CNBC Awards
×

Kerja Lebih Tenang di Bulan Ramadan!

Diskon 20% untuk Semua Modul!*

Manfaatkan promo spesial ini dan pastikan bisnis tetap lancar selama Ramadan!

Sisa Waktu --:--:--

*hanya untuk 100 klaim pertama

Memahami Cost of Goods Sold (COGS) dan Pengaruhnya Terhadap Bisnis

Diterbitkan:

Banyak pebisnis merasa penjualannya sudah tinggi tetapi laba yang dihasilkan tetap tidak sesuai harapan. Salah satu penyebab yang sering kurang diperhatikan adalah Cost Of Goods Sold (COGS). COGS adalah biaya langsung yang muncul untuk menghasilkan produk atau jasa yang dijual. Ketika angka ini tidak dihitung secara tepat, bisnis dapat salah dalam menetapkan harga.

Oleh karena itu, memahami Cost Of Goods Sold (COGS) sangat penting bagi pebisnis yang ingin menjaga kesehatan finansial usahanya. Dengan mengetahui komponen biaya secara rinci seperti biaya overhead, biaya karayawan, dll maka Anda dapat mengambil keputusaan strategis dan menjaga profit perusahaan tetap optimal.

Key Takeaways

  • Cost Of Goods Sold (COGS) adalah total biaya langsung yang perusahaan keluarkan untuk menghasilkan atau memperoleh barang yang benar-benar terjual dalam satu periode.
  • Rumus dari COGS = Persediaan Awal + Pembelian Bersih – Persediaan Akhir
  • Dengan pemahaman yang jelas tentang COGS perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam hal penetapan harga produk, pemantauan biaya produksi, dan perhitungan laba atau rugi.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Definisi COGS 

      Cost of goods sold (COGS) adalah total biaya langsung yang perusahaan keluarkan untuk menghasilkan atau memperoleh barang yang benar-benar terjual dalam satu periode. Sederhananya, angka ini membantu perusahaan melihat berapa biaya riil di balik setiap penjualan, sehingga profit tidak hanya terlihat besar di laporan, tetapi juga benar-benar sehat secara operasional.

      Bagi pebisnis, angka ini penting karena menjadi dasar untuk menghitung gross profit dan membaca kesehatan margin usaha. Saat Anda memahami COGS dengan tepat, Anda dapat menentukan harga lebih akurat dan mengambil keputusan bisnis dengan dasar strategis.

      Komponen COGS

      cogs

      Untuk memahami perhitungan Cost of Goods Sold (COGS) dengan lebih baik, penting untuk mengetahui komponen-komponen yang termasuk dalam COGS. Adapun komponen-komponen tersebut antara lain:

      1. Persediaan Awal dan Akhir

      Persediaan awal mengacu pada nilai persediaan barang pada awal periode tertentu sebelum dilakukannya transaksi. Sedangkan persediaan akhir adalah nilai persediaan barang pada akhir periode. Kedua nilai ini penting untuk menghitung perubahan nilai persediaan selama periode tertentu.

      2. Biaya Tenaga Kerja Langsung

      Biaya tenaga kerja langsung meliputi gaji dan tunjangan yang diberikan kepada karyawan yang terlibat langsung dalam proses produksi barang atau jasa. Biaya tenaga kerja langsung merupakan salah satu komponen yang signifikan dalam perhitungan COGS, karena berhubungan langsung dengan produksi dan pengerjaan barang.

      3.Overhead Pabrik

      Overhead pabrik mencakup semua biaya lainnya yang terkait dengan kegiatan produksi, selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Contohnya meliputi biaya sewa pabrik, depresiasi mesin-mesin produksi, biaya listrik, dan biaya pemeliharaan pabrik. Biaya overhead pabrik perlu diperhitungkan dengan cermat agar estimasi COGS dapat lebih akurat.

      Rumus dan Cara Menghitung COGS

      Rumus cost of goods sold (COGS) digunakan untuk mengetahui total biaya langsung dari barang yang benar-benar terjual dalam satu periode. Bagi pebisnis, angka ini penting karena membantu membaca laba kotor dengan lebih akurat dan menilai apakah biaya produksi atau pembelian masih terkendali.

      Secara umum, rumus COGS adalah:

      COGS = Persediaan Awal + Pembelian Bersih – Persediaan Akhir

      Cara menghitungnya cukup berurutan. Pertama, tentukan nilai persediaan awal pada awal periode. Kedua, tambahkan total pembelian bersih atau biaya produksi selama periode berjalan. Ketiga, kurangi dengan persediaan akhir yang masih tersisa. Hasil akhirnya menunjukkan biaya barang yang benar-benar terjual, bukan seluruh stok yang dimiliki.

      Berikut contoh penerapan dari rumus COGS: 

      Pada bisnis manufaktur COGS biasanya mencerminkan biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead produksi yang melekat pada barang jadi yang terjual. Misalnya, sebuah pabrik memiliki persediaan awal barang jadi Rp70.000.000, total biaya produksi selama periode berjalan Rp200.000.000, dan persediaan akhir barang jadi Rp60.000.000. Maka hasil perhitungannya adalah:

      COGS = Rp70.000.000 + Rp200.000.000 – Rp60.000.000 = Rp210.000.000

      Dari contoh tersebut terlihat bahwa semakin akurat data stok dan biaya yang dicatat, maka semakin tepat perusahaan dalam menilai margin keuntungan.

      download skema harga software erp
      download skema harga software erp

      Manfaat Perhitungan COGS bagi Perusahaan

      Bagi perusahaan, perhitungan COGS bukan hanya berguna untuk kebutuhan laporan keuangan, tetapi juga membantu membaca kondisi margin, mengontrol biaya, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.

      1. Membantu perusahaan mengetahui laba kotor secara lebih akurat

      Manfaat paling utama dari perhitungan COGS adalah membantu perusahaan mengetahui gross profit secara lebih tepat. Tanpa angka COGS yang akurat, bisnis bisa melihat penjualan tinggi, tetapi tidak benar-benar memahami berapa keuntungan yang tersisa setelah menutup biaya langsung. Karena itu, COGS menjadi fondasi utama untuk membaca kesehatan keuangan perusahaan.

      2. Mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih strategis

      COGS memberi gambaran yang jelas tentang efisiensi biaya dan kinerja produk yang dijual. Data ini membantu manajemen saat ingin mengevaluasi produk yang paling menguntungkan, menyusun target margin, hingga menentukan langkah ekspansi. Dengan kata lain, keputusan bisnis menjadi lebih terarah karena didasarkan pada angka yang nyata, bukan asumsi.

      3. Mendukung penetapan harga jual yang lebih tepat

      Perusahaan tidak bisa menetapkan harga jual hanya berdasarkan harga pasar atau perkiraan semata. COGS membantu bisnis memahami batas minimum harga agar tetap menghasilkan margin yang sehat. Saat biaya langsung diketahui dengan jelas, perusahaan dapat menetapkan harga yang lebih kompetitif tanpa mengorbankan profitabilitas.

      4. Memudahkan perusahaan mengontrol biaya operasional inti

      Perubahan pada COGS sering kali menunjukkan adanya kenaikan biaya bahan baku, inefisiensi produksi, atau pemborosan dalam proses bisnis. Karena itu, perhitungan COGS membantu perusahaan lebih cepat menemukan sumber masalah pada biaya inti operasional. Semakin rutin dipantau, semakin mudah pula perusahaan menjaga efisiensi.

      5. Membantu perusahaan menjaga kesehatan margin bisnis

      Margin bisnis yang sehat tidak hanya bergantung pada tingginya penjualan, tetapi juga pada kemampuan perusahaan mengendalikan biaya langsung. Dengan menghitung COGS secara konsisten, perusahaan dapat melihat lebih cepat apakah margin mulai tertekan atau masih berada pada level yang aman. Ini penting agar bisnis bisa segera menyesuaikan strategi sebelum profit terus menurun.

      Tantangan dalam Menghitung COGS dan Cara Mengatasinya

      Berikut beberapa tantangan dalam COGS adalah:

      1. Data persediaan tidak akurat

      Salah satu tantangan paling umum dalam menghitung COGS adalah data persediaan yang tidak sesuai dengan kondisi aktual. Selisih stok, keterlambatan input, atau pencatatan yang masih manual sering membuat nilai persediaan awal maupun akhir menjadi tidak akurat.

      Cara mengatasi: Melakukan stock opname secara rutin, memperbarui pencatatan secara berkala, dan menggunakan sistem inventaris yang mampu mencatat pergerakan barang secara lebih real-time. Dengan data stok yang lebih akurat, perhitungan COGS pun menjadi lebih dapat diandalkan.

      2. Perubahan harga bahan baku atau barang terlalu fluktuatif

      Harga bahan baku atau barang dagang yang terus berubah dapat membuat perusahaan sulit menentukan biaya yang benar-benar mencerminkan kondisi bisnis. Jika perubahan ini tidak dicatat dengan baik, hasil COGS bisa terlalu rendah atau justru terlalu tinggi.

      Cara mengatasi: Perusahaan perlu menetapkan metode penilaian persediaan yang konsisten seperti FIFO atau rata-rata tertimbang, lalu menerapkannya secara disiplin. Selain itu, evaluasi biaya pembelian secara berkala juga penting agar perubahan harga tidak mengganggu akurasi laporan.

      3. Kesalahan dalam membedakan biaya langsung dan biaya tidak langsung

      Tidak semua perusahaan mampu memisahkan biaya yang masuk ke COGS dengan tepat. Masalah ini biasanya muncul ketika biaya operasional umum, seperti pemasaran atau administrasi, tercampur dengan biaya produksi atau pembelian barang.

      Cara mengatasi: Membuat klasifikasi biaya yang jelas sejak awal. Perusahaan perlu memastikan bahwa hanya biaya langsung yang berkaitan dengan barang atau produk terjual yang masuk ke COGS, sedangkan biaya lain dicatat sebagai beban operasional terpisah.

      4. Pencatatan pembelian dan retur tidak tertib

      Perhitungan COGS sangat bergantung pada data pembelian bersih. Jika retur pembelian, potongan harga, atau barang rusak tidak dicatat dengan rapi, nilai pembelian bisa menjadi bias dan membuat COGS tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

      Cara mengatasi: Perusahaan perlu membangun prosedur pencatatan pembelian yang lebih disiplin. Setiap transaksi masuk, retur, dan penyesuaian harus terdokumentasi dengan baik agar nilai pembelian bersih dapat dihitung secara tepat.

      5. Proses pencatatan masih manual dan rawan human error

      Banyak bisnis masih mengandalkan spreadsheet atau pencatatan manual untuk menghitung COGS. Cara ini memang terlihat sederhana, tetapi risikonya cukup besar, terutama ketika volume transaksi meningkat dan data mulai tersebar di banyak bagian.

      Cara mengatasi: Mulai mengotomatiskan pencatatan persediaan, pembelian, dan penjualan dalam satu sistem yang terintegrasi. Langkah ini membantu perusahaan mengurangi kesalahan input, mempercepat rekonsiliasi data, dan menghasilkan perhitungan COGS yang lebih konsisten.

      Ringkasan Mengenai Pentingnya Pemahaman dan Perhitungan COGS yang Akurat

      Memahami dan menghitung cost of goods sold (COGS) secara akurat penting bagi perusahaan karena berpengaruh langsung pada laba kotor, penetapan harga, dan kontrol biaya. Saat perhitungannya tepat, bisnis dapat membaca margin dengan lebih jelas dan mengambil keputusan dengan dasar yang lebih kuat.

      Karena itu, COGS bukan hanya penting untuk tim keuangan, tetapi juga bagi pebisnis yang ingin menjaga usaha tetap efisien dan menguntungkan. Konsultasikan bisnis Anda dengan tim expert kami untuk menemukan solusi yang membantu pengelolaan biaya dan stok menjadi lebih akurat.

      Accounting_Definisi

      Pertanyaan Seputar COGS

      • Mengapa COGS penting bagi perusahaan?

        COGS penting karena memengaruhi laba kotor, strategi harga, dan evaluasi efisiensi operasional. Semakin akurat perhitungannya, semakin tepat pula perusahaan dalam membaca profitabilitas bisnis.

      • Apakah semua bisnis memiliki COGS?

        Tidak semua bisnis memiliki COGS dalam bentuk yang sama. Bisnis dagang dan manufaktur biasanya memiliki COGS yang jelas, sedangkan bisnis jasa lebih sering berfokus pada biaya layanan atau biaya operasional langsung.

      • Apa dampaknya jika COGS dihitung tidak akurat?

        Perhitungan COGS yang tidak akurat dapat membuat perusahaan salah membaca laba, menetapkan harga yang kurang tepat, dan mengambil keputusan bisnis yang berisiko. Akibatnya, margin terlihat bias dan kontrol biaya menjadi kurang efektif.


      Reno Wicaksana

      Senior Content Writer on HRIS

      Reno adalah HRM Specialist dan senior content writer dengan pengalaman lebih dari 5 tahun di industri teknologi dan manajemen sumber daya manusia. Secara konsisten mengangkat topik artikel seputar performance management, rekrutmen dan pengembangan SDM, manajemen talenta, dan sistem HRIS untuk pengelolaan karyawan.

      Jennifer merupakan seorang profesional akuntansi yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari President University dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Master of Accounting dari National University of Singapore. Pengalaman pendidikan ini membentuk kemampuannya dalam memahami dan menerapkan prinsip akuntansi serta manajemen keuangan dalam praktik bisnis. Pengalaman profesional di bidang keuangan dan pelaporan mengasah keahliannya dalam analisis finansial dan penyusunan laporan strategis. Selama tujuh tahun terakhir, Jennifer mengelola fungsi keuangan perusahaan di HashMicro, yang memperkuat kemampuannya dalam optimalisasi proses akuntansi, pengendalian internal, serta pengambilan keputusan berbasis data finansial untuk mendukung pertumbuhan bisnis.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya