay
Take-home pay adalah jumlah gaji bersih yang diterima karyawan setelah seluruh komponen pendapatan dijumlahkan dan seluruh potongan dikurangkan. Nilai ini menjadi hasil akhir dari proses perhitungan payroll.
Fungsi HR Payroll bagi Perusahaan
HR payroll memiliki fungsi penting dalam menjaga proses penggajian tetap tertib, akurat, dan konsisten. Fungsi ini tidak hanya berkaitan dengan perhitungan gaji, tetapi juga dengan pengelolaan data dan administrasi yang mendukung proses penggajian secara menyeluruh.
1. Menghitung gaji secara akurat berdasarkan data kerja
HR payroll bertugas menghitung gaji dari data yang benar-benar terjadi dalam periode berjalan, seperti kehadiran, keterlambatan, lembur, cuti, dan komponen tambahan lainnya. Fungsi ini penting karena kesalahan kecil pada input atau rumus dapat memengaruhi nominal gaji yang diterima karyawan.
Selain menghitung, HR juga perlu memeriksa kesesuaian data sebelum gaji diproses. Dengan begitu, perusahaan dapat mengurangi risiko salah bayar, koreksi slip gaji, dan komplain setelah pembayaran dilakukan.
2. Mengelola komponen penggajian agar perhitungan konsisten
Setiap karyawan dapat memiliki komponen gaji yang berbeda, tergantung jabatan, status kerja, skema tunjangan, insentif, atau potongan yang berlaku. HR payroll berfungsi mengelola seluruh komponen tersebut agar perhitungan tetap konsisten antarperiode dan tidak berubah-ubah tanpa dasar yang jelas.
Fungsi ini juga membantu perusahaan menjaga kerapian struktur penggajian. Saat komponen dikelola dengan baik, proses audit internal, pengecekan slip gaji, dan penelusuran selisih nominal menjadi lebih mudah.
3. Menjaga ketepatan waktu pembayaran gaji
Payroll juga berperan dalam memastikan seluruh tahapan penggajian selesai sesuai jadwal, mulai dari pengumpulan data, pemeriksaan, hingga finalisasi nominal gaji. Ketepatan waktu tidak hanya bergantung pada transfer bank, tetapi juga pada kesiapan data dan kelengkapan proses sebelumnya.
Jika fungsi HR payroll berjalan tertib, perusahaan dapat mengurangi keterlambatan pembayaran yang berisiko mengganggu kepercayaan karyawan dan menambah beban administrasi karena revisi mendadak.
4. Mendukung kepatuhan terhadap kewajiban pajak dan iuran
Dalam proses payroll, perusahaan tidak hanya membayar gaji, tetapi juga menjalankan kewajiban pemotongan dan pencatatan seperti PPh 21 serta iuran BPJS. HR payroll membantu memastikan komponen tersebut dihitung dan dicatat sesuai ketentuan yang berlaku pada periode penggajian.
Fungsi ini penting untuk mengurangi risiko kesalahan potong, selisih perhitungan, atau kendala administrasi yang dapat berdampak pada pelaporan dan kepatuhan perusahaan.
5. Mendukung transparansi dan ketertiban administrasi penggajian
Payroll juga berfungsi menjaga dokumentasi penggajian tetap rapi, mulai dari rekap komponen gaji, data pendukung, hingga slip gaji karyawan. Dokumentasi yang tertib memudahkan perusahaan saat perlu melakukan pengecekan ulang, klarifikasi, atau evaluasi proses payroll.
Bagi karyawan, transparansi administrasi membantu mereka memahami komponen penghasilan dan potongan yang tercantum pada slip gaji. Hal ini dapat mengurangi kesalahpahaman dan membuat proses penggajian lebih jelas bagi kedua pihak.
Proses HR Payroll Secara Umum
Proses payroll biasanya berjalan dalam beberapa tahap berurutan, dari pengumpulan data sampai arsip akhir. Urutan ini penting karena kesalahan pada tahap awal dapat terbawa sampai pembayaran gaji.
1. Mengumpulkan data
Tahap pertama adalah mengumpulkan data yang memengaruhi gaji pada periode berjalan, seperti absensi, keterlambatan, lembur, cuti, tunjangan, insentif, dan reimbursement. Jika data dari satu unit belum lengkap—misalnya rekap lembur tim operasional belum masuk—nominal gaji dapat diproses dengan angka yang belum final.
2. Menghitung komponen gaji dan potongan
Setelah data terkumpul, tim HR menghitung seluruh komponen pendapatan dan potongan, seperti gaji pokok, tunjangan, lembur, PPh 21, BPJS, dan potongan lain. Pada tahap ini, perubahan status tunjangan atau potongan yang belum diperbarui dapat membuat hasil take-home pay tidak sesuai.
3. Verifikasi
Sebelum gaji dibayarkan, hasil perhitungan diperiksa kembali untuk memastikan data dan nominal sudah benar. Tahap ini membantu menemukan komponen yang terlewat, duplikasi perhitungan, atau ketidaksesuaian antara data kehadiran dan perhitungan lembur sebelum slip gaji diterbitkan.
4. Distribusi slip gaji dan pembayaran
Setelah payroll final, perusahaan menerbitkan slip gaji dan memproses pembayaran ke rekening karyawan. Rincian pada slip gaji memudahkan penelusuran ketika ada pertanyaan terkait selisih nominal, karena komponen pendapatan dan potongan sudah tercatat dalam satu dokumen.
5. Pelaporan pajak dan BPJS
Setelah pembayaran dilakukan, HR payroll menyiapkan data untuk pelaporan potongan PPh 21 dan iuran BPJS sesuai ketentuan yang berlaku. Rekap payroll bulanan biasanya menjadi dasar untuk mencocokkan jumlah potongan yang dihitung saat penggajian dengan data yang akan dilaporkan.
6. Dokumentasi
Tahap terakhir adalah menyimpan dokumen payroll, seperti rekap perhitungan, slip gaji, bukti transfer, dan data pendukung lainnya. Saat muncul koreksi atau pertanyaan untuk periode sebelumnya, tim HR dapat menelusuri data lebih cepat jika arsip payroll tersusun rapi.
HR payroll berperan penting dalam menjaga proses penggajian tetap akurat, tepat waktu, dan tertib secara administrasi. Fungsi ini mencakup pengelolaan komponen gaji, potongan, hingga dokumen payroll management yang berdampak langsung pada operasional perusahaan dan kepercayaan karyawan.
Dengan memahami komponen, fungsi, dan proses HR payroll, perusahaan dapat mengurangi risiko salah hitung, keterlambatan pembayaran, dan koreksi berulang. Jika proses payroll masih manual, evaluasi alur kerja dan kebutuhan sistem dapat menjadi langkah awal untuk merapikan proses penggajian.
Frequently Asked Questions About HR Payroll
-
Apa itu HR payroll?
HR payroll adalah fungsi dalam pengelolaan sumber daya manusia yang menangani administrasi penggajian karyawan, mulai dari perhitungan gaji, tunjangan, lembur, pajak, BPJS, hingga potongan lainnya.
-
Apa saja komponen yang dikelola dalam HR payroll?
Komponen payroll umumnya mencakup gaji pokok, tunjangan tetap dan tidak tetap, lembur, potongan PPh 21, iuran BPJS, potongan lain, serta perhitungan take-home pay sebagai gaji bersih yang diterima karyawan.
-
Mengapa HR payroll penting bagi perusahaan?
HR payroll penting karena membantu perusahaan menjaga akurasi perhitungan gaji, ketepatan waktu pembayaran, ketertiban administrasi penggajian, serta mendukung kepatuhan terhadap kewajiban pajak dan iuran tenaga kerja.






