Di banyak proyek, pembayaran sering menjadi hal yang paling sensitif. Pekerjaan sudah berjalan dan vendor menagih pembayaran tetapi perusahaan tetap perlu memastikan tagihan itu memang sesuai tahap pekerjaan yang sudah selesai.
Di berbagai industri seperti konstruksi dan manufaktyr manufaktur berbasis proyek skema pembayaran bertahap membantu menjaga arus kas tetap terencana tanpa mengganggu kelancaran pekerjaan. Dengan struktur yang jelas, tim keuangan dan operasional memiliki pandangan yang sama saat menilai kapan pembayaran sebaiknya dilakukan.
Memahami mekanisme ini membantu perusahaan mengambil keputusan secara terukur serta hasilnya approval lebih lancar, kontrol biaya lebih rapi, dan risiko selisih persepsi dengan vendor bisa ditekan.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Termin adalah
Termin adalah mekanisme pembayaran yang membagi kewajiban bayar ke dalam beberapa tahap mengikuti kesepakatan tertentu dalam kontrak. Pola ini umum digunakan agar pembayaran tidak sekaligus, melainkan selaras dengan hasil kerja yang sudah dicapai.
Dengan metode ini, perusahaan memiliki kontrol lebih baik atas arus kas dan risiko operasional. Setiap pembayaran dilakukan berdasarkan patokan yang jelas, sehingga proses evaluasi, approval, dan pencatatan keuangan menjadi lebih terstruktur.
Termin dan Down Payment, Apa Bedanya?
Dalam praktik bisnis, termin dan uang muka sering dianggap serupa karena sama-sama mengatur waktu pembayaran. Padahal keduanya memiliki peran yang berbeda dan memengaruhi cara perusahaan mengelola risiko serta arus kas. Berikut perbedaannya:
| Faktor keputusan praktis | Lebih cocok Down Payment | Lebih cocok Termin |
| Risiko vendor | Saat vendor butuh modal awal untuk mulai kerja tetapi Anda bisa membatasi risiko lewat DP kecil, jaminan, atau syarat pembelian material. | Saat Anda ingin menahan risiko pembayaran sampai hasil kerja terlihat, terutama bila performa vendor belum terbukti atau proyek bernilai besar. |
| Durasi proyek | Cocok untuk pekerjaan singkat atau pengadaan cepat. |
Cocok untuk proyek menengah-panjang karena pembayaran bisa mengikuti tahap dan mengurangi tekanan cashflow. |
| Bukti progress | Biasanya tidak menunggu progres karena dibayar di awal agar pekerjaan bisa berjalan. | Wajib ada bukti progres yang jelas. |
| Retensi | Umumnya tidak ada retensi karena DP dibayar sebelum pekerjaan selesai, sehingga kontrol di akhir lebih terbatas. |
Lebih mudah menerapkan retensi (mis. 5%) yang dibayar setelah final handover atau masa pemeliharaan untuk menahan risiko kualitas. |
Jenis-jenis dari Termin
Termin sebagai suatu sistem pembayaran memiliki beberapa jenis. Berikut ini merupakan beberapa jenisnya:
1. End of Month (EOM)
Pada jenis ini, pembeli wajib melakukan pembayaran bertahap pada periode waktu end of month atau akhir bulan. Adapun untuk penentuan tanggal akhir bulan pada jenis ini menjadi hal yang terpenting karena bisa saja tanggal pembayaran tersebut benar-benar pada tanggal terakhir bulan ataupun pada tanggal tertentu akhir bulan.
2. n/30
Jenis ini menandakan bahwa tanggal wajib pembayaran dari pembeli kepada penjual adalah 30 hari pasca penerimaan barang ataupun jasa oleh pembeli. Jika pembeli melakukan transaksi pada tanggal 1 Januari, maka tanggal wajib pembayaran akan jatuh pada tanggal 30 Januari.
3. n/15 dengan EOM
Dalam jenis ini menandakan bahwa pembeli wajib melakukan pembayaran 15 hari setelah tanggal akhir bulan. Jika pembeli melakukan transaksi pada tanggal 3 September dengan jenis atau syarat ini, maka tanggal wajib bayar akan jatuh pada tanggal 15 Oktober.
4. 5/10, n/30
Dalam hal ini, n/30 adalah pembayaran harus pembeli lakukan 30 hari setelah pembeli menerima barang atau jasa. Sementara itu 5/10 menandakan apabila pembayaran pembeli lakukan sebelum 10 hari dari waktu penyerahan barang atau jasa, maka pembeli akan mendapatkan potongan sebesar 5 persen. Namun angka tersebut dapat berubah berdasarkan kesepakatan antara kedua belah pihak.
Manfaat Dari Termin
Sebagai salah satu sistem pembayaran atas transaksi penjualan yang berlangsung, termin memberikan beragam manfaat bagi pihak yang terlibat, baik itu penjual dan pembeli. Berikut ini merupakan manfaat dari sistem pembayaran ini:
1. Beban biaya lebih rendah
Sistem pembayaran termin memberikan keringan bagi pembeli atas transaksi pembelian yang terjadi. Dengan sistem pembayaran ini, pembeli tidak perlu untuk membayar seluruh nominal pembayaran dalam waktu singkat.
2. Pekerjaan dapat terkendali
Melalui sistem pembayaran ini, pihak penjual maupun pihak pembeli akan berkomitmen dalam penyelesaian pekerjaan sesuai dengan target dan pengerjaan akan menjadi lebih terkendali.
Kemudian, pengendalian proyek atau pekerjaan dalam perusahaan jika dikerjakan secara manual akan menyebabkan ketidakefisienan dalam penyelesaian pekerjaan.
3. Kelonggaran waktu untuk persiapan dana
Pihak pembeli akan mendapatkan kelonggaran waktu pembayaran apabila memilih sistem pembayaran bertahap. Contohya di bidang konstruksi, dengan adanya kelonggaran waktu ini, pembeli dapat mempersiapkan dana untuk membayar termin pembayaran proyek berikutnya hingga pelunasan.
Fungsi dari Termin
Sistem pembayaran termin tentunya mempunyai fungsi tersendiri. Berikut ini merupakan fungsi dari sistem pembayaran Termin:
1. Sebagai bukti pembayaran yang sah
Termin dapat menjadi bukti pembayaran transaksi yang sah bagi penjual maupun pembeli. Sebagai bukti pembayaran yang sah, pembayaran bertahap dapat menjadi pedoman hak dan kewajiban antara pihak penjual maupun pihak pembeli ketika sewaktu-waktu terjadi kesalahan pada transaksi yang berlangsung.
2. Bukti adanya progress yang berlangsung
Apabila pembeli menggunakan sistem pembayaran termin atas transaksi yang terjadi, waktu pembayaran dapat disesuaikan dengan progress pengerjaan yang berlangsung. Pembeli dapat menentukan pembayaran pertama kepada penjual ketika progress pengerjaan telah mencapai angka yang diinginkan serta pembayaran terakhir ketika pengerjaan telah selesai.
3. Dokumen sah atas transaksi yang berlangsung
Dalam dokumen termin biasanya akan tercantum hal-hal yang berkaitan dengan transaksi yang berlangsung seperti persentase jumlah pembayaran hingga tanggal jatuh tempo. Sehingga dokumen termin dapat menjadi dokumen yang sah atas transaksi yang terjadi.
Mengurangi Risiko Salah Bayar Melalui Sistem Terintegrasi
Pengelolaan termin sering menjadi sumber risiko ketika proses persetujuan dan pencatatan masih tersebar di banyak dokumen. Tanpa alur yang jelas, tagihan bisa terlewat, dibayar ganda, atau diproses sebelum seluruh syarat terpenuhi.
Otomasi membantu menyatukan data kontrak, progres, dan invoice dalam satu alur sehingga setiap pembayaran dilepas berdasarkan aturan yang konsisten dan dapat ditelusuri.
Pendekatan ini juga diterapkan oleh Sompo Insurance yang telah menggunakan sistem terintegrasi dari HashMicro untuk merapikan proses operasional dan keuangannya.
Dengan sistem yang terintegrasi, perusahaan dapat memastikan setiap kewajiban pembayaran memiliki dasar yang jelas, terdokumentasi dengan baik, dan disetujui sesuai workflow internal. Hasilnya, kontrol pembayaran lebih kuat tanpa menghambat kecepatan pengambilan keputusan.
Kesimpulan
Pengelolaan termin yang tepat membantu perusahaan menjaga keseimbangan antara kelancaran operasional dan disiplin keuangan. Dengan struktur pembayaran yang jelas, setiap kewajiban dapat dilepas berdasarkan progres yang terukur sehingga risiko salah bayar dan perbedaan persepsi dengan mitra kerja bisa ditekan.
Agar mekanisme ini berjalan konsisten perusahaan perlu memastikan proses approval, dokumentasi, dan pemantauan termin saling terhubung.
Jika Anda ingin meninjau kembali skema termin yang saat ini digunakan atau mencari cara agar prosesnya lebih rapi dan terkontrol, Anda dapat mendiskusikannya melalui sesi konsultasi dengan tim expert untuk menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.
Pertanyaan Seputar Termin
-
Apa itu termin ke-2?
Termin 2 adalah pembayaran tahap kedua dalam sistem pembayaran bertahap (termin) yang disepakati, biasanya terjadi setelah pekerjaan mencapai persentase tertentu atau melewati tahapan penting, seperti penyelesaian struktur bangunan atau penyerahan laporan pertama.
-
Jumlah termin pembayaran adalah?
Pembayaran termin dilakukan jika barang/jasanya sudah diterima pelanggan/pembeli. Jumlah termin merupakan jumlah yang ditagih dari pekerjaan yang telah dilakukan, berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.
-
Apa itu invoice termin?
Invoice termin menunjukkan transparansi dalam transaksi dan meminimalkan risiko perselisihan. Invoice ini menjadi bukti resmi jika terjadi sengketa antara pembeli dan penjual.






