Capital Expenditure adalah alokasi dana yang disisihkan perusahaan untuk keperluan pengembangan bisnis secara profit atau untuk mengefisienkan kinerja bisnis. Di Indonesia, CAPEX ini juga disebut sebagai belanja modal yang memiliki manfaat baik bagi keberlanjutan bisnis ke depannya.
Menurut survei dari McKinsey, perusahaan yang mengelola siklus CAPEX secara menyeluruh mulai dari perencanaan portfolio sampai eksekusi proyek dapat mengurangi biaya proyek dan durasi pengerjaan hingga 30%.
Tidak hanya dalam hal aset, CAPEX juga berperan dalam membangun reputasi perusahaan, sebagai tanda bahwa perusahaan memiliki arah bisnis yang jelas dan memiliki potensi profitabilitas yang baik. Ini dapat menarik investor untuk berinvestasi pada perusahaan Anda.
Key Takeaways
CAPEX penting dalam pendapatan aset perusahaan yang akan berguna bagi perkembangan bisnis di masa mendatang.
Tujuan perhitungan biaya CAPEX ada banyak, seperti pembelian mesin produksi baru, penentuan strategi usaha, dan juga sebagai alat penjamin kepatuhan perusahaan.
CAPEX berperan dalam pengambilan keputusan bisnis agar keputusan pembelian aset tidak hanya didasari perasaan dan asumsi saja, tetapi ada bukti akurat yang menyertai sehingga keputusan bisnis lebih akurat.
Daftar Isi:
Apa yang Dimaksud dengan CAPEX?
CAPEX atau Capital Expenditure adalah pengeluaran yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan untuk mendapatkan atau memelihara aset jangka panjang yang menghasilkan profit dan berdampak pada operasional bisnis. Jenis-jenis pengeluaran ini meliputi pembelian mesin baru, pembangunan fasilitas baru, dan juga perawatan serta upgrade mesin agar lebih optimal dalam mendukung operasional.
Dalam bahasa Indonesia, CAPEX biasa disebut sebagai “belanja modal”. Sesuai namanya, jika perusahaan ingin berinvestasi jangka panjang yang dapat menghasilkan potensi keuntungan yang baik, perusahaan akan mengalokasikan dana CAPEX untuk pengembangan bisnis lebih jauh.
Jenis-Jenis dari CAPEX dan Perannya Masing-Masing
CAPEX memiliki banyak peran, yaitu sebagai alat untuk menghitung belanja modal mesin baru, pemeliharaan, dan peningkatan alat produksi. Maka dari itu, CAPEX terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan prioritas kebutuhan pada bisnis. Anda bisa memahami apa saja jenis-jenisnya di bawah ini:
- CAPEX pemeliharaan: CAPEX yang digunakan untuk menghitung biaya pemeliharaan mesin tua atau yang akan rusak sehingga proses produksi perusahaan tetap berjalan optimal. Pengeluaran ini mencakup pembelian sparepart mesin dan penambahan komponen jika mesin di-upgrade.
- Growth CAPEX: CAPEX pertumbuhan adalah CAPEX yang digunakan untuk keperluan pengembangan bisnis, misalnya ekspansi bisnis untuk menjangkau pasar lebih luas. Contoh pengeluaran pada CAPEX ini ditujukan untuk pembangunan pabrik baru atau riset produk baru yang berpotensi dijual ke khalayak luas.
- CAPEX untuk keperluan strategis: Sesuai namanya, CAPEX ini berfungsi untuk menargetkan rencana bisnis jangka panjang yang dapat menguntungkan, misalnya akuisisi perusahaan lain dan R&D (Research and Development) produk.
- Regulatory CAPEX: Menargetkan pada kepatuhan perusahaan terhadap regulasi hukum di Indonesia. Dana CAPEX ini dialokasikan untuk pembelian atau implementasi perangkat yang mendukung compliance perusahaan, seperti software accounting yang terintegrasi dengan modul HRM (Human Resources Management) untuk mencegah error payroll yang dapat berujung pada masalah penerapan hukum ketenagakerjaan di kantor.
- Technology CAPEX atau Digital: Pengeluaran modal ini digunakan untuk investasi pada teknologi perusahaan yang mendukung operasional bisnis dan kesejahteraan seluruh pihak. Contoh dari pembelian ini yaitu implementasi pusat data digital dan sistem bisnis inti jangka panjang seperti software ERP (Enterprise Resources Planning) dan CRM (Customer Relationships Management).
Semua CAPEX di atas memiliki tujuan dan perannya masing-masing dalam menjaga dan mengembangkan operasional bisnis Anda. Setelah ini, Anda dapat mempelajari manfaat-manfaat esensial dari menghitung Capital Expenditure.
Manfaat Penghitungan Capital Expenditure
Selain bermanfaat bagi pembelian maupun perawatan aset perusahaan, CAPEX memiliki beberapa manfaat lain yang juga tidak kalah penting. Manfaat-manfaatnya yaitu:
1. Membantu dalam perencanaan finansial jangka panjang
Analisis CAPEX membantu pemimpin perusahaan dalam memahami apakah jika dana dialokasikan untuk mendapatkan/meng-upgrade suatu aset, potensi pengembalian keuntungan atau investasinya menarik.
2. Sebagai alat pengalokasian sumber daya
Dengan menghitung CAPEX secara cermat, perusahaan memiliki dasar untuk memutuskan pengalokasian dana ke sumber daya yang menjadi prioritas pengembangan bisnis.
3. Meningkatkan kepercayaan investor
CAPEX menjadi sinyal bahwa perusahaan memiliki kejelasan arah bisnis, sehingga ini dapat membangkitkan kepercayaan investor karena investor menilai kesehatan suatu bisnis dari seberapa produktif dan seberapa besar jaminan profit yang ditargetkan perusahaan.
4. Membuat manajemen arus kas lebih sehat
Perencanaan CAPEX yang terstruktur membuat pengelolaan cash flow perusahaan lebih transparan dan mudah dipantau karena alokasi dana menjadi jelas semua peruntukan dan tujuannya.
5. Memantau depresiasi aset
Catatan pengeluaran belanja modal memberikan gambaran jelas mengenai umur aset, frekuensi pakai, dan record servicenya, sehingga dapat dijadikan perusahaan sebagai data untuk memantau kesehatan aset dan apakah sudah perlu perbaikan atau belum.
6. Mengoptimalkan manfaat pajak
Belanja modal memberi manfaat pajak karena perusahaan dapat mengurangi Penghasilan Kena Pajak karena perannya sebagai tax shield. Contohnya, jika sebuah perusahaan membeli mesin produksi seharga Rp50 juta, maka pajak tidak akan dikenakan secara penuh seperti halnya laba karena mesin dinilai dari masa manfaat dan seberapa besar penyusutannya. Jika mesin memiliki masa manfaat 5 tahun, maka pajaknya akan dibagi 5 tahun.
UU PPh No. 36 Pasal 11 Tahun 2008 mengatur bahwa pengeluaran untuk pembelian, pendirian, penambahan, perbaikan, atau perubahan harta berwujud yang masa manfaatnya lebih dari 1 tahun tidak boleh langsung dibebankan sebagai biaya dan disusutkan selama masa manfaatnya.
7. Berperan dalam kompetisi pasar
Manfaat CAPEX dalam pengembangan bisnis tidak hanya berdampak pada efisiensi operasional internal perusahaan, melainkan juga memberikan perusahaan kekuatan untuk bersaing di pasaran.
Anggap saja jika perusahaan Anda memiliki perhitungan CAPEX yang kuat untuk mengganti mesin produksi yang sudah usang, setelah mesin diganti dengan yang baru, proses produksi Anda menjadi lebih cepat dan dapat memenuhi permintaan konsumen.
Ini memberikan efek positif bagi perkembangan profitabilitas yang diterima perusahaan dan membuat nama perusahaan menjadi semakin diandalkan oleh konsumen.
8. Sebagai patokan untuk melihat ROI
Bagi pemilik perusahaan dan investor, perhitungan CAPEX yang akurat memberi gambaran seberapa besar dan lama Return on Investment yang akan didapat karena penghitungan belanja modal mengukur biaya dan manfaat yang didapat dari aset yang dibeli.
Capital Expenditure Sebagai Proses Pengambilan Keputusan Bisnis
Peran belanja modal atau CAPEX tidak bisa dilepaskan dari proses bisnis karena perhitungannya menjadi dasar untuk mengambil keputusan sebelum membeli sebuah aset atau melakukan ekspansi bisnis. Penghitungan belanja modal yang buruk akan menyebabkan perusahaan salah langkah dalam membeli aset atau berkembang lebih jauh, bahkan bisa menyebabkan perusahaan terseret dalam masalah hukum jika misalnya CAPEX ditujukan untuk meningkatkan kepatuhan.
Jika investasi sampai salah, perusahaan dapat mengalami kerugian dalam jangka panjang karena aset yang dipakai merupakan aset tahunan yang mahal dan ini akan memengaruhi tingkat pengembalian ROI dan profit.
Untuk memahami bagaimana cara menerapkan CAPEX dalam rencana beli modal, Anda bisa lihat langkah-langkah di bawah:
- Identifikasi terlebih dulu peluang investasi: Peluang investasi bisnis yang banyak berbeda-beda tergantung kebutuhan bisnis Anda. Lakukan penilaian pada investasi yang paling cocok dengan kebutuhan perusahaan.
- Analisis kelayakan dengan alat keuangan: Kelayakan investasi modal dihitung menggunakan rumus keuangan seperti Net Present Value dan lama payback period setelah investasi aset. Ini berfokus pada berapa biaya yang dikeluarkan untuk membeli aset dan berapa yang akan didapatkan melalui penggunaan aset ini.
- Nilailah potensi risiko: Buatlah asumsi kasus terburuk atau worst case dan yang terbaik (best case) dari investasi yang Anda hendak ambil. Setiap investasi memiliki keuntungan dan kekurangannya tersendiri, jadi sesuaikanlah profil risiko yang bisa ditangani oleh bisnis Anda dan tidak menyebabkan kerugian besar.
Rumus-Rumus Utama Menghitung CAPEX
Perhitungan CAPEX melibatkan rumus yang berbeda-beda tergantung apa yang akan dihitung dalam aspek bisnis. Berikut Anda bisa pelajari apa saja rumus-rumus dan kapan penggunaannya yang tepat:
Rumus CAPEX dasar
Digunakan untuk menghitung berapa besar belanja modal dalam satu periode.
Rumus Free Cash Flow
Untuk mengetahui sisa kas bebas setelah perusahaan membayar kebutuhan operasional dan investasi aset jangka panjang.
Rasio CAPEX
Dipakai untuk mengukur kemampuan perusahaan membiayai belanja modal dari kas operasionalnya sendiri.
Payback Period
Untuk menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan agar investasi balik modal.
Return on Investment
Dipakai untuk menilai seberapa besar keuntungan investasi dibandingkan biaya yang dikeluarkan.
Rasio Depresiasi terhadap CAPEX
Untuk melihat hubungan antara nilai penyusutan aset dan belanja modal baru.
Net Present Value
Apa Saja Checklist yang Perlu Diperhatikan untuk Menilai Kelayakan CAPEX?
Untuk menilai kelayakan CAPEX yang diajukan, Anda perlu memperhatikan metrik di bawah:
| Checklist | Yang perlu dicek | Mengapa penting? |
| 1. Tujuan bisnis aset | Apakah CAPEX dipakai untuk menambah kapasitas, mengganti aset lama, meningkatkan efisiensi, memenuhi regulasi, atau ekspansi? | CAPEX harus punya alasan strategis, bukan sekadar pembelian besar. |
| 2. Total biaya investasi | Hitung harga beli, instalasi, training, maintenance, pajak, biaya implementasi, dan biaya integrasi. | Banyak CAPEX terlihat murah di awal, tetapi mahal setelah dihitung total seluruh cost nya. |
| 3. Umur manfaat aset | Berapa lama aset bisa digunakan secara produktif? | Umur manfaat memengaruhi depresiasi, biaya per tahun, dan kelayakan investasi. |
| 4. Dampak ke arus kas | Apakah perusahaan tetap punya cash flow sehat setelah belanja modal? | CAPEX biasanya menyerap dana besar, jadi perlu dicek apakah biaya operasional harian aman atau tidak. |
| 5. Estimasi cash inflow atau penghematan | Apakah aset ini menghasilkan tambahan pendapatan atau mengurangi biaya? | Capital budgeting harus bisa menilai arus kas masuk dan keluar sepanjang umur proyek. |
| 6. Payback period | Berapa lama investasi balik modal? | Payback period membantu melihat berapa lama perusahaan memulihkan biaya awal. |
| 7. Net Present Value | Apakah nilai sekarang dari manfaat masa depan lebih besar dari biaya investasi? | NPV memperhitungkan value dari biaya dan waktu yang dikorbankan untuk mendapatkan aset. |
| 8. Internal Rate of Return | Apakah tingkat pengembalian proyek lebih tinggi dari target perusahaan? | IRR membantu membandingkan potensi return antar proyek investasi. |
| 9. Risiko proyek | Apakah ada risiko keterlambatan atau pembengkakan biaya karena aset tidak bisa digunakan maksimal? | CAPEX bernilai besar dan jangka panjang, jadi salah keputusan bisa membebani perusahaan bertahun-tahun. |
| 10. Alternatif CAPEX vs OPEX | Apakah lebih baik membeli aset atau menyewanya? | Ini penting terutama untuk software, kendaraan, alat produksi, dan infrastruktur IT. |
| 11. Approval pengajuan beli aset | Siapa yang mengajukan dan menyetujui pembelian aset? | Hierarki approval perusahaan yang jelas mengurangi pembelian tidak perlu dan memudahkan audit. |
| 12. Monitoring setelah pembelian | Bagaimana aset dicatat, disusutkan, dirawat, dan dievaluasi hasilnya? | Penting untuk membandingkan hasil aktual proyek dengan business case CAPEX yang diajukan. |
Pantau dan Optimalkan CAPEX Secara Maksimal dengan Software Akuntansi
HashMicro mendukung pengelolaan CAPEX perusahaan secara end-to-end dengan menyediakan berbagai alat yang dapat mengotomatisasi dan memberikan analitik yang efisien untuk perusahaan.
Dengan software akuntansi, perusahaan bisa secara otomatis mencatat dan memantau CAPEX, mulai dari pembelian aset hingga analisis cash flow, sehingga mempercepat perencanaan investasi dan meningkatkan akurasi laporan keuangan.
Software akuntansi yang dilengkapi dengan AI membantu menyajikan laporan keuangan seperti arus kas dan neraca, memberikan insight mengenai dampak CAPEX terhadap kesehatan finansial perusahaan.
Berikut fitur-fitur dari software akuntansi yang bisa Anda pahami:
- Integrasi pengadaan & akuntansi: Aset Modul manajemen aset yang terintegrasi dengan procurement memungkinkan pemantauan pembelian aset dari vendor paling efisien dan kontrol otomatis terhadap anggaran pembelian dan biaya kontrak aset lewat sistem akuntansi.
- Perhitungan nilai & depresiasi aset otomatis: Menghitung nilai kapitalisasi, ROI, dan depresiasi secara otomatis, memungkinkan pelaporan akurat terkait alokasi CAPEX tanpa pekerjaan manual.
- Pelacakan & pemeliharaan aset secara real-time: Asset tracking secara real-time memberikan notifikasi jadwal pemeliharaan dan histori penggunaan untuk memaksimalkan nilai aset.
- Laporan keuangan & analisis multi-level: laporan aset bersifat customizable, mendukung kontrol anggaran CAPEX di berbagai level untuk menyediakan insight cash flow dari investasi aset yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan strategis.
- AI: Fitur analisis dari AI memandu rekomendasi pengadaan dan evaluasi biaya, sehingga CAPEX lebih efisien dan tepat sasaran.
Kesimpulan
Menghitung CAPEX memerlukan proyeksi bisnis yang jelas serta penyusunan strategi pengembangan bisnis yang matang agar Capital Expenditure dapat dihitung dengan lebih akurat menyesuaikan dengan kebutuhan, risiko bisnis, dan modal yang Anda miliki.
Pastikan untuk mencatat semua pengeluaran, pemasukan, rencana bisnis, serta risiko bisnis untuk memastikan CAPEX yang akurat dan layak bagi kemajuan perusahaan.
Pertanyaan Seputar Capital Expenditure
-
Apa perbedaan OPEX dan CAPEX?
OPEX atau Operational Expenditure adalah biaya operasional sehari-hari perusahaan untuk keperluan menjalankan bisnis seperti gaji, maintenance, listrik, air, maupun sewa unit. Lain halnya dengan CAPEX yang lebih berfokus untuk modal pengembangan bisnis.
-
Apa saja yang termasuk biaya CAPEX?
Biaya CAPEX mencakup pengeluaran untuk pengembangan bisnis seperti pembelian tanah, pembangunan pabrik, maupun pembelian mesin produksi yang lebih mutakhir untuk produksi yang lebih efisien.
-
Apakah gaji termasuk CAPEX atau OPEX?
Gaji termasuk pada OPEX atau biaya operasional karena biaya ini rutin dikeluarkan setiap hari/per bulan untuk memastikan karyawan tetap bekerja dan menghasilkan output bagi perusahaan.
-
Apa itu Revenue Expenditure?
Revenue Expenditure adalah pengeluaran jangka pendek yang digunakan untuk mendukung aktivitas operasional. Biaya ini tidak dianggap sebagai aset perusahaan untuk pengembangan bisnis, tetapi sebagai beban yang ditanggung dan berpengaruh pada laba rugi yang diterima perusahaan.






